Terjerat Cinta Pewaris Tahta

Terjerat Cinta Pewaris Tahta
58. Kehangatan


__ADS_3

❤️❤️❤️


Tidak ada lagi yang bisa di lakukan oleh Raya


selain menuruti keinginan Aaron yang sudah


tidak mungkin di alihkan lagi. Begitu sampai


di atas tempat tidur pria itu langsung beraksi.


Dia terlihat sangat bernafsu, melucuti seluruh


pakaian yang di kenakkan oleh Raya dengan


tergesa-gesa dan sedikit kasar.


"Aaron.. sabarlah sedikit..kau menyakitiku.."


Raya mengeluh saat Aaron menarik paksa gaun malamnya karena tidak sabar. Aaron menatap


wajah Raya, keduanya saling pandang lekat,


berusaha menyampaikan rasa yang kini tengah


membuncah dan memenuhi jiwa mereka.


"Salahmu sendiri membuatku tidak tahan.!"


"Aaron..kali ini aku tidak akan menolakmu.


Kau bisa melakukannya dengan tenang."


Wajah tampan Aaron yang sudah memerah kini


terlihat bereaksi, ada seulas senyum tipis yang


terukir di bibir nya membuat Raya terpana. Dia


menarik tengkuk leher Aaron, mendaratkan satu


ciuman lembut nan membuai, dan salahnya hal


itu bagaikan pemantik api gairah bagi seorang


Aaron. Darahnya langsung terbakar seketika.


Raya memekik kuat saat Aaron mulai melakukan


aksi liarnya, menyentuh seluruh tubuhnya dengan sangat buas tanpa terlewat satu inchi pun seakan ingin meluapkan dan mengungkapkan bagaimana


perasaan nya saat ini pada Raya dan bagaimana


dia sangat merindukan wanita ini. Hasrat dalam


diri Raya pun kini bangkit. Dia mulai melayani aksi


buas suaminya hingga kenikmatan itu semakin


terasa karena mereka sama-sama menginginkan


semua ini, keduanya sudah sama-sama saling


membutuhkan, mereka mencoba menyelami jiwa


dan hati masing-masing lewat sentuhan dan


tatapan mata yang begitu mendamba.


Setelah cukup lama pemanasan, akhirnya Aaron


mulai melakukan penyatuan tubuhnya, lagi-lagi


dia di buat terkesiap dengan satu fakta bahwa keistimewaan yang dimiliki istrinya ini memang


nyata adanya. Tubuh bagian bawah milik istrinya


seolah menantang nya untuk melakukan usaha


lebih agar bisa menembusnya. Dengan perasaan


yang semakin posesif Aaron mengerahkan


segenap kemampuannya untuk bisa menerobos keangkuhan milik istrinya yang sangat berharga


ini. Dia mengerang hebat saat berhasil masuk


dan kini cengkeraman maha dahsyat itu kembali


di rasakannya bersamaan dengan lenguhan


panjang Raya karena senjata keperkasaan milik suaminya, kini sudah terbenam seluruhnya di


dalam tubuhnya membuat dia melayang dan


tubuhnya seolah seringan kapas, membawa


dirinya dalam buaian kenikmatan tiada tara.


"Aaakkhh.. Aaron..pelan-pelan sayang.."


Desah Raya saat Aaron menggerakkan tubuhnya sedikit liar karena tidak tahan dengan rasa nikmat yang berlebih ini. Tubuh Aaron membeku seketika mendengar kata sayang meluncur mulus dari


mulut Raya. Senyum tipis kini tercipta di sudut


bibirnya dengan perasaan hangat yang mengalir


deras memenuhi setiap tetesan darah dalam


tubuhnya dan semakin membuat dirinya menggila.


"Oke baby.. aku akan melakukannya dengan


lebih tenang lagi.."


Bisik Aaron sambil kemudian ******* lembut


bibir merah basah Raya yang tiada henti terus


saja menggodanya bagai candu. Tubuh Aaron


sampai bergetar hebat merasakan sensasi luar


biasa berbeda karena saat ini dirinya sudah bisa menyimpulkan sendiri apa yang selama ini di rasakannya pada wanita ini. Ini bukan hanya


sekedar obsesi ataupun kegilaan semata.


Dirinya benar-benar menginginkan wanita


ini seutuhnya.


Kali ini Aaron mulai tenang, menikmati setiap


rasa dan kenikmatan yang tercipta dengan


segenap jiwa raganya. Dia sangat memuja dan menghargai semua yang ada pada diri istrinya


ini yang harus selalu di jaga dan di lindunginya


sebaik mungkin. Ya..wanita ini adalah miliknya, anugerah paling berharga yang telah Tuhan


berikan untuknya.


Aaron kembali di serang kekuasaan inti tubuh


milik istrinya saat gairah bercinta Raya semakin memuncak. Dia harus menyeimbangkan tenaga


dan kelihaiannya agar bisa tetap bermain intens


di tengah hantaman kekuatan dahsyat yang di lancarkan oleh inti tubuh milik istrinya itu. Dan akhirnya setelah cukup lama menguras tenaga keduanya kini sudah bisa terbang bersama


menuju ke langit ke tujuh.


"Aakhh... Aaron...oohh..aku tidak tahan lagi.."


"Yes baby.. panggil namaku..jeritkan namaku


di setiap desahanmu..."


Aaron berbisik parau sambil membawa tubuh


Raya keatas pangkuan nya dan kini posisi tubuh


Raya ada di atas nya. Keduanya saling pandang


lekat di penuhi kabut gairah yang sama-sama


membludak. Dan permainan itu pun berlanjut


dalam berbagai gaya untuk mendapatkan segala


kepuasan dan sensasi yang berbeda di tengah


kenikmatan yang tiada batas.


Malam ini Aaron benar-benar menikmati tubuh istimewa istrinya itu sepuasnya hingga akhirnya mereka menyerah dan terkulai lemas setelah


beberapa kali mengulang permainan. Mereka


seolah tiada bosannya untuk kembali dan kembali mengulang segala kenikmatan itu hingga pada akhirnya terbentur pada keterbatasan fisik.


Keduanya kini tertidur lelap dan tenang dalam kelelahan. Tubuh mereka saling berpelukan erat


masih dalam keadaan polos seolah tidak ingin


lagi terpisahkan dan telah menemukan belahan


jiwa yang sesungguhnya.


***


Suara Adzan subuh sayup-sayup terdengar dari


kejauhan karena jarak mesjid yang cukup jauh


dari area perumahan yang di tinggali oleh Raya.


Di negara ini jumlah penduduk muslim memang


lebih sedikit dari penganut agama yang satunya


lagi, namun dominasi nya cukup kuat hingga


perkembangan perpindahan keyakinan dari


waktu ke waktu semakin pesat.


Raya terbangun, membuka matanya perlahan


sambil menggerakkan tubuhnya yang terasa


bagai tak bertulang. Matanya tertegun untuk


sesaat begitu menyadari kini dirinya ada dalam


kungkungan dan kekuasaan tubuh gagah Sang


Pangeran, Putra Mahkota yang begitu tampan,


memiliki fisik yang sempurna tanpa cela.Tangan


pria itu memeluk tubuhnya posesif hingga tidak menyisakan ruang sedikitpun. Sementara dirinya


pun ternyata balas memeluk erat punggung


kokoh suaminya itu membuat wajahnya


memerah seketika, malu bukan main.!


Untuk beberapa saat Raya tampak terdiam,


menatap tenang wajah tampan suaminya itu

__ADS_1


yang kini ada di depannya, sangat dekat hampir bersentuhan. Perlahan tangannya bergerak,


mengelus lembut wajah halus pria itu yang


masih terlelap dalam tidur tenangnya.


Tuhan.. apapun yang terjadi nanti dengan jalan


hidupku yang sangat rumit ini..Aku hanya bisa


berharap semoga pria ini Istiqomah dengan


keyakinan yang sudah di pilihnya sekarang..


Lirih Raya dalam hatinya sambil kemudian mendekatkan bibirnya, mengecup lembut bibir


seksi suaminya yang sangat menggoda itu. Pria


ini memiliki bentuk wajah yang serba menarik di


semua bagiannya, tidak ada yang tidak menarik


di setiap detail nya. Dan baru kali inilah Raya


mampu membuka mata hatinya untuk mengakui sekaligus mengagumi ciptaan Tuhan yang satu


ini, yang notabene nya adalah suaminya sendiri.


Tapi.. dia adalah seorang Putra Mahkota.. calon


Raja masa depan dari negara ini..Dan dia akan


bersanding dengan wanita lain sebagai Ratu nya.


Sementara dirinya.. hanyalah wanita yang tidak


sengaja hadir dalam hidupnya, dan suatu saat


nanti, setelah semua drama ini selesai dia akan


kembali ke habitat aslinya.. tanpa kehormatan,


tanpa kebanggaan yang bisa dia perlihatkan


kepada seluruh keluarga besar sejatinya..


Raya mengangkat lingkaran tangan Aaron dari


tubuhnya. Kemudian bergerak bangkit dari atas


tempat tidur. Dia harus segera membersihkan


diri untuk menjalankan kewajibannya. Dengan


sedikit kesulitan Raya berusaha meraih gaun


tidurnya yang berserakan di lantai.


"Mau kemana kamu.? "


Tubuh Raya membeku, dengan cepat dia meraih


selimut untuk menutupi tubuh polosnya. Dia


tidak berani menengok kearah belakang.


"K-kau sudah bangun.? Aku mau ke kamar.."


"Kenapa harus di tutupi.? Aku sudah melihat


dan mengetahui semua yang ada pada dirimu.!"


Potong Aaron sambil kemudian bangkit dan


bergerak memeluk tubuh Raya dari belakang.


Saat ini Raya sedang duduk di pinggir ranjang.


"Aaron..aku harus membersihkan diri. Waktu


sholat subuh akan segera berakhir.."


"Aku yang akan membersihkan tubuhmu ini.


Setelah itu kita akan menjalankan kewajiban


bersama-sama.."


Lagi-lagi tubuh Raya membeku, kali ini dia


tidak percaya dengan apa yang di dengarnya.


Pria ini mengajaknya untuk sholat berjamaah.?


Benarkah itu, ini bukan mimpi kan.? Pelukan


Aaron semakin erat, dan kini bibirnya mulai


bergerak nakal menyusuri tengkuk leher Raya


yang langsung merinding dan menegang.


Gila, sentuhan lembut laki-laki ini selalu saja


membuat darahnya berdesir hebat. Sentuhan


bibir Aaron kini turun menelusuri punggung


polos Raya yang langsung memejamkan mata


dan segera bergerak menjauh.


"Apa kau yakin kita akan sholat berjamaah.?"


"Jangan meragukan kesungguhan ku dalam


hal keyakinan. Kamu akan lihat sendiri nanti."


tubuh lemah Raya ke dalam dekapannya. Dan


hal itu membuat tubuh Raya semakin tegang.


Dia mencoba menjauhkan diri dari pelukan


Aaron yang semakin kuat.


"Aaron.. lepaskan aku, biarkan aku pergi ke


kamar mandi sekarang."


"Apa kau tidak mendengar yang ku katakan


tadi.? Aku yang akan memandikan mu.!"


"Tidak, aku akan membersihkan nya sendiri.


Aku tidak mau kau menyiksaku lagi.!"


"Tidak akan lama.. Hanya sebentar saja."


"Aaron.. kau benar-benar tidak berperasaan.!


Tubuhku saat ini bahkan tidak bertenaga.!"


"Justru karena aku mengerti apa yang kamu


butuhkan saat ini."


Bisik Aaron dengan suara yang sangat parau


dan berat sambil menggigit pelan cuping telinga


Raya hingga dia berjingkat kemudian berdiri,


namun tiba-tiba saja Raya memekik kuat ketika


tubuh bagian bawahnya terasa sakit dan perih


bukan main saat berusaha bergerak.


"Aaa.. Aaron.. sakit sekalii..."


Aaron terkejut, dia melompat panik dari atas


tempat tidur begitu tubuh Raya limbung dan


hampir terjatuh kalau dia tidak cepat-cepat


menangkap nya. Dia segera membawa tubuh


Raya ke dalam pangkuan. Keduanya kini saling menatap, tidak lama Raya meringis dengan


wajah yang terlihat sedikit memucat karena


rasa sakit tiba-tiba saja datang menyerang di


perut bagian bawahnya.


"Apa rasanya sangat sakit.?"


Aaron bertanya dengan ekspresi wajah yang


terlihat sangat khawatir sambil merapihkan


rambut yang jatuh di wajah istrinya itu.


"Ini sakit sekali, perut bagian bawahku sakit


banget rasanya..aa.."


Lirih Raya sambil kemudian memeluk erat tubuh


polos Aaron sambil mencengkram kuat punggung


pria itu untuk meredam rasa sakit yang semakin


melilit di perut bagian bawah dan juga daerah inti tubuh nya. Aaron tertegun dalam kecemasan.


Dia mengelus pelan perut datar Raya mencoba


membantu meringankan rasa sakit yang sedang


di rasakan istrinya itu. Sementara tangan kirinya


membelai rambut indah Raya yang tergerai bebas menguarkan aroma wangi yang sangat di sukai


olehnya.


"Maaf, kau harus merasakan sakit ini lagi."


Bisik Aaron merasa bersalah. Raya mulai tenang,


dia segera melonggarkan pelukannya.


"Sekarang sudah mendingan. Tapi kau tidak


boleh melakukan itu lagi, aku tidak bisa..."


"Baiklah..kali ini kita hanya akan mandi bersama.


Aku akan berusaha menahan diriku.!"


Ujar Aaron sambil kemudian mengangkat tubuh


lemas Raya ke dalam pangkuannya lalu berjalan


menuju kamar mandi. Tidak lama mereka sudah berendam bersama untuk menetralisir semua


rasa sakit yang mendera tubuh Raya dengan menggunakan aroma rempah-rempah khusus.


Aaron menyadari betul, dirinya semalam terlalu

__ADS_1


ganas hingga tidak memperhatikan efek yang


akan terjadi pada tubuh Raya, seperti halnya


saat ini.


Usai membersihkan diri , tubuh Raya kini sudah


lumayan segar dan rasa sakit yang tadi sempat


mendera nya pun tidak di rasakan lagi.


Dan..keajaiban itu datang..Untuk pertama kali,


mereka berdua melaksanakan ibadah sholat


subuh berjamaah. Aaron benar-benar menjadi


imam sholat Raya dengan sangat baik dan


fasih, tanpa keraguan, tanpa kecanggungan.


Raya merasa seolah-olah sedang berada dalam


dunia khayalan, karena masih belum percaya


pada apa yang kini sedang terjadi di depan


matanya. Semua ini benar-benar di luar dugaan. Benarkah pria jahat, pria kejam dan pria yang


sudah menghancurkan hidupnya itu yang kini


sedang berperan menjadi imam sholat nya.?


"Apa yang kau ragukan lagi dariku.?"


Aaron memutar badannya menghadap kearah


Raya. Menatap tenang wanita yang ada di depan


nya itu yang kini sedang menundukkan kepala


dalam lantunan doa khusyuk setelah mereka


selesai sholat dan berdoa. Raya mengangkat kepalanya perlahan, Aaron terkejut saat melihat


ada lelehan cairan bening yang keluar dari


kedua mata indah istrinya itu.


"Kenapa kau menangis.? "


Raya menggeleng pelan seraya tersenyum


lembut membuat Aaron terkesima seketika


melihat senyum luar biasa itu.


"Aku tidak menangis. Aku hanya sedang memuji kebesaran Tuhan. Aaron semoga kamu tetap Istiqomah dengan semua jalan yang kau pilih."


Lirih Raya sambil kemudian meraih punggung


tangan Aaron, mencium nya lembut penuh rasa


tulus dan harapan akan kebaikan untuk hidup


mereka ke depan walaupun nantinya mereka


akan menjalani kehidupan masing-masing.


Aaron tertegun, terhenyak dalam diam.


Wanita ini memang penuh dengan kejutan.


***


Setelah merasa cukup fit dan bugar, Raya turun


ke lantai bawah untuk membuat sarapan pagi,


sementara Aaron kembali merebahkan dirinya


melanjutkan tidurnya. Dan sepertinya baru kali


inilah laki-laki itu bisa memejamkan mata dengan tenang dan damai. Raya membuat beberapa


menu makanan khas negara asalnya. Peduli amat Aaron akan menyukainya atau tidak, karena yang


dia inginkan saat ini adalah makanan-makanan


itu. Perutnya bahkan sudah keroncongan dari tadi.


Hari ini Aaron memiliki agenda yang sangat resmi


dan penting berhubungan dengan negara dan


istana kerajaan, yakni karnaval agung tahunan


yang sudah biasa diselenggarakan tiap tahunnya.


Acara ini akan di hadiri langsung oleh masyarakat


dari semua lapisan dan tingkatan. Mereka akan


datang tumpah ruah ke jalanan. Dan hari ini juga


menjadi hari suka cita nasional, karena pada hari


ini biasanya seluruh anggota keluarga kerajaan


serta para pejabat penting akan hadir menyapa


masyarakat secara langsung.


Beberapa waktu kemudian...


Raya sudah siap dengan kostum yang sengaja


di siapkan oleh Aaron untuk nya. Pakaian khas


negara ini, karena pada acara ini semua orang


memang harus mengenakkan pakaian adat.


Raya menatap pantulan dirinya di cermin besar


yang ada di ruang ganti pakaian. Bibir nya kini


menyunggingkan senyum manis saat melihat


bagaimana cantiknya dirinya dalam balutan


kostum adat negara xxx..ini. Gaun terusan cantik


mencapai tumit, dengan warna cerah berbunga


dan aksen renda khusus di bagian dada serta


bagian bawah yang memayung di lengkapi ikat pinggang manis menampilkan bentuk tubuh


nya yang sangat indah dan menggiurkan.


Dan.. tentunya tidak lupa, topi kecil menawan


sebagai pelengkap serta ciri khas dari negara


ini yang biasa di gunakan oleh para wanita di


negara ini , terutama kalangan bangsawan.


Dalam acara karnaval ini biasanya ada satu hal


yang paling di nanti, yaitu.. menari bersama..!


Kenapa pria ini selalu tahu apa yang pantas


dan tidak pantas untuk aku kenakan..?


"Karena aku tahu luar dalam mu Maharaya..


Kau sangat cantik mengenakkan pakaian adat


seperti ini. !"


Bisik Aaron yang tiba-tiba saja sudah ada di


belakang tubuh Raya, melingkarkan tangan


di perut datar nya, membelitnya kuat sambil


mendekap erat tubuhnya. Wajah Raya seketika


memerah, kenapa dia bisa tahu isi hatinya.?


Raya terdiam, detak jantungnya kini mulai


berkejaran, mata mereka saling menatap lewat pantulan cermin dengan sorot mata yang


sama-sama rumit tidak teruraikan.


"Aaron..apakah aku harus ikut dalam acara ini.?


Bukankah ini acara resmi negara mu.?"


"Apa kau lupa, sekarang ini kau sudah menjadi


bagian dari negara ini.? Kau sudah berpindah


kewarganegaraan Raya.."


Raya terhenyak, dia benar-benar baru menyadari


hal itu. Dirinya sekarang sudah berpindah


kewarganegaraan dan identitas diri.


"Tapi Aaron aku rasa aku tidak pantas untuk


berada dalam acara ini."


"Maharaya..kau adalah istriku.! Jangan berpikir


macam-macam. Kita harus turun sekarang.!"


Desis Aaron sambil kemudian mencium lembut


wajah Raya yang terlihat semakin memerah.


Setelah itu dia menarik tangan Raya di bawa


keluar dari ruangan itu.


Akhirnya mereka berdua turun ke lantai bawah


sudah siap dengan kostum ceria nya masing-


masing. Begitu tiba di bawah, semua orang yang sudah menunggu dari tadi tampak hanya bisa


melongo melihat kemunculan pasangan yang


super serasi itu. Terlebih lagi Ansel, matanya


tampak menatap terkesima kearah Raya yang


terlihat sangat berbeda, cerah, bercahaya dan


begitu mempesona dengan balutan gaun cantik


khas negara xxx..ini yang full color..


***

__ADS_1


Happy Reading...


__ADS_2