
❤️❤️❤️
Tidak ada lagi yang bisa di lakukan oleh Raya
selain menuruti keinginan Aaron yang sudah
tidak mungkin di alihkan lagi. Begitu sampai
di atas tempat tidur pria itu langsung beraksi.
Dia terlihat sangat bernafsu, melucuti seluruh
pakaian yang di kenakkan oleh Raya dengan
tergesa-gesa dan sedikit kasar.
"Aaron.. sabarlah sedikit..kau menyakitiku.."
Raya mengeluh saat Aaron menarik paksa gaun malamnya karena tidak sabar. Aaron menatap
wajah Raya, keduanya saling pandang lekat,
berusaha menyampaikan rasa yang kini tengah
membuncah dan memenuhi jiwa mereka.
"Salahmu sendiri membuatku tidak tahan.!"
"Aaron..kali ini aku tidak akan menolakmu.
Kau bisa melakukannya dengan tenang."
Wajah tampan Aaron yang sudah memerah kini
terlihat bereaksi, ada seulas senyum tipis yang
terukir di bibir nya membuat Raya terpana. Dia
menarik tengkuk leher Aaron, mendaratkan satu
ciuman lembut nan membuai, dan salahnya hal
itu bagaikan pemantik api gairah bagi seorang
Aaron. Darahnya langsung terbakar seketika.
Raya memekik kuat saat Aaron mulai melakukan
aksi liarnya, menyentuh seluruh tubuhnya dengan sangat buas tanpa terlewat satu inchi pun seakan ingin meluapkan dan mengungkapkan bagaimana
perasaan nya saat ini pada Raya dan bagaimana
dia sangat merindukan wanita ini. Hasrat dalam
diri Raya pun kini bangkit. Dia mulai melayani aksi
buas suaminya hingga kenikmatan itu semakin
terasa karena mereka sama-sama menginginkan
semua ini, keduanya sudah sama-sama saling
membutuhkan, mereka mencoba menyelami jiwa
dan hati masing-masing lewat sentuhan dan
tatapan mata yang begitu mendamba.
Setelah cukup lama pemanasan, akhirnya Aaron
mulai melakukan penyatuan tubuhnya, lagi-lagi
dia di buat terkesiap dengan satu fakta bahwa keistimewaan yang dimiliki istrinya ini memang
nyata adanya. Tubuh bagian bawah milik istrinya
seolah menantang nya untuk melakukan usaha
lebih agar bisa menembusnya. Dengan perasaan
yang semakin posesif Aaron mengerahkan
segenap kemampuannya untuk bisa menerobos keangkuhan milik istrinya yang sangat berharga
ini. Dia mengerang hebat saat berhasil masuk
dan kini cengkeraman maha dahsyat itu kembali
di rasakannya bersamaan dengan lenguhan
panjang Raya karena senjata keperkasaan milik suaminya, kini sudah terbenam seluruhnya di
dalam tubuhnya membuat dia melayang dan
tubuhnya seolah seringan kapas, membawa
dirinya dalam buaian kenikmatan tiada tara.
"Aaakkhh.. Aaron..pelan-pelan sayang.."
Desah Raya saat Aaron menggerakkan tubuhnya sedikit liar karena tidak tahan dengan rasa nikmat yang berlebih ini. Tubuh Aaron membeku seketika mendengar kata sayang meluncur mulus dari
mulut Raya. Senyum tipis kini tercipta di sudut
bibirnya dengan perasaan hangat yang mengalir
deras memenuhi setiap tetesan darah dalam
tubuhnya dan semakin membuat dirinya menggila.
"Oke baby.. aku akan melakukannya dengan
lebih tenang lagi.."
Bisik Aaron sambil kemudian ******* lembut
bibir merah basah Raya yang tiada henti terus
saja menggodanya bagai candu. Tubuh Aaron
sampai bergetar hebat merasakan sensasi luar
biasa berbeda karena saat ini dirinya sudah bisa menyimpulkan sendiri apa yang selama ini di rasakannya pada wanita ini. Ini bukan hanya
sekedar obsesi ataupun kegilaan semata.
Dirinya benar-benar menginginkan wanita
ini seutuhnya.
Kali ini Aaron mulai tenang, menikmati setiap
rasa dan kenikmatan yang tercipta dengan
segenap jiwa raganya. Dia sangat memuja dan menghargai semua yang ada pada diri istrinya
ini yang harus selalu di jaga dan di lindunginya
sebaik mungkin. Ya..wanita ini adalah miliknya, anugerah paling berharga yang telah Tuhan
berikan untuknya.
Aaron kembali di serang kekuasaan inti tubuh
milik istrinya saat gairah bercinta Raya semakin memuncak. Dia harus menyeimbangkan tenaga
dan kelihaiannya agar bisa tetap bermain intens
di tengah hantaman kekuatan dahsyat yang di lancarkan oleh inti tubuh milik istrinya itu. Dan akhirnya setelah cukup lama menguras tenaga keduanya kini sudah bisa terbang bersama
menuju ke langit ke tujuh.
"Aakhh... Aaron...oohh..aku tidak tahan lagi.."
"Yes baby.. panggil namaku..jeritkan namaku
di setiap desahanmu..."
Aaron berbisik parau sambil membawa tubuh
Raya keatas pangkuan nya dan kini posisi tubuh
Raya ada di atas nya. Keduanya saling pandang
lekat di penuhi kabut gairah yang sama-sama
membludak. Dan permainan itu pun berlanjut
dalam berbagai gaya untuk mendapatkan segala
kepuasan dan sensasi yang berbeda di tengah
kenikmatan yang tiada batas.
Malam ini Aaron benar-benar menikmati tubuh istimewa istrinya itu sepuasnya hingga akhirnya mereka menyerah dan terkulai lemas setelah
beberapa kali mengulang permainan. Mereka
seolah tiada bosannya untuk kembali dan kembali mengulang segala kenikmatan itu hingga pada akhirnya terbentur pada keterbatasan fisik.
Keduanya kini tertidur lelap dan tenang dalam kelelahan. Tubuh mereka saling berpelukan erat
masih dalam keadaan polos seolah tidak ingin
lagi terpisahkan dan telah menemukan belahan
jiwa yang sesungguhnya.
***
Suara Adzan subuh sayup-sayup terdengar dari
kejauhan karena jarak mesjid yang cukup jauh
dari area perumahan yang di tinggali oleh Raya.
Di negara ini jumlah penduduk muslim memang
lebih sedikit dari penganut agama yang satunya
lagi, namun dominasi nya cukup kuat hingga
perkembangan perpindahan keyakinan dari
waktu ke waktu semakin pesat.
Raya terbangun, membuka matanya perlahan
sambil menggerakkan tubuhnya yang terasa
bagai tak bertulang. Matanya tertegun untuk
sesaat begitu menyadari kini dirinya ada dalam
kungkungan dan kekuasaan tubuh gagah Sang
Pangeran, Putra Mahkota yang begitu tampan,
memiliki fisik yang sempurna tanpa cela.Tangan
pria itu memeluk tubuhnya posesif hingga tidak menyisakan ruang sedikitpun. Sementara dirinya
pun ternyata balas memeluk erat punggung
kokoh suaminya itu membuat wajahnya
memerah seketika, malu bukan main.!
Untuk beberapa saat Raya tampak terdiam,
menatap tenang wajah tampan suaminya itu
__ADS_1
yang kini ada di depannya, sangat dekat hampir bersentuhan. Perlahan tangannya bergerak,
mengelus lembut wajah halus pria itu yang
masih terlelap dalam tidur tenangnya.
Tuhan.. apapun yang terjadi nanti dengan jalan
hidupku yang sangat rumit ini..Aku hanya bisa
berharap semoga pria ini Istiqomah dengan
keyakinan yang sudah di pilihnya sekarang..
Lirih Raya dalam hatinya sambil kemudian mendekatkan bibirnya, mengecup lembut bibir
seksi suaminya yang sangat menggoda itu. Pria
ini memiliki bentuk wajah yang serba menarik di
semua bagiannya, tidak ada yang tidak menarik
di setiap detail nya. Dan baru kali inilah Raya
mampu membuka mata hatinya untuk mengakui sekaligus mengagumi ciptaan Tuhan yang satu
ini, yang notabene nya adalah suaminya sendiri.
Tapi.. dia adalah seorang Putra Mahkota.. calon
Raja masa depan dari negara ini..Dan dia akan
bersanding dengan wanita lain sebagai Ratu nya.
Sementara dirinya.. hanyalah wanita yang tidak
sengaja hadir dalam hidupnya, dan suatu saat
nanti, setelah semua drama ini selesai dia akan
kembali ke habitat aslinya.. tanpa kehormatan,
tanpa kebanggaan yang bisa dia perlihatkan
kepada seluruh keluarga besar sejatinya..
Raya mengangkat lingkaran tangan Aaron dari
tubuhnya. Kemudian bergerak bangkit dari atas
tempat tidur. Dia harus segera membersihkan
diri untuk menjalankan kewajibannya. Dengan
sedikit kesulitan Raya berusaha meraih gaun
tidurnya yang berserakan di lantai.
"Mau kemana kamu.? "
Tubuh Raya membeku, dengan cepat dia meraih
selimut untuk menutupi tubuh polosnya. Dia
tidak berani menengok kearah belakang.
"K-kau sudah bangun.? Aku mau ke kamar.."
"Kenapa harus di tutupi.? Aku sudah melihat
dan mengetahui semua yang ada pada dirimu.!"
Potong Aaron sambil kemudian bangkit dan
bergerak memeluk tubuh Raya dari belakang.
Saat ini Raya sedang duduk di pinggir ranjang.
"Aaron..aku harus membersihkan diri. Waktu
sholat subuh akan segera berakhir.."
"Aku yang akan membersihkan tubuhmu ini.
Setelah itu kita akan menjalankan kewajiban
bersama-sama.."
Lagi-lagi tubuh Raya membeku, kali ini dia
tidak percaya dengan apa yang di dengarnya.
Pria ini mengajaknya untuk sholat berjamaah.?
Benarkah itu, ini bukan mimpi kan.? Pelukan
Aaron semakin erat, dan kini bibirnya mulai
bergerak nakal menyusuri tengkuk leher Raya
yang langsung merinding dan menegang.
Gila, sentuhan lembut laki-laki ini selalu saja
membuat darahnya berdesir hebat. Sentuhan
bibir Aaron kini turun menelusuri punggung
polos Raya yang langsung memejamkan mata
dan segera bergerak menjauh.
"Apa kau yakin kita akan sholat berjamaah.?"
"Jangan meragukan kesungguhan ku dalam
hal keyakinan. Kamu akan lihat sendiri nanti."
tubuh lemah Raya ke dalam dekapannya. Dan
hal itu membuat tubuh Raya semakin tegang.
Dia mencoba menjauhkan diri dari pelukan
Aaron yang semakin kuat.
"Aaron.. lepaskan aku, biarkan aku pergi ke
kamar mandi sekarang."
"Apa kau tidak mendengar yang ku katakan
tadi.? Aku yang akan memandikan mu.!"
"Tidak, aku akan membersihkan nya sendiri.
Aku tidak mau kau menyiksaku lagi.!"
"Tidak akan lama.. Hanya sebentar saja."
"Aaron.. kau benar-benar tidak berperasaan.!
Tubuhku saat ini bahkan tidak bertenaga.!"
"Justru karena aku mengerti apa yang kamu
butuhkan saat ini."
Bisik Aaron dengan suara yang sangat parau
dan berat sambil menggigit pelan cuping telinga
Raya hingga dia berjingkat kemudian berdiri,
namun tiba-tiba saja Raya memekik kuat ketika
tubuh bagian bawahnya terasa sakit dan perih
bukan main saat berusaha bergerak.
"Aaa.. Aaron.. sakit sekalii..."
Aaron terkejut, dia melompat panik dari atas
tempat tidur begitu tubuh Raya limbung dan
hampir terjatuh kalau dia tidak cepat-cepat
menangkap nya. Dia segera membawa tubuh
Raya ke dalam pangkuan. Keduanya kini saling menatap, tidak lama Raya meringis dengan
wajah yang terlihat sedikit memucat karena
rasa sakit tiba-tiba saja datang menyerang di
perut bagian bawahnya.
"Apa rasanya sangat sakit.?"
Aaron bertanya dengan ekspresi wajah yang
terlihat sangat khawatir sambil merapihkan
rambut yang jatuh di wajah istrinya itu.
"Ini sakit sekali, perut bagian bawahku sakit
banget rasanya..aa.."
Lirih Raya sambil kemudian memeluk erat tubuh
polos Aaron sambil mencengkram kuat punggung
pria itu untuk meredam rasa sakit yang semakin
melilit di perut bagian bawah dan juga daerah inti tubuh nya. Aaron tertegun dalam kecemasan.
Dia mengelus pelan perut datar Raya mencoba
membantu meringankan rasa sakit yang sedang
di rasakan istrinya itu. Sementara tangan kirinya
membelai rambut indah Raya yang tergerai bebas menguarkan aroma wangi yang sangat di sukai
olehnya.
"Maaf, kau harus merasakan sakit ini lagi."
Bisik Aaron merasa bersalah. Raya mulai tenang,
dia segera melonggarkan pelukannya.
"Sekarang sudah mendingan. Tapi kau tidak
boleh melakukan itu lagi, aku tidak bisa..."
"Baiklah..kali ini kita hanya akan mandi bersama.
Aku akan berusaha menahan diriku.!"
Ujar Aaron sambil kemudian mengangkat tubuh
lemas Raya ke dalam pangkuannya lalu berjalan
menuju kamar mandi. Tidak lama mereka sudah berendam bersama untuk menetralisir semua
rasa sakit yang mendera tubuh Raya dengan menggunakan aroma rempah-rempah khusus.
Aaron menyadari betul, dirinya semalam terlalu
__ADS_1
ganas hingga tidak memperhatikan efek yang
akan terjadi pada tubuh Raya, seperti halnya
saat ini.
Usai membersihkan diri , tubuh Raya kini sudah
lumayan segar dan rasa sakit yang tadi sempat
mendera nya pun tidak di rasakan lagi.
Dan..keajaiban itu datang..Untuk pertama kali,
mereka berdua melaksanakan ibadah sholat
subuh berjamaah. Aaron benar-benar menjadi
imam sholat Raya dengan sangat baik dan
fasih, tanpa keraguan, tanpa kecanggungan.
Raya merasa seolah-olah sedang berada dalam
dunia khayalan, karena masih belum percaya
pada apa yang kini sedang terjadi di depan
matanya. Semua ini benar-benar di luar dugaan. Benarkah pria jahat, pria kejam dan pria yang
sudah menghancurkan hidupnya itu yang kini
sedang berperan menjadi imam sholat nya.?
"Apa yang kau ragukan lagi dariku.?"
Aaron memutar badannya menghadap kearah
Raya. Menatap tenang wanita yang ada di depan
nya itu yang kini sedang menundukkan kepala
dalam lantunan doa khusyuk setelah mereka
selesai sholat dan berdoa. Raya mengangkat kepalanya perlahan, Aaron terkejut saat melihat
ada lelehan cairan bening yang keluar dari
kedua mata indah istrinya itu.
"Kenapa kau menangis.? "
Raya menggeleng pelan seraya tersenyum
lembut membuat Aaron terkesima seketika
melihat senyum luar biasa itu.
"Aku tidak menangis. Aku hanya sedang memuji kebesaran Tuhan. Aaron semoga kamu tetap Istiqomah dengan semua jalan yang kau pilih."
Lirih Raya sambil kemudian meraih punggung
tangan Aaron, mencium nya lembut penuh rasa
tulus dan harapan akan kebaikan untuk hidup
mereka ke depan walaupun nantinya mereka
akan menjalani kehidupan masing-masing.
Aaron tertegun, terhenyak dalam diam.
Wanita ini memang penuh dengan kejutan.
***
Setelah merasa cukup fit dan bugar, Raya turun
ke lantai bawah untuk membuat sarapan pagi,
sementara Aaron kembali merebahkan dirinya
melanjutkan tidurnya. Dan sepertinya baru kali
inilah laki-laki itu bisa memejamkan mata dengan tenang dan damai. Raya membuat beberapa
menu makanan khas negara asalnya. Peduli amat Aaron akan menyukainya atau tidak, karena yang
dia inginkan saat ini adalah makanan-makanan
itu. Perutnya bahkan sudah keroncongan dari tadi.
Hari ini Aaron memiliki agenda yang sangat resmi
dan penting berhubungan dengan negara dan
istana kerajaan, yakni karnaval agung tahunan
yang sudah biasa diselenggarakan tiap tahunnya.
Acara ini akan di hadiri langsung oleh masyarakat
dari semua lapisan dan tingkatan. Mereka akan
datang tumpah ruah ke jalanan. Dan hari ini juga
menjadi hari suka cita nasional, karena pada hari
ini biasanya seluruh anggota keluarga kerajaan
serta para pejabat penting akan hadir menyapa
masyarakat secara langsung.
Beberapa waktu kemudian...
Raya sudah siap dengan kostum yang sengaja
di siapkan oleh Aaron untuk nya. Pakaian khas
negara ini, karena pada acara ini semua orang
memang harus mengenakkan pakaian adat.
Raya menatap pantulan dirinya di cermin besar
yang ada di ruang ganti pakaian. Bibir nya kini
menyunggingkan senyum manis saat melihat
bagaimana cantiknya dirinya dalam balutan
kostum adat negara xxx..ini. Gaun terusan cantik
mencapai tumit, dengan warna cerah berbunga
dan aksen renda khusus di bagian dada serta
bagian bawah yang memayung di lengkapi ikat pinggang manis menampilkan bentuk tubuh
nya yang sangat indah dan menggiurkan.
Dan.. tentunya tidak lupa, topi kecil menawan
sebagai pelengkap serta ciri khas dari negara
ini yang biasa di gunakan oleh para wanita di
negara ini , terutama kalangan bangsawan.
Dalam acara karnaval ini biasanya ada satu hal
yang paling di nanti, yaitu.. menari bersama..!
Kenapa pria ini selalu tahu apa yang pantas
dan tidak pantas untuk aku kenakan..?
"Karena aku tahu luar dalam mu Maharaya..
Kau sangat cantik mengenakkan pakaian adat
seperti ini. !"
Bisik Aaron yang tiba-tiba saja sudah ada di
belakang tubuh Raya, melingkarkan tangan
di perut datar nya, membelitnya kuat sambil
mendekap erat tubuhnya. Wajah Raya seketika
memerah, kenapa dia bisa tahu isi hatinya.?
Raya terdiam, detak jantungnya kini mulai
berkejaran, mata mereka saling menatap lewat pantulan cermin dengan sorot mata yang
sama-sama rumit tidak teruraikan.
"Aaron..apakah aku harus ikut dalam acara ini.?
Bukankah ini acara resmi negara mu.?"
"Apa kau lupa, sekarang ini kau sudah menjadi
bagian dari negara ini.? Kau sudah berpindah
kewarganegaraan Raya.."
Raya terhenyak, dia benar-benar baru menyadari
hal itu. Dirinya sekarang sudah berpindah
kewarganegaraan dan identitas diri.
"Tapi Aaron aku rasa aku tidak pantas untuk
berada dalam acara ini."
"Maharaya..kau adalah istriku.! Jangan berpikir
macam-macam. Kita harus turun sekarang.!"
Desis Aaron sambil kemudian mencium lembut
wajah Raya yang terlihat semakin memerah.
Setelah itu dia menarik tangan Raya di bawa
keluar dari ruangan itu.
Akhirnya mereka berdua turun ke lantai bawah
sudah siap dengan kostum ceria nya masing-
masing. Begitu tiba di bawah, semua orang yang sudah menunggu dari tadi tampak hanya bisa
melongo melihat kemunculan pasangan yang
super serasi itu. Terlebih lagi Ansel, matanya
tampak menatap terkesima kearah Raya yang
terlihat sangat berbeda, cerah, bercahaya dan
begitu mempesona dengan balutan gaun cantik
khas negara xxx..ini yang full color..
***
__ADS_1
Happy Reading...