Terjerat Cinta Pewaris Tahta

Terjerat Cinta Pewaris Tahta
50. Hot Morning


__ADS_3

❤️❤️❤️


Setelah memakan durasi yang cukup lama, Raya


akhirnya melepaskan ciuman panasnya. Wajah


mereka berdua tampak memerah. Malu.? sudah


tak terkira lagi, ingin rasanya Raya mengubur diri


di bawah tumpukan pasir agar bisa bersembunyi


dari dunia. Saat ini tangan Raya masih melingkar


kuat di leher kokoh Aaron yang sedang menatap


nya lekat dengan seringai tipis di sudut bibirnya.


Aaron benar-benar tidak menduga kalau wanita


yang biasanya mati-matian menolak serangan


nya itu akan berbuat nekad berinisiatif mencium


dirinya di depan semua orang. Walau Aaron tahu


Raya melakukan semua itu dengan terpaksa,


tapi tetap saja, ini adalah sesuatu yang gila !


saat ini jiwanya seakan ingin meledak ! sungguh


dia merasa kehilangan separuh akal sehatnya


saat menikmati ciuman lembut memabukkan


yang di lancarkan oleh istrinya itu. Ciuman itu


benar-benar dahsyat, tak ada bandingannya,


wanita ini adalah virus.!


"Jangan pernah melakukan itu lagi hanya untuk


menyelamatkan orang lain.! Atau aku tidak akan membiarkan dirimu lolos begitu saja.!"


Desis Aaron sambil kemudian ******* kembali


bibir Raya dengan lembut dan tenang. Namun


tidak lama dia melepaskan nya saat menyadari


kondisi tubuh Raya saat ini masih dalam keadaan basah, dia bisa masuk angin kalau terlalu lama


ada dalam keadaan ini. Raya menjauhkan dirinya


dari jangkauan Aaron.


"A-aku terpaksa melakukan semua itu.!"


"Aku tahu.! Tapi aku merasa ciumanmu tidak


terpaksa, kau sangat menikmatinya tadi.!"


"Aaron sudah ! Aku ingin pulang ke White


House sekarang."


"White House ? Kenapa, kau tidak suka disini?'


"Tempat ini sedikit menyeramkan, aku merasa


tidak nyaman ada di tempat ini.!"


Alis Aaron tampak terangkat sedikit. Namun


kemudian dia menatap tenang wajah cantik


Raya yang masih saja terlihat bersemu merah,


tampak begitu menggemaskan, dan entah


kenapa dia sangat menyukai rona merah itu.


"Baiklah.. Aku akan membawamu kembali ke


rumah kecil itu setelah urusan dan keinginan


ku terpenuhi di tempat ini !"


Raya menatap tajam wajah Aaron, ada sedikit


ketakutan dan ketegangan saat dia mendengar


ucapan Aaron barusan.


"Tidak.! Aku ingin pergi setelah membersihkan


diri, ada banyak urusan dan pertemuan yang


harus kau hadiri hari ini.!"


"Aku bisa membatalkan semua urusanku hanya


untuk bisa menikmati dirimu Maharaya..!"


Ujar Aaron tanpa tahu malu membuat wajah


Raya semakin memerah bak kepiting rebus


tapi juga semakin tegang.


"Aaron..! Kumohon jangan melakukan hal yang


aneh-aneh, aku tidak akan mengijinkan mu."


"Kau akan menikmatinya nanti.!"


Dengan enteng Aaron mengangkat tubuh basah


Raya ke dalam pangkuannya. Mau tidak mau Raya kembali melingkarkan tangannya di leher kokoh


pria itu. Mungkin karena terbawa suasana atau


karena masih sangat malu, kali ini dia tidak ada


keinginan untuk menolak ataupun berontak. Dia


malah merebahkan kepalanya di belahan dada


bidang suaminya itu yang terlihat menatap lekat


wajah cantiknya dengan perasaan yang begitu bergejolak. Ingin sekali dia memakan wanita ini sekarang juga, kalau bisa diatas hamparan pasir


putih yang membentang indah sepanjang pantai.


Pasti akan sangat menyenangkan melakukannya.


Aaron membawa Raya menuju ke dalam mobil


sport miliknya di sambut oleh Alex yang sudah


menunggu di sana dan langsung membukakan


pintu mobil. Tenyata Alea dan Ansel serta para Pangeran sudah pergi terlebih dahulu untuk


menghindar dari sang Devil yang akhir-akhir


ini sikapnya sedikit aneh itu. Alea benar-benar


tidak menduga kalau Aaron bisa bertindak di


luar kebiasaan nya saat segala sesuatunya


menyangkut wanita yang sudah di nikahinya


itu, ini sungguh jauh lebih gila di banding saat


dia baru mengenal cinta pertama nya.


Aaron mendudukkan Raya dengan hati-hati


kemudian memasang sabuk pengaman. Raya


masih tetap terdiam, untuk sesaat mata mereka


saling menatap dalam diam, mencoba untuk


menahan segala gejolak perasaan yang kini ada


di dalam dada masing-masing sampai akhirnya


Aaron menutup pintu mobil kemudian melangkah


cepat ke balik kemudi dan tidak lama dia sudah meluncurkan mobil super mewah nya itu dengan


cepat menuju Kastil megah miliknya.


Tiba di depan pintu utama Kastil, kepala pelayan


sudah menanti dengan membawa bathrobe yang


langsung di ambil oleh Aaron lalu memakaikannya


ke tubuh Raya yang masih ada di dalam mobil.


Setelah itu dia mengangkat kembali tubuh wanita


itu ke dalam gendongannya dan mulai melangkah


masuk ke dalam kastil. Kepala pelayan dan para


bawahannya mengikuti dari belakang. Mereka


semua tidak menyangka Tuan Berharga mereka


mampu memperlakukan seorang wanita sampai


seposesif itu. Sangat terlihat kalau wanita itu


sangatlah berarti bagi Sang Putra Mahkota.


Tiba di dalam kamar...


"A-Aaron.. bisakah kamu meninggalkan aku


sendiri.?"


Raya tampak tegang maksimal saat mereka


baru saja masuk ke dalam kamar mandi, dan


Aaron langsung membawa Raya masuk ke


ruang shower, dia menyalakan kran air bersuhu


sedang yang langsung mengguyur tubuh kedua


nya. Mata mereka saling menatap kuat.


"Aku tidak akan bisa melepaskan mu saat ini.

__ADS_1


Kau sudah membuat tubuhku menderita dari


tadi.!"


Bisik Aaron dengan sorot mata yang sudah di


penuhi oleh kabut gairah membuat wajah Raya


memucat dengan tubuh yang mulai gemetar.


"Tidak, jangan Aaron.. kumohon. Kau tidak bisa


melakukan itu lagi, aku.."


"Kenapa, bukankah kau juga menginginkan nya?"


"Tidak ! Siapa yang menginginkan nya.!"


"Aku tahu, kau juga menginginkan nya. Aku


bisa merasakannya.. Maharaya.."


"Kau jangan mengada-ada.! Itu semua tidak


benar sama sekali..!"


Raya langsung memalingkan wajahnya seraya memejamkan mata, benarkah dirinya juga menginginkan nya, Haahh..itu terdengar konyol.!


"Rileks dear...Kau tidak boleh terus menerus


ketakutan seperti ini padaku."


Deg !


Jantung Raya bergelombang hebat, suara Aaron


barusan terdengar sangat lah lembut dan..dear..


Tidak ! Laki-laki ini hanya sedang merubah diri


menjadi malaikat karena ada maunya saja.! dia


tidak boleh terlena oleh bujuk rayunya. Tangan


Aaron bergerak membelai lembut wajah halus


mulus Raya yang semakin mundur dan menatap


Aaron dalam ketegangan. Mata mereka terpaut


dalam, berusaha menembus kedalaman mata


indah masing-masing. Darah di tubuh mereka


kini mulai mendidih. Sial, walau Raya berusaha


menolak dan mengingkari, tapi pria ini memang


terlalu tampan dan menarik. Sangat sulit untuk


di abaikan begitu saja.


"Aaron..aku ingin membersihkan diriku sendiri.


Aku mohon keluarlah sekarang."


"Tidak, kita akan mandi bersama sekarang.!"


Potong Aaron sambil kemudian tangan lihainya


langsung bergerak melucuti pakaiannya sendiri


hingga membuat Raya memekik dan menutupi


wajahnya sambil memalingkan muka.


"Aaron, kau sangat tidak sopan..!"


Aaron menyeringai tipis, kini dirinya sudah


dalam keadaan polos. Tubuh gagah perkasanya terpampang nyata di depan mata Raya yang


semakin bergetar saat Aaron maju mendekat , mengurung tubuh nya di dinding ruangan


berbentuk bundar itu.


"Aaron.. tidak, aku mohon.."


Tangan Aaron sudah bergerak melucuti pakaian


yang melekat di tubuh indah Raya yang mencoba


berontak menahan gerakan tangan pria itu.Namun seperti biasa Aaron langsung menyobek pakaian


itu karena tidak sabar.


"Aaron..! Kau benar-benar keterlaluan.!"


Raya memekik kuat sambil menutupi tubuh


bagian atasnya dengan kedua tangannya.


"Pasrahkan dirimu padaku Maharaya..!


Jangan membangkang lagi.."


Bisik Aaron sambil kemudian memagut bibir


Raya dengan gairah yang sudah semakin


memuncak. Tubuh mereka kini sudah dalam


keadaan polos tanpa sehelai benang pun.


kulit sehalus sutra millik istrinya itu memakai


busa sabun dan aroma rempah eksklusif yang


hanya di miliki oleh keluarga istana kerajaannya


saja.


Sedikit tidak sabar Aaron membersihkan


tubuh Raya dengan gemetar karena menahan


hasratnya yang sudah meluap-luap. Dia ingin


menikmati tubuh indah istrinya ini di atas


tempat tidur miliknya yang selama ini selalu


sunyi dan sepi setiap harinya.


Sementara saat ini Raya hanya bisa pasrah


saja membiarkan Aaron melakukan apapun


yang di inginkannya, karena dia tahu pasti


sekuat apapun dirinya mencoba memberikan penolakan, keinginan laki-laki yang berstatus


sebagai suaminya itu sudah tidak akan bisa


di alihkan lagi. Lagipula tubuh nya pun saat


ini sudah sangat panas, melihat bagaimana


gagah dan sempurna nya bentuk tubuh Aaron hasratnya tiba-tiba saja naik dan menggelora.


Setelah dirasa cukup, Aaron segera memakaikan mantel mandi yang lembut dan tebal ke tubuh


Raya, lalu melilitkan handuk kecil di rambut


basahnya layaknya pada seorang anak kecil.


Raya hanya bisa menatap diam apa yang di


lakukan oleh pria itu, saat ini pria itu benar-benar sedang menjelma menjadi seorang malaikat,


tidak ada lagi wajah Devil ataupun tampang pria


kejam yang selama ini selalu di lihatnya. Saat


ini dia hanyalah seorang Prince Marvell dengan


segala pesona ketampanan nya yang mampu


membius dan melelehkan gunung es.


Perlahan Raya menggosok rambut nya sambil


memperhatikan Aaron yang sedang memakai


handuk putih sebatas pinggang ke tubuhnya.


Dia segera melangkah keluar dari ruang shower


tersebut, namun sesaat kemudian dia memekik


saat Aaron mengangkat tubuhnya ke dalam


pangkuannya. Keduanya saling pandang kuat.


"Kau mau lari kemana..Aku sudah bersabar


dari tadi, kini saatnya kau membayar semua


kesabaranku."


Bisik Aaron serak di daun telinga Raya sambil


melangkah keluar dari kamar mandi langsung


menuju tempat tidur besar yang ada di ujung


ruangan dengan nuansa silver white yang


sangat mengesankan.


"A-Aaron... bisakah kau menunda keinginan


mu ini..? Aku..aku takut.."


"Tidak ada yang perlu kau takutkan.. Kita


akan melewati semua nya dengan mudah."


Desis Aaron berat, dia membaringkan tubuh


istrinya itu diatas tempat tidur. Dia tahu pasti


awal mula memang akan kembali membawa


pada kesakitan, tapi setelah itu.. Tanpa jeda


Aaron segera naik ke atas tempat tidur dan


mengurung tubuh Raya yang kini sudah ada


dalam mode tegang campur takut tapi juga

__ADS_1


ada keinginan liar yang menggedor jiwanya.


Dengan gerakan cepat dan lihai bibir Aaron


kembali menyambar bibir Raya yang terkejut


sesaat. Dia berusaha untuk menolak, namun


saat ciuman Aaron berubah lembut dan tenang,


perlahan dia mulai membalas ciuman itu. Ada


sensasi aneh yang di rasakan oleh Raya, pria


ini selalu saja mencium nya dengan sangat


panas dan menggebu membuat aliran darah


di tubuhnya langsung terbakar dalam sekejap.


Tidak, bagaimanapun caranya dia harus bisa


lepas dari ciuman berbahaya ini. Tapi ini aneh,


dia benar-benar tidak ingin melepaskan diri


dari semua sensasi nikmat ini.


Ciuman mereka semakin lama semakin panas


dan membara. Tangan Aaron sudah mulai


bergerilya menyelusup masuk ke balik mantel


yang di pakai Raya, meraih dua bukit kembar


indah miliknya dan meremas nya kuat hingga


membuat tubuh Raya bergetar hebat. Tangan


Aaron tiada henti bermain di sana dan kini


bibirnya sudah beralih ke bagian bawah, turun


ke leher jenjang Raya memberikan sentuhan


lembut di sana, menghisap, ******* dan


menggigitnya pelan meninggalkan jejak.


"Aaron.. kumohon jangan di teruskan.!"


Raya merintih pelan sambil berusaha menarik


dirinya, mencoba untuk menjauhkan diri. Tapi


sentuhan Aaron kini sudah semakin turun ke


bagian bawah. Raya memejamkan matanya


saat sensasi panas dan nikmat mulai menjalari


seluruh aliran darahnya. Bagaimana caranya


dia bisa melepaskan diri dari semua ini.!


"Emhh.. Aaron.. sudah hentikan kumohon.."


Suara desahan Raya yang sedikit serak dan


sensual semakin memacu gairah dan hasrat


Aaron yang dari tadi sudah sangat menggelora.


Dengan gerakan cepat dan lihai tangan Aaron


mulai melucuti bathrobe yang di kenakkan Raya membuat Raya bereaksi mencoba menahannya. Namun semua itu percuma karena Aaron sudah menarik paksa dan melemparnya asal hingga


kini tubuh nya sudah dalam keadaan polos.


Tanpa jeda bibir Aaron langsung menjelajahi


seluruh tubuh indah istrinya itu, tanpa terlewat


satu inchi pun. Bibirnya bermain liar dan rakus


di dua bukit kembar yang sangat indah nan


menggoda itu. Akhirnya suara desahan dan


erangan kenikmatan lolos juga dari mulut Raya


saat tangan liar Aaron bermain lihai di bagian


bawah tubuhnya hingga membuat dia merintih


dan menggelinjang hebat berusaha menjambak


rambut Aaron karena tidak tahan dengan


sensasi aneh tapi nikmat tersebut.


"Oohh... Aaron aku tidak tahan.."


"Yes Dear..panggil namaku.."


Aaron berbisik lembut di daun telinga Raya dan menggigitnya pelan saat tubuh Raya semakin


bergetar ingin segera melakukan pelepasan


pertamanya karena permainan gila jari tangan


Aaron di bawah sana. Dengan cepat Aaron


melempar handuk yang di pakainya hingga


kini dia sudah dalam keadaan polos. Tubuh


Raya benar-benar lemas saat melihat senjata keperkasaan milik suaminya itu sudah dalam


posisi siap tempur dan tubuh nya saat ini sudah


sangat panas ingin mendapatkan sentuhan lebih.


"Aku akan melakukanya dengan pelan dan


hati-hati..!"


Aaron mulai memposisikan tubuhnya diatas


tubuh Raya yang mulai berkeringat karena


tegang namun juga tidak bisa menahan hasrat


dan gairah yang saat ini sudah menyerbunya.


Dengan perlahan pria perkasa itu mulai masuk


dan melakukan penyatuan tubuh nya dengan


erangan hebat karena lagi-lagi dia harus masuk


dengan susah payah. Gila.! wanita miliknya ini


benar-benar dahsyat.! tubuh bagian bawahnya


seakan menyerap seluruh kekuatannya hingga


dia harus mengeluarkan seluruh tenaganya


agar bisa keluar dari cengkraman hebatnya.


"Aakhh.. Aaron.. pelan-pelan..sakiitt.."


Raya menjerit dan memukuli punggung Aaron


saat laki-laki itu masih berjuang untuk masuk.


Mata mereka saling menatap kuat dan dalam,


wajah Aaron saat ini tampak memerah seluruh


nya hingga wajah super tampannya kini nampak,


terpampang nyata di depan mata Raya hingga


mampu membuat dia terpana seketika. Kenapa


laki-laki kejam ini harus setampan ini.!


"You are amazing dear.."


Desis Aaron setelah dia berhasil masuk dan


kini mulai menggerakkan tubuhnya seirama,


lihai dan intens menimbulkan sensasi nikmat


luar biasa yang kini mulai menjalar ke seluruh


tubuh mereka membuat keduanya mengerang


dan mendesah nikmat. Tangan Raya meremas


kuat rambut Aaron yang sedang bermain buas


di dua bukit kembar nya sambil tiada henti


menggerakkan tubuhnya.


Untuk saat ini Raya melupakan semua rasa


benci dan sakit hati pada pria yang sedang


memberinya kenikmatan tiada tara itu. Pria


ini terlalu perkasa untuk di tolak, dan juga


terlalu menggoda untuk diabaikan. Mereka


berdua semakin menggila saat gairah bercinta


Raya keluar seluruhnya. Tubuh bagian bawahnya


semakin menunjukkan kuasanya hingga


mampu membuat Aaron menggeram hebat


dan hampir berteriak karena sensasi nikmat


yang overdosis ini.


Aaron sampai harus mengerahkan segala


kemampuan nya agar bisa tetap stabil dan


tidak cepat menyerah. Dan setelah seimbang,


akhirnya mereka berdua kini terbang bersama


ke langit yang paling tinggi..

__ADS_1


***


Happy Reading....


__ADS_2