
❤️❤️❤️
Setelah memakan durasi yang cukup lama, Raya
akhirnya melepaskan ciuman panasnya. Wajah
mereka berdua tampak memerah. Malu.? sudah
tak terkira lagi, ingin rasanya Raya mengubur diri
di bawah tumpukan pasir agar bisa bersembunyi
dari dunia. Saat ini tangan Raya masih melingkar
kuat di leher kokoh Aaron yang sedang menatap
nya lekat dengan seringai tipis di sudut bibirnya.
Aaron benar-benar tidak menduga kalau wanita
yang biasanya mati-matian menolak serangan
nya itu akan berbuat nekad berinisiatif mencium
dirinya di depan semua orang. Walau Aaron tahu
Raya melakukan semua itu dengan terpaksa,
tapi tetap saja, ini adalah sesuatu yang gila !
saat ini jiwanya seakan ingin meledak ! sungguh
dia merasa kehilangan separuh akal sehatnya
saat menikmati ciuman lembut memabukkan
yang di lancarkan oleh istrinya itu. Ciuman itu
benar-benar dahsyat, tak ada bandingannya,
wanita ini adalah virus.!
"Jangan pernah melakukan itu lagi hanya untuk
menyelamatkan orang lain.! Atau aku tidak akan membiarkan dirimu lolos begitu saja.!"
Desis Aaron sambil kemudian ******* kembali
bibir Raya dengan lembut dan tenang. Namun
tidak lama dia melepaskan nya saat menyadari
kondisi tubuh Raya saat ini masih dalam keadaan basah, dia bisa masuk angin kalau terlalu lama
ada dalam keadaan ini. Raya menjauhkan dirinya
dari jangkauan Aaron.
"A-aku terpaksa melakukan semua itu.!"
"Aku tahu.! Tapi aku merasa ciumanmu tidak
terpaksa, kau sangat menikmatinya tadi.!"
"Aaron sudah ! Aku ingin pulang ke White
House sekarang."
"White House ? Kenapa, kau tidak suka disini?'
"Tempat ini sedikit menyeramkan, aku merasa
tidak nyaman ada di tempat ini.!"
Alis Aaron tampak terangkat sedikit. Namun
kemudian dia menatap tenang wajah cantik
Raya yang masih saja terlihat bersemu merah,
tampak begitu menggemaskan, dan entah
kenapa dia sangat menyukai rona merah itu.
"Baiklah.. Aku akan membawamu kembali ke
rumah kecil itu setelah urusan dan keinginan
ku terpenuhi di tempat ini !"
Raya menatap tajam wajah Aaron, ada sedikit
ketakutan dan ketegangan saat dia mendengar
ucapan Aaron barusan.
"Tidak.! Aku ingin pergi setelah membersihkan
diri, ada banyak urusan dan pertemuan yang
harus kau hadiri hari ini.!"
"Aku bisa membatalkan semua urusanku hanya
untuk bisa menikmati dirimu Maharaya..!"
Ujar Aaron tanpa tahu malu membuat wajah
Raya semakin memerah bak kepiting rebus
tapi juga semakin tegang.
"Aaron..! Kumohon jangan melakukan hal yang
aneh-aneh, aku tidak akan mengijinkan mu."
"Kau akan menikmatinya nanti.!"
Dengan enteng Aaron mengangkat tubuh basah
Raya ke dalam pangkuannya. Mau tidak mau Raya kembali melingkarkan tangannya di leher kokoh
pria itu. Mungkin karena terbawa suasana atau
karena masih sangat malu, kali ini dia tidak ada
keinginan untuk menolak ataupun berontak. Dia
malah merebahkan kepalanya di belahan dada
bidang suaminya itu yang terlihat menatap lekat
wajah cantiknya dengan perasaan yang begitu bergejolak. Ingin sekali dia memakan wanita ini sekarang juga, kalau bisa diatas hamparan pasir
putih yang membentang indah sepanjang pantai.
Pasti akan sangat menyenangkan melakukannya.
Aaron membawa Raya menuju ke dalam mobil
sport miliknya di sambut oleh Alex yang sudah
menunggu di sana dan langsung membukakan
pintu mobil. Tenyata Alea dan Ansel serta para Pangeran sudah pergi terlebih dahulu untuk
menghindar dari sang Devil yang akhir-akhir
ini sikapnya sedikit aneh itu. Alea benar-benar
tidak menduga kalau Aaron bisa bertindak di
luar kebiasaan nya saat segala sesuatunya
menyangkut wanita yang sudah di nikahinya
itu, ini sungguh jauh lebih gila di banding saat
dia baru mengenal cinta pertama nya.
Aaron mendudukkan Raya dengan hati-hati
kemudian memasang sabuk pengaman. Raya
masih tetap terdiam, untuk sesaat mata mereka
saling menatap dalam diam, mencoba untuk
menahan segala gejolak perasaan yang kini ada
di dalam dada masing-masing sampai akhirnya
Aaron menutup pintu mobil kemudian melangkah
cepat ke balik kemudi dan tidak lama dia sudah meluncurkan mobil super mewah nya itu dengan
cepat menuju Kastil megah miliknya.
Tiba di depan pintu utama Kastil, kepala pelayan
sudah menanti dengan membawa bathrobe yang
langsung di ambil oleh Aaron lalu memakaikannya
ke tubuh Raya yang masih ada di dalam mobil.
Setelah itu dia mengangkat kembali tubuh wanita
itu ke dalam gendongannya dan mulai melangkah
masuk ke dalam kastil. Kepala pelayan dan para
bawahannya mengikuti dari belakang. Mereka
semua tidak menyangka Tuan Berharga mereka
mampu memperlakukan seorang wanita sampai
seposesif itu. Sangat terlihat kalau wanita itu
sangatlah berarti bagi Sang Putra Mahkota.
Tiba di dalam kamar...
"A-Aaron.. bisakah kamu meninggalkan aku
sendiri.?"
Raya tampak tegang maksimal saat mereka
baru saja masuk ke dalam kamar mandi, dan
Aaron langsung membawa Raya masuk ke
ruang shower, dia menyalakan kran air bersuhu
sedang yang langsung mengguyur tubuh kedua
nya. Mata mereka saling menatap kuat.
"Aku tidak akan bisa melepaskan mu saat ini.
__ADS_1
Kau sudah membuat tubuhku menderita dari
tadi.!"
Bisik Aaron dengan sorot mata yang sudah di
penuhi oleh kabut gairah membuat wajah Raya
memucat dengan tubuh yang mulai gemetar.
"Tidak, jangan Aaron.. kumohon. Kau tidak bisa
melakukan itu lagi, aku.."
"Kenapa, bukankah kau juga menginginkan nya?"
"Tidak ! Siapa yang menginginkan nya.!"
"Aku tahu, kau juga menginginkan nya. Aku
bisa merasakannya.. Maharaya.."
"Kau jangan mengada-ada.! Itu semua tidak
benar sama sekali..!"
Raya langsung memalingkan wajahnya seraya memejamkan mata, benarkah dirinya juga menginginkan nya, Haahh..itu terdengar konyol.!
"Rileks dear...Kau tidak boleh terus menerus
ketakutan seperti ini padaku."
Deg !
Jantung Raya bergelombang hebat, suara Aaron
barusan terdengar sangat lah lembut dan..dear..
Tidak ! Laki-laki ini hanya sedang merubah diri
menjadi malaikat karena ada maunya saja.! dia
tidak boleh terlena oleh bujuk rayunya. Tangan
Aaron bergerak membelai lembut wajah halus
mulus Raya yang semakin mundur dan menatap
Aaron dalam ketegangan. Mata mereka terpaut
dalam, berusaha menembus kedalaman mata
indah masing-masing. Darah di tubuh mereka
kini mulai mendidih. Sial, walau Raya berusaha
menolak dan mengingkari, tapi pria ini memang
terlalu tampan dan menarik. Sangat sulit untuk
di abaikan begitu saja.
"Aaron..aku ingin membersihkan diriku sendiri.
Aku mohon keluarlah sekarang."
"Tidak, kita akan mandi bersama sekarang.!"
Potong Aaron sambil kemudian tangan lihainya
langsung bergerak melucuti pakaiannya sendiri
hingga membuat Raya memekik dan menutupi
wajahnya sambil memalingkan muka.
"Aaron, kau sangat tidak sopan..!"
Aaron menyeringai tipis, kini dirinya sudah
dalam keadaan polos. Tubuh gagah perkasanya terpampang nyata di depan mata Raya yang
semakin bergetar saat Aaron maju mendekat , mengurung tubuh nya di dinding ruangan
berbentuk bundar itu.
"Aaron.. tidak, aku mohon.."
Tangan Aaron sudah bergerak melucuti pakaian
yang melekat di tubuh indah Raya yang mencoba
berontak menahan gerakan tangan pria itu.Namun seperti biasa Aaron langsung menyobek pakaian
itu karena tidak sabar.
"Aaron..! Kau benar-benar keterlaluan.!"
Raya memekik kuat sambil menutupi tubuh
bagian atasnya dengan kedua tangannya.
"Pasrahkan dirimu padaku Maharaya..!
Jangan membangkang lagi.."
Bisik Aaron sambil kemudian memagut bibir
Raya dengan gairah yang sudah semakin
memuncak. Tubuh mereka kini sudah dalam
keadaan polos tanpa sehelai benang pun.
kulit sehalus sutra millik istrinya itu memakai
busa sabun dan aroma rempah eksklusif yang
hanya di miliki oleh keluarga istana kerajaannya
saja.
Sedikit tidak sabar Aaron membersihkan
tubuh Raya dengan gemetar karena menahan
hasratnya yang sudah meluap-luap. Dia ingin
menikmati tubuh indah istrinya ini di atas
tempat tidur miliknya yang selama ini selalu
sunyi dan sepi setiap harinya.
Sementara saat ini Raya hanya bisa pasrah
saja membiarkan Aaron melakukan apapun
yang di inginkannya, karena dia tahu pasti
sekuat apapun dirinya mencoba memberikan penolakan, keinginan laki-laki yang berstatus
sebagai suaminya itu sudah tidak akan bisa
di alihkan lagi. Lagipula tubuh nya pun saat
ini sudah sangat panas, melihat bagaimana
gagah dan sempurna nya bentuk tubuh Aaron hasratnya tiba-tiba saja naik dan menggelora.
Setelah dirasa cukup, Aaron segera memakaikan mantel mandi yang lembut dan tebal ke tubuh
Raya, lalu melilitkan handuk kecil di rambut
basahnya layaknya pada seorang anak kecil.
Raya hanya bisa menatap diam apa yang di
lakukan oleh pria itu, saat ini pria itu benar-benar sedang menjelma menjadi seorang malaikat,
tidak ada lagi wajah Devil ataupun tampang pria
kejam yang selama ini selalu di lihatnya. Saat
ini dia hanyalah seorang Prince Marvell dengan
segala pesona ketampanan nya yang mampu
membius dan melelehkan gunung es.
Perlahan Raya menggosok rambut nya sambil
memperhatikan Aaron yang sedang memakai
handuk putih sebatas pinggang ke tubuhnya.
Dia segera melangkah keluar dari ruang shower
tersebut, namun sesaat kemudian dia memekik
saat Aaron mengangkat tubuhnya ke dalam
pangkuannya. Keduanya saling pandang kuat.
"Kau mau lari kemana..Aku sudah bersabar
dari tadi, kini saatnya kau membayar semua
kesabaranku."
Bisik Aaron serak di daun telinga Raya sambil
melangkah keluar dari kamar mandi langsung
menuju tempat tidur besar yang ada di ujung
ruangan dengan nuansa silver white yang
sangat mengesankan.
"A-Aaron... bisakah kau menunda keinginan
mu ini..? Aku..aku takut.."
"Tidak ada yang perlu kau takutkan.. Kita
akan melewati semua nya dengan mudah."
Desis Aaron berat, dia membaringkan tubuh
istrinya itu diatas tempat tidur. Dia tahu pasti
awal mula memang akan kembali membawa
pada kesakitan, tapi setelah itu.. Tanpa jeda
Aaron segera naik ke atas tempat tidur dan
mengurung tubuh Raya yang kini sudah ada
dalam mode tegang campur takut tapi juga
__ADS_1
ada keinginan liar yang menggedor jiwanya.
Dengan gerakan cepat dan lihai bibir Aaron
kembali menyambar bibir Raya yang terkejut
sesaat. Dia berusaha untuk menolak, namun
saat ciuman Aaron berubah lembut dan tenang,
perlahan dia mulai membalas ciuman itu. Ada
sensasi aneh yang di rasakan oleh Raya, pria
ini selalu saja mencium nya dengan sangat
panas dan menggebu membuat aliran darah
di tubuhnya langsung terbakar dalam sekejap.
Tidak, bagaimanapun caranya dia harus bisa
lepas dari ciuman berbahaya ini. Tapi ini aneh,
dia benar-benar tidak ingin melepaskan diri
dari semua sensasi nikmat ini.
Ciuman mereka semakin lama semakin panas
dan membara. Tangan Aaron sudah mulai
bergerilya menyelusup masuk ke balik mantel
yang di pakai Raya, meraih dua bukit kembar
indah miliknya dan meremas nya kuat hingga
membuat tubuh Raya bergetar hebat. Tangan
Aaron tiada henti bermain di sana dan kini
bibirnya sudah beralih ke bagian bawah, turun
ke leher jenjang Raya memberikan sentuhan
lembut di sana, menghisap, ******* dan
menggigitnya pelan meninggalkan jejak.
"Aaron.. kumohon jangan di teruskan.!"
Raya merintih pelan sambil berusaha menarik
dirinya, mencoba untuk menjauhkan diri. Tapi
sentuhan Aaron kini sudah semakin turun ke
bagian bawah. Raya memejamkan matanya
saat sensasi panas dan nikmat mulai menjalari
seluruh aliran darahnya. Bagaimana caranya
dia bisa melepaskan diri dari semua ini.!
"Emhh.. Aaron.. sudah hentikan kumohon.."
Suara desahan Raya yang sedikit serak dan
sensual semakin memacu gairah dan hasrat
Aaron yang dari tadi sudah sangat menggelora.
Dengan gerakan cepat dan lihai tangan Aaron
mulai melucuti bathrobe yang di kenakkan Raya membuat Raya bereaksi mencoba menahannya. Namun semua itu percuma karena Aaron sudah menarik paksa dan melemparnya asal hingga
kini tubuh nya sudah dalam keadaan polos.
Tanpa jeda bibir Aaron langsung menjelajahi
seluruh tubuh indah istrinya itu, tanpa terlewat
satu inchi pun. Bibirnya bermain liar dan rakus
di dua bukit kembar yang sangat indah nan
menggoda itu. Akhirnya suara desahan dan
erangan kenikmatan lolos juga dari mulut Raya
saat tangan liar Aaron bermain lihai di bagian
bawah tubuhnya hingga membuat dia merintih
dan menggelinjang hebat berusaha menjambak
rambut Aaron karena tidak tahan dengan
sensasi aneh tapi nikmat tersebut.
"Oohh... Aaron aku tidak tahan.."
"Yes Dear..panggil namaku.."
Aaron berbisik lembut di daun telinga Raya dan menggigitnya pelan saat tubuh Raya semakin
bergetar ingin segera melakukan pelepasan
pertamanya karena permainan gila jari tangan
Aaron di bawah sana. Dengan cepat Aaron
melempar handuk yang di pakainya hingga
kini dia sudah dalam keadaan polos. Tubuh
Raya benar-benar lemas saat melihat senjata keperkasaan milik suaminya itu sudah dalam
posisi siap tempur dan tubuh nya saat ini sudah
sangat panas ingin mendapatkan sentuhan lebih.
"Aku akan melakukanya dengan pelan dan
hati-hati..!"
Aaron mulai memposisikan tubuhnya diatas
tubuh Raya yang mulai berkeringat karena
tegang namun juga tidak bisa menahan hasrat
dan gairah yang saat ini sudah menyerbunya.
Dengan perlahan pria perkasa itu mulai masuk
dan melakukan penyatuan tubuh nya dengan
erangan hebat karena lagi-lagi dia harus masuk
dengan susah payah. Gila.! wanita miliknya ini
benar-benar dahsyat.! tubuh bagian bawahnya
seakan menyerap seluruh kekuatannya hingga
dia harus mengeluarkan seluruh tenaganya
agar bisa keluar dari cengkraman hebatnya.
"Aakhh.. Aaron.. pelan-pelan..sakiitt.."
Raya menjerit dan memukuli punggung Aaron
saat laki-laki itu masih berjuang untuk masuk.
Mata mereka saling menatap kuat dan dalam,
wajah Aaron saat ini tampak memerah seluruh
nya hingga wajah super tampannya kini nampak,
terpampang nyata di depan mata Raya hingga
mampu membuat dia terpana seketika. Kenapa
laki-laki kejam ini harus setampan ini.!
"You are amazing dear.."
Desis Aaron setelah dia berhasil masuk dan
kini mulai menggerakkan tubuhnya seirama,
lihai dan intens menimbulkan sensasi nikmat
luar biasa yang kini mulai menjalar ke seluruh
tubuh mereka membuat keduanya mengerang
dan mendesah nikmat. Tangan Raya meremas
kuat rambut Aaron yang sedang bermain buas
di dua bukit kembar nya sambil tiada henti
menggerakkan tubuhnya.
Untuk saat ini Raya melupakan semua rasa
benci dan sakit hati pada pria yang sedang
memberinya kenikmatan tiada tara itu. Pria
ini terlalu perkasa untuk di tolak, dan juga
terlalu menggoda untuk diabaikan. Mereka
berdua semakin menggila saat gairah bercinta
Raya keluar seluruhnya. Tubuh bagian bawahnya
semakin menunjukkan kuasanya hingga
mampu membuat Aaron menggeram hebat
dan hampir berteriak karena sensasi nikmat
yang overdosis ini.
Aaron sampai harus mengerahkan segala
kemampuan nya agar bisa tetap stabil dan
tidak cepat menyerah. Dan setelah seimbang,
akhirnya mereka berdua kini terbang bersama
ke langit yang paling tinggi..
__ADS_1
***
Happy Reading....