
❤️❤️❤️
Negara xxx.. adalah sebuah negara yang tidak
terlalu luas kalau di lihat dari segi ukuran. Tapi
negara ini merupakan salah satu negara maju
di daratan benua xx..dengan pembangunan yang
serba pesat dalam segala bidang. Negara ini
memiliki sistem pemerintahan Monarki. Dimana negara di kepalai oleh seorang Raja tapi dalam
menjalankan operasional pemerintahan nya
di pimpin oleh seorang perdana menteri.
Pendapatan utama negara ini adalah dari bidang
industri dan pariwisata. Untuk di ketahui negara
ini merupakan salah satu pusat industri dunia.
Dimana di sini berdiri beberapa perusahaan
raksasa dunia yang bergerak di bidang otomotif
dan tekhnologi canggih. Selain itu pariwisata
juga menjadi salah satu andalan dan penghasil
devisa negara yang paling besar. Pasalnya
negara ini di kelilingi oleh lautan yang memiliki keindahan dan keeksotisan alam yang sangat menakjubkan hingga menjadi incaran dan
tujuan kunjungan sebagian besar wisatawan
dari seluruh dunia.
Rakyat di negara ini hidup makmur, damai dan
nyaman karena negara menjamin keadilan dan
keamanan bagi seluruh rakyatnya secara merata. Negara ini juga merupakan negara paling bersih
di dunia. Tidak ada polusi ataupun udara kotor
yang dapat menyesakkan pernapasan. Selain itu
di negara ini kesehatan sangat lah di perhatikan. Semua rakyatnya di jamin untuk urusan kesehatan.
Negara ini di pimpin oleh Raja Williams bersama
sang Ratu Virginia Danzstone yang berasal dari
negara tetangga yang juga memiliki kemakmuran
serta kemajuan yang sama pesatnya dengan
negara xxx ini.. Virginia merupakan putri seorang
bangsawan kelas satu di negara asalnya, yakni
keluarga Allans Danzstone. Keluarga kerajaan
tinggal di sebuah istana yang sangat besar dan
megah bernama Grand Marco Palace.. yang
berdiri di pusat kota kerajaan dan menjadi icon
utama negara ini serta sering menjadi objek
fotografi para wisatawan yang datang ke negara
ini karena keindahan dan kemegahan nya.
Raja dan Ratu di anugerahi keturunan, sepasang
Pangeran dan Putri. Yakni Prince Marvell serta Princess Arabella yang sudah menikah dengan seorang Pangeran dari negara tetangga yaitu
Prince Arthur Lougan. Namun selama ini Sang Pangeran merupakan sosok yang sangat tertutup
dan sedikit misterius, dia tidak pernah mau tampil secara langsung di media sosial. Jadi tidak heran kalau masih banyak masyarakat yang tidak
mengenali sosok asli Putra Mahkota mereka.
***
Dua hari berlalu...
Hari ini adalah hari yang sangat penting bagi
Raya. Setelah dua hari beristirahat di rumah
baru yang sangat di sukainya karena suasana
nya yang sangat homey, hari ini dia akan mulai
bekerja dan menjalankan peran nya kembali
sebagai sekretaris pribadi Putra Mahkota.
Dan ada agenda penting yang akan di hadiri
oleh bos jahatnya itu, yakni menghadiri satu
acara yang di adakan di Grand Marco Palace.
Selama dua hari ini dia menikmati waktunya
dengan berkebun dan bertetangga. Setiap pagi
selalu melakukan jogging di lingkungan sekitar
di temani oleh dua asisten setianya. Setelah itu
memasak bersama Lily dan beribadah dengan
khusyuk. Dia tidak menyadari sama sekali kalau
semua aktifitas nya tidak luput dari pantauan
mata Aaron yang ada di tempat berbeda. Pria
itu sudah memasang kamera pemantau di
setiap sudut tempat, baik itu di rumah maupun
di lingkungan sekitarnya.
Dua hari ini dia benar-benar bebas dari bosnya
karena pria itu tidak pernah datang lagi ke rumah
ini setelah kejadian malam kedatangan mereka.
Raya lah yang meminta hal itu. Dia butuh waktu
sendiri untuk menenangkan diri, memulihkan
kondisi, baik itu fisik maupun mental. Raya tidak
tahu dan tidak mau tahu ada di mana pria itu.
Hanya saja sebenarnya ada kecemasan dan
rasa penasaran dalam hatinya ingin mengetahui kondisi kesehatan pria itu saat ini.
Sekitar pukul 8 pagi Raya sudah siap..
Griz dan Lily tampak bengong, menatap kagum
kearah Raya yang baru saja turun dari lantai atas
dengan raut wajah cerah berseri penuh semangat.
Hari ini Nona mereka itu mengenakkan setelan
semi formal yang sangat elegan dan mempesona
mengingat dia akan datang ke tempat yang sangat
penting. Rambutnya di sanggul tipis dengan tataan yang sangat cocok dan tampilan yang dinamis.
"Apa ada yang salah dengan pakaian yang
aku kenakkan.?"
Raya menatap bingung kearah dua orang yang
selalu mendampingi keseharian nya itu.
"Tidak ada Miss.. Semuanya sudah sesuai.!"
Griz yang menjawab dengan raut muka yang
terlihat sedikit memerah. Raya segera duduk
di kursi meja makan dan memulai sarapannya
dengan cepat karena dia tidak ingin terlambat
di hari pertama kerja di tempat barunya ini.
Ada banyak pertemuan yang harus di datangi
oleh Aaron hari ini, baik itu sebagai Presdir
Marvello's Corp. maupun sebagai seorang
Putra Mahkota. Dia sudah mendapatkan file
detail laporan nya dari Ansel. Pria itu sangat
sibuk, mungkin termasuk orang yang paling
sibuk di dunia. Dia harus membagi waktunya
untuk dua peran sekaligus.
"Hello.. good morning Miss Raya.."
Tetangga depan rumah nya yang baru saja
kembali sehabis jogging langsung menyapa
Raya begitu dia keluar dari rumah dan bersiap
untuk berangkat kerja. Mereka berdua sudah
cukup akrab setelah dua hari ini berinteraksi.
"Hai.. good morning Miss Elsa.."
Raya menundukkan kepala sedikit seraya
__ADS_1
melempar senyum hangat dan lembut kearah
wanita umur 30 tahunan berambut blonde itu.
Ada beberapa tetangga laki-laki yang mendadak
berdatangan dan lewat ke depan rumahnya
sambil menyapa dengan ramah dan hangat.
Griz mulai merasakan geram akan ulah para
tetangga rese itu yang selalu saja mengganggu
Nona nya tiap hari. Biasanya para pria itu datang
menyapa saat Raya lari pagi. Mereka tidak tahu
saja kalau yang mereka goda adalah istrinya
Putra Mahkota negara ini.!
"Kita harus segera pergi Miss. !"
Dengan wajah yang sudah mengeras Griz kini
membimbing Raya untuk masuk ke dalam mobil membuat para tetangga yang sedang mengajak
nya berbincang sedikit tahu diri. Raya segera berpamitan, setelah itu dia masuk ke dalam
mobil yang terlihat tidak terlalu mencolok
sesuai dengan keinginan nya.
Padahal sebenarnya mobil itu sudah di setting
dan di modifikasi sedemikian rupa dengan sistem
perlindungan dan keamanan yang sangat canggih. Aaron tahu pasti, sekarang ini musuh sudah mulai mengenali jati dirinya yang sesungguhnya, dan
besar kemungkinan orang-orang yang terhubung dengan dirinya di jadikan sebagai sasaran aksi mereka, terlebih bagi Raya yang akan di ketahui
publik sebagai sekretaris pribadi nya.
"Kita langsung ke istana Griz.."
"Baik Miss.."
Griz langsung meluncurkan mobilnya menuju
ke tempat paling penting yang ada di negara ini.
Raya melempar pandangan ke luar jendela, ada
rasa tidak nyaman yang kini mengganggu hati
nya saat dia mengingat sekarang ini akan datang
ke tempat tinggal keluarga kerajaan. Namun
sesungguhnya bukan karena itu, lebih kepada
perasaan lain yang tidak di mengerti nya.
Raya tersentak ketika ponselnya bergetar, untuk sesaat dia menatap nomor tidak di kenal yang
kini sedang berusaha menghubungi nya. Siapa
ini, mungkinkah bos jahatnya.?
"Hallo.. Assalamu'alaikum.."
"Waalaikumsalam.. dimana kamu.?"
Deg !
Jantung Raya kini berpacu dengan kencang
saat dia mengenali suara berat itu. Suara orang
yang sebenarnya selama dua hari ini tidak bisa
lepas dari ingatannya. Walau dia berusaha untuk
melupakan nya tapi bayangan wajah nya selalu
saja menjelma dan mengganggu pikirannya.
"Aroonn..? darimana kamu tahu nomor ku..?"
"Pertanyaan bodoh.! Kamu sudah di jalan.?"
"Bagaimana keadaanmu sekarang.?"
"Kenapa tidak menjawab pertanyaan ku ?"
Raya terdiam, pria ini selalu saja seenaknya,
tidak pernah menghargai orang lain. Raya
mengerucutkan bibirnya kesal dan berniat
untuk menutup teleponnya.
"Jangan coba-coba mematikan telepon ini
tanpa seizinku.!"
Raya terkejut sesaat, tapi kemudian dia kembali
"Iya.. aku sudah di jalan, kenapa.? apa ada
perubahan rencana.?"
"Nanti langsung ke aula agung istana..!"
"Aula agung..? A-apa kau sudah di sana.?"
"Memang nya aku harus berada dimana.?
Kau tidak mengijinkan ku tinggal di rumah.!"
Jantung Raya kembali berdetak kencang. Ada
rona merah yang kini mewarnai wajah nya.
"Aku butuh waktu sendiri. Kita tidak bisa
tinggal bersama.!"
"Maharaya..aku adalah suamimu..! Suka atau
tidak itulah faktanya.!"
Raya terhenyak dalam diam mendengar kata-
kata lugas Aaron. Dia memejamkan matanya.
"Kau sendiri yang membuat batas dan jarak
pada hubungan ini, aku hanya berdiri sesuai
dengan posisi ku."
"Statusmu tetap istriku, wanita yang punya
tugas melahirkan keturunan untuk ku .!"
Raya semakin memejamkan matanya kuat,
entah kenapa hatinya selalu terasa sakit saat
mendengar kata-kata itu.
"Baiklah.. kita kembali ke pekerjaan. Apa kau
benar-benar harus menghadiri acara ini.?"
"Kenapa, kau tidak ingin mendampingi ku.?"
"Bu-bukan begitu..Aku hanya..."
"Acara ini cukup penting dan aku harus datang
secara langsung karena semua ini berhubungan dengan kepentingan istana.!"
"Lalu kenapa tidak ada rincian tentang acara
ini, terus bagaimana aku bisa menghandle
semua urusan ini kalau tidak tahu sama sekali.."
"Kau tidak di ijinkan untuk protes.! Kau hanya
perlu datang dan diam.!"
Aaron memotong dengan cepat membuat
Raya kembali mengerucutkan bibirnya. Aula
istana ? Sebenarnya ada acara apa di sana.?
Kenapa Ansel tidak menjabarkan detailnya.
Terus kenapa Aaron jadi memutuskan untuk
hadir di sana.? padahal rencana awal dia tidak
akan datang untuk menghadiri nya.
"Baiklah..aku langsung ke sana..!"
"Jangan telat, sebentar lagi aku sampai.!"
"Memang nya kau dimana, bukankah kau
tinggal di sana.?"
"Aku tidak suka peraturan.! Dan kau tidak perlu
banyak pertanyaan.!"
"Yang Mulya Putra Mahkota aku hanya..."
"Nona sekretaris pribadi..!"
"Iya.. baiklah aku segera datang.!"
Raya memutuskan sambungan teleponnya.
Peduli amat dengan tata krama, semua itu
tidak ada untuk manusia kejam macam bos
jahatnya itu.
"Kita ke aula agung istana Griz."
__ADS_1
"Baik Miss."
Griz menyahut dengan raut wajah sedikit ragu,
tapi dia segera meluncurkan mobilnya ke tempat
itu yang merupakan salah satu tempat paling
penting yang ada di negara ini. Istana megah itu
adalah tempat yang paling di dambakan semua
orang untuk dapat menginjakkan kaki di dalamnya
karena kemegahan dan kemewahan nya. Tempat
ini adalah kediaman Raja dan Ratu beserta
keluarga besar kerajaan secara turun temurun.
***
Grand Marco Palace...
Istana kerajaan yang sangat besar dan megah
ini sudah berdiri sejak Raja pertama naik tahta
yaitu Raja Marco De Enzo. Sampai sekarang
arsitektur asli bangunan yang sangat luas dan
berbentuk U ini masih tetap di pertahankan
karena hal itu yang menjadikan istana mewah
ini menjadi salah satu istana paling megah dan
paling indah di dunia di sandingkan dengan
sederet istana kerajaan lain di daratan benua xx..
Pagi ini suasana di aula agung istana tampak
di warnai kesibukkan namun tetap terkontrol.
Ada beberapa wartawan istana dan wartawan
berita nasional yang sudah bersertifikat resmi
dari istana yang berkumpul dan sudah bersiap
dengan segala peralatan lengkapnya yang kini
terpasang rapi di depan sebuah meja lonjong
panjang yang ada di area utama aula.
Di setiap sudut tempat para prajurit penjaga
tampak siaga mengawasi semua keadaan.
Para wartawan tampak berkumpul di salah
satu sudut ruangan dalam aula megah itu.
"Apa benar Putra Mahkota akan hadir.? Ini
adalah sebuah keajaiban seandainya itu
benar-benar terjadi."
"Menurut keterangan dari pihak juru bicara
istana katanya beliau memang akan hadir."
"Jadi tidak sabar ingin cepat-cepat melihat
Putra Mahkota dari dekat. Mudah-mudahan
kita di ijinkan untuk memposting gambar nya
di halaman berita kita."
Itulah sebagian percakapan yang tertangkap
dari perbincangan para wartawan senior itu.
Mereka sangat antusias dan excited dengan
acara ini yang mereka sendiri tidak di beritahu
apa persisnya karena juru bicara istana hanya
mengundang tanpa penjelasan.
Sementara itu di area luar aula agung, Raya
baru saja datang ke tempat itu setelah melalui
pemeriksaan yang super ketat di pintu utama.
Namun setelah Griz memperlihatkan kartu emas
kehadapan kepala penjaga mereka berdua di
biarkan masuk dengan mudah dan lancar tanpa
harus melewati proses verifikasi lagi. Kedatangan mereka ke depan aula agung hampir bersamaan
dengan kedatangan rombongan mobil-mobil
super mewah yang di kawal langsung oleh para
patwal dan aparat keamanan begitu banyaknya.
Raya dan Griz berdiri di lobby utama bersama
dengan para tamu lain memandang bingung
pada kedatangan rombongan itu yang berhenti
langsung tepat di depan pintu masuk.
"Siapa yang datang Griz.?"
Raya tidak tahan dengan rasa penasarannya.
Griz tampak melirik dan menatap reaksi wajah
Nona nya itu yang terlihat sangat penasaran.
"Yang datang sepertinya Madam Rowena Miss."
"Madam Rowena.? Memangnya siapa dia.?"
"Be-beliau adalah Grandma nya Yang Mulya
Putra Mahkota Miss.."
"Apa..?? Nenek nya Aaron..?"
Raya menutup mulutnya dengan telapak tangan
wajah tampak berubah sedikit tegang. Penjaga
segera membukakan pintu mobil utama yang berbendera negara ini serta memiliki plat nomor kendaraan khusus. Benar saja yang datang
adalah Ibu Suri..Ratu Rowena, yang sekarang
di kenal dengan sebutan Madam Rowena.
Dengan hati-hati wanita berusia 70 tahunan itu
keluar dari mobil. Semua orang serempak
memberi penghormatan dengan membungkuk setengah badan, termasuk juga Raya dan Griz.
Wanita itu tenyata masih sangat sehat dan bugar dengan tampilan yang menawan dan elegan
serta aura positif yang memancar dari sosoknya. Namun ternyata beliau tidak datang sendiri, ada
sosok mungil yang bergelayut manja di lengan
nya dengan senyum cantik yang senantiasa terkembang.
Para wartawan segera mengabadikan moment
kedatangan keluarga kerajaan ini dengan
jepretan lensa kamera. Madam Rowena dan
sosok mungil cantik jelita yang ternyata adalah
Princess Alluna itu melambaikan tangan pada
semua wartawan yang berbaris di sisi ruangan
dengan senyum hangat dan ramah.
Mereka berdua mulai berjalan ke dalam ruang
aula utama dengan pesona yang menyilaukan
karena aura kehadiran yang sangat kuat.
"Aunty cantiiikk....!"
Tiba-tiba saja Alluna berseru riang begitu dia
melihat kehadiran Raya di dalam ruangan itu,
dan spontan berlari kearah Raya yang langsung
terkesiap saat menyadari Alluna berlari dengan keadaan tidak seimbang, dan hal yang pernah
terjadi kini terjadi lagi..
Tubuh mungil itu kehilangan keseimbangan,
akibatnya dia terpeleset dan hampir saja terjatuh
kalau Raya tidak sigap menangkap nya. Tubuh
mungil itu lagi-lagi jatuh diatas pangkuan Raya
yang terduduk dalam keadaan memeluk erat
tubuh mungil itu. Semua orang membulatkan
mata di penuhi keterkejutan termasuk juga
Madam Rowena yang terlihat memucat..
***
Happy Reading...
__ADS_1