Terjerat Cinta Pewaris Tahta

Terjerat Cinta Pewaris Tahta
36. Grand Marco Palace


__ADS_3

❤️❤️❤️


Negara xxx.. adalah sebuah negara yang tidak


terlalu luas kalau di lihat dari segi ukuran. Tapi


negara ini merupakan salah satu negara maju


di daratan benua xx..dengan pembangunan yang


serba pesat dalam segala bidang. Negara ini


memiliki sistem pemerintahan Monarki. Dimana negara di kepalai oleh seorang Raja tapi dalam


menjalankan operasional pemerintahan nya


di pimpin oleh seorang perdana menteri.


Pendapatan utama negara ini adalah dari bidang


industri dan pariwisata. Untuk di ketahui negara


ini merupakan salah satu pusat industri dunia.


Dimana di sini berdiri beberapa perusahaan


raksasa dunia yang bergerak di bidang otomotif


dan tekhnologi canggih. Selain itu pariwisata


juga menjadi salah satu andalan dan penghasil


devisa negara yang paling besar. Pasalnya


negara ini di kelilingi oleh lautan yang memiliki keindahan dan keeksotisan alam yang sangat menakjubkan hingga menjadi incaran dan


tujuan kunjungan sebagian besar wisatawan


dari seluruh dunia.


Rakyat di negara ini hidup makmur, damai dan


nyaman karena negara menjamin keadilan dan


keamanan bagi seluruh rakyatnya secara merata. Negara ini juga merupakan negara paling bersih


di dunia. Tidak ada polusi ataupun udara kotor


yang dapat menyesakkan pernapasan. Selain itu


di negara ini kesehatan sangat lah di perhatikan. Semua rakyatnya di jamin untuk urusan kesehatan.


Negara ini di pimpin oleh Raja Williams bersama


sang Ratu Virginia Danzstone yang berasal dari


negara tetangga yang juga memiliki kemakmuran


serta kemajuan yang sama pesatnya dengan


negara xxx ini.. Virginia merupakan putri seorang


bangsawan kelas satu di negara asalnya, yakni


keluarga Allans Danzstone. Keluarga kerajaan


tinggal di sebuah istana yang sangat besar dan


megah bernama Grand Marco Palace.. yang


berdiri di pusat kota kerajaan dan menjadi icon


utama negara ini serta sering menjadi objek


fotografi para wisatawan yang datang ke negara


ini karena keindahan dan kemegahan nya.


Raja dan Ratu di anugerahi keturunan, sepasang


Pangeran dan Putri. Yakni Prince Marvell serta Princess Arabella yang sudah menikah dengan seorang Pangeran dari negara tetangga yaitu


Prince Arthur Lougan. Namun selama ini Sang Pangeran merupakan sosok yang sangat tertutup


dan sedikit misterius, dia tidak pernah mau tampil secara langsung di media sosial. Jadi tidak heran kalau masih banyak masyarakat yang tidak


mengenali sosok asli Putra Mahkota mereka.


***


Dua hari berlalu...


Hari ini adalah hari yang sangat penting bagi


Raya. Setelah dua hari beristirahat di rumah


baru yang sangat di sukainya karena suasana


nya yang sangat homey, hari ini dia akan mulai


bekerja dan menjalankan peran nya kembali


sebagai sekretaris pribadi Putra Mahkota.


Dan ada agenda penting yang akan di hadiri


oleh bos jahatnya itu, yakni menghadiri satu


acara yang di adakan di Grand Marco Palace.


Selama dua hari ini dia menikmati waktunya


dengan berkebun dan bertetangga. Setiap pagi


selalu melakukan jogging di lingkungan sekitar


di temani oleh dua asisten setianya. Setelah itu


memasak bersama Lily dan beribadah dengan


khusyuk. Dia tidak menyadari sama sekali kalau


semua aktifitas nya tidak luput dari pantauan


mata Aaron yang ada di tempat berbeda. Pria


itu sudah memasang kamera pemantau di


setiap sudut tempat, baik itu di rumah maupun


di lingkungan sekitarnya.


Dua hari ini dia benar-benar bebas dari bosnya


karena pria itu tidak pernah datang lagi ke rumah


ini setelah kejadian malam kedatangan mereka.


Raya lah yang meminta hal itu. Dia butuh waktu


sendiri untuk menenangkan diri, memulihkan


kondisi, baik itu fisik maupun mental. Raya tidak


tahu dan tidak mau tahu ada di mana pria itu.


Hanya saja sebenarnya ada kecemasan dan


rasa penasaran dalam hatinya ingin mengetahui kondisi kesehatan pria itu saat ini.


Sekitar pukul 8 pagi Raya sudah siap..


Griz dan Lily tampak bengong, menatap kagum


kearah Raya yang baru saja turun dari lantai atas


dengan raut wajah cerah berseri penuh semangat.


Hari ini Nona mereka itu mengenakkan setelan


semi formal yang sangat elegan dan mempesona


mengingat dia akan datang ke tempat yang sangat


penting. Rambutnya di sanggul tipis dengan tataan yang sangat cocok dan tampilan yang dinamis.


"Apa ada yang salah dengan pakaian yang


aku kenakkan.?"


Raya menatap bingung kearah dua orang yang


selalu mendampingi keseharian nya itu.


"Tidak ada Miss.. Semuanya sudah sesuai.!"


Griz yang menjawab dengan raut muka yang


terlihat sedikit memerah. Raya segera duduk


di kursi meja makan dan memulai sarapannya


dengan cepat karena dia tidak ingin terlambat


di hari pertama kerja di tempat barunya ini.


Ada banyak pertemuan yang harus di datangi


oleh Aaron hari ini, baik itu sebagai Presdir


Marvello's Corp. maupun sebagai seorang


Putra Mahkota. Dia sudah mendapatkan file


detail laporan nya dari Ansel. Pria itu sangat


sibuk, mungkin termasuk orang yang paling


sibuk di dunia. Dia harus membagi waktunya


untuk dua peran sekaligus.


"Hello.. good morning Miss Raya.."


Tetangga depan rumah nya yang baru saja


kembali sehabis jogging langsung menyapa


Raya begitu dia keluar dari rumah dan bersiap


untuk berangkat kerja. Mereka berdua sudah


cukup akrab setelah dua hari ini berinteraksi.


"Hai.. good morning Miss Elsa.."


Raya menundukkan kepala sedikit seraya

__ADS_1


melempar senyum hangat dan lembut kearah


wanita umur 30 tahunan berambut blonde itu.


Ada beberapa tetangga laki-laki yang mendadak


berdatangan dan lewat ke depan rumahnya


sambil menyapa dengan ramah dan hangat.


Griz mulai merasakan geram akan ulah para


tetangga rese itu yang selalu saja mengganggu


Nona nya tiap hari. Biasanya para pria itu datang


menyapa saat Raya lari pagi. Mereka tidak tahu


saja kalau yang mereka goda adalah istrinya


Putra Mahkota negara ini.!


"Kita harus segera pergi Miss. !"


Dengan wajah yang sudah mengeras Griz kini


membimbing Raya untuk masuk ke dalam mobil membuat para tetangga yang sedang mengajak


nya berbincang sedikit tahu diri. Raya segera berpamitan, setelah itu dia masuk ke dalam


mobil yang terlihat tidak terlalu mencolok


sesuai dengan keinginan nya.


Padahal sebenarnya mobil itu sudah di setting


dan di modifikasi sedemikian rupa dengan sistem


perlindungan dan keamanan yang sangat canggih. Aaron tahu pasti, sekarang ini musuh sudah mulai mengenali jati dirinya yang sesungguhnya, dan


besar kemungkinan orang-orang yang terhubung dengan dirinya di jadikan sebagai sasaran aksi mereka, terlebih bagi Raya yang akan di ketahui


publik sebagai sekretaris pribadi nya.


"Kita langsung ke istana Griz.."


"Baik Miss.."


Griz langsung meluncurkan mobilnya menuju


ke tempat paling penting yang ada di negara ini.


Raya melempar pandangan ke luar jendela, ada


rasa tidak nyaman yang kini mengganggu hati


nya saat dia mengingat sekarang ini akan datang


ke tempat tinggal keluarga kerajaan. Namun


sesungguhnya bukan karena itu, lebih kepada


perasaan lain yang tidak di mengerti nya.


Raya tersentak ketika ponselnya bergetar, untuk sesaat dia menatap nomor tidak di kenal yang


kini sedang berusaha menghubungi nya. Siapa


ini, mungkinkah bos jahatnya.?


"Hallo.. Assalamu'alaikum.."


"Waalaikumsalam.. dimana kamu.?"


Deg !


Jantung Raya kini berpacu dengan kencang


saat dia mengenali suara berat itu. Suara orang


yang sebenarnya selama dua hari ini tidak bisa


lepas dari ingatannya. Walau dia berusaha untuk


melupakan nya tapi bayangan wajah nya selalu


saja menjelma dan mengganggu pikirannya.


"Aroonn..? darimana kamu tahu nomor ku..?"


"Pertanyaan bodoh.! Kamu sudah di jalan.?"


"Bagaimana keadaanmu sekarang.?"


"Kenapa tidak menjawab pertanyaan ku ?"


Raya terdiam, pria ini selalu saja seenaknya,


tidak pernah menghargai orang lain. Raya


mengerucutkan bibirnya kesal dan berniat


untuk menutup teleponnya.


"Jangan coba-coba mematikan telepon ini


tanpa seizinku.!"


Raya terkejut sesaat, tapi kemudian dia kembali


"Iya.. aku sudah di jalan, kenapa.? apa ada


perubahan rencana.?"


"Nanti langsung ke aula agung istana..!"


"Aula agung..? A-apa kau sudah di sana.?"


"Memang nya aku harus berada dimana.?


Kau tidak mengijinkan ku tinggal di rumah.!"


Jantung Raya kembali berdetak kencang. Ada


rona merah yang kini mewarnai wajah nya.


"Aku butuh waktu sendiri. Kita tidak bisa


tinggal bersama.!"


"Maharaya..aku adalah suamimu..! Suka atau


tidak itulah faktanya.!"


Raya terhenyak dalam diam mendengar kata-


kata lugas Aaron. Dia memejamkan matanya.


"Kau sendiri yang membuat batas dan jarak


pada hubungan ini, aku hanya berdiri sesuai


dengan posisi ku."


"Statusmu tetap istriku, wanita yang punya


tugas melahirkan keturunan untuk ku .!"


Raya semakin memejamkan matanya kuat,


entah kenapa hatinya selalu terasa sakit saat


mendengar kata-kata itu.


"Baiklah.. kita kembali ke pekerjaan. Apa kau


benar-benar harus menghadiri acara ini.?"


"Kenapa, kau tidak ingin mendampingi ku.?"


"Bu-bukan begitu..Aku hanya..."


"Acara ini cukup penting dan aku harus datang


secara langsung karena semua ini berhubungan dengan kepentingan istana.!"


"Lalu kenapa tidak ada rincian tentang acara


ini, terus bagaimana aku bisa menghandle


semua urusan ini kalau tidak tahu sama sekali.."


"Kau tidak di ijinkan untuk protes.! Kau hanya


perlu datang dan diam.!"


Aaron memotong dengan cepat membuat


Raya kembali mengerucutkan bibirnya. Aula


istana ? Sebenarnya ada acara apa di sana.?


Kenapa Ansel tidak menjabarkan detailnya.


Terus kenapa Aaron jadi memutuskan untuk


hadir di sana.? padahal rencana awal dia tidak


akan datang untuk menghadiri nya.


"Baiklah..aku langsung ke sana..!"


"Jangan telat, sebentar lagi aku sampai.!"


"Memang nya kau dimana, bukankah kau


tinggal di sana.?"


"Aku tidak suka peraturan.! Dan kau tidak perlu


banyak pertanyaan.!"


"Yang Mulya Putra Mahkota aku hanya..."


"Nona sekretaris pribadi..!"


"Iya.. baiklah aku segera datang.!"


Raya memutuskan sambungan teleponnya.


Peduli amat dengan tata krama, semua itu


tidak ada untuk manusia kejam macam bos


jahatnya itu.


"Kita ke aula agung istana Griz."

__ADS_1


"Baik Miss."


Griz menyahut dengan raut wajah sedikit ragu,


tapi dia segera meluncurkan mobilnya ke tempat


itu yang merupakan salah satu tempat paling


penting yang ada di negara ini. Istana megah itu


adalah tempat yang paling di dambakan semua


orang untuk dapat menginjakkan kaki di dalamnya


karena kemegahan dan kemewahan nya. Tempat


ini adalah kediaman Raja dan Ratu beserta


keluarga besar kerajaan secara turun temurun.


***


Grand Marco Palace...


Istana kerajaan yang sangat besar dan megah


ini sudah berdiri sejak Raja pertama naik tahta


yaitu Raja Marco De Enzo. Sampai sekarang


arsitektur asli bangunan yang sangat luas dan


berbentuk U ini masih tetap di pertahankan


karena hal itu yang menjadikan istana mewah


ini menjadi salah satu istana paling megah dan


paling indah di dunia di sandingkan dengan


sederet istana kerajaan lain di daratan benua xx..


Pagi ini suasana di aula agung istana tampak


di warnai kesibukkan namun tetap terkontrol.


Ada beberapa wartawan istana dan wartawan


berita nasional yang sudah bersertifikat resmi


dari istana yang berkumpul dan sudah bersiap


dengan segala peralatan lengkapnya yang kini


terpasang rapi di depan sebuah meja lonjong


panjang yang ada di area utama aula.


Di setiap sudut tempat para prajurit penjaga


tampak siaga mengawasi semua keadaan.


Para wartawan tampak berkumpul di salah


satu sudut ruangan dalam aula megah itu.


"Apa benar Putra Mahkota akan hadir.? Ini


adalah sebuah keajaiban seandainya itu


benar-benar terjadi."


"Menurut keterangan dari pihak juru bicara


istana katanya beliau memang akan hadir."


"Jadi tidak sabar ingin cepat-cepat melihat


Putra Mahkota dari dekat. Mudah-mudahan


kita di ijinkan untuk memposting gambar nya


di halaman berita kita."


Itulah sebagian percakapan yang tertangkap


dari perbincangan para wartawan senior itu.


Mereka sangat antusias dan excited dengan


acara ini yang mereka sendiri tidak di beritahu


apa persisnya karena juru bicara istana hanya


mengundang tanpa penjelasan.


Sementara itu di area luar aula agung, Raya


baru saja datang ke tempat itu setelah melalui


pemeriksaan yang super ketat di pintu utama.


Namun setelah Griz memperlihatkan kartu emas


kehadapan kepala penjaga mereka berdua di


biarkan masuk dengan mudah dan lancar tanpa


harus melewati proses verifikasi lagi. Kedatangan mereka ke depan aula agung hampir bersamaan


dengan kedatangan rombongan mobil-mobil


super mewah yang di kawal langsung oleh para


patwal dan aparat keamanan begitu banyaknya.


Raya dan Griz berdiri di lobby utama bersama


dengan para tamu lain memandang bingung


pada kedatangan rombongan itu yang berhenti


langsung tepat di depan pintu masuk.


"Siapa yang datang Griz.?"


Raya tidak tahan dengan rasa penasarannya.


Griz tampak melirik dan menatap reaksi wajah


Nona nya itu yang terlihat sangat penasaran.


"Yang datang sepertinya Madam Rowena Miss."


"Madam Rowena.? Memangnya siapa dia.?"


"Be-beliau adalah Grandma nya Yang Mulya


Putra Mahkota Miss.."


"Apa..?? Nenek nya Aaron..?"


Raya menutup mulutnya dengan telapak tangan


wajah tampak berubah sedikit tegang. Penjaga


segera membukakan pintu mobil utama yang berbendera negara ini serta memiliki plat nomor kendaraan khusus. Benar saja yang datang


adalah Ibu Suri..Ratu Rowena, yang sekarang


di kenal dengan sebutan Madam Rowena.


Dengan hati-hati wanita berusia 70 tahunan itu


keluar dari mobil. Semua orang serempak


memberi penghormatan dengan membungkuk setengah badan, termasuk juga Raya dan Griz.


Wanita itu tenyata masih sangat sehat dan bugar dengan tampilan yang menawan dan elegan


serta aura positif yang memancar dari sosoknya. Namun ternyata beliau tidak datang sendiri, ada


sosok mungil yang bergelayut manja di lengan


nya dengan senyum cantik yang senantiasa terkembang.


Para wartawan segera mengabadikan moment


kedatangan keluarga kerajaan ini dengan


jepretan lensa kamera. Madam Rowena dan


sosok mungil cantik jelita yang ternyata adalah


Princess Alluna itu melambaikan tangan pada


semua wartawan yang berbaris di sisi ruangan


dengan senyum hangat dan ramah.


Mereka berdua mulai berjalan ke dalam ruang


aula utama dengan pesona yang menyilaukan


karena aura kehadiran yang sangat kuat.


"Aunty cantiiikk....!"


Tiba-tiba saja Alluna berseru riang begitu dia


melihat kehadiran Raya di dalam ruangan itu,


dan spontan berlari kearah Raya yang langsung


terkesiap saat menyadari Alluna berlari dengan keadaan tidak seimbang, dan hal yang pernah


terjadi kini terjadi lagi..


Tubuh mungil itu kehilangan keseimbangan,


akibatnya dia terpeleset dan hampir saja terjatuh


kalau Raya tidak sigap menangkap nya. Tubuh


mungil itu lagi-lagi jatuh diatas pangkuan Raya


yang terduduk dalam keadaan memeluk erat


tubuh mungil itu. Semua orang membulatkan


mata di penuhi keterkejutan termasuk juga


Madam Rowena yang terlihat memucat..


***


Happy Reading...

__ADS_1


__ADS_2