Terjerat Cinta Pewaris Tahta

Terjerat Cinta Pewaris Tahta
27. High Party


__ADS_3

❤️❤️❤️


Sekitar jam 8 Raya sudah selesai bersiap. Dia


kembali melihat penampilan dirinya di depan


cermin. Gaun malam warna maroon dengan


model yang sangat simpel namun elegan dari


desainer ternama dunia kini telah membalut


tubuh indahnya dengan sangat pas dan cocok.


Rambutnya di tata manis di sesuaikan dengan


model bajunya yang sedikit terbuka bagian


bahu dan dada nya hingga leher jenjangnya


yang indah terpampang nyata tanpa bisa di


tutupi. Wajahnya di poles seperlunya karena


ini adalah pesta malam hari.


Raya mendesah pelan melihat apa yang kini


melekat pada dirinya. Bagaimana bisa laki-laki


itu selalu menyiapkan semua keperluan dirinya


dengan sangat pas dan akurat. Raya menatap


diam kalung berlian bermata biru safir yang


sangat indah dan berkilau itu. Dia sedikit ragu


untuk memakainya, perhiasan itu sangatlah


mewah dan berharga, bagaimana mungkin


dia pantas untuk memakainya. Memang siapa


dirinya.? Itu akan terlihat sedikit aneh baginya.


"Kau sangat layak untuk mengenakan nya


Kakak ipar."


Sosok tinggi tegap Ansel tiba-tiba saja sudah


berdiri di ambang pintu dengan tatapan takjub


kearah Raya. Mata mereka bertemu di pantulan cermin. Keduanya terdiam saling melihat, Ansel


selalu saja tersihir saat melihat wanita ini.


"Tuan.. Ansel..kau.."


"Panggil Ansel saja. Kita adalah partner kerja.


Dan kau adalah kakak ipar ku.."


Ansel berjalan menghampiri Raya yang masih


terdiam menatapnya lewat cermin. Seperti


biasa, pria elegan itu selalu tampil menawan


tanpa cela sedikitpun. Ansel mengenakkan


setelan jas gelap dan mengkilap menambah


gagah penampilannya. Pria itu berdiri tenang


di belakang Raya, mata mereka masih saling


terpaut lewat pantulan cermin. Ada sorot mata


yang sangat berbeda dari pria itu, membuat


hati Raya terasa sedikit tidak nyaman dan


jiwanya seketika gelisah tidak menentu.


Perlahan Ansel meraih kalung berlian cantik


itu dari kotak, kemudian bergerak mendekat


kearah Raya yang langsung membalikkan


badan menatap tajam wajah Ansel.


"Tuan..kau mau apa..?"


"Sudah ku bilang panggil aku Ansel saja.!"


Ansel menatap Raya dengan sorot mata kesal


campur gemas melihat sikap naif wanita ini.


"Baiklah..Ansel.."


"Nah..begitu lebih baik, terdengar merdu di


telingaku."


Ansel membual membuat Raya menatapnya


gerah, namun ada semburat merah yang kini


mewarnai wajah cantiknya. Ansel kembali


maju mendekat sambil mengangkat kalung


di tangannya bersiap untuk melingkarkan nya


di leher indah Raya.


"Hei.. apa yang ingin kau lakukan.?"


"Aku mewakili Tuan Marvell untuk memakaikan


kalung ini padamu."


"Ta-tapi..aku rasa, aku tidak pantas memakai


barang semewah ini."


"Siapa yang bilang begitu? Kau lebih dari pantas.


Kau itu lebih berharga dari barang mati seperti


ini Miss Raya.."


Desis Ansel dengan tatapan yang semakin


lekat, mengunci wajah cantik Raya yang tampak


sangat menggoda dan menggiurkan. Jiwanya


benar-benar berontak. Hatinya seakan tidak bisa


di ajak kompromi saat ini. Kenapa wanita ini


harus tampil secantik ini.? Dan sayang nya dia


adalah istrinya Sang Putra Mahkota. Wanita ini


adalah milik kakak sepupu yang sangat di puja


dan di hormati serta di idolakan nya. Selama ini


jalan hidup Ansel berkiblat pada Sang ketua


mafia bawah tanah itu.


"Ansel.. kalung ini terlalu berharga untuk aku


kenakkan. Aku tidak layak untuk...."


"Apa kau tahu apa yang akan terjadi kalau kau


tidak memakainya.? Kau belum tahu siapa


suamimu yang sebenarnya kan ? Dia bisa


melahap puluhan orang dalam sekejap. !"


"Aahh..?? apa maksudmu.??"


Raya tampak syok, matanya melebar dengan


indah membuat Ansel semakin tidak tahan


dengan pesona wanita ini, apalagi dengan


kerjap mata sendunya yang sangat membius


itu. Dia bisa mati berdiri kalau begini caranya.


Apa yang ada di dalam pikiran wanita ini.?


Ansel tergelak sendiri saat menebak isi


pikiran wanita yang berstatus kakak iparnya


ini, sangat konyol.!


"Kau tahu..dia adalah monster..!"


Bisik Ansel seraya mendekatkan dirinya dan


dalam gerakan cepat tak terdeteksi dia sudah


melingkarkan kalung cantik itu dileher jenjang


Raya membuat Raya terkejut dan segera mundur


menjuhkan dirinya dari hadapan Ansel yang kini


berdiri tenang menatap penampilannya. Saat ini


wanita itu tampak memukau dan menyilaukan.


"Kau sama saja dengan pria jahat itu.! sama-


sama menyebalkan.!"


Decak Raya sambil melihat kalung yang kini


sudah melingkar indah di leher nya.


"Jangan lupa, aku sedikit lebih manusiawi."


Sahut Ansel sambil mengedipkan matanya


nakal, senyum manis tidak terlepas dari bibir


seksinya. Raya berdecak gerah, dia kembali

__ADS_1


menatap kalung itu dengan mimik wajah


yang terlihat tidak nyaman.


"Apakah ini tidak terlalu mencolok.?"


"Tentu saja tidak. Itu sudah di siapkan khusus


untuk mu. Baiklah Miss Raya.. malam ini juga


peranmu sebagai sekretaris pribadi Tuan De


Enzo akan di mulai. Kau akan mendampingi


semua kegiatannya mulai besok.."


Raya tampak bengong, jadi sekarang ini dia


datang ke pesta sebagai sekretaris pribadi


laki-laki yang berstatus suaminya itu.? Raya


menatap Ansel yang juga sedang menatapnya


dengan sorot mata penuh keseriusan.


"Baiklah..aku mengerti.."


***


Sementara itu di ruang bawah ballroom khusus


yang ada di tingkat 4 kapal pesiar ini.. Suasana


pesta saat ini sudah sangat meriah. Ballroom


itu telah di sulap menjadi ruangan pesta yang


mengusung konsep high Party kalangan jetset.


Dekorasi pesta di buat segemerlap mungkin


dengan semua desain barang dan fasilitas


serba high class. Pesta ini memang terbatas,


hanya untuk keluarga besar, orang-orang yang memegang jabatan penting di pemerintahan,


kolega bisnis yang berada di urutan atas


serta sahabat dekat Raja dan Ratu.


Hal ini sengaja di persiapkan untuk menjaga


kenyamanan dan keselamatan kedua orang


yang paling penting di Negara xxx tersebut..


Pihak istana sangat memproritaskan konsep


hangat dan dekat untuk seluruh tamu yang


akan hadir di acara ini.


Saat ini Sang empunya pesta sudah berada


di lokasi, berdiam di area utama yang sudah


di sterilkan. Raja Williams tampak sangat


gagah dan berwibawa dalam balutan jas


mewah dan mahal di dampingi Sang Ratu


yang terlihat begitu anggun dan mempesona.


Beliau adalah wanita yang sangat cantik


dan memukau di usianya yang sudah


tidak muda lagi.


Para tamu kini mulai berdatangan ke tempat


itu. Sesuai protokol yang sudah di tetapkan


para tamu langsung menghampiri Raja dan


Ratu untuk mengucapkan selamat. Setelah


itu kembali ke area berbeda. Area steril Raja


dan Ratu di pisahkan oleh satu area khusus


di tengah ruangan yang di persiapkan untuk


arena dansa. Untuk pesta kalangan jetset


seperti ini akan kurang lengkap rasanya kalau


tidak ada acara dansa bersama. Apalagi di


negara kekuasaan Raja Wiliams acara dansa


seperti ini masih menjadi satu tradisi yang


cukup kuat dan melekat.


Suasana sedikit gaduh ketika di pintu utama


masuk arena pesta muncul 3 sosok central


Perdana Mentri Alfred Winston yang datang


bersama dengan dua putra kebanggaan nya


Lucas Adolf Winston serta Catharina Nathalia


Winston. Perdana menteri Alfred Winston ini


adalah sosok yang sangat terkenal dengan


segala kebijakan dan keberhasilan nya dalam


memimpin pemerintahan di negara xxx..


Dia juga sangat di takuti di negara luar


karena ketegasan serta sikap otoriter nya


dalam memimpin kabinet untuk menentukan


setiap kebijakannya.


Ketiga sosok itu kini menjadi pusat perhatian.


Sosok mereka memang sangat menonjol.


Kedua putra dan putri nya tampak begitu


memukau dengan parasnya yang menawan.


Mereka berdua terkenal ke seluruh dunia


karena sering muncul di berbagai media.


Mereka juga memiliki jutaan fans dari seluruh


dunia karena ketampanan dan kecantikannya.


"Selamat ulang tahun pernikahan Yang Mulya


Raja dan Ratu..Kami semua turut berbahagia."


Ujar Perdana Menteri Alfred Winston seraya


menjabat tangan Raja Williams bergantian


dengan Ratu Virginia.


"Terimakasih Duke Alfred atas kehadirannya.!"


Sambut Raja Williams dengan sikap tegas


dan wajah yang terlihat begitu tenang. Lucas


dan Catharina menyusul menyalami keduanya.


Mereka tampak berbincang hangat mengenai


perkembangan politik dan pemerintahan saat


ini, tentunya soal bisnis juga.


Tidak lama Putri Arabella datang bersama


Pangeran Arthur, suami nya ke tempat itu.


Mereka langsung berbincang seru dengan


keluarga Winston. Arthur tampak berbincang


dengan Lucas karena keduanya cukup dekat.


Sedang Putri Arabella bergabung dengan


Sang bunda dan Lady Catharina.


"Lady Catharina.. kau terlihat sangat cantik


dan memukau malam ini."


Puji Ratu Virginia sambil menatap tenang wajah


cantik Catharina yang langsung tersipu malu.


"Terimakasih Yang Mulya Ratu.. anda dan


Princess Arabella lebih mempesona dari


siapapun saat ini."


Sahut nya dengan suara yang sangat lembut


dan gestur tubuh yang terlihat begitu anggun.


Ratu dan Arabella tersenyum manis.


"Bagaimana pertemuan mu dengan Putra


Mahkota tadi sore, apakah memuaskan.?"


Arabella bertanya dengan raut wajah penuh


rasa ingin tahu, karena dia tahu pasti siapa


kakak nya itu. Laki-laki paling dingin di dunia.


"Semuanya sudah sesuai dengan harapan


Putri, tidak ada yang mengecewakan."

__ADS_1


"Oh ya..? Apa dia tidak mengabaikan mu lagi.?"


Catharina mengangkat wajahnya, menatap


Arabella dengan raut wajah yang terlihat


sedikit tidak nyaman.


"Arabella.. jaga bicaramu.!"


Sang Ratu tampak menatap putri bungsunya


itu dengan raut wajah tidak suka.


"Aku hanya sekedar bertanya saja Ibu, apa


ada yang salah dengan itu.?"


"Sebaiknya kau perhatikan perkataan mu.!"


"Tidak apa-apa Yang Mulya.. tidak ada yang


salah dengan ucapan Tuan Putri barusan."


Catharina berusaha menengahi dengan tetap memasang senyum lembutnya. Ratu Virginia tersenyum manis sambil mengelus pelan bahu terbuka Catharina. Sementara Arabella hanya


terdiam seraya melengoskan wajahnya.


"Apakah Prince Marvell sudah hadir di sini


Yang Mulya Ratu ?"


Catharina tampak melihat ke seluruh ruang


pesta mencari sosok seseorang.


"Sepertinya belum. Maklum lah..dia itu orang


yang paling sibuk di dunia.."


Catharina tampak tersenyum gusar, namun


tidak lama matanya terlihat berbinar bahagia


saat dia melihat sosok Pria paling tampan di


tempat ini muncul di tangga utama. Jantungnya langsung berdetak kencang di sertai debaran


hebat dalam dadanya. Dirinya selalu saja tidak


kuasa menahan gejolak perasaannya saat


melihat pria paripurna itu.


"Ohh..itu dia sudah datang.."


Ujar Sang Ratu seraya tersenyum tenang kearah


kemunculan putra nya yang kini sedang berjalan


menuruni tangga, tampak gagah dan bersinar.


Tiba di bawah dia di sambut oleh para staf istana


kemudian melangkah tenang menuju area pesta.


Semua tamu terlihat membungkuk setengah


badan kearahnya. Lucas menatap tajam kearah kedatangan pria super tampan itu dengan kilatan


aneh yang suram dari sinar matanya.


"Aaron Marvell De Enzo.. Putra Mahkota yang


terhormat dan berkuasa.!"


Gumamnya berusaha untuk menyamarkan


aura gelap yang memancar dari tubuhnya


dengan menerbitkan senyum secerah mentari.


Semua orang memfokuskan perhatian pada


sosok yang sangat berbeda dan istimewa itu.


Dia selalu saja menonjol di banding yang lain


apalagi saat ini datang dalam balutan setelah


resmi yang terlihat begitu memukau. Semua


tamu wanita, baik itu yang muda maupun yang


tua langsung meleleh saat melihat nya, padahal


raut wajahnya terlihat datar, dingin dan minim


ekspresi bahkan cenderung sangat arogan.


Semua orang kini bengong, terdiam bingung


saat melihat Aaron malah berbelok ke area


pesta yang lain, dia tidak menghampiri Raja


dan Ratu maupun orang-orang penting yang


ada di area utama melainkan kini bergabung


dengan tamu lainnnya di area para kolega


bisnis. Yaa..Itulah Aaron, dia selalu berdiri


dalam aturannya sendiri. Raja dan Ratu hanya


bisa menghela napas berat, lagi-lagi mereka


tidak bisa berbuat banyak karena situasi yang


ada. Sementara Arabella tampak tersenyum


puas. Lain lagi dengan Perdana menteri Alfred, tangannya tampak terkepal kuat tapi berusaha


di sembunyikannya. Dia tetap bersikap tenang


seolah tidak terpengaruh oleh sikap arogan


Putra Mahkota tersebut. Reaksi di wajah Lucas


lebih gelap lagi. Ada aura mencekam yang kini


mulai keluar dari sosoknya hingga membuat


hawa di sekitarnya seperti di terpa hujan salju.


Catharina langsung berpamitan pada Ratu


untuk mendatangi Aaron di tempat nya berada.


"Selamat malam Yang Mulya Putra Mahkota.."


Catharina menyapa dengan suara yang sangat


lembut seraya menundukkan kepala penuh


kesantunan dalam bahasa tubuh yang sangat


anggun dan halus. Aaron melirik lalu menatap Catharina dengan ekspresi datar dan dingin.


"Selamat malam Lady Catharina."


Sahut Aaron dengan suara beratnya yang


selalu membuat hati gadis itu bergetar hebat.


Para pengusaha tingkat dunia yang ada di


tempat itu bergantian menyapa wanita yang


aktif dan berkecimpung dalam urusan sosial


dan menduduki posisi penting dalam organisasi


internasional yang bergerak di bidang keadilan


dan kemanusiaan tersebut. Mereka semua


kini berbincang hangat mengisi waktu menuju


acara pokok dari gelaran pesta malam ini.


Tidak lama dari arah tangga masuk ke dalam


ruangan pesta saat ini muncul dua sosok yang


cukup menyita perhatian para tamu karena


pesona keduanya yang begitu menyilaukan.


Raya dan Ansel masuk ke ruangan itu langsung


turun lewat tangga utama. Karuan saja hal itu membuat para tamu bisa melihat kemunculan


mereka dengan jelas seperti hal nya Aaron tadi.


"Wooww.. beautiful Lady.."


Gumam seorang tamu pria dengan tatapan


mata yang terlihat begitu terkesima melihat


penampakan Raya yang memang memiliki


rupa berbeda dari yang lain dan sangatlah


istimewa.. Ansel meraih tangan Raya untuk


menuntun nya menuruni beberapa tangga


terakhir. Raya tampak ragu dan canggung


saat menerima uluran tangan pria tampan


itu, mata mereka berdua saling pandang


kuat mencoba meyakinkan semuanya.


Raya dan Ansel tidak menyadari saat ini dari


kejauhan ada dua pasang mata yang sedang


menatap tajam pada interaksi mereka dengan


sorot mata yang berkobar di penuhi semburan


hawa panas yang cukup dahsyat dan langsung membakar hati serta jiwa keduanya..


***


Happy Reading.....

__ADS_1


__ADS_2