Terjerat Cinta Pewaris Tahta

Terjerat Cinta Pewaris Tahta
21. Kau Milikku


__ADS_3

❤️❤️❤️


Untuk sesaat keadaan sedikit terganggu oleh


kondisi Mila yang pingsan. Namun situasi


kembali kondusif setelah Mila di tangani oleh


Nyonya Leni dan Riri serta para pengurus


mesjid. Semua orang kini mencoba kembali


fokus pada acara yang akan di langsungkan.


Jessica sudah bisa memahami situasi yang


ada. Sekarang dia lebih tenang dan mencoba


untuk berdamai sementara dengan situasi.


"Tuan Aaron.. apakah anda sudah siap untuk


melakukan ikrar pindah keyakinan.? apakah


anda sudah yakin dengan semua keputusan


besar ini ? Karena hal ini menyangkut seluruh


kehidupan anda ke depannya.! Dan mungkin


ini adalah sesuatu yang akan bertentangan


dengan seluruh keluarga anda."


"Kita mulai saja. Hidupku adalah milikku.


Dan keyakinan ku adalah kekuatan hidupku.!!"


Aaron memotong ucapan Sang moderator


yang langsung mengangguk. Raya terdiam,


dia masih mencoba meyakini semua ini.


Benarkah pria jahat ini akan berpindah


keyakinan.? Ini bukanlah main-main, ini


adalah sesuatu yang bersipat fundamental


dan akan berhubungan dengan sendi-sendi


kehidupan laki-laki ini ke depannya. Dia


tidak bisa mempermainkan aqidah dan


keyakinan sesuka hatinya. Sungguh Raya


tidak bisa mempercayai semua ini.


"Baik kalau begitu. Sekarang saya serahkan


proses nya pada guru kita semua. Silahkan


Pak Ustadz, saya serahkan kepada anda."


Pak penghulu melirik dan mempersilahkan


kelanjutan acara pada Pak ustadz yang


terlihat mengangguk dan tersenyum tenang.


Dia berpaling pada Aaron yang kini bergeser


duduknya ke hadapan Pak Ustadz. Mereka


berdua duduk bersila, saling berhadapan.


Jantung Raya kian berdebar tidak menentu.


Ini adalah kejutan yang tidak terduga sama


sekali. Kenapa pria ini harus melakukan hal


sebesar ini.? ini adalah sesuatu yang sangat


besar dan tidak bisa dianggap remeh.


"Baiklah Tuan Aaron Marvell..Mari kita mulai


semuanya. Anda sudah cukup lama belajar


dan mendalami ajaran agama Islam pada kami. Kurang lebih sudah 6 bulan lamanya ya."


Pak ustadz memulai acaranya. Aaron hanya


mengangguk pelan dengan kepala yang kini


tertunduk santun di hadapan Pak ustadz.


Semua orang tampak terkejut, termasuk


Raya. Jadi pria ini sudah punya niat untuk


berpindah keyakinan sebelumnya? Akhirnya


Raya bisa bernapas lega mengetahui fakta ini.


Semua orang kembali terdiam tegang hampir


menahan napas saat pak ustadz memulai


prosesi sakral ini dengan lantunan doa yang


terpanjat panjang dan khusyuk. Orang-orang


ikut larut dalam doa tersebut. Kini mereka


benar-benar menahan napas saat Pak ustadz


mulai menuntun Aaron untuk melakukan ikrar


pindah keyakinan dengan mengucapkan dua


kalimat syahadat. Dan Aaron melakukannya


dengan sangat fasih dan lancar penuh dengan


keyakinan serta segenap jiwa dan raga nya.


"Alhamdulillah.. Allahuakbar..!"


"Allahuakbar..!"


Semua orang menengadahkan tangan begitu


pak ustadz melantunkan doa penuh syukur.


Mereka benar-benar merasa terharu atas


keputusan besar yang telah di ambil oleh


calon suami Raya tersebut. Ada sesuatu yang menyentuh kedalaman hati Raya membuat


setitik air mata jatuh di sudut mata indahnya.


Entahlah apa yang kini sedang di rasakannya.


Dia juga tidak ingin larut dalam perasaan nya.


Semua orang menarik napas penuh keharuan,


mereka tidak menduga kalau Raya mampu


membawa calon suami nya itu berpindah


keyakinan sebelum pernikahan mereka


berdua di langsungkan.


"Baik.. kalau begitu kita lanjut ke prosesi


yang kedua ya. Mari kita mulai acaranya."


Pak penghulu kembali mengambil alih acara.


Semua orang kini kembali berfokus diri. Tante


Raya memasangkan kerudung putih panjang


di atas kepala kedua mempelai. Raya kembali


merasakan ketegangan, dia masih berharap


bahwa pernikahan ini tidak jadi di laksanakan.


Sementara Aaron tampak lebih rileks. Alex dan


Griz duduk tidak jauh dari Tuan mereka dengan


wajah datar tanpa ekspresi. Sebenarnya hati


mereka cukup merasakan ketegangan. Walau bagaimanapun ini adalah moment yang sangat


penting yang terjadi dalam hidup Tuan berharga mereka tanpa di ketahui oleh seluruh keluarga


besar nya. Seharusnya tidak begini caranya.


Ini tidaklah pantas untuk Tuan mereka.


Aaron kembali bersiap, menegakkan badannya


berhadapan dengan Tuan Danu yang terlihat


sedikit tegang dan gugup. Pak penghulu


membuka prosesi akad nikah ini dengan doa


terlebih dahulu, setelah itu dia meyakinkan

__ADS_1


nama kedua mempelai.


"Tuan Aaron Marvell De Enzo..apakah benar


itu nama lengkap anda ?"


Aaron hanya mengangguk sedikit. Reaksi di


wajah Jessica kini berubah, pucat pasi tidak


terbaca. Matanya tampak membulat, syok


bukan main. Aaron Marvell De Enzo.??


Bukankah itu adalah nama lengkap pemilik


perusahaan tempat dirinya bekerja.??


Tubuh Jessica tiba-tiba lemas tak bertenaga.


Apakah ini yang di maksud oleh Raya tadi


malam di telepon.? Dia ingin mengingatkan


dirinya tentang fakta mengejutkan ini.!


"Dan Nona Maharaya Sheerlina Atmaja,


apakah benar itu nama lengkap anda.?


Pak penghulu kini berpaling pada Raya yang


terlihat menunduk, seolah tidak ingin mendengar ataupun mengikuti proses ini. Raya masih ingin


menyangkal semua ini dan berharap ini semua


hanyalah sebuah mimpi.Pak penghulu kembali melanjutkan penuturannya. Memberikan


penjelasan proses ijab kabul pada Aaron dan


mencoba untuk mengetesnya sekali.


Kini semua orang kembali menahan napas


saat Tuan Danu dan Aaron saling berjabat


tangan kuat bersamaan dengan kemunculan


Nyonya Leni, Riri dan Mila ke tempat itu.


Mereka bertiga masih saja belum bisa


menerima kenyataan ini. Bahwa calon suami


Raya bukanlah bandot tua seperti harapan


mereka melainkan seorang pria yang memiliki


rupa dan sosok bak seorang dewa.


Tuan Danu mulai mengucapkan ikrar


menikahkan putri sulungnya yang di runut


kemudian oleh Aaron dengan melafalkan


ikrar menikahi Raya dalam satu tarikan


napas dengan sangat lancar dan tegas.


"Bagaimana..?"


"Sah.!!"


Semua orang berseru bersama dengan raut


wajah penuh kelegaan dan kebahagiaan


karena semuanya berjalan lancar. Air mata


kepedihan justru tumpah dari kedua mata


Raya. Hatinya sakit bukan main karena tidak


berdaya untuk keluar dari semua ini.


Tuhan.. inikah jalan hidupku selanjutnya.?


Pak penghulu kembali melantunkan doa


khusyuk penuh syukur atas kelancaran


prosesi akad nikah ini.


"Silahkan Tuan, anda sudah bisa menyentuh


istrinya. Bebas mau menyentuh dimana pun,


karena saat ini Nona Raya sudah sah menjadi


istri anda. Dia milik anda sepenuhnya.!"


DEG !!


Kata-kata pak penghulu tadi seolah menjadi


sebuah penegasan bagi dirinya bahwa saat


ini laki-laki jahat itu adalah penguasa nya.


Dia bisa melakukan apapun sesuka hatinya


pada dirinya. Tubuh nya seketika menegang.


Aaron melirik kearah Raya yang masih terdiam


menunduk dalam derai air mata dan perang


bathin nya. Mata Aaron menatap tajam wajah


Raya yang masih tertunduk. Perlahan dia


meraih dagu Raya dan mengangkat nya.


Mata Raya yang di penuhi lelehan cairan


bening kini menatap Aaron dengan sorot


mata penuh penolakan. Wajah Aaron terlihat


semakin dingin, rahangnya yang tegas kini


tampak mengeras. Kedua jarinya semakin


kuat mencengkeram dagu Raya.


"Jangan mengumbar air mata tidak berguna


ini di depan orang lain. ! Semua nya hanya


akan sia-sia saja.!"


Desis Aaron dengan tatapan tajam penuh


intimidasi. Raya memejamkan mata nya.


Hatinya semakin terasa perih. Perlahan


Aaron mengangsurkan bibir nya ke kening


Raya, menciumnya lembut dan lama. Semua


orang menatap bengong pada interaksi intim


tersebut. Raya semakin memejamkan mata


saat bibir Aaron tidak jua lepas dari keningnya.


Dia benar-benar membenci keadaan ini.


"Ingat..Kau adalah milikku sekarang. Aku


bebas melakukan apapun yang aku inginkan.!"


Bisik Aaron di telinga Raya sesaat setelah dia


melepas ciumannya di kening Raya. Wajah


Raya langsung memucat, dia memalingkan


muka nya dengan cepat. Kebenciannya


semakin menjadi pada laki-laki yang sudah


sah jadi suami nya itu. Apa yang harus di


lakukan nya kini.?


Akhirnya semua prosesi akad nikah itu pun


di tutup dengan doa dan nasihat pernikahan.


"Tuan Aaron.. kalau boleh tahu apa rencana


anda selanjutnya.? Mengingat anda berasal


dari negara luar. Jadi kewarganegaraan Nona


Raya otomatis ikut berpindah menjadi warga


negara anda !"


Pak penghulu kini mulai berbicara serius


soal rencana masa depan pasangan baru


itu. Semua orang kembali di buat terkejut,


termasuk Raya. pindah kewarganegaraan.?

__ADS_1


Aaron melirik kearah Raya yang masih


tertunduk diam penuh rasa was-was.


"Aku akan membawa nya pergi malam ini


juga, semua nya sudah di siapkan.!"


Raya melirik cepat dengan tatapan yang


terlihat jelas sangat keberatan, tapi pria itu


terlihat acuh seakan tidak peduli dengan


semua yang dirasakan oleh Raya.


***


Kediaman keluarga Atmaja...


Saat ini semua keluarga sudah berkumpul


kembali di rumah setelah pulang dari mesjid.


Mereka semua sedang menikmati hidangan


yang telah di sediakan oleh para pelayan di


rumah itu sebagai perayaan sederhana atas


pernikahan Nona rumah ini.


Aaron tampak sedang berbincang dengan


Tuan Danu dan Paman Raya. Nyonya Leni


dan dua putri nya terlihat duduk di sudut


ruangan, masih dalam keadaan tidak bisa


mempercayai semua ini. Kenapa Raya bisa


beruntung di nikahi pria sesempurna Aaron.?


padahal dia hanyalah barang sisa.! Riri dan


Mila terus mencuri pandang kearah Aaron


seolah tidak ada bosannya menikmati


pesona ketampanan pria itu.


"Maafkan aku Jes. Aku juga baru tahu kalau


dia adalah Presdir perusahaan kita.!"


Raya menggengam kuat tangan Jessica


yang kini menatap ragu kearah Aaron.


"Jadi kamu tidak tahu sebelumnya kalau


laki-laki jahat itu Tuan Marvell.?"


Raya menggeleng gusar. Jessica menepuk


jidatnya beberapa kali.


"Kalau tahu dia orang nya, aku rasa tidak


perlu deh kamu melakukan upaya bunuh


diri segala Ray.."


"Jessica..!! jahat ya kamu.!!"


Raya mendelik memukul lengan sahabat nya


itu yang hanya bisa tertawa tertahan.


"Sorry.. sorry Ray, aku hanya bercanda kok."


"Becanda mu gak lucu tahu.!"


"Iya maaf.. Habisnya aku gemes deh sama


kamu. Kok bisa gitu kamu di paksa tidur oleh


pria sekeren Presdir Marvell.! Yang aku tahu


wanita lain bahkan harus mengemis agar


bisa bertemu dengan nya.!"


Raya terdiam mendengar penuturan Jessica


barusan. Dia mencoba melihat kearah Aaron


yang terlihat sedang serius berbicara dengan


ayah dan pamannya.


Aaron tampak memberi isyarat pada Alex


yang langsung maju ke hadapan Tuan Danu


sambil menyimpan satu dokumen penting


di atas meja.


"Aku kembalikan semua aset mu.! Utang-


utang mu juga sudah di bereskan.!"


Aaron berkata dengan nada yang sangat


dingin dan terkesan arogan. Mata Tuan Danu


tampak menatap tidak percaya pada apa


yang ada di depan matanya.


"Tu-Tuan Marvell..te-terimakasih banyak atas


segala kemurahan hati anda. Sungguh saya


tidak tahu harus membalasnya seperti apa."


"Ada satu hal yang bisa kau lakukan.!"


"Apa itu Tuan.? Dengan senang hati akan


saya lakukan."


"Bebaskan putrimu.! Jangan pernah lagi


mengungkit kehidupannya.!"


Tuan Danu menautkan alisnya tidak mengerti


apa yang di maksudkan Aaron.


"Ma-maksud Tuan.?"


"Dia adalah istriku sekarang. Kalau ada yang


bertanya tentang dia dan aku cukup tutup


mulut ! Mulai hari ini kau putus hubungan


dengan nya.! Tidak ada lagi komunikasi di


antara kalian sampai aku mengijinkan nya


kembali. Semua ada dalam aturan ku.!"


Ujar Aaron dengan suara yang sangat tegas


dan tidak mau di bantah. Dia kemudian bangkit


berdiri. Tuan Danu dan Paman Raya hanya bisa


bengong tidak mengerti maksud dan keinginan


pria yang kelihatannya sangat berkuasa ini.


"Baik Tuan. Kalau begitu saya menitipkan


putri saya sepenuhnya kepada anda."


Tuan Danu akhirnya pasrah. Ekspresi Aaron


tetap datar dan dingin. Dia melirik kearah


Raya yang masih berbincang hangat dengan


Jessica dan Tante nya.


"Griz.. ingatkan dia kita harus pergi sekarang.!"


"Baik Yang Mulya.."


Griz membungkuk setelah itu berlalu pergi


menghampiri Raya dan memberitahukan


bahwa setengah jam lagi dia sudah harus


pergi. Semua orang tampak terkejut dan


saling pandang penuh kesedihan.


"Raya.. apakah kamu tidak akan pamit dulu


pada Mr Sean..?"


Raya tampak terhenyak. Sean... akankah


dia mampu melupakan pria baik itu.?

__ADS_1


***


Happy Reading.....


__ADS_2