
***
Hari perayaan...
Akhirnya hari yang di tunggu oleh seluruh rakyat negara xxx.. tiba juga. Royal Wedding keluarga
kerajaan. Acara arak-arakan akan di mulai pukul
10 pagi ini. Melibatkan ribuan prajurit pengawal,
ratusan pengisi acara serta ribuan penari latar.
Pagi ini suasana di istana sudah terlihat sangat
sibuk ketika di halaman utama istana mendarat beberapa heli canggih milik keluarga Sulaiman.
Raja Williams dan Ratu Virginia sendiri yang
langsung menyambut kedatangan rombongan
keluarga besar itu yakni Jenderal Serkan beserta
Ratih Ayu serta kedua adik jenderal Serkan yaitu Prince Kerem Mahmud beserta istri lalu ada
Princess Ziya beserta suaminya.
Raut wajah kedua keluarga itu tampak sangat
cerah dan bahagia. Raja Williams berangkulan
hangat dengan besannya. Dia juga menyambut
ramah semua anggota keluarga lainnya. Ratu
Virginia dan Princess Ratih Ayu terlihat sangat
akrab, mereka langsung sibuk membicarakan
semua persiapan hari ini sambil melangkah
memasuki istana utama.
Raja Williams langsung membawa rombongan
itu menuju ruang perjamuan untuk sarapan pagi
karena setelah ini mereka semua harus segera
bersiap-siap menghadiri pesta rakyat. Dan untuk
sementara semua orang belum bisa menemui
Maharaya karena dia sedang berada di ruangan
khusus untuk melakukan isolasi diri. Bahkan
Aaron sendiri pun dari kemarin pagi tidak bisa menemui istrinya itu. Makanya sepagi ini sang
pangeran sudah banyak memakan korban.
Para bawahan serta para prajurit pengawal
menjadi sasaran rasa frustasinya.
Setelah selesai sarapan pagi, para petinggi istana
membawa keluarga Serkan untuk bertemu dengan
Putra Mahkota di ruang kerja nya. Karena pria itu
sepagi ini ada di sana untuk mengurus beberapa
hal menyangkut masalah negara. Beberapa orang
senator baru saja keluar dari ruangan itu ketika rombongan Serkan sampai di sana. Para petinggi negara itu datang membawakan laporan yang
harus di tandatangani dan mendapat persetujuan
dari Putra Mahkota .
"Kenapa anda masih saja sibuk Yang Mulya..?"
Tegur Serkan saat dia dan seluruh keluarga nya
masuk kedalam ruangan. Aaron segera bangkit
dari kursi tahtanya menyambut kedatangan sang mertua dan keluarga istrinya itu.
"Selamat datang Ayah mertua.."
Keduanya saling berangkulan hangat. Setelah
itu dia berpaling pada Ratih Ayu yang langsung
merangkul Aaron penuh kasih sayang.
"Bagaimana kabarmu Menantu.?"
"Saya baik-baik saja berkat Ibu mertua."
"Semua terjadi karena Allah masih memberikan
kesempatan padamu untuk memperbaiki diri."
"Tentu saja.. semua berkat kebesaranNya.."
Ratih Ayu menepuk bahu lebar Aaron setelah
mereka melepaskan rangkulan.
"Yang Mulya.. mereka adalah paman dan bibinya Princess Maharaya.."
Ratih Ayu memperkenalkan kedua adik iparnya
pada Aaron yang langsung melipat kedua tangan
di depan dada sambil menundukkan kepala
santun seraya tersenyum tulus.
"Selamat datang Paman..Bibi. Senang sekali
kalian bisa hadir di tempat ini."
"Terimakasih Yang Mulya Putra Mahkota.."
Sambut mereka dengan wajah cerah dan senyum
bahagia serta tatapan penuh kekaguman melihat betapa gagah dan tampannya suami keponakan mereka. Sebenarnya mereka semua sudah tidak
sabar ingin bertemu dan melihat keponakan yang tidak pernah di ketahui dari awal keberadaannya
itu. Bagaimanakah rupanya ?
"Mari..saya akan mengantar kalian ke ruang
peristirahatan sambil menunggu waktu."
Ujar Aaron setelah berbasa-basi sebentar. Dia
akhirnya mengantar mereka menuju ruangan
istirahat di istana depan.
"Silahkan istirahat sejenak. Princess Agung baru
bisa di temui setelah dia keluar dari ruangannya."
Tukas Aaron setelah memastikan semua tamu
terhormat nya itu merasa nyaman..
Waktu terus berjalan tanpa terasa..
Suasana di halaman depan istana utama saat
ini sudah sangat meriah. Sepuluh kereta kencana
kerajaan telah di keluarkan dan di persiapkan
untuk membawa seluruh keluarga mempelai.
Para pengisi acara yang terdiri dari para penari,
pesulap, pemain atraksi adat, para seniman dan
budayawan negara ini sudah mulai beraksi di
tengah halaman istana yang super luas itu di
saksikan oleh para tamu undangan yang kini
sudah hadir di dalam lingkungan istana.
Akhirnya sekitar pukul setengah 10, Raya sudah
di perbolehkan keluar dari ruangan di dampingi
oleh beberapa pemangku adat dan staf istana
yang memegang jabatan di bagian sosial dan kebudayaan.
Seluruh anggota keluarga yang sudah menunggu
di luar ruangan tampak terkesima begitu melihat
kemunculan Raya di ambang pintu. Mata indah
sebening kristal itu menatap haru kearah semua
orang yang saat ini sedang menatap takjub kearah
dirinya. Tatapan mereka menyiratkan kekaguman
sekaligus keterkejutan melihat penampakan Raya
saat ini. Betapa cantik, betapa anggun dan begitu
memukau nya Princess Maharaya saat ini..
Hari ini Raya mengenakan gaun putih panjang
yang menutup sempurna seluruh tubuhnya.
Gaun itu tampak mewah dan elegan dengan
model yang sangat cantik dan anggun. Dan hal
yang membuat semua orang ternganga adalah..
karena hari ini Raya resmi mengenakan penutup kepala. Dia memutuskan untuk berhijab, menutup tubuh dan dirinya dari segala pengaruh buruk
dunia luar. Masya Allah.. Subhanallah.. Hari ini
Raya terlihat lebih cantik berkali-kali lipat, lebih bercahaya dan lebih memukau.. Dia luar biasa indah..tak bisa di jabarkan dengan kata-kata.
"Ibu.. aku sangat merindukanmu."
Raya menghampiri Ratih Ayu yang sudah dari
tadi meneteskan air mata kebahagiaan melihat
perubahan putri tercintanya itu.
"Putriku sayang.. Kau terlihat sangat cantik Nak.
Ibu bahagia dan mendukung sepenuhnya niat
baikmu ini."
Lirih Ratih Ayu sambil memeluk erat-erat putri
cantiknya itu. Mereka melonggarkan pelukan.
Ratih Ayu mencium lembut kening Raya sangat
lama, hatinya di penuhi oleh keharuan. Air mata
Raya akhirnya jatuh tak tertahankan.
"Jangan menangis sayang..ini adalah hari yang
sangat membahagiakan untuk kita semua."
Raya tersenyum lembut sambil kembali memeluk
erat tubuh ibunya itu. Serkan mendekat kemudian
berdiri di samping mereka berdua. Dua wanita
yang sangat berharga dalam kehidupannya.
"Apa kau tidak merindukan Ayahmu ini.?"
Raya dan Ratih Ayu melepaskan pelukan mereka kemudian melirik kearah Serkan yang sudah merentangkan tangannya.
"Ohh.. Ayah.. sayang.."
Raya langsung masuk ke dalam dekapan hangat
sang ayah, keduanya saling berpelukan erat.
"Ayah bangga padamu Nak. Semoga Allah akan
selalu memberikan limpahan Rahmat dan Kasih
Sayang Nya pada kalian berdua."
"Aamiin.. terimakasih Ayah.."
Raya semakin mempererat pelukannya. Hatinya
saat ini terasa begitu nyaman, berada di antara
orang-orang yang sangat mencintainya.
__ADS_1
Keluarga besar Serkan dan keluarga besar Ratu Virginia yakni Danzstone family tampak masih terkesima dengan penampilan Raya yang begitu
menyilaukan. Mereka tidak menduga sama sekali
kalau sang putri akan se terang benderang seperti
ini. Sang Pangeran benar-benar beruntung bisa mendapatkan nya.
Dan akhirnya Raya di perkenalkan kepada seluruh
keluarga As Syaf Sulaiman..juga kepada keluarga
Danzstone yang notabenenya adalah orang tuanya
Ansel dan Alea karena Ratu Virginia hanya punya
satu adik laki-laki saja, sementara Raja Williams
adalah Putra tunggal Madam Rowena. Mereka
semua terlihat begitu terharu sekaligus bangga
dengan Maharaya yang memilki sikap lembut,
ramah dan santun namun tetap berkharisma.
Tidak lama keluarga Danu Atmaja pun muncul.
Untuk sesaat mereka tampak terkesima melihat
perubahan penampilan Raya. Hampir saja Mila
dan Riri kembali pingsan karena terlalu terkejut
melihat bagaimana cantiknya Raya saat ini.
Akhirnya Raya mengenalkan keluarga angkatnya
itu pada semua keluarga kandung nya. Dan ini
membuat Tuan Danu sekeluarga merasa sangat
di hargai dan di akui oleh Raya. Jenderal Serkan
serta Ratih Ayu langsung berbicara serius dengan
Tuan Danu, mengucapkan terimakasih karena
selama ini telah menyayangi Raya layaknya pada
anak kandung sendiri.
***
Detik pemberangkatan akhirnya tiba. Lesakkan
kembang api melesat ke udara dan membentuk
konfigurasi menakjubkan di langit kota xxx..
Seluruh jalanan kota saat ini sudah di jejali oleh
ribuan manusia yang tumpah ruah ke tengah
kota untuk menyambut hadirnya calon Putri
Mahkota yang akan di perkenalkan secara real
hari ini. Cuaca begitu cerah namun tetap sejuk
karena saat ini sudah mendekati musim dingin.
Rombongan Princess Agung berjalan dari arah
istana utama yang di pimpin oleh Prince Serkan.
Sementara rombongan Putra Mahkota muncul
dari arah istana depan di pimpin langsung oleh
Raja Williams. Kedua mempelai baru akan
bertemu saat ini..
Akhirnya kedua rombongan dari kedua keluarga
itu berjumpa di ruang pertemuan. Aaron tampak
terkesima, tak mampu melanjutkan langkahnya
saat dia melihat kemunculan istrinya yang sudah
menyiksa bathin nya setiap saat itu. Jantungnya
bergelombang seperti terkena tegangan tinggi.
Jiwanya meronta hebat, dia benar-benar terjerat
dan terpesona oleh keindahan yang tersaji di
depan matanya itu..
Maharaya sayang.. you are amazing Princess..
Extraordinarily Beautiful..Masya Allah..
Aaron bergumam dengan tatapan yang terlihat
jelas begitu memuja sosok wanita yang ada di
hadapannya itu. Bukan hanya Aaron yang kini
terpana, seluruh keluarga besarnya pun tampak terpesona melihat perubahan penampilan Raya.
Hati Ansel hancur berkali-kali karena harus jatuh
cinta lagi pada perubahan Raya sekaligus patah
hati kembali karena tidak bisa meraih cinta itu.
Di sisinya saat ini sudah ada Catharina, namun
tidak ada sedikitpun rasa yang kini tersemat di
hatinya untuk wanita pilihan istana itu. Dan pada kesempatan ini calon istri nya itu memutuskan
tidak ikut arak-arakan untuk menjaga kestabilan
hati dan jiwanya.
Bibir indah Raya tersenyum lembut dan memikat,
di lemparkan khusus untuk sang pujaan hati yang semakin jatuh terperosok pada pesona keindahan
dirinya. Hatinya bergemuruh hebat saat melihat penampilan Aaron yang terlihat begitu gagah dan berkharisma. Suaminya itu luar biasa tampan,
sangat memabukkan dan bersinar terang tak tertandingi.
"Bagaimana kabar anda Yang Mulya..?"
terlihat begitu anggun dan halus. Tatapan Aaron mengunci seluruh diri Raya. Dia maju ke hadapan Raya, perlahan meraih bahu istrinya itu, kemudian
membantu menegakkan tubuhnya. Keduanya kini berdiri berhadapan, saling menatap kuat sedikit
berkabut terdorong oleh perasaan rindu yang di
rasa teramat berat, Aaron menarik tubuh Raya
hingga kini mereka merapat dan..
Cup !
Aaron mendaratkan bibirnya di kening Raya.
Menciumnya lembut dan mesra penuh cinta dan
kasih sayang yang begitu besar dan tulus. Mata
mereka terpejam kuat, merasakan getaran hebat
yang kini merasuk dan mengalir deras ke seluruh
tubuh keduanya. Semua orang tampak ikut-ikutan
menahan nafas menyaksikan adegan ini.
"Kecantikan mu tiada banding sayang.. Aku pria
paling beruntung di dunia karena bisa menjadi
pendamping hidup mu..I love you so much..."
Aaron berbisik lembut..berat.. penuh perasaan.
Raya membuka mata, keduanya kembali saling
pandang, mencoba menyampaikan rasa yang
saat ini begitu membuncah.. mata mereka kini
jatuh di keindahan bibir masing-masing.
"Aku serahkan hatiku sepenuhnya pada mu
Yang Mulya.. Aku adalah milikmu..dan kau
hanyalah milikku.."
Lirih Raya dengan suara yang sangat lembut
sedikit bergetar. Mata mereka semakin terpaut
dalam.. Sayang sekali... saat ini mereka sedang
berada di ruang terbuka.. kalau tidak uuhh..entah
apa yang akan Aaron lakukan pada istrinya itu,
mungkin dia bisa memakan habis dirinya..!!
"Baiklah..kita keluar sekarang..!"
Raja Williams mengingatkan kedua insan yang
sedang di mabuk cinta dan tenggelam dalam
lautan asmara tersebut. Seluruh keluarga tampak
mengulum senyum saat melihat wajah pasangan
itu kini memerah seluruhnya.
Semua orang keluar dari dalam istana utama.
Tiba di luar seluruh prajurit dan pasukan penjaga
yang sudah berbaris rapi membentuk barikade 3
lapis penjagaan dari kereta langsung memberi
penghormatan ala militer dan lagu kebangsaan
negara xxx.. pun mengumandang. Semua orang
yang ada di tempat itu langsung mengambil sikap
sempurna menyambut kedatangan tokoh utama dalam acara ini. Kilatan dan jepretan kamera kini
bagai hujan laser yang tiada henti jatuh serta
mengarah pada pasangan tersebut.
Lagi-lagi semua mata di buat terpesona pada
perubahan penampilan Sang Putri Agung. Dan
decak kekaguman kini meluncur deras dari mulut
semua orang. Tak lupa rasa syukur terlontar dari
orang-orang yang seiman dan satu keyakinan.
Mereka sangat terharu sekaligus bangga pada
keputusan yang di ambil oleh Princess Maharaya.
Ini adalah sesuatu yang sangat besar dan sedikit
fundamental.. karena ke depan negara ini akan
di pimpin oleh seorang muslim.
Aaron membimbing Raya menaiki kereta emas
yang ada di urutan paling depan bersama para
bawahan setia mereka. Raya menatap lembut
wajah Aaron saat suaminya itu mengangkat
dirinya untuk naik ke atas kereta.
"Aaron sayang.."
Aaron langsung menghentikan gerakannya sesaat sebelum kakinya naik ke atas kereta begitu Raya
berucap lembut di telinganya sambil melilitkan
tangan di leher kokoh nya. Aaron menatap teduh wajah super cantik istrinya yang sangat.. sangat menggiurkan itu. Walau sudah tersembunyi di
balik hijab, namun di mata Aaron malah terlihat
semakin menggoda dan menggemaskan saja.
"Apakah ada sesuatu yang tertinggal..?"
__ADS_1
Aaron bertanya sambil mendekatkan wajahnya.
Raya tersenyum lembut semanis madu.
"Iya..hatiku yang tertinggal di hatimu.. tolong
kembalikan sekarang, aku tidak bisa bernafas."
Wajah Aaron langsung saja memerah dengan
ekspresi aneh tak terbaca. Namun bibirnya kini
menyeringai tipis. Owhh..istrinya ini sudah pintar menggombal rupanya.
"Ohh.. kau sudah pintar merayu rupanya.!"
"Kau sangat tampan sayang.. Aku tidak tahan..
Aku sangat merindukan kehangatan mu."
Bisik Raya lugas tanpa batas sambil kemudian
mendaratkan ciuman lembut di bibir Aaron yang
langsung membeku di tempat. Lututnya seakan
kehilangan tenaga saat ini. Maharayaaa... kau
benar-benar nakal sekarang..!!
***
Iring-iringan kereta kencana sudah melaju ke
tengah kota di sambut antusias dan histeria
dari seluruh rakyat yang memadati ibukota xx..
Hampir semua anggota masyarakat melempar
bunga kearah kereta, hingga terjadi hujan bunga
di sepanjang jalur yang di lalui oleh arak-arakan
tersebut dan terjadi gunungan bunga yang cukup
membuat macet perjalanan karena para prajurit
penyapu harus membersihkan jalur terlebih
dahulu.
Berbagai persembahan dan atraksi tiada henti
di tampilkan di bagian depan arak-arakan. Raya
dan Aaron berdiri di atas kereta, melambaikan
tangan penuh keharuan atas sambutan yang
di luar dugaan ini. Tidak ada ruang kosong di
seluruh bagian kota yang di lalui. Jeritan dan
tangisan mewarnai suasana sambutan meriah
dari masyarakat yang meneriakkan nama Raya
dan Aaron sebagai pujaan baru seluruh negeri.
Mereka semua begitu terkesima saat melihat
pasangan yang..Masya Allah super serasi itu.
Aura keduanya tampak begitu menyatu dan
memendarkan cahaya indah yang mampu
membuat semua orang ceria dan bahagia.
Bukan hanya kehadiran pasangan utama saja
yang mampu membuat orang-orang histeris,
tapi kehadiran Jenderal Serkan dan Princess
Ratih Ayu pun sama memukau nya. Walaupun
mereka sudah tidak muda lagi, namun
penampilan pasangan itu masih sanggup
membuat mata semua orang membelalak.
"Tuhan..ini adalah kenyataan yang terlalu di
luar dugaan. Ternyata ini bukanlah mimpi.
Rakyat negara ini sudah menerima kehadiran
Raya sebagai calon ratu masa depan negara
ini. Calon ratu.. calon ratu gitu loh.."
Mila memekik histeris tidak tahan dengan apa
yang sedang di saksikan nya. Riri dan Nyonya
Leni cepat-cepat menenangkan dengan menutup
mulut gadis itu yang ingin kembali menjerit.
"Sudahlah Mil.. semua ini adalah kenyataan. Ini
real.. saudari angkat kita bukanlah tandingan kita. Yang penting sekarang kita juga ikut merasakan moment yang sangat luar biasa ini. Kita sangat beruntung bisa ikut terlibat di dalamnya.!"
Riri berusaha menenangkan dan mengingatkan
bahwa semua ini nyata. Mila mengangguk dan
menarik napas dalam-dalam. Saat ini mereka
ada di barisan kereta kencana nomor 5.
"Kau benar Ri.. Sekarang yang harus kita
lakukan adalah menikmati moment ini.!"
Sahut Mila sambil kemudian menegakkan
badan, memasang senyum secerah mentari
lalu melambangkan tangan kearah masyarakat.
Arak-arakan akhirnya tiba di alun-alun kota xx..
Hiburan dan pementasan kembali di gelar meriah sebagai puncak persembahan. Setelah mendekati
selesai, Aaron dan Raya serta seluruh keluarga
dan para pejabat tinggi negara yang mengikuti
arak-arakan ini naik ke atas menara Emas yang
menjadi salah satu icon negara ini.
Kini mereka berdua di dampingi oleh orang tua
masing-masing berdiri di pinggir balkon menara,
menghadap kearah lautan manusia yang sudah
berkumpul di bawah sana dengan antusiasme
tinggi menunggu sambutan dari Raja Williams
juga prakata dari calon Raja dan Ratu masa
depan mereka.
"Terimakasih rakyatku sekalian atas sambutan
positif kalian terhadap keberadaan Princess
Maharaya sebagai istri Putra Mahkota. Pada
moment yang sangat penting dan sakral ini,
pihak istana dan seluruh anggota parlemen
sudah mengambil keputusan bahwa saat ini
juga Princess Agung Maharaya Emeera As
Syaf Sulaiman resmi di nobatkan sebagai Putri
Mahkota negara xxx.. mendampingi Prince
Aaron Marvell De Enzo sebagai Putra Mahkota.."
Raja Williams berucap tegas penuh wibawa.
Semua orang tampak mematung, terperangah,
tidak menyangka kalau acara ini akan langsung
di jadikan momentum penobatan Putri Mahkota.
Namun sesaat kemudian..
"Selamat datang Putri Mahkota.. selamat atas
penobatan nya.. selamat datang calon ratu
masa depan negara xxx.."
Terdengar gemuruh sambutan kompak dari
seluruh rakyat yang ada di area alun-alun kota
sambil membungkukkan badan serempak.
Aaron dan Raya masih berdiri mematung di
tempat nya, masih sedikit terkejut dengan
pengumuman ini. Keduanya tampak saling
pandang, berusaha meyakinkan diri masing-
masing atas semua ini.
"Selamat atas penobatan mu Princess Agung.
Sekarang kau resmi menjaga Putri Mahkota
negara xxx.. mendampingi Prince Marvell.."
Ratu Virginia beserta Madam Rowena maju
ke hadapan Raya yang masih berdiri kaku.
Matanya tampak berkaca-kaca memandangi
sang ibu mertua dan sang nenek, bergantian.
"Aku nobatkan kau menjadi Putri Mahkota
dan calon ratu masa depan negara xxx.."
Madam Rowena memasangkan Mahkota emas bertahtakan berlian murni di bagian atas kepala
Raya yang memejamkan matanya rapat menahan serbuan air mata keharuan dan rasa tidak percaya pada apa yang tengah terjadi saat ini..
Kembali gemuruh tepuk tangan dan sambutan
meriah dari seluruh rakyat menandai resminya
Maharaya menjadi Putri Mahkota kerajaan xxx..
Aaron meraih tubuh Raya ke dalam pelukannya.
Tangis Raya pecah seribu...
Setelah lama akhirnya mereka melonggarkan
pelukan dan saling menatap kuat di saksikan
oleh ribuan pasang mata.
"Selamat atas penobatan mu sayang..selamat
datang Yang Mulya Putri Mahkota.."
Ujar Aaron lembut. Raya tersenyum sedikit getir,
wajah mereka mendekat, tatapan mata keduanya semakin terpaut dalam. Kemudian dengan sedikit bergetar Aaron mengecup lembut kening Raya
yang membuat semua orang kini berteriak-teriak histeris..
Permainan kembang api kembali mewarnai
langit ibukota..Aaron dan Raya memberikan
sambutan singkat pada seluruh rakyat. Setelah
itu mereka melambaikan tangan sambil
menebar senyum penuh kebahagiaan..
Resmi sudah seorang Maharaya...wanita yang
awalnya datang ke negara ini karena paksaan..
berada di dalam tekanan, ketakutan..kini berhasil menyandang gelar sebagai Putri Mahkota..
__ADS_1
***