Terjerat Cinta Pewaris Tahta

Terjerat Cinta Pewaris Tahta
98. Penobatan


__ADS_3

***


Hari perayaan...


Akhirnya hari yang di tunggu oleh seluruh rakyat negara xxx.. tiba juga. Royal Wedding keluarga


kerajaan. Acara arak-arakan akan di mulai pukul


10 pagi ini. Melibatkan ribuan prajurit pengawal,


ratusan pengisi acara serta ribuan penari latar.


Pagi ini suasana di istana sudah terlihat sangat


sibuk ketika di halaman utama istana mendarat beberapa heli canggih milik keluarga Sulaiman.


Raja Williams dan Ratu Virginia sendiri yang


langsung menyambut kedatangan rombongan


keluarga besar itu yakni Jenderal Serkan beserta


Ratih Ayu serta kedua adik jenderal Serkan yaitu Prince Kerem Mahmud beserta istri lalu ada


Princess Ziya beserta suaminya.


Raut wajah kedua keluarga itu tampak sangat


cerah dan bahagia. Raja Williams berangkulan


hangat dengan besannya. Dia juga menyambut


ramah semua anggota keluarga lainnya. Ratu


Virginia dan Princess Ratih Ayu terlihat sangat


akrab, mereka langsung sibuk membicarakan


semua persiapan hari ini sambil melangkah


memasuki istana utama.


Raja Williams langsung membawa rombongan


itu menuju ruang perjamuan untuk sarapan pagi


karena setelah ini mereka semua harus segera


bersiap-siap menghadiri pesta rakyat. Dan untuk


sementara semua orang belum bisa menemui


Maharaya karena dia sedang berada di ruangan


khusus untuk melakukan isolasi diri. Bahkan


Aaron sendiri pun dari kemarin pagi tidak bisa menemui istrinya itu. Makanya sepagi ini sang


pangeran sudah banyak memakan korban.


Para bawahan serta para prajurit pengawal


menjadi sasaran rasa frustasinya.


Setelah selesai sarapan pagi, para petinggi istana


membawa keluarga Serkan untuk bertemu dengan


Putra Mahkota di ruang kerja nya. Karena pria itu


sepagi ini ada di sana untuk mengurus beberapa


hal menyangkut masalah negara. Beberapa orang


senator baru saja keluar dari ruangan itu ketika rombongan Serkan sampai di sana. Para petinggi negara itu datang membawakan laporan yang


harus di tandatangani dan mendapat persetujuan


dari Putra Mahkota .


"Kenapa anda masih saja sibuk Yang Mulya..?"


Tegur Serkan saat dia dan seluruh keluarga nya


masuk kedalam ruangan. Aaron segera bangkit


dari kursi tahtanya menyambut kedatangan sang mertua dan keluarga istrinya itu.


"Selamat datang Ayah mertua.."


Keduanya saling berangkulan hangat. Setelah


itu dia berpaling pada Ratih Ayu yang langsung


merangkul Aaron penuh kasih sayang.


"Bagaimana kabarmu Menantu.?"


"Saya baik-baik saja berkat Ibu mertua."


"Semua terjadi karena Allah masih memberikan


kesempatan padamu untuk memperbaiki diri."


"Tentu saja.. semua berkat kebesaranNya.."


Ratih Ayu menepuk bahu lebar Aaron setelah


mereka melepaskan rangkulan.


"Yang Mulya.. mereka adalah paman dan bibinya Princess Maharaya.."


Ratih Ayu memperkenalkan kedua adik iparnya


pada Aaron yang langsung melipat kedua tangan


di depan dada sambil menundukkan kepala


santun seraya tersenyum tulus.


"Selamat datang Paman..Bibi. Senang sekali


kalian bisa hadir di tempat ini."


"Terimakasih Yang Mulya Putra Mahkota.."


Sambut mereka dengan wajah cerah dan senyum


bahagia serta tatapan penuh kekaguman melihat betapa gagah dan tampannya suami keponakan mereka. Sebenarnya mereka semua sudah tidak


sabar ingin bertemu dan melihat keponakan yang tidak pernah di ketahui dari awal keberadaannya


itu. Bagaimanakah rupanya ?


"Mari..saya akan mengantar kalian ke ruang


peristirahatan sambil menunggu waktu."


Ujar Aaron setelah berbasa-basi sebentar. Dia


akhirnya mengantar mereka menuju ruangan


istirahat di istana depan.


"Silahkan istirahat sejenak. Princess Agung baru


bisa di temui setelah dia keluar dari ruangannya."


Tukas Aaron setelah memastikan semua tamu


terhormat nya itu merasa nyaman..


Waktu terus berjalan tanpa terasa..


Suasana di halaman depan istana utama saat


ini sudah sangat meriah. Sepuluh kereta kencana


kerajaan telah di keluarkan dan di persiapkan


untuk membawa seluruh keluarga mempelai.


Para pengisi acara yang terdiri dari para penari,


pesulap, pemain atraksi adat, para seniman dan


budayawan negara ini sudah mulai beraksi di


tengah halaman istana yang super luas itu di


saksikan oleh para tamu undangan yang kini


sudah hadir di dalam lingkungan istana.


Akhirnya sekitar pukul setengah 10, Raya sudah


di perbolehkan keluar dari ruangan di dampingi


oleh beberapa pemangku adat dan staf istana


yang memegang jabatan di bagian sosial dan kebudayaan.


Seluruh anggota keluarga yang sudah menunggu


di luar ruangan tampak terkesima begitu melihat


kemunculan Raya di ambang pintu. Mata indah


sebening kristal itu menatap haru kearah semua


orang yang saat ini sedang menatap takjub kearah


dirinya. Tatapan mereka menyiratkan kekaguman


sekaligus keterkejutan melihat penampakan Raya


saat ini. Betapa cantik, betapa anggun dan begitu


memukau nya Princess Maharaya saat ini..


Hari ini Raya mengenakan gaun putih panjang


yang menutup sempurna seluruh tubuhnya.


Gaun itu tampak mewah dan elegan dengan


model yang sangat cantik dan anggun. Dan hal


yang membuat semua orang ternganga adalah..


karena hari ini Raya resmi mengenakan penutup kepala. Dia memutuskan untuk berhijab, menutup tubuh dan dirinya dari segala pengaruh buruk


dunia luar. Masya Allah.. Subhanallah.. Hari ini


Raya terlihat lebih cantik berkali-kali lipat, lebih bercahaya dan lebih memukau.. Dia luar biasa indah..tak bisa di jabarkan dengan kata-kata.


"Ibu.. aku sangat merindukanmu."


Raya menghampiri Ratih Ayu yang sudah dari


tadi meneteskan air mata kebahagiaan melihat


perubahan putri tercintanya itu.


"Putriku sayang.. Kau terlihat sangat cantik Nak.


Ibu bahagia dan mendukung sepenuhnya niat


baikmu ini."


Lirih Ratih Ayu sambil memeluk erat-erat putri


cantiknya itu. Mereka melonggarkan pelukan.


Ratih Ayu mencium lembut kening Raya sangat


lama, hatinya di penuhi oleh keharuan. Air mata


Raya akhirnya jatuh tak tertahankan.


"Jangan menangis sayang..ini adalah hari yang


sangat membahagiakan untuk kita semua."


Raya tersenyum lembut sambil kembali memeluk


erat tubuh ibunya itu. Serkan mendekat kemudian


berdiri di samping mereka berdua. Dua wanita


yang sangat berharga dalam kehidupannya.


"Apa kau tidak merindukan Ayahmu ini.?"


Raya dan Ratih Ayu melepaskan pelukan mereka kemudian melirik kearah Serkan yang sudah merentangkan tangannya.


"Ohh.. Ayah.. sayang.."


Raya langsung masuk ke dalam dekapan hangat


sang ayah, keduanya saling berpelukan erat.


"Ayah bangga padamu Nak. Semoga Allah akan


selalu memberikan limpahan Rahmat dan Kasih


Sayang Nya pada kalian berdua."


"Aamiin.. terimakasih Ayah.."


Raya semakin mempererat pelukannya. Hatinya


saat ini terasa begitu nyaman, berada di antara


orang-orang yang sangat mencintainya.

__ADS_1


Keluarga besar Serkan dan keluarga besar Ratu Virginia yakni Danzstone family tampak masih terkesima dengan penampilan Raya yang begitu


menyilaukan. Mereka tidak menduga sama sekali


kalau sang putri akan se terang benderang seperti


ini. Sang Pangeran benar-benar beruntung bisa mendapatkan nya.


Dan akhirnya Raya di perkenalkan kepada seluruh


keluarga As Syaf Sulaiman..juga kepada keluarga


Danzstone yang notabenenya adalah orang tuanya


Ansel dan Alea karena Ratu Virginia hanya punya


satu adik laki-laki saja, sementara Raja Williams


adalah Putra tunggal Madam Rowena. Mereka


semua terlihat begitu terharu sekaligus bangga


dengan Maharaya yang memilki sikap lembut,


ramah dan santun namun tetap berkharisma.


Tidak lama keluarga Danu Atmaja pun muncul.


Untuk sesaat mereka tampak terkesima melihat


perubahan penampilan Raya. Hampir saja Mila


dan Riri kembali pingsan karena terlalu terkejut


melihat bagaimana cantiknya Raya saat ini.


Akhirnya Raya mengenalkan keluarga angkatnya


itu pada semua keluarga kandung nya. Dan ini


membuat Tuan Danu sekeluarga merasa sangat


di hargai dan di akui oleh Raya. Jenderal Serkan


serta Ratih Ayu langsung berbicara serius dengan


Tuan Danu, mengucapkan terimakasih karena


selama ini telah menyayangi Raya layaknya pada


anak kandung sendiri.


***


Detik pemberangkatan akhirnya tiba. Lesakkan


kembang api melesat ke udara dan membentuk


konfigurasi menakjubkan di langit kota xxx..


Seluruh jalanan kota saat ini sudah di jejali oleh


ribuan manusia yang tumpah ruah ke tengah


kota untuk menyambut hadirnya calon Putri


Mahkota yang akan di perkenalkan secara real


hari ini. Cuaca begitu cerah namun tetap sejuk


karena saat ini sudah mendekati musim dingin.


Rombongan Princess Agung berjalan dari arah


istana utama yang di pimpin oleh Prince Serkan.


Sementara rombongan Putra Mahkota muncul


dari arah istana depan di pimpin langsung oleh


Raja Williams. Kedua mempelai baru akan


bertemu saat ini..


Akhirnya kedua rombongan dari kedua keluarga


itu berjumpa di ruang pertemuan. Aaron tampak


terkesima, tak mampu melanjutkan langkahnya


saat dia melihat kemunculan istrinya yang sudah


menyiksa bathin nya setiap saat itu. Jantungnya


bergelombang seperti terkena tegangan tinggi.


Jiwanya meronta hebat, dia benar-benar terjerat


dan terpesona oleh keindahan yang tersaji di


depan matanya itu..


Maharaya sayang.. you are amazing Princess..


Extraordinarily Beautiful..Masya Allah..


Aaron bergumam dengan tatapan yang terlihat


jelas begitu memuja sosok wanita yang ada di


hadapannya itu. Bukan hanya Aaron yang kini


terpana, seluruh keluarga besarnya pun tampak terpesona melihat perubahan penampilan Raya.


Hati Ansel hancur berkali-kali karena harus jatuh


cinta lagi pada perubahan Raya sekaligus patah


hati kembali karena tidak bisa meraih cinta itu.


Di sisinya saat ini sudah ada Catharina, namun


tidak ada sedikitpun rasa yang kini tersemat di


hatinya untuk wanita pilihan istana itu. Dan pada kesempatan ini calon istri nya itu memutuskan


tidak ikut arak-arakan untuk menjaga kestabilan


hati dan jiwanya.


Bibir indah Raya tersenyum lembut dan memikat,


di lemparkan khusus untuk sang pujaan hati yang semakin jatuh terperosok pada pesona keindahan


dirinya. Hatinya bergemuruh hebat saat melihat penampilan Aaron yang terlihat begitu gagah dan berkharisma. Suaminya itu luar biasa tampan,


sangat memabukkan dan bersinar terang tak tertandingi.


"Bagaimana kabar anda Yang Mulya..?"


terlihat begitu anggun dan halus. Tatapan Aaron mengunci seluruh diri Raya. Dia maju ke hadapan Raya, perlahan meraih bahu istrinya itu, kemudian


membantu menegakkan tubuhnya. Keduanya kini berdiri berhadapan, saling menatap kuat sedikit


berkabut terdorong oleh perasaan rindu yang di


rasa teramat berat, Aaron menarik tubuh Raya


hingga kini mereka merapat dan..


Cup !


Aaron mendaratkan bibirnya di kening Raya.


Menciumnya lembut dan mesra penuh cinta dan


kasih sayang yang begitu besar dan tulus. Mata


mereka terpejam kuat, merasakan getaran hebat


yang kini merasuk dan mengalir deras ke seluruh


tubuh keduanya. Semua orang tampak ikut-ikutan


menahan nafas menyaksikan adegan ini.


"Kecantikan mu tiada banding sayang.. Aku pria


paling beruntung di dunia karena bisa menjadi


pendamping hidup mu..I love you so much..."


Aaron berbisik lembut..berat.. penuh perasaan.


Raya membuka mata, keduanya kembali saling


pandang, mencoba menyampaikan rasa yang


saat ini begitu membuncah.. mata mereka kini


jatuh di keindahan bibir masing-masing.


"Aku serahkan hatiku sepenuhnya pada mu


Yang Mulya.. Aku adalah milikmu..dan kau


hanyalah milikku.."


Lirih Raya dengan suara yang sangat lembut


sedikit bergetar. Mata mereka semakin terpaut


dalam.. Sayang sekali... saat ini mereka sedang


berada di ruang terbuka.. kalau tidak uuhh..entah


apa yang akan Aaron lakukan pada istrinya itu,


mungkin dia bisa memakan habis dirinya..!!


"Baiklah..kita keluar sekarang..!"


Raja Williams mengingatkan kedua insan yang


sedang di mabuk cinta dan tenggelam dalam


lautan asmara tersebut. Seluruh keluarga tampak


mengulum senyum saat melihat wajah pasangan


itu kini memerah seluruhnya.


Semua orang keluar dari dalam istana utama.


Tiba di luar seluruh prajurit dan pasukan penjaga


yang sudah berbaris rapi membentuk barikade 3


lapis penjagaan dari kereta langsung memberi


penghormatan ala militer dan lagu kebangsaan


negara xxx.. pun mengumandang. Semua orang


yang ada di tempat itu langsung mengambil sikap


sempurna menyambut kedatangan tokoh utama dalam acara ini. Kilatan dan jepretan kamera kini


bagai hujan laser yang tiada henti jatuh serta


mengarah pada pasangan tersebut.


Lagi-lagi semua mata di buat terpesona pada


perubahan penampilan Sang Putri Agung. Dan


decak kekaguman kini meluncur deras dari mulut


semua orang. Tak lupa rasa syukur terlontar dari


orang-orang yang seiman dan satu keyakinan.


Mereka sangat terharu sekaligus bangga pada


keputusan yang di ambil oleh Princess Maharaya.


Ini adalah sesuatu yang sangat besar dan sedikit


fundamental.. karena ke depan negara ini akan


di pimpin oleh seorang muslim.


Aaron membimbing Raya menaiki kereta emas


yang ada di urutan paling depan bersama para


bawahan setia mereka. Raya menatap lembut


wajah Aaron saat suaminya itu mengangkat


dirinya untuk naik ke atas kereta.


"Aaron sayang.."


Aaron langsung menghentikan gerakannya sesaat sebelum kakinya naik ke atas kereta begitu Raya


berucap lembut di telinganya sambil melilitkan


tangan di leher kokoh nya. Aaron menatap teduh wajah super cantik istrinya yang sangat.. sangat menggiurkan itu. Walau sudah tersembunyi di


balik hijab, namun di mata Aaron malah terlihat


semakin menggoda dan menggemaskan saja.


"Apakah ada sesuatu yang tertinggal..?"

__ADS_1


Aaron bertanya sambil mendekatkan wajahnya.


Raya tersenyum lembut semanis madu.


"Iya..hatiku yang tertinggal di hatimu.. tolong


kembalikan sekarang, aku tidak bisa bernafas."


Wajah Aaron langsung saja memerah dengan


ekspresi aneh tak terbaca. Namun bibirnya kini


menyeringai tipis. Owhh..istrinya ini sudah pintar menggombal rupanya.


"Ohh.. kau sudah pintar merayu rupanya.!"


"Kau sangat tampan sayang.. Aku tidak tahan..


Aku sangat merindukan kehangatan mu."


Bisik Raya lugas tanpa batas sambil kemudian


mendaratkan ciuman lembut di bibir Aaron yang


langsung membeku di tempat. Lututnya seakan


kehilangan tenaga saat ini. Maharayaaa... kau


benar-benar nakal sekarang..!!


***


Iring-iringan kereta kencana sudah melaju ke


tengah kota di sambut antusias dan histeria


dari seluruh rakyat yang memadati ibukota xx..


Hampir semua anggota masyarakat melempar


bunga kearah kereta, hingga terjadi hujan bunga


di sepanjang jalur yang di lalui oleh arak-arakan


tersebut dan terjadi gunungan bunga yang cukup


membuat macet perjalanan karena para prajurit


penyapu harus membersihkan jalur terlebih


dahulu.


Berbagai persembahan dan atraksi tiada henti


di tampilkan di bagian depan arak-arakan. Raya


dan Aaron berdiri di atas kereta, melambaikan


tangan penuh keharuan atas sambutan yang


di luar dugaan ini. Tidak ada ruang kosong di


seluruh bagian kota yang di lalui. Jeritan dan


tangisan mewarnai suasana sambutan meriah


dari masyarakat yang meneriakkan nama Raya


dan Aaron sebagai pujaan baru seluruh negeri.


Mereka semua begitu terkesima saat melihat


pasangan yang..Masya Allah super serasi itu.


Aura keduanya tampak begitu menyatu dan


memendarkan cahaya indah yang mampu


membuat semua orang ceria dan bahagia.


Bukan hanya kehadiran pasangan utama saja


yang mampu membuat orang-orang histeris,


tapi kehadiran Jenderal Serkan dan Princess


Ratih Ayu pun sama memukau nya. Walaupun


mereka sudah tidak muda lagi, namun


penampilan pasangan itu masih sanggup


membuat mata semua orang membelalak.


"Tuhan..ini adalah kenyataan yang terlalu di


luar dugaan. Ternyata ini bukanlah mimpi.


Rakyat negara ini sudah menerima kehadiran


Raya sebagai calon ratu masa depan negara


ini. Calon ratu.. calon ratu gitu loh.."


Mila memekik histeris tidak tahan dengan apa


yang sedang di saksikan nya. Riri dan Nyonya


Leni cepat-cepat menenangkan dengan menutup


mulut gadis itu yang ingin kembali menjerit.


"Sudahlah Mil.. semua ini adalah kenyataan. Ini


real.. saudari angkat kita bukanlah tandingan kita. Yang penting sekarang kita juga ikut merasakan moment yang sangat luar biasa ini. Kita sangat beruntung bisa ikut terlibat di dalamnya.!"


Riri berusaha menenangkan dan mengingatkan


bahwa semua ini nyata. Mila mengangguk dan


menarik napas dalam-dalam. Saat ini mereka


ada di barisan kereta kencana nomor 5.


"Kau benar Ri.. Sekarang yang harus kita


lakukan adalah menikmati moment ini.!"


Sahut Mila sambil kemudian menegakkan


badan, memasang senyum secerah mentari


lalu melambangkan tangan kearah masyarakat.


Arak-arakan akhirnya tiba di alun-alun kota xx..


Hiburan dan pementasan kembali di gelar meriah sebagai puncak persembahan. Setelah mendekati


selesai, Aaron dan Raya serta seluruh keluarga


dan para pejabat tinggi negara yang mengikuti


arak-arakan ini naik ke atas menara Emas yang


menjadi salah satu icon negara ini.


Kini mereka berdua di dampingi oleh orang tua


masing-masing berdiri di pinggir balkon menara,


menghadap kearah lautan manusia yang sudah


berkumpul di bawah sana dengan antusiasme


tinggi menunggu sambutan dari Raja Williams


juga prakata dari calon Raja dan Ratu masa


depan mereka.


"Terimakasih rakyatku sekalian atas sambutan


positif kalian terhadap keberadaan Princess


Maharaya sebagai istri Putra Mahkota. Pada


moment yang sangat penting dan sakral ini,


pihak istana dan seluruh anggota parlemen


sudah mengambil keputusan bahwa saat ini


juga Princess Agung Maharaya Emeera As


Syaf Sulaiman resmi di nobatkan sebagai Putri


Mahkota negara xxx.. mendampingi Prince


Aaron Marvell De Enzo sebagai Putra Mahkota.."


Raja Williams berucap tegas penuh wibawa.


Semua orang tampak mematung, terperangah,


tidak menyangka kalau acara ini akan langsung


di jadikan momentum penobatan Putri Mahkota.


Namun sesaat kemudian..


"Selamat datang Putri Mahkota.. selamat atas


penobatan nya.. selamat datang calon ratu


masa depan negara xxx.."


Terdengar gemuruh sambutan kompak dari


seluruh rakyat yang ada di area alun-alun kota


sambil membungkukkan badan serempak.


Aaron dan Raya masih berdiri mematung di


tempat nya, masih sedikit terkejut dengan


pengumuman ini. Keduanya tampak saling


pandang, berusaha meyakinkan diri masing-


masing atas semua ini.


"Selamat atas penobatan mu Princess Agung.


Sekarang kau resmi menjaga Putri Mahkota


negara xxx.. mendampingi Prince Marvell.."


Ratu Virginia beserta Madam Rowena maju


ke hadapan Raya yang masih berdiri kaku.


Matanya tampak berkaca-kaca memandangi


sang ibu mertua dan sang nenek, bergantian.


"Aku nobatkan kau menjadi Putri Mahkota


dan calon ratu masa depan negara xxx.."


Madam Rowena memasangkan Mahkota emas bertahtakan berlian murni di bagian atas kepala


Raya yang memejamkan matanya rapat menahan serbuan air mata keharuan dan rasa tidak percaya pada apa yang tengah terjadi saat ini..


Kembali gemuruh tepuk tangan dan sambutan


meriah dari seluruh rakyat menandai resminya


Maharaya menjadi Putri Mahkota kerajaan xxx..


Aaron meraih tubuh Raya ke dalam pelukannya.


Tangis Raya pecah seribu...


Setelah lama akhirnya mereka melonggarkan


pelukan dan saling menatap kuat di saksikan


oleh ribuan pasang mata.


"Selamat atas penobatan mu sayang..selamat


datang Yang Mulya Putri Mahkota.."


Ujar Aaron lembut. Raya tersenyum sedikit getir,


wajah mereka mendekat, tatapan mata keduanya semakin terpaut dalam. Kemudian dengan sedikit bergetar Aaron mengecup lembut kening Raya


yang membuat semua orang kini berteriak-teriak histeris..


Permainan kembang api kembali mewarnai


langit ibukota..Aaron dan Raya memberikan


sambutan singkat pada seluruh rakyat. Setelah


itu mereka melambaikan tangan sambil


menebar senyum penuh kebahagiaan..


Resmi sudah seorang Maharaya...wanita yang


awalnya datang ke negara ini karena paksaan..


berada di dalam tekanan, ketakutan..kini berhasil menyandang gelar sebagai Putri Mahkota..

__ADS_1


***


__ADS_2