
Sebelum Raya bereaksi Aaron sudah bergerak
turun dari atas kereta di sambut tatapan bengong
semua mata yang kini terfokus padanya. Ada
segudang pertanyaan yang tidak bisa terlontar
dari mulut mereka, hanya bisa perang argumen
dalam benak masing-masing tentang apa yang
saat ini tengah mereka saksikan.
"Tuan Aaron Marvell De Enzo..tolong turunkan
aku.! Kau tidak bisa bertindak gegabah.!"
Mendengar ucapan tegas Raya Aaron terdiam, mematung di tempat, matanya kini bertemu
dengan mata Raya yang terlihat menatapnya
tajam penuh dengan aura penakluk yang sangat
kuat dan langsung membuat Aaron mati kutu.
Dengan perlahan dia menurunkan tubuh Raya
dari pangkuannya.
"Bersikaplah selayaknya sebagai seorang Putra Mahkota. Dahulukan komitmen yang telah kamu
ambil Yang Mulya..!"
Ujar Raya sambil merapihkan tampilan dressnya
yang sedikit kusut. Aaron menatap tajam wajah
Raya yang saat ini nampak sedikit berbeda, dia
terlihat sangat berkharisma dan seolah menjelma menjadi sosok yang berbeda.
"Aku bertanggung jawab terhadap apa yang
aku lakukan sekarang Nona Raya.!"
"Aku percaya padamu. Tapi di sini ada dua
wanita yang sangat rapuh.! Tolong pikirkan itu baik-baik. Jangan menyakiti dua hati sekaligus..!"
Tegas Raya sambil melirik kearah Catharina
yang baru saja turun dari kereta di bantu oleh
Ansel. Mata gadis itu langsung menatap Aaron
dan Raya dengan sorot yang sangat rumit dan kompleks. Raya mendekat kearah Catharina,
keduanya kini berhadapan, saling mengadu
tatap dan saling menembus kekuatan masing-
masing. Namun tidak lama Catharina sudah
berpaling, tidak sanggup kalau harus lama-lama mengadu tatap dengan mata sebening kristal itu.
"Maafkan aku Lady.. Dunia memang rumit. Aku
tahu anda adalah wanita yang sangat bijaksana.
Tetaplah berusaha untuk menjadi pantas agar
bisa mendampingi seorang Prince Marvell.!"
Ucap Raya tegas dan lugas yang membuat
Catharina kembali menatap wajah Raya.
"Siapa kau sebenarnya Miss Maharaya.?"
Akhirnya Catharina melontarkan kata-kata yang
sudah lama di pendamnya itu. Sejak pertama kali melihatnya wanita ini sudah mampu menyedot perhatian dan ketertarikan semua orang terlebih
bagi makhluk yang namanya laki-laki. Raya
tampak tersenyum lembut namun sedikit ironis.
"Jangan khawatir aku hanyalah wanita sial yang
kebetulan harus jatuh di bawah perintah Putra Mahkota. Jadi kau harus tetap optimis."
Ucap Raya sambil kemudian menundukkan
kepala sopan di hadapan Catharina yang hanya
bisa terdiam mencoba mencerna maksud dari
perkataan Raya. Saat Raya membalikkan badan,
Aaron mendekat, menatap kedua wanita itu
bergantian. Wajahnya terlihat datar dan dingin.
"Catharina..kau bukanlah wanita sembarangan.
Sekarang aku memberimu dua pilihan. Tetaplah
berdiri dengan rasa cinta tanpa balas, atau kau
bisa mundur dan mencari duniamu sendiri.!"
Ucap Aaron tanpa basa-basi lagi yang langsung mengundang reaksi Catharina. Wanita itu terlihat menatap lekat wajah super tampan sang pengeran pujaan dengan keteguhan hati.
"Aku akan berjuang untuk terus memantaskan
diriku di sisimu Yang Mulya..! Walau nantinya
harus bersaing dengan sektretaris pribadi mu.!"
Aaron menyeringai tipis, sementara Raya kini
hanya bisa kembali menatap Catharina.
"Jangan libatkan aku dalam perjuangan mu
Lady. Aku hanyalah orang luar yang suatu saat
nanti akan pergi kembali ke tempat asalku.!"
Catharina terdiam. Ini memang masih teka-teki
baginya tentang hubungan antara calon suami
dan sekretaris nya itu. Namun satu hal yang dia
lihat, ada yang berbeda dari dua orang ini, baik
dari tatapan mata maupun bahasa tubuhnya.
"Itu adalah pilihanmu, aku sudah mengingatkan
dari awal tentang posisi ku. Ini hanyalah ilusi.!"
Tegas Aaron sambil kemudian menarik tangan
Raya di bawa berjalan ke arena karena sudah
terlalu lama membuat semua orang menunggu.
Akhirnya Catharina mengikuti langkah mereka
bersama dengan Ansel yang mengedipkan mata
dengan senyum lembut menawan yang membuat
mata Catharina mengerjap gerah sedikit gugup.
Suasana kini semakin tidak terkendali begitu
melihat Aaron datang bersama dengan wanita
lain, bukanlah Lady Catharina calon tunangan
nya. Namun yang membuat geger adalah rupa
dan pesona yang di miliki oleh wanita itu jauh
lebih memukau dari seorang putri bangsawan
keluarga Winston. Namun semua orang tidak
berlarut-larut dalam spekulasi tak pasti karena
acara ini memang di bebaskan bagi setiap
orang untuk berpasangan dengan siapapun.
Tapi ini terlalu luar biasa.. aura kehadiran dua
orang itu mampu memudarkan kehadiran yang
lain, pasangan itu terlalu mendominasi hingga
fokus semua mata kini hanya terpusat pada
mereka berdua saja, tanpa bisa melihat yang
lain termasuk Raja dan Ratu. Madam Rowena
yang masih berada di dalam kereta menatap
tajam kearah Aaron dan Raya yang kini sudah
bersiap di posisi, saling berhadapan dengan
sebelah tangan saling bertautan erat sebagai
gerakan pembuka.
Rupanya wanita itu mampu meredam aura gelap
yang ada dalam diri Aaron.. Tapi ini bukan berarti
wanita itu istimewa.. Hanya akan ada satu wanita
di dunia ini yang akan mampu mengendapkan
benih berharga milik cucuku.. Barulah wanita itu
bisa di sebut istimewa..!!
Bathin Madam Rowena sambil tak lepas terus
memperhatikan interaksi antar Aaron dan Raya.
Saat ini tarian sudah di mulai, semua orang kini
mulai bergerak seirama dalam rentak tarian
indah dan sederhana. Raya tampak canggung
sesaat karena tidak tahu menahu tentang tarian
adat ini, namun setelah mengamati gerakan
Aaron sebentar dia langsung memahaminya.
Madam Rowena masih memperhatikan gerakan
manis dan dinamis yang di perlihatkan oleh
Aaron dan Raya, mereka berdua terlihat begitu
__ADS_1
menggemaskan membuat semua mata makin
terbius dan terbuai dengan penampilan yang
di persembahkan oleh pasangan itu.
"Gregory..!"
"Yes Madam..!"
Sang asisten dengan penampilan yang sangat
maskulin dan tegas mendekat dan menunduk
di hadapan Madam Rowena.
"Kenapa sampai sekarang kalian belum bisa
membuka akses data tentang wanita sektretaris
pribadi Prince Marvell itu.?"
"Mohon maaf Madam.. sepertinya Yang Mulya
Prince Marvell sangat melindungi dan menjaga
ketat identitas asli Miss Raya.."
"Hemm.. begitu kah.? overprotective.!"
"Benar Madam, kami tidak bisa meretas data
yang sudah di gelapkan oleh orang-orangnya
Yang Mulya."
"Baiklah..Sudah jelas cucuku menginginkan
wanita itu melebihi apapun. Cucuku mencintai
wanita itu dengan sangat menakutkan.! Aku
jadi ingin tahu bagaimana perasaan wanita
itu sebenarnya.!"
Gumam Madam Rowena seraya menyeringai
tipis penuh dengan rasa penasaran. Wanita tua
itu kini merebahkan tubuhnya yang mulai terasa pegal-pegal karena terlalu lama duduk di dalam
kereta.
"Yang Mulya sebaiknya anda kembali ke istana
sekarang. Princess Luna sudah kami bawa ke
dalam mobil."
Sang asisten kembali berbicara masih pada
posisi berdiri di ambang pintu kereta.
"Kalian sudah merekam mereka berdua ?"
Madam Rowena melihat kembali kearah Raya
dan Aaron yang semakin larut dalam tariannya.
Pasangan itu tampak semakin terlihat kompak
dalam melakukan tariannya.
"Sudah Madam, anda bisa melihat Prince
Marvell lewat layar monitor."
"Baiklah.. kalau begitu kita pergi sekarang."
Dia bergerak turun dari atas kereta dengan
hati-hati, dan berdiri sejenak di depan pintu
kereta, memperhatikan semua keluarganya.
Namun tiba-tiba mata tajamnya menangkap
pergerakan ganjil di kerumunan masyarakat.
"Ingatkan Enrique untuk membereskan siapa
saja yang berusaha merusak acara ini.!"
"Baik Madam, saya akan menghubungi kepala
pengawal sekarang juga.!"
Sambut Gregory sambil kemudian berbicara
lewat alat komunikasi khusus dengan kepala
pengawal sambil membimbing Madam Rowena
berjalan tenang menuju kendaraan mewahnya
yang sudah terparkir tidak jauh dari kereta emas,
di kawal rapat oleh para prajurit karena massa
tampak memaksa mencoba merangsek maju
ingin menyapa Ibu Suri dari dekat.
Sementara itu suasana di arena tari bersama
semakin lama semakin meriah dan memanas
yang lebih cepat. Orang-orang tampak berputar
lincah sambil bertepuk tangan bersamaan di
iringi gerakan kaki yang semakin dinamis.Para penonton menjerit-jerit histeris saat melihat
bagaimana kompak dan indahnya gerak tari
pasangan Aaron dan Raya. Mereka berdua
terlihat sangat menyatu, menggemaskan
dan membuat hati tidak tahan melihatnya.
Ada beberapa orang lagi yang jatuh pingsan
karena terlalu larut dalam keterpesonaan. Ini
memang sesuatu hal yang sangat mengejutkan, seorang Aaron yang terkenal sangat misterius
ternyata mampu melakukan tarian selincah dan dinamis seperti itu. Bahkan Sang Pangeran
gagah perkasa itu terlihat sangat menikmati
tariannya.
"Apa kau menyukai tarian ini.?"
Aaron bertanya sambil memutar dan menarik
kembali tubuh indah Raya yang terus bergerak
lincah dan aktif dengan penuh semangat.
"Tentu saja, ini sangat menyenangkan."
Sahut Raya sambil melakukan gerakan beradu
kaki dengan Aaron membuat dia tersenyum
lebar setengah tertawa. Aaron menatap lekat
wajah cantik istrinya itu yang mulai terlihat
berkeringat hingga membuatnya semakin
menggiurkan.
"Kalau begitu berikan aku madu di bibir mu.
Aku haus sekarang.!"
Raya langsung mendelik kesal namun wajah
cerianya tetap tidak hilang.
"Dasar pria mesum.!"
Kesalnya, tapi gerakan berikut nya membuat
tubuh mereka harus merapat hingga tanpa
bisa di tahan Aaron menyambar bibir ranum
Raya dan ********** kuat sesaat membuat
Raya membulatkan matanya kesal.
"Aaron..apa kau tidak bisa melihat kita sedang
berada dimana sekarang.?"
"Kita sedang menari Miss De Enzo.!"
"Kenapa kamu tidak bisa menjaga sikap.?"
"Kau sendiri yang membuatku tidak bisa
menahan diri.!"
"Dasar pria aneh.! Awas kalau kau melakukan
nya lagi.! Semua mata melihat kearah kita.!"
"Aku akan melakukannya sesuka hatiku.!"
"Aaron.. sudah hentikan.! Kau sangat konyol.!"
Desis Raya sambil kembali memutar tubuhnya.
Aaron menarik tubuh Raya untuk berpindah
tempat, bergantian posisi dengan Catharina
dan Ansel yang dari tadi menatap tajam kearah
mereka berdua dengan perasaan yang tidak
bisa terjabarkan kecewanya seperti apa. Ansel
juga demikian, hatinya dari tadi serasa panas.
Tapi apalah daya, dirinya hanyalah seseorang
yang mengharapkan keikhlasan kakak sepupu
nya itu untuk melepaskan wanita nya untuknya.
Aaron melingkari pinggang ramping Raya
posesif. Tangan kirinya kini berpegangan erat
dengan tangan kanan Raya yang selalu terlihat memukau dalam setiap gerak tariannya, wanita
ini benar-benar penari profesional, terbukti hanya dalam waktu singkat sudah bisa menguasai
__ADS_1
seluruh gerakan dengan sangat lihai.
Mata Aaron kini mengerjap hebat sekaligus
terkesima saat melihat senyum manis terulas sempurna dari bibir indah Raya dengan wajah
yang terlihat penuh keceriaan dan kebahagiaan
saat mereka melakukan gerakan memutar tubuh
secara bersamaan dengan tempo yang cepat.
Ingin rasanya dia berteriak tentang perasaannya terhadap wanita ini agar seluruh dunia tahu
bahwa wanita ini adalah miliknya. Matanya kian
lekat menatap wajah cantik jelita Raya sembari
membathin, kenapa istrinya harus secantik ini
dan kenapa dia harus menggemaskan seperti
ini membuat jiwanya semakin meronta saja.
Darahnya mendidih seketika saat melihat leher
jenjang Raya berkilau indah tersinari mentari
saat dia melakukan gerakan menengadahkan
wajahnya di akhir tarian sementara pinggang
nya ada dalam tangkapan tangan kiri Aaron..
Gemuruh tepuk tangan kini mewarnai suasana.
Dan saat berikutnya, tarian masal berlangsung.
Semua orang, dimanapun posisinya kini bergerak
dalam rentak tarian seirama dan satu gerakan.
Susana semakin meriah dan memuncak. Raja
dan Ratu segera di amankan ke dalam mobil
istana bersama para senator untuk menghindari
serbuan masyarakat. Namun sial bagi Aaron,
dia harus terjebak dalam kurungan para penari
yang tiba-tiba berkumpul dan melingkarinya.
"Yang Mulya, Eden Wolf datang.! Dia menyusup
diantara para penari.!"
Ketua team Singa putih Benjamin mendekat
dan memperingatkan. Dia bersama Alex dan
beberapa pengawal pilihan kini melingkari
posisi berdiri Aaron dari desakan para penari.
Aaron menarik pinggang Raya, mendekap
tubuhnya erat sambil waspada namun tetap
terlihat tenang.
"Aaron..aku mengenali orang itu, dia laki-laki
menakutkan yang waktu itu.!"
Raya berbisik dengan wajah yang mulai pias
saat melihat seorang penari laki-laki yang kini
melakukan gerak tariannya dengan cepat.
"Kau yakin dia orang nya sayang.?"
Aaron mengernyitkan alisnya karena para penari
itu menutup wajahnya dengan topeng selain itu
mengenakkan kostum yang sama. Tubuh Raya
kini merapat, tangan kirinya memeluk punggung
Aaron, sedang tangan kanannya berada di dada
pria itu dengan tatapan waspada pada penari itu
yang terlihat semakin menggila gerakannya dan
mulai merangsek maju keluar dari posisi.
"Aku yakin, aku mengenali postur tubuh dan
gerakan nya yang mencurigakan.!"
Ujar Raya, mata mereka saling menatap kuat
dengan jarak wajah hanya beberapa inchi saja.
Aaron mengeluarkan senjata dari balik bajunya
dan langsung mengokang nya memakai tangan
kiri karena tangan kanannya dalam posisi siaga
merangkul dan mendekap erat tubuh Raya.
"Pria itu tidak akan pernah berhenti mengejar
dirimu. Dia orang gila yang menginginkan apa
yang sudah menjadi milikku.!"
Desis Aaron masih saling menatap lekat, seolah
tak peduli situasi laki-laki itu mengecup lembut
bibir Raya yang langsung memukul pelan dada
Aaron sambil berjingkat menjauh mencoba
melepas pelukannya, tapi Aaron menguncinya.
"Kita akan keluar dari tempat ini begitu suara
kembang api terdengar, kau faham.?"
Raya kembali menatap wajah tampan Aaron yang
kali ini terlihat serius, namun sialnya dalam posisi
seperti ini rupa tampan nya masih saja membuat
jiwa nya gelisah hingga dia tidak mampu berkata, hanya bisa mengangguk pelan.
"Benjamin.. Alex.. pria bertopeng emas itu
Eden Wolf. Kita akan memancing nya keluar.!"
"Baik Yang Mulya.. kendaraan sudah siap.!"
Sahut Benjamin sambil memberi isyarat pada
bawahannya untuk bergerak mengawal Aaron
dan Raya keluar dari lingkaran para penari.
Dan detik berikutnya sebagai pertanda puncak kemeriahan, terdengar suara letusan kembang
api yang sangat dahsyat melesat ke langit dan memecah di udara membentuk konfigurasi indah
yang terlihat cantik dan memukau mewarnai
udara di tengah kota hingga perhatian semua masyarakat kini terfokus pada keindahan
permainan kembang api tersebut.
"Kita pergi sekarang..!"
Titah Aaron sambil kemudian menarik tangan
Raya di bawa keluar dari kerumunan. Namun
detik berikutnya sesuatu terjadi, para penari
yang tadi mengurung Aaron kini beterbangan
melompat menyerang kearah Aaron dan Raya
dan saat berikutnya tiba-tiba saja pasukan singa
putih Aaron datang berkelebatan menghadang pasukan penari terbang tadi hingga akhirnya
terjadilah pertarungan seru antara dua pasukan tersebut membuat konsentrasi masyarakat pecah. Mereka mengira pertarungan seru itu adalah
sebuah atraksi yang sengaja di mainkan sebagai penutup acara hingga mereka menonton nya
dengan antusias dan mata penuh kekaguman
seraya mundur memberi ruang untuk petarung.
Sementara Aaron membawa Raya untuk berlari membelah jalan dan kerumunan masyarakat
yang terlihat menyingkir, melongo dan bengong
di tempat, tidak mengerti dengan apa yang terjadi.
Kenapa Sang Pangeran berlari-lari seperti itu ?
Di belakang mereka seorang penari datang
mengejar setengah terbang dan mencoba di
hadang oleh Alex dan Benjamin. Namun dalam
gerakan cepat sosok penari itu mengibaskan
kedua tangan membuat tubuh kedua pengawal
pribadi Aaron itu terlempar dahsyat menimpa
kerumunan orang-orang yang langsung menjerit
histeris dan membantu kedua orang itu.
Begitu sampai di parkiran tiba-tiba saja sosok
penari itu merentangkan kedua tangan ke depan menyebabkan tubuh Raya seketika tertarik ke belakang dan terbang ke udara lalu terlempar
dan jatuh diatas pangkuan sosok penari itu.
Tangan Raya reflek melingkar di leher kokoh
sosok itu. Untuk sesaat dia tampak syok, sosok
itu membuka topengnya, menyeringai tipis
penuh arti, kini mata mereka mereka bertemu,
saling menatap kuat dan bertarung di udara.
"Hello baby.. kita bertemu lagi..!"
***
__ADS_1