Terjerat Cinta Pewaris Tahta

Terjerat Cinta Pewaris Tahta
61. Dance Together


__ADS_3

Sebelum Raya bereaksi Aaron sudah bergerak


turun dari atas kereta di sambut tatapan bengong


semua mata yang kini terfokus padanya. Ada


segudang pertanyaan yang tidak bisa terlontar


dari mulut mereka, hanya bisa perang argumen


dalam benak masing-masing tentang apa yang


saat ini tengah mereka saksikan.


"Tuan Aaron Marvell De Enzo..tolong turunkan


aku.! Kau tidak bisa bertindak gegabah.!"


Mendengar ucapan tegas Raya Aaron terdiam, mematung di tempat, matanya kini bertemu


dengan mata Raya yang terlihat menatapnya


tajam penuh dengan aura penakluk yang sangat


kuat dan langsung membuat Aaron mati kutu.


Dengan perlahan dia menurunkan tubuh Raya


dari pangkuannya.


"Bersikaplah selayaknya sebagai seorang Putra Mahkota. Dahulukan komitmen yang telah kamu


ambil Yang Mulya..!"


Ujar Raya sambil merapihkan tampilan dressnya


yang sedikit kusut. Aaron menatap tajam wajah


Raya yang saat ini nampak sedikit berbeda, dia


terlihat sangat berkharisma dan seolah menjelma menjadi sosok yang berbeda.


"Aku bertanggung jawab terhadap apa yang


aku lakukan sekarang Nona Raya.!"


"Aku percaya padamu. Tapi di sini ada dua


wanita yang sangat rapuh.! Tolong pikirkan itu baik-baik. Jangan menyakiti dua hati sekaligus..!"


Tegas Raya sambil melirik kearah Catharina


yang baru saja turun dari kereta di bantu oleh


Ansel. Mata gadis itu langsung menatap Aaron


dan Raya dengan sorot yang sangat rumit dan kompleks. Raya mendekat kearah Catharina,


keduanya kini berhadapan, saling mengadu


tatap dan saling menembus kekuatan masing-


masing. Namun tidak lama Catharina sudah


berpaling, tidak sanggup kalau harus lama-lama mengadu tatap dengan mata sebening kristal itu.


"Maafkan aku Lady.. Dunia memang rumit. Aku


tahu anda adalah wanita yang sangat bijaksana.


Tetaplah berusaha untuk menjadi pantas agar


bisa mendampingi seorang Prince Marvell.!"


Ucap Raya tegas dan lugas yang membuat


Catharina kembali menatap wajah Raya.


"Siapa kau sebenarnya Miss Maharaya.?"


Akhirnya Catharina melontarkan kata-kata yang


sudah lama di pendamnya itu. Sejak pertama kali melihatnya wanita ini sudah mampu menyedot perhatian dan ketertarikan semua orang terlebih


bagi makhluk yang namanya laki-laki. Raya


tampak tersenyum lembut namun sedikit ironis.


"Jangan khawatir aku hanyalah wanita sial yang


kebetulan harus jatuh di bawah perintah Putra Mahkota. Jadi kau harus tetap optimis."


Ucap Raya sambil kemudian menundukkan


kepala sopan di hadapan Catharina yang hanya


bisa terdiam mencoba mencerna maksud dari


perkataan Raya. Saat Raya membalikkan badan,


Aaron mendekat, menatap kedua wanita itu


bergantian. Wajahnya terlihat datar dan dingin.


"Catharina..kau bukanlah wanita sembarangan.


Sekarang aku memberimu dua pilihan. Tetaplah


berdiri dengan rasa cinta tanpa balas, atau kau


bisa mundur dan mencari duniamu sendiri.!"


Ucap Aaron tanpa basa-basi lagi yang langsung mengundang reaksi Catharina. Wanita itu terlihat menatap lekat wajah super tampan sang pengeran pujaan dengan keteguhan hati.


"Aku akan berjuang untuk terus memantaskan


diriku di sisimu Yang Mulya..! Walau nantinya


harus bersaing dengan sektretaris pribadi mu.!"


Aaron menyeringai tipis, sementara Raya kini


hanya bisa kembali menatap Catharina.


"Jangan libatkan aku dalam perjuangan mu


Lady. Aku hanyalah orang luar yang suatu saat


nanti akan pergi kembali ke tempat asalku.!"


Catharina terdiam. Ini memang masih teka-teki


baginya tentang hubungan antara calon suami


dan sekretaris nya itu. Namun satu hal yang dia


lihat, ada yang berbeda dari dua orang ini, baik


dari tatapan mata maupun bahasa tubuhnya.


"Itu adalah pilihanmu, aku sudah mengingatkan


dari awal tentang posisi ku. Ini hanyalah ilusi.!"


Tegas Aaron sambil kemudian menarik tangan


Raya di bawa berjalan ke arena karena sudah


terlalu lama membuat semua orang menunggu.


Akhirnya Catharina mengikuti langkah mereka


bersama dengan Ansel yang mengedipkan mata


dengan senyum lembut menawan yang membuat


mata Catharina mengerjap gerah sedikit gugup.


Suasana kini semakin tidak terkendali begitu


melihat Aaron datang bersama dengan wanita


lain, bukanlah Lady Catharina calon tunangan


nya. Namun yang membuat geger adalah rupa


dan pesona yang di miliki oleh wanita itu jauh


lebih memukau dari seorang putri bangsawan


keluarga Winston. Namun semua orang tidak


berlarut-larut dalam spekulasi tak pasti karena


acara ini memang di bebaskan bagi setiap


orang untuk berpasangan dengan siapapun.


Tapi ini terlalu luar biasa.. aura kehadiran dua


orang itu mampu memudarkan kehadiran yang


lain, pasangan itu terlalu mendominasi hingga


fokus semua mata kini hanya terpusat pada


mereka berdua saja, tanpa bisa melihat yang


lain termasuk Raja dan Ratu. Madam Rowena


yang masih berada di dalam kereta menatap


tajam kearah Aaron dan Raya yang kini sudah


bersiap di posisi, saling berhadapan dengan


sebelah tangan saling bertautan erat sebagai


gerakan pembuka.


Rupanya wanita itu mampu meredam aura gelap


yang ada dalam diri Aaron.. Tapi ini bukan berarti


wanita itu istimewa.. Hanya akan ada satu wanita


di dunia ini yang akan mampu mengendapkan


benih berharga milik cucuku.. Barulah wanita itu


bisa di sebut istimewa..!!


Bathin Madam Rowena sambil tak lepas terus


memperhatikan interaksi antar Aaron dan Raya.


Saat ini tarian sudah di mulai, semua orang kini


mulai bergerak seirama dalam rentak tarian


indah dan sederhana. Raya tampak canggung


sesaat karena tidak tahu menahu tentang tarian


adat ini, namun setelah mengamati gerakan


Aaron sebentar dia langsung memahaminya.


Madam Rowena masih memperhatikan gerakan


manis dan dinamis yang di perlihatkan oleh


Aaron dan Raya, mereka berdua terlihat begitu

__ADS_1


menggemaskan membuat semua mata makin


terbius dan terbuai dengan penampilan yang


di persembahkan oleh pasangan itu.


"Gregory..!"


"Yes Madam..!"


Sang asisten dengan penampilan yang sangat


maskulin dan tegas mendekat dan menunduk


di hadapan Madam Rowena.


"Kenapa sampai sekarang kalian belum bisa


membuka akses data tentang wanita sektretaris


pribadi Prince Marvell itu.?"


"Mohon maaf Madam.. sepertinya Yang Mulya


Prince Marvell sangat melindungi dan menjaga


ketat identitas asli Miss Raya.."


"Hemm.. begitu kah.? overprotective.!"


"Benar Madam, kami tidak bisa meretas data


yang sudah di gelapkan oleh orang-orangnya


Yang Mulya."


"Baiklah..Sudah jelas cucuku menginginkan


wanita itu melebihi apapun. Cucuku mencintai


wanita itu dengan sangat menakutkan.! Aku


jadi ingin tahu bagaimana perasaan wanita


itu sebenarnya.!"


Gumam Madam Rowena seraya menyeringai


tipis penuh dengan rasa penasaran. Wanita tua


itu kini merebahkan tubuhnya yang mulai terasa pegal-pegal karena terlalu lama duduk di dalam


kereta.


"Yang Mulya sebaiknya anda kembali ke istana


sekarang. Princess Luna sudah kami bawa ke


dalam mobil."


Sang asisten kembali berbicara masih pada


posisi berdiri di ambang pintu kereta.


"Kalian sudah merekam mereka berdua ?"


Madam Rowena melihat kembali kearah Raya


dan Aaron yang semakin larut dalam tariannya.


Pasangan itu tampak semakin terlihat kompak


dalam melakukan tariannya.


"Sudah Madam, anda bisa melihat Prince


Marvell lewat layar monitor."


"Baiklah.. kalau begitu kita pergi sekarang."


Dia bergerak turun dari atas kereta dengan


hati-hati, dan berdiri sejenak di depan pintu


kereta, memperhatikan semua keluarganya.


Namun tiba-tiba mata tajamnya menangkap


pergerakan ganjil di kerumunan masyarakat.


"Ingatkan Enrique untuk membereskan siapa


saja yang berusaha merusak acara ini.!"


"Baik Madam, saya akan menghubungi kepala


pengawal sekarang juga.!"


Sambut Gregory sambil kemudian berbicara


lewat alat komunikasi khusus dengan kepala


pengawal sambil membimbing Madam Rowena


berjalan tenang menuju kendaraan mewahnya


yang sudah terparkir tidak jauh dari kereta emas,


di kawal rapat oleh para prajurit karena massa


tampak memaksa mencoba merangsek maju


ingin menyapa Ibu Suri dari dekat.


Sementara itu suasana di arena tari bersama


semakin lama semakin meriah dan memanas


yang lebih cepat. Orang-orang tampak berputar


lincah sambil bertepuk tangan bersamaan di


iringi gerakan kaki yang semakin dinamis.Para penonton menjerit-jerit histeris saat melihat


bagaimana kompak dan indahnya gerak tari


pasangan Aaron dan Raya. Mereka berdua


terlihat sangat menyatu, menggemaskan


dan membuat hati tidak tahan melihatnya.


Ada beberapa orang lagi yang jatuh pingsan


karena terlalu larut dalam keterpesonaan. Ini


memang sesuatu hal yang sangat mengejutkan, seorang Aaron yang terkenal sangat misterius


ternyata mampu melakukan tarian selincah dan dinamis seperti itu. Bahkan Sang Pangeran


gagah perkasa itu terlihat sangat menikmati


tariannya.


"Apa kau menyukai tarian ini.?"


Aaron bertanya sambil memutar dan menarik


kembali tubuh indah Raya yang terus bergerak


lincah dan aktif dengan penuh semangat.


"Tentu saja, ini sangat menyenangkan."


Sahut Raya sambil melakukan gerakan beradu


kaki dengan Aaron membuat dia tersenyum


lebar setengah tertawa. Aaron menatap lekat


wajah cantik istrinya itu yang mulai terlihat


berkeringat hingga membuatnya semakin


menggiurkan.


"Kalau begitu berikan aku madu di bibir mu.


Aku haus sekarang.!"


Raya langsung mendelik kesal namun wajah


cerianya tetap tidak hilang.


"Dasar pria mesum.!"


Kesalnya, tapi gerakan berikut nya membuat


tubuh mereka harus merapat hingga tanpa


bisa di tahan Aaron menyambar bibir ranum


Raya dan ********** kuat sesaat membuat


Raya membulatkan matanya kesal.


"Aaron..apa kau tidak bisa melihat kita sedang


berada dimana sekarang.?"


"Kita sedang menari Miss De Enzo.!"


"Kenapa kamu tidak bisa menjaga sikap.?"


"Kau sendiri yang membuatku tidak bisa


menahan diri.!"


"Dasar pria aneh.! Awas kalau kau melakukan


nya lagi.! Semua mata melihat kearah kita.!"


"Aku akan melakukannya sesuka hatiku.!"


"Aaron.. sudah hentikan.! Kau sangat konyol.!"


Desis Raya sambil kembali memutar tubuhnya.


Aaron menarik tubuh Raya untuk berpindah


tempat, bergantian posisi dengan Catharina


dan Ansel yang dari tadi menatap tajam kearah


mereka berdua dengan perasaan yang tidak


bisa terjabarkan kecewanya seperti apa. Ansel


juga demikian, hatinya dari tadi serasa panas.


Tapi apalah daya, dirinya hanyalah seseorang


yang mengharapkan keikhlasan kakak sepupu


nya itu untuk melepaskan wanita nya untuknya.


Aaron melingkari pinggang ramping Raya


posesif. Tangan kirinya kini berpegangan erat


dengan tangan kanan Raya yang selalu terlihat memukau dalam setiap gerak tariannya, wanita


ini benar-benar penari profesional, terbukti hanya dalam waktu singkat sudah bisa menguasai

__ADS_1


seluruh gerakan dengan sangat lihai.


Mata Aaron kini mengerjap hebat sekaligus


terkesima saat melihat senyum manis terulas sempurna dari bibir indah Raya dengan wajah


yang terlihat penuh keceriaan dan kebahagiaan


saat mereka melakukan gerakan memutar tubuh


secara bersamaan dengan tempo yang cepat.


Ingin rasanya dia berteriak tentang perasaannya terhadap wanita ini agar seluruh dunia tahu


bahwa wanita ini adalah miliknya. Matanya kian


lekat menatap wajah cantik jelita Raya sembari


membathin, kenapa istrinya harus secantik ini


dan kenapa dia harus menggemaskan seperti


ini membuat jiwanya semakin meronta saja.


Darahnya mendidih seketika saat melihat leher


jenjang Raya berkilau indah tersinari mentari


saat dia melakukan gerakan menengadahkan


wajahnya di akhir tarian sementara pinggang


nya ada dalam tangkapan tangan kiri Aaron..


Gemuruh tepuk tangan kini mewarnai suasana.


Dan saat berikutnya, tarian masal berlangsung.


Semua orang, dimanapun posisinya kini bergerak


dalam rentak tarian seirama dan satu gerakan.


Susana semakin meriah dan memuncak. Raja


dan Ratu segera di amankan ke dalam mobil


istana bersama para senator untuk menghindari


serbuan masyarakat. Namun sial bagi Aaron,


dia harus terjebak dalam kurungan para penari


yang tiba-tiba berkumpul dan melingkarinya.


"Yang Mulya, Eden Wolf datang.! Dia menyusup


diantara para penari.!"


Ketua team Singa putih Benjamin mendekat


dan memperingatkan. Dia bersama Alex dan


beberapa pengawal pilihan kini melingkari


posisi berdiri Aaron dari desakan para penari.


Aaron menarik pinggang Raya, mendekap


tubuhnya erat sambil waspada namun tetap


terlihat tenang.


"Aaron..aku mengenali orang itu, dia laki-laki


menakutkan yang waktu itu.!"


Raya berbisik dengan wajah yang mulai pias


saat melihat seorang penari laki-laki yang kini


melakukan gerak tariannya dengan cepat.


"Kau yakin dia orang nya sayang.?"


Aaron mengernyitkan alisnya karena para penari


itu menutup wajahnya dengan topeng selain itu


mengenakkan kostum yang sama. Tubuh Raya


kini merapat, tangan kirinya memeluk punggung


Aaron, sedang tangan kanannya berada di dada


pria itu dengan tatapan waspada pada penari itu


yang terlihat semakin menggila gerakannya dan


mulai merangsek maju keluar dari posisi.


"Aku yakin, aku mengenali postur tubuh dan


gerakan nya yang mencurigakan.!"


Ujar Raya, mata mereka saling menatap kuat


dengan jarak wajah hanya beberapa inchi saja.


Aaron mengeluarkan senjata dari balik bajunya


dan langsung mengokang nya memakai tangan


kiri karena tangan kanannya dalam posisi siaga


merangkul dan mendekap erat tubuh Raya.


"Pria itu tidak akan pernah berhenti mengejar


dirimu. Dia orang gila yang menginginkan apa


yang sudah menjadi milikku.!"


Desis Aaron masih saling menatap lekat, seolah


tak peduli situasi laki-laki itu mengecup lembut


bibir Raya yang langsung memukul pelan dada


Aaron sambil berjingkat menjauh mencoba


melepas pelukannya, tapi Aaron menguncinya.


"Kita akan keluar dari tempat ini begitu suara


kembang api terdengar, kau faham.?"


Raya kembali menatap wajah tampan Aaron yang


kali ini terlihat serius, namun sialnya dalam posisi


seperti ini rupa tampan nya masih saja membuat


jiwa nya gelisah hingga dia tidak mampu berkata, hanya bisa mengangguk pelan.


"Benjamin.. Alex.. pria bertopeng emas itu


Eden Wolf. Kita akan memancing nya keluar.!"


"Baik Yang Mulya.. kendaraan sudah siap.!"


Sahut Benjamin sambil memberi isyarat pada


bawahannya untuk bergerak mengawal Aaron


dan Raya keluar dari lingkaran para penari.


Dan detik berikutnya sebagai pertanda puncak kemeriahan, terdengar suara letusan kembang


api yang sangat dahsyat melesat ke langit dan memecah di udara membentuk konfigurasi indah


yang terlihat cantik dan memukau mewarnai


udara di tengah kota hingga perhatian semua masyarakat kini terfokus pada keindahan


permainan kembang api tersebut.


"Kita pergi sekarang..!"


Titah Aaron sambil kemudian menarik tangan


Raya di bawa keluar dari kerumunan. Namun


detik berikutnya sesuatu terjadi, para penari


yang tadi mengurung Aaron kini beterbangan


melompat menyerang kearah Aaron dan Raya


dan saat berikutnya tiba-tiba saja pasukan singa


putih Aaron datang berkelebatan menghadang pasukan penari terbang tadi hingga akhirnya


terjadilah pertarungan seru antara dua pasukan tersebut membuat konsentrasi masyarakat pecah. Mereka mengira pertarungan seru itu adalah


sebuah atraksi yang sengaja di mainkan sebagai penutup acara hingga mereka menonton nya


dengan antusias dan mata penuh kekaguman


seraya mundur memberi ruang untuk petarung.


Sementara Aaron membawa Raya untuk berlari membelah jalan dan kerumunan masyarakat


yang terlihat menyingkir, melongo dan bengong


di tempat, tidak mengerti dengan apa yang terjadi.


Kenapa Sang Pangeran berlari-lari seperti itu ?


Di belakang mereka seorang penari datang


mengejar setengah terbang dan mencoba di


hadang oleh Alex dan Benjamin. Namun dalam


gerakan cepat sosok penari itu mengibaskan


kedua tangan membuat tubuh kedua pengawal


pribadi Aaron itu terlempar dahsyat menimpa


kerumunan orang-orang yang langsung menjerit


histeris dan membantu kedua orang itu.


Begitu sampai di parkiran tiba-tiba saja sosok


penari itu merentangkan kedua tangan ke depan menyebabkan tubuh Raya seketika tertarik ke belakang dan terbang ke udara lalu terlempar


dan jatuh diatas pangkuan sosok penari itu.


Tangan Raya reflek melingkar di leher kokoh


sosok itu. Untuk sesaat dia tampak syok, sosok


itu membuka topengnya, menyeringai tipis


penuh arti, kini mata mereka mereka bertemu,


saling menatap kuat dan bertarung di udara.


"Hello baby.. kita bertemu lagi..!"


***

__ADS_1


__ADS_2