Terjerat Cinta Pewaris Tahta

Terjerat Cinta Pewaris Tahta
41. Grand Award


__ADS_3

❤️❤️❤️


Mata Aaron menatap tajam ke salah satu sudut ruangan yang tersembunyi. Ada kelebatan


bayangan aneh yang tertangkap dari tempat itu.


Rahang nya mengeras seketika, ternyata ada


penyusup masuk ke dalam acara. Ini adalah kejanggalan yang sama dengan yang terjadi


tempo hari di dalam kapal. Dan sampai saat ini


dia bersama team nya masih belum bisa


memastikan siapa manusia yang memiliki


kemampuan di luar nalar tersebut walaupun


kecurigaan itu sudah mengarah pada seseorang,


tapi untuk itu perlu bukti lebih lanjut.


"Apa yang di inginkan orang itu. Apa dia ingin


mengacaukan agenda penting ku.?"


Geram Aaron dengan tinju yang terkepal kuat


membuat Raya meringis dan menautkan alis


saat menyadari pelukan Aaron semakin kuat.


"Apa yang kau katakan.? Adakah seseorang


yang melakukan konspirasi untuk hal ini.?


Raya melepaskan diri dari pelukan Aaron dan


kini mereka saling menatap kuat.


"Mereka sengaja melakukan semua ini untuk


memberikan peringatan padaku.!"


Wajah Raya mulai tegang dan memucat. Dia


menggeleng kuat sambil mencengkeram


pinggiran jas yang di pakai Aaron.


"Apakah mereka orang-orang yang sama


dengan yang kemarin.? Apa yang mereka


inginkan sebenarnya..?"


"Tetap tenang, dan tetaplah di dekatku.!"


Desis Aaron sambil kembali menggenggam


erat tangan Raya yang terlihat tegang. Dia


memepetkan dirinya ke lengan Aaron.


Lampu tiba-tiba saja kembali menyala hingga


keadaan mulai normal dan kondusif. Namun


mata semua orang kini menatap bengong pada interaksi intim yang terjadi antara Sang Pangeran bersama wanita yang datang bersamanya karena mereka berdua tampak begitu dekat, bahkan


terlihat sekali kalau Sang Pangeran berusaha melindungi wanita itu. Sebenarnya siapa wanita


yang bersama dengan Putra Mahkota ini? Ansel


tampak menatap kesal semua wartawan yang


masih terpana kearah Aaron dan Raya.


"Apa yang kalian lihat. Bereskan semuanya.!


Anggap semua ini tidak pernah terjadi.!"


Ansel membentak membuat semua orang


terlonjak kaget melihat reaksi keras yang di


perlihatkan oleh asisten Putra Mahkota itu.


Semua wartawan bergerak sambil menunduk


melaksanakan perintah Ansel.


"Yang Mulya.. sebaiknya anda segera masuk."


Kepala pengawal segera mengingatkan Aaron


untuk memasuki ruangan agar keadaan tidak


semakin bertambah kacau.


"Mereka adalah orang yang sama dengan yang


di kapal. Telusuri dengan senyap.!"


"Baik Yang Mulya.."


Kepala pengawal membungkuk dalam. Aaron


akhirnya mulai melangkah menyusuri karpet


merah tanpa melepas genggaman tangannya


di lengan Raya yang terpaksa mengikuti tarikan


tangan Aaron di kawal oleh rombongan nya.


Para wartawan kembali hanya bisa bengong


tanpa sempat merekam atau mewawancara


Sang Pangeran karena terlalu sibuk menangani


kejadian tak terduga barusan. Ini adalah sesuatu


yang aneh dan tidak masuk akal. Karena kamera mereka pun kini mengalami sedikit masalah


hingga tidak bisa lagi di gunakan.


Sementara itu di dalam ruangan...


Susana di dalam ruangan kini sudah sangat


meriah. Tidak terganggu dengan insiden yang


terjadi di luar. Semua tamu undangan sudah


hadir dan menempati kursi masing-masing


yang sudah di atur sedemikian rupa sesuai


dengan golongan dan komunitas personalnya.


Begitu Aaron muncul di pintu masuk utama,


semua tamu serentak berdiri dari tempat


duduknya masing-masing, kemudian bersiap


menyambut kehadiran Sang Putra Mahkota.


Untuk sesaat Aaron tampak berdiri di pintu,


menatap lurus kearah depan dengan wajah


datar dan tenang. Raya yang berdiri di sebelah


nya tampak terdiam dengan perasaan sedikit


tegang melihat bagaimana meriahnya suasana.


Dia segera melepaskan genggaman tangan


Aaron yang masih setia memegang nya.


"Selamat malam Yang Mulya..selamat datang."


Sapa beberapa pejabat dan pengusaha yang


datang menghampiri dan menyambut kedatangan Aaron sambil membungkuk setengah badan.


"Selamat malam.. tidak perlu terlalu formal.!"


Sahut Aaron dengan suara tegasnya membuat


para tamu itu tersipu malu sambil menunduk.


"Silahkan Yang Mulya.."


Mereka kembali membungkuk beberapa kali.


Ekspresi Aaron masih tetap sama, datar dan


dingin. Namun tetap saja, gestur tubuh tidak


bisa di bohongi, dia terlihat begitu gagah, tegas


dan tenang. Elegan serta tidak terbantahkan.


Aaron kembali melangkah tenang di sambut


sapaan serempak dari para tamu yang ada di


gedung itu yang terlewati olehnya.


Semua mata tampak begitu terkesima saat


melihat nya. Ini adalah malam yang luar biasa


karena bisa melihat secara langsung sosok


central itu yang ternyata di luar ekspektasi. Ketampanan nya benar-benar di luar dugaan.


Aslinya jauh lebih gagah dari gambar yang


di lihat di televisi.


Raya hanya bisa menarik napas dalam-dalam


melihat semua penghormatan yang tiada henti


terhadap pria yang notabenenya adalah suaminya


itu. Tuhan.. apa ini ? setinggi inikah posisi Aaron


di mata orang lain.? Sementara di matanya, dia


tidak lebih dari seorang penjahat kejam.!


Aaron di arahkan untuk duduk di kursi utama

__ADS_1


bersama dengan sederet tamu penting lainnya termasuk 2 orang pangeran tampan dari negeri sahabat. Sementara saat ini Catharina tampak


sedang menyapa dan berbincang hangat dengan


beberapa tokoh penting dari dunia entertainment.


Raya berbicara serius dengan Ansel soal agenda penting Aaron saat ini. Dia berdiri sedikit jauh


dari keberadaan Aaron yang kini sudah tiba di


tempat duduknya. Dua Pangeran dari negeri


sahabat menyambut Aaron dengan hangat,


mereka bertiga berjabat tangan, tampak akrab.


"Apa kabar Prince Marvell.?"


Sapa salah seorang Pangeran yang memiliki


wajah khas, sangat gentle dan maskulin.


"Seperti yang kalian lihat prince Elliot, Prince


Desmond.!"


"Selamat Aaron.. akhirnya kau mengambil


keputusan untuk berdiri di posisi ini .!"


Ujar salah seorang pangeran tampan dengan


garis wajah yang sangat tegas dan memikat.


Para Pangeran itu terlihat sudah sangat akrab


dengan Aaron dan hal itu membuat semua orang tampak terkejut, tidak menduganya sama sekali.


"Mau tidak mau aku tetap harus mengambil


tanggung jawab ini.! Cepat atau lambat !"


"Apa karena putri bangsawan itu akhirnya


kau kembali ke dunia nyata ini.?"


Pangeran yang pertama mengedipkan mata


kearah keberadaan Catharina. Aaron melirik


gadis itu dengan tatapan datarnya.


"Dia salah satu yang tidak bisa di elakkan.!"


jawab Aaron sambil memasukkan kedua tangan


ke dalam saku celananya. Kedua Pangeran itu tersenyum penuh arti.


"Dia wanita yang cukup cerdas dan menarik.


Kau beruntung mendapatkan nya.!"


Aaron terdiam, tapi sudut matanya mencari


keberadaan seseorang yang tiba-tiba saja


menghilang dari sisinya.


"Sudah 3 bulan kita tidak berkomunikasi.!


Bagaimana kabar team mu ?"


Pangeran yang satu lagi kini berbicara serius.


Aaron menatap mereka berdua dengan sorot


mata penuh intimidasi dan peringatan.


"Kita berdiri di sini dengan peran yang berbeda.!


Jadi bicaralah sesuai posisi sekarang.!"


Desis Aaron dengan tampang dinginnya yang


membuat kedua Pangeran itu menyeringai tipis.


"All right..! Kita bicarakan ini lain kali.!"


Elak sang pangeran sambil tersenyum miring


dan menepuk halus bahu Aaron.


"Aku datang kesini karena ada model yang


jadi incaran ku hadir di acara ini.!"


"Yes..aku juga punya janji kencan dengan


salah satu model yang akan tampil malam ini."


Aaron kembali terdiam, sesungguhnya dia juga


ada jadwal kencan dengan salah satu model


nomor satu dunia malam ini. Wanita itu adalah


Miss xx.. yang berasal dari negeri para dewa.


Dan jadwal ini sudah menjadi agenda bulanan


baginya untuk memenuhi kebutuhan biologis


Raya datang mendekat kearah Aaron setelah


dia selesai berbicara dengan Ansel di sambut


tatapan dingin Aaron yang langsung membuat


tubuh Raya panas dingin. Mata dua Pangeran


tadi kini jatuh seluruhnya pada sosok Raya yang


berdiri di dekat Aaron. Tatapan mereka berubah seketika, dan Aaron tahu pasti karakter ke dua


pangeran itu. Dia menangkap tatapan tertarik


dua rekan nya itu terhadap Raya yang mencoba


untuk bersikap sedatar mungkin dan tidak terlalu


peduli pada tatapan mesum para Pangeran itu.


"Hallo beautiful lady.."


Sapa salah seorang Pangeran pada Raya yang


langsung mendapat tatapan tajam dari Aaron.


Pria itu melirik sekilas kearah Raya yang terlihat


menundukan kepala sedikit kearah mereka.


"Jangan coba-coba mencari masalah dengan


nya, dia adalah sekretaris pribadi ku.!"


"What, your private secretary.?"


Mereka berdua berseru tertahan membuat


Aaron kembali menatap tajam keduanya yang


langsung meringis dan mengangkat bahu.


Mereka berdua kini menatap lekat wajah cantik


Raya yang terlihat begitu menarik membuat


naluri lelaki mereka bangkit seketika.


"Raya..mereka adalah teman-teman dekat ku.


Prince Desmon dan Prince Elliot.!"


Aaron memperkenalkan kedua teman nya itu


pada Raya yang terlihat maju ke hadapan


mereka lalu membungkuk hormat dengan


gestur tubuh yang sangat halus dan santun.


"Selamat malam Yang Mulya. Saya Maharaya,


sekertaris pribadinya Prince Marvell."


Raya berucap tenang dan lugas, tidak lupa


menyelipkan senyum lembut yang membuat


mata kedua pangeran itu mengerjap hebat.


Dalam sekali pandang mereka sudah bisa


melihat kalau wanita ini sangatlah istimewa.


"Hello Miss Maharaya.. senang mengenalmu."


Prince Desmon mengulurkan tangan nya tapi


segera di tepis oleh Aaron membuat mata


pangeran itu memutar jengah. Mereka sudah


bisa menebak kalau wanita ini punya tempat


khusus di sisi Sang ketua mafia yang kini


sedang berubah wujud menjadi seorang


Putra Mahkota itu.


"Selamat malam Yang Mulya.."


Ada suara yang sangat lembut di antara mereka


yang membuyarkan konsentrasi para pangeran


itu. Mereka semua melirik kearah suara, sosok


cantik Lady Catharina sudah berdiri di hadapan


Aaron, menundukkan kepala sedikit dengan


gestur tubuh yang sangat anggun, mereka


berdua saling menatap. Senyum semanis


madu kini terbit dari bibir indah Catharina.

__ADS_1


"Selamat malam Lady.."


Aaron menyahut dengan suara yang sangat


khas, berat dan seksi membuat jantung gadis


itu kian berdebar kencang tidak terkendali.


Walau sudah seharian bersama dengan pria


ini tapi kerinduannya malah semakin menjadi.


Kalau boleh ingin rasanya dia tinggal bersama


dengannya agar segala dahaganya terpuaskan.


Lucas yang datang bersama dengan Catharina


tampak menatap dalam wajah cantik Raya.


"Duke Lucas.. apa kabar.?"


Prince Elliot menyapa Lucas dengan tatapan


tajam dan sikap yang sedikit congkak.


"Ohhh.. selamat malam Prince Elliot. Saya


baik-baik saja malam ini. Apalagi di sini ada


seseorang yang sangat spesial.!"


Sambut Lucas dengan gaya yang tenang dan


tampang datar nya sembari menundukkan


kepala sedikit di hadapan Elliot dan Aaron yang


kini menatap seksama keseluruhan fisik dari


laki-laki yang penuh dengan daya pikat itu.


"Selamat malam calon istriku.."


Raya terkejut, menatap cepat kearah Lucas


dengan wajah yang langsung merah padam.


Semua orang juga terkejut, terlebih bagi Aaron


yang langsung menatap tajam Lucas, namun


dia berusaha untuk tetap tenang dan tidak


terprovokasi. Hanya saja aura wajahnya kini


mulai menyebarkan hawa dingin.


"Tuan Lucas.. tolong jaga ucapan anda."


Raya menatap tajam wajah Lucas yang kini maju mendekat kearahnya. Matanya membulat, dia


reflek mundur saat mendapati wajah tampan


menawan Lucas kini berada di dekat wajah nya


dengan senyum sempurna terkembang di bibir seksinya.


"Aku tidak pernah main-main dengan apa


yang aku ucapkan Nona sekretaris."


"Tuan Lucas tolong jaga tata krama anda. Dia


adalah bawahan ku. !"


Aaron berucap tegas dengan tatapan penuh


intimidasi. Lucas tersenyum sambil melirik


kearah Aaron lalu membungkuk hormat.


"Maafkan kelancangan saya Yang Mulya.Tapi


saya tidak pernah main-main dengan apa


yang saya inginkan.!"


Sahut Lucas, mata mereka bertemu, ada kilat


aneh yang berusaha mengintimidasi Aaron.


Tapi lelaki perkasa itu bergeming, wajahnya


kini sudah sedingin kutub utara. Rahang Aaron


mengeras, dia sudah tidak bisa lagi memasang


wajah datar di hadapan pria ini yang jelas-jelas


menginginkan istrinya itu.


"Yang Mulya.. Kakak.. sebaiknya kita duduk.


Acara sudah di mulai."


Catharina berusaha mendinginkan suasana.


Aaron mendengus, dia segera mengibaskan


jas nya kemudian duduk di kursinya dengan


tenang dan gaya yang sangat elegan. Kaki di


tumpang, dengan satu sikut bertumpu pada


pinggiran sofa dan telapak tangan di dagu.


Dia masih berusaha mengontrol emosi nya.


Catharina duduk di sisi sebelah kanan Aaron


sedang dua pangeran teman Aaron di sebelah


kirinya. Kedua Pangeran itu masih saja mencoba


mencuri lihat kearah Raya dan Aaron. Mereka


tahu sesuatu yang aneh terjadi di sini dengan


hubungan bos dan sekretaris itu melihat reaksi


berlebih yang di perlihatkan oleh Aaron tadi.


Raya dan Ansel yang baru datang kini duduk


di belakang Aaron. Dia sungguh risih, banyak


mata yang kini mengarah padanya, terlebih


Lucas yang duduk di deretan kursi bangsawan


dan tepat berada di kanan hingga bisa melihat


dirinya dengan leluasa.


Acara kini sudah di mulai, dua pembawa acara


sudah mulai berbicara bla-bla-bla..di panggung


megah dan luas. Dan kini acara sudah berlanjut


pada peragaan busana dari model-model kelas


dunia yang membawakan pakaian rancangan


desainer kelas dunia pula. Para model dengan


tubuh dan wajah sempurna saat ini sudah naik


keatas pentas, berlenggak-lenggok gemulai dan


menggoda di atas panggung dengan menebar


sejuta pesona kepada para tamu yang hadir.


Namun hampir semua mata para model itu


terfokus pada keberadaan satu bintang paling


terang yang duduk di kursi utama. Senyum


indah merekah mereka lemparkan ke arah


Aaron yang setia memasang wajah datar nya.


Namun pandangan nya tampak lekat dan kuat


pada semua keindahan yang tersuguh di atas


panggung dimana tubuh-tubuh indah itu kini


mengirimkan signal ingin di sentuh dan di pilih


oleh Sang Pangeran sebagai teman kencan hot


semalam nya, itu adalah dambaan dan impian


semua model-model cantik dan seksi itu.


Namun dari sekian banyak model yang pentas


kini ada satu yang paling menyilaukan di antara


yang lain, dia benar-benar cantik dan memukau.


Para hadirin bertepuk tangan meriah begitu


melihat kemunculan nya, dia berjalan dengan


anggun dan gemulai dengan gestur tubuh yang


membuat semua darah para pria mendidih


seketika.


Mata indah model itu saling mengunci dengan


mata Aaron. Setelah bagian nya selesai model


itu tiba-tiba turun dari atas pentas di ikuti oleh


dua asisten nya. Dia berjalan anggun kearah keberadaan Aaron dengan senyum yang


senantiasa terkembang indah..


***


Happy Reading....

__ADS_1


__ADS_2