Terjerat Cinta Pewaris Tahta

Terjerat Cinta Pewaris Tahta
46. Insiden Jembatan Emas


__ADS_3

❤️❤️❤️


Raya menjerit keras, kepalanya terbentur hebat


ke jok depan, untung nya airbag yang terpasang


di semua sisi tempat duduknya otomatis langsung


mengembang dan mengurung tubuh nya hingga


dia aman dari cidera. Namun tetap saja kini dia tampak gemetar ketakutan dengan mata yang


terlihat syok luar biasa. Griz melompat keluar


dari mobil kemudian membuka pintu belakang,


sementara Alex melancarkan tembakan kearah


helikopter penyerang tadi masih pada posisi di


belakang kemudi.


"Anda tidak apa-apa Miss ?"


Griz yang sudah ada di depan pintu menatap


cemas wajah Raya yang terlihat memutih.


Wanita maskulin itu cepat-cepat mengecek


kondisi Raya yang bergetar hebat di penuhi


ketakutan dan ketegangan.


"Aaron.. dimana dia.?"


Gumam Raya setengah tidak sadar pikirannya


langsung melayang pada sosok suaminya itu.


"Kami sudah menghubungi semua jaringan.


Yang Mulya sedang meluncur kesini !"


Alex menjawab masih dalam posisi membalas serangan lawan. Mobil ini sudah di lengkapi


dengan lapisan pelindung anti peluru dan


ledakan jadi serbuan peluru dan peledak


hanya akan lewat begitu saja.


"Kami harus segera membawa anda pergi dari


tempat ini Miss.!"


Ucap Griz, dengan tergesa-gesa dia memasang


rompi pengaman ke tubuh majikannya itu yang


terlihat masih saja bengong tidak bisa bergerak


karena terlalu tegang melihat kobaran api di depan mobil mereka. Matanya kini membulat sempurna


saat melihat helikopter penyerang sudah ada di sebrang mobil mereka.


"Awas Griz.!"


Raya menarik kencang tubuh Griz yang masih


berdiri setengah jongkok di pintu mobil saat ada


lesakkan tembakan besar dari depan mengarah


mobil mereka. Dan kini mobil mereka terhantam tembakan tersebut kemudian terguling hebat


lalu meluncur deras ke pinggir jembatan hingga


akhirnya membentur dinding kokoh, di bawah jembatan ini adalah lautan yang membelah


kota dan biasa di gunakan sebagai sarana


transportasi air yang di padati oleh lalu lintas kapal-kapal barang dan penumpang.


Detik berikutnya ada mobil hitam yang berhenti


di dekat mobil Raya yang kini dalam keadaan


jungkir balik, sangat mengenaskan.


"Damn..!! Apa yang kalian lakukan..? kalau


sampai terjadi apa-apa padanya aku pastikan


hidup kalian berakhir sekarang juga.!"


Ada bentakan menggelegar kearah penyerang


yang ada di dalam helikopter dari seorang pria


tinggi kekar yang baru saja keluar dari dalam


mobil hitam tadi. Para penyerang itu tampak


tegang saat melihat kondisi mobil Raya yang


kini sudah ringsek. Pria tinggi kekar itu kini


berkelebat cepat kearah mobil Raya. Alex dan


Griz baru saja keluar dari kurungan airbag.


Mata Alex langsung melotot saat melihat


sosok tinggi kekar itu yang sedang melakukan


gerakan cepat bagai robot menarik dan


melempar pintu mobil bagian belakang.


"Amankan Miss Raya..!!"


Alex memberi perintah pada Griz, namun sosok


tinggi kekar tadi sudah bergerak terlebih dahulu,


mengangkat dengan enteng tubuh Raya yang


masih dalam keadaan syok, dia juga kehilangan


tenaga. Sosok tinggi kekar itu melancarkan


tembakan membabi buta kearah Alex dan Griz


dengan satu tangan sementara tangan kirinya


menahan tubuh lemah Raya di pundaknya.


"Alex.. Griz.. toloong..!"


Raya memekik kuat dalam sisa kekuatannya


sambil meronta memukuli punggung kekar pria


penculiknya itu. Dengan gerakan cepat dan skill


yang tinggi pria itu membawa Raya masuk ke


dalam mobilnya dan langsung meluncur cepat


di atas jembatan emas yang di padati kendaraan.


Namun tidak lama ada sebuah motor sport yang


melesat cepat mengejar mobil tersebut. Alex


dan Griz baku tembak dengan para penyerang


yang ada di helikopter hingga akhirnya musuh


dapat di pukul mundur dan mereka terbang


menjauh. Tidak lama berselang datang mobil-


mobil sport tempur ke tempat itu. Alex segera


masuk ke dalam salah satunya.


"Eden Wolf.. dia masih hidup.! Dia membawa


Miss De Enzo..! Amankan warga sipil..!"


Alex memberi peringatan singkat pada seluruh


pasukan Singa putih yang baru datang. Mereka


semua langsung melesatkan mobil-mobilnya


mengejar mobil si penculik yang ternyata adalah


Eden Wolf. Puluhan mobil patroli aparat kepolisian


pun kini berdatangan ke jembatan itu berusaha


mengamankan dan mensterilkan area jembatan


layang agar tidak ada lagi warga sipil yang masuk.


Sementara itu di dalam mobil Eden Wolf..


Raya yang duduk mepet di pinggir jok tampak


menatap tidak percaya pada sosok tinggi kekar


yang ada di hadapannya itu, bagaimana bisa


pria ini masih hidup ? Bukankah kemarin dia


berada di dalam helikopter yang meledak itu.?


"Aku tidak akan mati semudah itu Nona..!"


Ucap Eden Wolf dengan seringai aneh nya


sambil memegang erat pergelangan tangan


Raya yang terus mencoba berontak, menarik tangannya dari genggaman kuat pria itu.


"A-apa maumu, kenapa kamu menculikku.?"


Suara Raya terdengar gemetar dengan tatapan


tajam kearah Eden Wolf yang kini menggeser


duduknya ke dekat Raya membuat tubuh Raya


semakin bergetar hebat di serang ketakutan.


Air matanya mengalir deras membasahi pipi


mulusnya yang terlihat sudah sepucat kapas.


"Aku menginginkanmu..Tidak ada tujuan lain

__ADS_1


dalam hidupku sekarang selain mendapatkan


dirimu Nona.."


"Kau pria gila, aku bukan barang.! Tidak bisa


kau miliki begitu saja !"


"Aku tidak peduli.! Yang ku tahu, aku hanyalah


menginginkan mu.! Sampai kapanpun.!"


"Tidak ! Lepaskan aku.! Tolong lepaskan aku..!"


Raya tiba-tiba berteriak saat Eden wolf semakin


mendekatkan wajahnya. Di sisa kekuatannya


dia menggigit tangan pria itu sekuat tenaga,


tapi ini sesuatu yang gila.! pria itu bergeming..


Dia seolah tidak merasakan apapun dengan


gigitan itu, dan dalam gerakan cepat pria itu


malah menarik pinggang Raya hingga tubuh


mereka kini merapat.


"Menikahlah denganku.! Jadilah istriku Miss


Maharaya.!!"


Mata Raya membulat tidak percaya, darimana


pria ini mengenali jati dirinya.


"Tidak ! darimana kau tahu namaku..?"


"Hahaa.. apa kau pikir hanya bos mu saja yang


tahu segalanya hahh.? Aku bahkan bisa lebih


pintar dari si jagoan yang satu itu.!"


Raya memukuli dada pria codet itu sambil


meronta ingin menjauhkan diri dari kekuasaan


nya. Tatapan Eden Wolf tampak semakin dalam


mengunci bibir ranum Raya yang membuat


darah nya mendidih, tidak tahan ingin segera


mencicipi manisnya.


"Tuan.. satu musuh datang mendekat.!"


Si sopir yang merupakan asisten pribadi Eden


Wolf memberi peringatan. Eden menyeringai


sadis. Matanya tidak lepas dari bibir Raya yang


masih tidak henti memberontak.


"Biarkan dia mendekat, kita akan sambut mereka


di titik utama.! Underground Devil..!!"


Geram Eden Wolf, dia semakin mendekatkan


wajahnya membuat Raya kembali berteriak


histeris saat pria itu memaksa ingin menciumnya.


"Tidak..! lepaskan aku.. Aaroonn... toloong..!!"


Raya menjerit dan meronta hebat menghindari


serangan brutal Eden Wolf. Dalam keadaan


genting seperti itu tiba-tiba saja terdengar bunyi tembakan kearah body mobil dari arah belakang. Sebuah motor sport canggih kini meluncur cepat


mensejajari kecepatan laju mobil hitam itu.Sosok pengendara motor sport itu tampak gagah dan


keren dalam balutan rompi prajurit sambil tiada


henti melancarkan tembakan memakai tangan


kirinya. Sementara tangan kanan tetap tangguh mengendalikan laju motornya.


"Aaron...Aaroonnn.. tolong akuuu...!"


Raya berteriak-teriak kencang saat dia sudah


mengenali siapa sosok yang ada di atas motor


tersebut. Wajah Eden Wolf tampak menyeringai


iblis, dia melakukan baku tembak dengan sosok


pengendara motor tersebut yang ternyata adalah


Aaron, sementara tangan kirinya masih mengunci


pinggang ramping Raya dan melingkarinya kuat.


Wajah Aaron kini sudah berubah seperti Ghost


Riders.. tampak kelam dan menakutkan. Berani


wanita miliknya.! Dia juga sudah terang-terangan


membuat guncangan keamanan di dalam kota.


Aaron terus meliukkan motornya menghindari


serangan tembakan yang di lancarkan oleh


Eden Wolf dan asistennya.


Habis kesabaran akhirnya Aaron menembak ban


mobil tersebut hingga membuatnya oleng dan


berhenti dengan posisi yang hampir saja jatuh


terguling. Aaron melompat cepat dari motornya


kemudian melesat kearah mobil tersebut lalu menembak pintu belakang. Begitu terbuka, dia


terkesiap melihat kondisi Raya yang mencoba


untuk keluar dari kekuasaan pria penculiknya.


Jantung Aaron rasanya berdarah seketika


menyaksikan keadaan wanita yang seharian


ini tidak pernah lepas dari pikirannya itu.


"Aaroonn..!"


Raya melompat ke dalam pelukan Aaron begitu


dia berhasil keluar dari dalam mobil. Keduanya


untuk sesaat saling berpelukan erat. Aaron


melancarkan tembakan kearah Eden Wolf yang


langsung keluar dari lari menghindar.


"Aaron.. aku takut.. bawa aku pergi..."


"Tenanglah..Aku sudah di sini sekarang..!"


Aaron berusaha menenangkan, dia mempererat


pelukannya mengunakan tangan kiri, sedang


tangan kanan tiada henti melancarkan tembakan.


Namun ketegangan ternyata belum berakhir.


Tidak lama dari berdatangan mobil-mobil anak


buah Eden yang langsung melancarkan serangan kearah Aaron.


"Kita harus pergi dari tempat ini.! Kau harus


tenang dan percaya padaku, okay..?!"


Tubuh Raya kembali tegang, mata mereka saling


menatap kuat. Detik berikutnya Aaron sudah


mengangkat tubuh Raya di bawa kearah motor


kemudian mendudukkannya di belakang. Setelah


itu dia mengokang senjata di tangan kiri lalu


naik keatas motornya.


"Peluk aku dengan kuat, jangan pedulikan


apapun yang ada di sekitarmu. Yang harus


kamu lakukan hanyalah memelukku.!"


Aaron memberi instruksi pada Raya yang hanya


bisa mengangguk di tengah ketegangan, lalu


dia mulai memeluk punggung Aaron dengan


kuat seraya menyusupkan wajahnya di balik


punggung kokoh suaminya itu. Tidak lama Aaron sudah melesatkan motornya dengan kecepatan maksimal membuat Raya memekik di telan


ketakutan dan kepanikan.


Motor terus meluncur bagai angin menghindari


serbuan hujan peluru dan tembakan besar. Raya


hanya bisa memejamkan mata sambil berdoa,


memohon pertolongan Tuhan untuk keselamatan


dirinya dan suaminya. Dalam ketegangan dan


suara ledakan dimana-mana entah kenapa ada


rasa aman dan nyaman yang dirasakan Raya


karena saat ini Aaron ada bersamanya.


Keadaan semakin genting ketika pasukan Singa

__ADS_1


Putih berhasil menyapu bersih pasukan Eden


Wolf yang di belakang. Semua sudah bisa di lumpuhkan. Hanya tersisa mobil yang kini


membawa Eden dan beberapa mobil anak


buahnya yang sudah berhasil menyalip motor


Aaron dan memberondongkan peluru kearah


nya tanpa sedikitpun yang mengarah pada Raya.


Eden sudah memberi instruksi pasti bahwa


semua Opersi besar yang di lakukannya kali


ini semata-mata hanya demi mendapatkan


wanita yang satu itu.


Mobil Eden sudah berhasil menjauh dan mereka


semua kini sudah mencapai pertengahan dari


jembatan layang yang sangat panjang itu. Di


jalur pertengahan ini ada sistem tutup buka


dalam pengoperasian jembatan tersebut bagi


kapal-kapal laut yang akan melintas.


Saat sudah lewat pertengahan jembatan pria


itu menghentikan mobilnya. Dan ternyata di


sana sudah menunggu pasukan Black Wolf


lainnya yang sudah bersiaga dengan senjata


di tangan.


"Pastikan wanita ku tidak mengalami cedera


sedikitpun..!!"


Perintah Eden Wolf dengan suara yang sangat


menggelegar, dia memanggul senjata besar di


atas bahunya sambil menatap tajam kedatangan


motor Aaron dengan seringai iblis nya.


"Baik Ketua, kami mengerti.!"


Serempak semua anak buah nya, kemudian


bersiaga mengarahkan senjata mereka ke


depan. Aaron meluncurkan motor nya sambil


mengarahkan tembakan pada musuh. Namun


dia mendengus geram ketika tiba-tiba ada satu


tembakan besar melesat ke arah nya. Dengan


sigap dia membelokan dan meliukkan motornya


tampak lihai dan profesional sambil kemudian


melesatkan kembali motor nya. Pelukan Raya di


tubuh nya semakin terasa kuat. Ketakutan sudah


membawa Raya pada keadaan setengah sadar.


"Ohh Shit.!! Kurangi kecepatan kalian..!!"


Aaron memberi perintah lewat alat komunikasi


khusus yang menempel di telinganya. Matanya


kini menatap tidak percaya saat melihat jembatan tiba-tiba terbuka dan terangkat ke atas terpisah


satu sama lain padahal tidak ada kapal yang


lewat saat ini. Sementara kecepatan laju motor


nya sedang maksimum. Tidak ada pilihan lain,


dia menghentak gas dengan kecepatan over maksimum kemudian meluncurkan motornya


melayang ke udara melewati bidang jembatan


yang kini sudah hampir terbuka seluruhnya.


"Aarooon..."


Raya menjerit melengking karena terlalu syok


saat menyadari kini motor mereka terbang di


udara, di atas permukaan air yang entah berada


pada ketinggian berapa puluh meter. Akhirnya


motor mendarat mulus di ujung jembatan yang


terputus tadi. Anak buah Eden Wolf tampak


bengong di tempat tidak mampu bergerak saat


melihat Aaron sudah ada di hadapan mereka.


Dan bukan itu saja pasukan Singa Putih pun


kini sudah ada di ujung jembatan sebrang.


Mereka semua keluar dari mobil tempur nya


dengan senjata besar dan canggih kini ada di


tangan mereka dan sudah siap membumi


hanguskan pasukan Eden Wolf sampai jadi


debu. Wajah anak buah Eden Wolf tampak


mulai tegang, detik berikutnya mereka mundur


kemudian masuk ke mobil masing-masing


dan melarikan kendaraan nya dari tempat itu.


Melihat hal itu Eden Wolf hanya bisa tersenyum


kecut. Matanya kini saling menatap kuat dengan


Aaron yang menyeringai tipis. Dia memangku


tubuh Raya untuk turun dari motor dan berdiri


di sisinya, memeluknya erat memberikan segala


perlindungan karena istrinya itu sudah kehilangan tenaga. Mata Eden tampak menatap tajam wajah


Raya yang sudah memutih itu dengan sorot


mata tidak terbaca.


"Apa sebenarnya yang kau inginkan.?"


Aaron bertanya, mereka saling menodongkan


senjata masing-masing. Eden Wolf kembali


menyeringai aneh, ada kilatan gelap yang kini


saling menyambar dalam kekelaman matanya.


"Aku menginginkan wanita istimewa itu untuk


menjadi istriku..!"


Deg !


Jantung Aaron serasa berhenti berdetak.


Pria ******** ini mengetahui rahasia Raya.?


"Kalau begitu kau layak untuk lenyap dari


muka bumi ini.! "


Aaron mengangkat tangannya ke udara, para


pasukannya serempak mengokang senjatanya


lalu di arahkan pada Eden Wolf. Namun di detik


berikut nya mereka semua terkejut saat melihat


pria tinggi kekar itu mengangkat kedua tangan


ke udara, kemudian melakukan gerakan yang


menyerupai jurus ninja. Gerakan tangannya


semakin lama semakin cepat di sertai semburan


cahaya merah yang keluar dari matanya dan


tidak lama kemudian sesuatu yang tidak masuk


akal terjadi. Air laut tiba-tiba saja naik dari dua


sisi jembatan berupa gelombang tinggi dan


kemudian menerjang dan menyapu semua


pasukan Singa Putih nya Aaron hingga mereka


semua terseret dan terlempar jauh.


Aaron terkesiap sesaat sebelum akhirnya dia


mengarahkan tembakan pada Eden Wolf, tapi


sebelum tembakan nya keluar tubuh Eden Wolf


sudah terlebih dahulu melesat terbang dan


melompat terjun ke bawah jembatan..


"Sampai jumpa My Lady...!"


Teriakkan Pria gila itu masih terdengar saat


tubuh nya meluncur jatuh ke dalam laut..


***

__ADS_1


Happy Reading...


__ADS_2