
❤️❤️❤️
Raya menjerit keras, kepalanya terbentur hebat
ke jok depan, untung nya airbag yang terpasang
di semua sisi tempat duduknya otomatis langsung
mengembang dan mengurung tubuh nya hingga
dia aman dari cidera. Namun tetap saja kini dia tampak gemetar ketakutan dengan mata yang
terlihat syok luar biasa. Griz melompat keluar
dari mobil kemudian membuka pintu belakang,
sementara Alex melancarkan tembakan kearah
helikopter penyerang tadi masih pada posisi di
belakang kemudi.
"Anda tidak apa-apa Miss ?"
Griz yang sudah ada di depan pintu menatap
cemas wajah Raya yang terlihat memutih.
Wanita maskulin itu cepat-cepat mengecek
kondisi Raya yang bergetar hebat di penuhi
ketakutan dan ketegangan.
"Aaron.. dimana dia.?"
Gumam Raya setengah tidak sadar pikirannya
langsung melayang pada sosok suaminya itu.
"Kami sudah menghubungi semua jaringan.
Yang Mulya sedang meluncur kesini !"
Alex menjawab masih dalam posisi membalas serangan lawan. Mobil ini sudah di lengkapi
dengan lapisan pelindung anti peluru dan
ledakan jadi serbuan peluru dan peledak
hanya akan lewat begitu saja.
"Kami harus segera membawa anda pergi dari
tempat ini Miss.!"
Ucap Griz, dengan tergesa-gesa dia memasang
rompi pengaman ke tubuh majikannya itu yang
terlihat masih saja bengong tidak bisa bergerak
karena terlalu tegang melihat kobaran api di depan mobil mereka. Matanya kini membulat sempurna
saat melihat helikopter penyerang sudah ada di sebrang mobil mereka.
"Awas Griz.!"
Raya menarik kencang tubuh Griz yang masih
berdiri setengah jongkok di pintu mobil saat ada
lesakkan tembakan besar dari depan mengarah
mobil mereka. Dan kini mobil mereka terhantam tembakan tersebut kemudian terguling hebat
lalu meluncur deras ke pinggir jembatan hingga
akhirnya membentur dinding kokoh, di bawah jembatan ini adalah lautan yang membelah
kota dan biasa di gunakan sebagai sarana
transportasi air yang di padati oleh lalu lintas kapal-kapal barang dan penumpang.
Detik berikutnya ada mobil hitam yang berhenti
di dekat mobil Raya yang kini dalam keadaan
jungkir balik, sangat mengenaskan.
"Damn..!! Apa yang kalian lakukan..? kalau
sampai terjadi apa-apa padanya aku pastikan
hidup kalian berakhir sekarang juga.!"
Ada bentakan menggelegar kearah penyerang
yang ada di dalam helikopter dari seorang pria
tinggi kekar yang baru saja keluar dari dalam
mobil hitam tadi. Para penyerang itu tampak
tegang saat melihat kondisi mobil Raya yang
kini sudah ringsek. Pria tinggi kekar itu kini
berkelebat cepat kearah mobil Raya. Alex dan
Griz baru saja keluar dari kurungan airbag.
Mata Alex langsung melotot saat melihat
sosok tinggi kekar itu yang sedang melakukan
gerakan cepat bagai robot menarik dan
melempar pintu mobil bagian belakang.
"Amankan Miss Raya..!!"
Alex memberi perintah pada Griz, namun sosok
tinggi kekar tadi sudah bergerak terlebih dahulu,
mengangkat dengan enteng tubuh Raya yang
masih dalam keadaan syok, dia juga kehilangan
tenaga. Sosok tinggi kekar itu melancarkan
tembakan membabi buta kearah Alex dan Griz
dengan satu tangan sementara tangan kirinya
menahan tubuh lemah Raya di pundaknya.
"Alex.. Griz.. toloong..!"
Raya memekik kuat dalam sisa kekuatannya
sambil meronta memukuli punggung kekar pria
penculiknya itu. Dengan gerakan cepat dan skill
yang tinggi pria itu membawa Raya masuk ke
dalam mobilnya dan langsung meluncur cepat
di atas jembatan emas yang di padati kendaraan.
Namun tidak lama ada sebuah motor sport yang
melesat cepat mengejar mobil tersebut. Alex
dan Griz baku tembak dengan para penyerang
yang ada di helikopter hingga akhirnya musuh
dapat di pukul mundur dan mereka terbang
menjauh. Tidak lama berselang datang mobil-
mobil sport tempur ke tempat itu. Alex segera
masuk ke dalam salah satunya.
"Eden Wolf.. dia masih hidup.! Dia membawa
Miss De Enzo..! Amankan warga sipil..!"
Alex memberi peringatan singkat pada seluruh
pasukan Singa putih yang baru datang. Mereka
semua langsung melesatkan mobil-mobilnya
mengejar mobil si penculik yang ternyata adalah
Eden Wolf. Puluhan mobil patroli aparat kepolisian
pun kini berdatangan ke jembatan itu berusaha
mengamankan dan mensterilkan area jembatan
layang agar tidak ada lagi warga sipil yang masuk.
Sementara itu di dalam mobil Eden Wolf..
Raya yang duduk mepet di pinggir jok tampak
menatap tidak percaya pada sosok tinggi kekar
yang ada di hadapannya itu, bagaimana bisa
pria ini masih hidup ? Bukankah kemarin dia
berada di dalam helikopter yang meledak itu.?
"Aku tidak akan mati semudah itu Nona..!"
Ucap Eden Wolf dengan seringai aneh nya
sambil memegang erat pergelangan tangan
Raya yang terus mencoba berontak, menarik tangannya dari genggaman kuat pria itu.
"A-apa maumu, kenapa kamu menculikku.?"
Suara Raya terdengar gemetar dengan tatapan
tajam kearah Eden Wolf yang kini menggeser
duduknya ke dekat Raya membuat tubuh Raya
semakin bergetar hebat di serang ketakutan.
Air matanya mengalir deras membasahi pipi
mulusnya yang terlihat sudah sepucat kapas.
"Aku menginginkanmu..Tidak ada tujuan lain
__ADS_1
dalam hidupku sekarang selain mendapatkan
dirimu Nona.."
"Kau pria gila, aku bukan barang.! Tidak bisa
kau miliki begitu saja !"
"Aku tidak peduli.! Yang ku tahu, aku hanyalah
menginginkan mu.! Sampai kapanpun.!"
"Tidak ! Lepaskan aku.! Tolong lepaskan aku..!"
Raya tiba-tiba berteriak saat Eden wolf semakin
mendekatkan wajahnya. Di sisa kekuatannya
dia menggigit tangan pria itu sekuat tenaga,
tapi ini sesuatu yang gila.! pria itu bergeming..
Dia seolah tidak merasakan apapun dengan
gigitan itu, dan dalam gerakan cepat pria itu
malah menarik pinggang Raya hingga tubuh
mereka kini merapat.
"Menikahlah denganku.! Jadilah istriku Miss
Maharaya.!!"
Mata Raya membulat tidak percaya, darimana
pria ini mengenali jati dirinya.
"Tidak ! darimana kau tahu namaku..?"
"Hahaa.. apa kau pikir hanya bos mu saja yang
tahu segalanya hahh.? Aku bahkan bisa lebih
pintar dari si jagoan yang satu itu.!"
Raya memukuli dada pria codet itu sambil
meronta ingin menjauhkan diri dari kekuasaan
nya. Tatapan Eden Wolf tampak semakin dalam
mengunci bibir ranum Raya yang membuat
darah nya mendidih, tidak tahan ingin segera
mencicipi manisnya.
"Tuan.. satu musuh datang mendekat.!"
Si sopir yang merupakan asisten pribadi Eden
Wolf memberi peringatan. Eden menyeringai
sadis. Matanya tidak lepas dari bibir Raya yang
masih tidak henti memberontak.
"Biarkan dia mendekat, kita akan sambut mereka
di titik utama.! Underground Devil..!!"
Geram Eden Wolf, dia semakin mendekatkan
wajahnya membuat Raya kembali berteriak
histeris saat pria itu memaksa ingin menciumnya.
"Tidak..! lepaskan aku.. Aaroonn... toloong..!!"
Raya menjerit dan meronta hebat menghindari
serangan brutal Eden Wolf. Dalam keadaan
genting seperti itu tiba-tiba saja terdengar bunyi tembakan kearah body mobil dari arah belakang. Sebuah motor sport canggih kini meluncur cepat
mensejajari kecepatan laju mobil hitam itu.Sosok pengendara motor sport itu tampak gagah dan
keren dalam balutan rompi prajurit sambil tiada
henti melancarkan tembakan memakai tangan
kirinya. Sementara tangan kanan tetap tangguh mengendalikan laju motornya.
"Aaron...Aaroonnn.. tolong akuuu...!"
Raya berteriak-teriak kencang saat dia sudah
mengenali siapa sosok yang ada di atas motor
tersebut. Wajah Eden Wolf tampak menyeringai
iblis, dia melakukan baku tembak dengan sosok
pengendara motor tersebut yang ternyata adalah
Aaron, sementara tangan kirinya masih mengunci
pinggang ramping Raya dan melingkarinya kuat.
Wajah Aaron kini sudah berubah seperti Ghost
Riders.. tampak kelam dan menakutkan. Berani
wanita miliknya.! Dia juga sudah terang-terangan
membuat guncangan keamanan di dalam kota.
Aaron terus meliukkan motornya menghindari
serangan tembakan yang di lancarkan oleh
Eden Wolf dan asistennya.
Habis kesabaran akhirnya Aaron menembak ban
mobil tersebut hingga membuatnya oleng dan
berhenti dengan posisi yang hampir saja jatuh
terguling. Aaron melompat cepat dari motornya
kemudian melesat kearah mobil tersebut lalu menembak pintu belakang. Begitu terbuka, dia
terkesiap melihat kondisi Raya yang mencoba
untuk keluar dari kekuasaan pria penculiknya.
Jantung Aaron rasanya berdarah seketika
menyaksikan keadaan wanita yang seharian
ini tidak pernah lepas dari pikirannya itu.
"Aaroonn..!"
Raya melompat ke dalam pelukan Aaron begitu
dia berhasil keluar dari dalam mobil. Keduanya
untuk sesaat saling berpelukan erat. Aaron
melancarkan tembakan kearah Eden Wolf yang
langsung keluar dari lari menghindar.
"Aaron.. aku takut.. bawa aku pergi..."
"Tenanglah..Aku sudah di sini sekarang..!"
Aaron berusaha menenangkan, dia mempererat
pelukannya mengunakan tangan kiri, sedang
tangan kanan tiada henti melancarkan tembakan.
Namun ketegangan ternyata belum berakhir.
Tidak lama dari berdatangan mobil-mobil anak
buah Eden yang langsung melancarkan serangan kearah Aaron.
"Kita harus pergi dari tempat ini.! Kau harus
tenang dan percaya padaku, okay..?!"
Tubuh Raya kembali tegang, mata mereka saling
menatap kuat. Detik berikutnya Aaron sudah
mengangkat tubuh Raya di bawa kearah motor
kemudian mendudukkannya di belakang. Setelah
itu dia mengokang senjata di tangan kiri lalu
naik keatas motornya.
"Peluk aku dengan kuat, jangan pedulikan
apapun yang ada di sekitarmu. Yang harus
kamu lakukan hanyalah memelukku.!"
Aaron memberi instruksi pada Raya yang hanya
bisa mengangguk di tengah ketegangan, lalu
dia mulai memeluk punggung Aaron dengan
kuat seraya menyusupkan wajahnya di balik
punggung kokoh suaminya itu. Tidak lama Aaron sudah melesatkan motornya dengan kecepatan maksimal membuat Raya memekik di telan
ketakutan dan kepanikan.
Motor terus meluncur bagai angin menghindari
serbuan hujan peluru dan tembakan besar. Raya
hanya bisa memejamkan mata sambil berdoa,
memohon pertolongan Tuhan untuk keselamatan
dirinya dan suaminya. Dalam ketegangan dan
suara ledakan dimana-mana entah kenapa ada
rasa aman dan nyaman yang dirasakan Raya
karena saat ini Aaron ada bersamanya.
Keadaan semakin genting ketika pasukan Singa
__ADS_1
Putih berhasil menyapu bersih pasukan Eden
Wolf yang di belakang. Semua sudah bisa di lumpuhkan. Hanya tersisa mobil yang kini
membawa Eden dan beberapa mobil anak
buahnya yang sudah berhasil menyalip motor
Aaron dan memberondongkan peluru kearah
nya tanpa sedikitpun yang mengarah pada Raya.
Eden sudah memberi instruksi pasti bahwa
semua Opersi besar yang di lakukannya kali
ini semata-mata hanya demi mendapatkan
wanita yang satu itu.
Mobil Eden sudah berhasil menjauh dan mereka
semua kini sudah mencapai pertengahan dari
jembatan layang yang sangat panjang itu. Di
jalur pertengahan ini ada sistem tutup buka
dalam pengoperasian jembatan tersebut bagi
kapal-kapal laut yang akan melintas.
Saat sudah lewat pertengahan jembatan pria
itu menghentikan mobilnya. Dan ternyata di
sana sudah menunggu pasukan Black Wolf
lainnya yang sudah bersiaga dengan senjata
di tangan.
"Pastikan wanita ku tidak mengalami cedera
sedikitpun..!!"
Perintah Eden Wolf dengan suara yang sangat
menggelegar, dia memanggul senjata besar di
atas bahunya sambil menatap tajam kedatangan
motor Aaron dengan seringai iblis nya.
"Baik Ketua, kami mengerti.!"
Serempak semua anak buah nya, kemudian
bersiaga mengarahkan senjata mereka ke
depan. Aaron meluncurkan motor nya sambil
mengarahkan tembakan pada musuh. Namun
dia mendengus geram ketika tiba-tiba ada satu
tembakan besar melesat ke arah nya. Dengan
sigap dia membelokan dan meliukkan motornya
tampak lihai dan profesional sambil kemudian
melesatkan kembali motor nya. Pelukan Raya di
tubuh nya semakin terasa kuat. Ketakutan sudah
membawa Raya pada keadaan setengah sadar.
"Ohh Shit.!! Kurangi kecepatan kalian..!!"
Aaron memberi perintah lewat alat komunikasi
khusus yang menempel di telinganya. Matanya
kini menatap tidak percaya saat melihat jembatan tiba-tiba terbuka dan terangkat ke atas terpisah
satu sama lain padahal tidak ada kapal yang
lewat saat ini. Sementara kecepatan laju motor
nya sedang maksimum. Tidak ada pilihan lain,
dia menghentak gas dengan kecepatan over maksimum kemudian meluncurkan motornya
melayang ke udara melewati bidang jembatan
yang kini sudah hampir terbuka seluruhnya.
"Aarooon..."
Raya menjerit melengking karena terlalu syok
saat menyadari kini motor mereka terbang di
udara, di atas permukaan air yang entah berada
pada ketinggian berapa puluh meter. Akhirnya
motor mendarat mulus di ujung jembatan yang
terputus tadi. Anak buah Eden Wolf tampak
bengong di tempat tidak mampu bergerak saat
melihat Aaron sudah ada di hadapan mereka.
Dan bukan itu saja pasukan Singa Putih pun
kini sudah ada di ujung jembatan sebrang.
Mereka semua keluar dari mobil tempur nya
dengan senjata besar dan canggih kini ada di
tangan mereka dan sudah siap membumi
hanguskan pasukan Eden Wolf sampai jadi
debu. Wajah anak buah Eden Wolf tampak
mulai tegang, detik berikutnya mereka mundur
kemudian masuk ke mobil masing-masing
dan melarikan kendaraan nya dari tempat itu.
Melihat hal itu Eden Wolf hanya bisa tersenyum
kecut. Matanya kini saling menatap kuat dengan
Aaron yang menyeringai tipis. Dia memangku
tubuh Raya untuk turun dari motor dan berdiri
di sisinya, memeluknya erat memberikan segala
perlindungan karena istrinya itu sudah kehilangan tenaga. Mata Eden tampak menatap tajam wajah
Raya yang sudah memutih itu dengan sorot
mata tidak terbaca.
"Apa sebenarnya yang kau inginkan.?"
Aaron bertanya, mereka saling menodongkan
senjata masing-masing. Eden Wolf kembali
menyeringai aneh, ada kilatan gelap yang kini
saling menyambar dalam kekelaman matanya.
"Aku menginginkan wanita istimewa itu untuk
menjadi istriku..!"
Deg !
Jantung Aaron serasa berhenti berdetak.
Pria ******** ini mengetahui rahasia Raya.?
"Kalau begitu kau layak untuk lenyap dari
muka bumi ini.! "
Aaron mengangkat tangannya ke udara, para
pasukannya serempak mengokang senjatanya
lalu di arahkan pada Eden Wolf. Namun di detik
berikut nya mereka semua terkejut saat melihat
pria tinggi kekar itu mengangkat kedua tangan
ke udara, kemudian melakukan gerakan yang
menyerupai jurus ninja. Gerakan tangannya
semakin lama semakin cepat di sertai semburan
cahaya merah yang keluar dari matanya dan
tidak lama kemudian sesuatu yang tidak masuk
akal terjadi. Air laut tiba-tiba saja naik dari dua
sisi jembatan berupa gelombang tinggi dan
kemudian menerjang dan menyapu semua
pasukan Singa Putih nya Aaron hingga mereka
semua terseret dan terlempar jauh.
Aaron terkesiap sesaat sebelum akhirnya dia
mengarahkan tembakan pada Eden Wolf, tapi
sebelum tembakan nya keluar tubuh Eden Wolf
sudah terlebih dahulu melesat terbang dan
melompat terjun ke bawah jembatan..
"Sampai jumpa My Lady...!"
Teriakkan Pria gila itu masih terdengar saat
tubuh nya meluncur jatuh ke dalam laut..
***
__ADS_1
Happy Reading...