Terpikat Cinta Pencopet Cantik

Terpikat Cinta Pencopet Cantik
Bab 100. Bertemu


__ADS_3

...🌻🌻🌻...


Beruntung Ari masih memiliki simpanan dari bonus yang diberikan oleh Alsaki beberapa waktu yang lalu, sebab uang gaji yang ia terima telah ia transfer separuh untuk ibunya di desa.


Meski tabungannya terbilang banyak, tapi tak memiliki pekerjaan saat ini jelas akan menjadi ancaman buat pria itu.


Di tengah gelapnya malam yang suram se suram nasibnya saat ini, ia yang kini menemukan sebuah kamar kost untuk ia gunakan berteduh sementara waktu, tampak sibuk menghubungkan beberapa nomor yang cukup membuatnya resah.


Ya, Ari berusaha menghubungi nomor Puri namun nomor itu sepertinya telah di matikan.


Ia juga menghubungi nomor Desi namun hal serupa juga terjadi. Ari resah. Pikiran yang semakin tak karuan makin menyiksa dirinya. Kenapa Desi menuduh dirinya? Apa motifnya melakukan hal menjijikan seperti ini?


Perut yang lapar membuatnya memaksa diri untuk menyeret langkah menuju ke tempat penjual makanan yang berada tak jauh dari kost itu. Namun saat hendak menyeberang. Pundaknya tiba-tiba di tepuk oleh seseorang.


" Kau!"


...----------------...


Sepasang suami-isteri tengah gundah gulana demi merasakan persoalan yang kini terjadi di keluarga Mamanya. Pembantunya hamil dan supir yang tengah menjalin hubungan dengan adiknya lah yang diduga melakukan hal tak senonoh itu.


" Aku tidak percaya bila Ari melakukan hal itu mas!" kata Dhisti yang kini tidur sembari di peluk mesra oleh suaminya yang juga kepikiran dengan keadaan dikediaman orang tuanya.


Dhisti masih ragu dengan apa yang ia dengar. Lebih-lebih, ia memandang Ari sebagai orang yang bertanggungjawab, bukan sebagai bajingan seperti yang santer di tuduhkan.


" Entahlah sayang. Tapi Desi menyatakan jika mereka melakukannya dirumah itu! Dan siapa lagi yang melakukannya jika bukan laki-laki itu?" Alsaki membasuh wajahnya kasar menggunakan sebelah tangannya.


Ia benar-benar turut merasa frustasi dengan apa yang kini menimpa keluarganya. Lebih-lebih, ia tahu bila Puri saat ini sedang sayang- sayangnya kepada supir tampan yang wajahnya sering merasakan itu.


Baru saja satu masalah selesai, kini masalah lain malah merajalela.


Di kediaman keluarga Gunawan, Puri terlihat melamun menatap iPad yang seharusnya ia gunakan untuk membuat sebuah project. Namun semua terasa kacau sebab hatinya benar-benar terluka dan membuat segala sesuatunya berjalan tak normal.


Dan saat ia berada di dapur untuk mengambil minum, ia melihat Desi yang sepertinya baru selesai membersihkan piring kotor.


Puri seketika berjalan maju lalu dengan gerakan cepat menangkap tangan Desi yang kini terkejut akan kehadiran Puri yang tiba-tiba.


" Nona?" tanya Desi yang terlihat terkejut dan spontan menarik tangannya.


" Kemari kau!" Puri kembali meraih tangan Desi lalu menyeret gadis itu menuju ke tempat yang sepi.


" Sejak kapan kalian berhubungan?" tanya Puri tanpa basa-basi dan terlihat sedih.


Desi langsung menjadi gelagapan.


" Anda tahu kan, sedari saya di kampung saya sudah dekat dengan mas Ari!" ucap Desi mencoba menghindari tatapan mata Puri yang begitu tajam.


" Bukan itu yang aku maksud. Kamu tahu kan aku sama Ari juga backstreet selama ini. Kamu juga tahu bila aku dan Ari saling menyayangi. Tapi please jawab gue dengan jujur, apa saat gue di desa kemarin, kalian udah pernah ngelakuin?"


Deg

__ADS_1


Desi seketika menelan ludah namun sejurus kemudian memberanikan diri menatap mata Puri.


" Ya, kami sudah pernah melakukannya!" jawabnya menatap dua manik mata Puri dengan mengerahkan segenap keberaniannya.


Air mata Puri seketika menetes saat mendengar hal itu. Tak bisa membayangkan bila selama ini Ari telah membohonginya.


" Lagipula, anda ini merupakan orang kaya. Kenapa anda mau dengan orang seperti mas Ari yang bahkan tak akan mampu mensejajarkan status sosial dirinya dengan anda!"


" Tutup mulutmu Des. Aku tidak memintamu untuk mengoreksi hubungaku ataupun keadaan Ari!" berkata marah sebab Desi malah membahas kesenjangan sosial yang selama ini mati-matian ia tepiskan.


Sepeninggal Puri yang pergi dengan kemarahan, Desi tertunduk lesu. Entah mengapa untuk pertama kalinya ia merasa bersalah kepada Puri.


" Maafkan aku!" jerit Desi dalam batinnya yang kini benar-benar tertekan.


Hendra Gunawan yang melihat hal itu nampak menyeringai licik. Sepertinya gertakannya berhasil. Gadis itu bahkan tak berani untuk membuka sedikitpun fakta yang sebenarnya terjadi.


-


-


" Apa, jadi elu di fitnah?"


Brio yang malam itu pulang dari suatu tempat untuk mengurusi pernikahannya yang tinggal menghitung hari, kaget saat melihat Ari yang berjalan kaki di jam semalam itu.


" Saya gak tau musti gimana Mas. Masalah ini benar-benar rumit!"


" Sebentar-sebentar, jadi elo backstreet sama adiknya bang Al?" tanya Brio yang juga sedikit syok.


Ari mengangguk mengiyakan pertanyaan Brio.


" Entahlah Mas. Meski saya gak jadi sama dia. Tapi setidaknya saya pingin nama saya bersih! Saya sedang di fitnah oleh seseorang mas!"


Kini Brio juga bingung harus menolong dengan cara apa. Persoalan ini cukup pelik.


" Elu temuin aja itu anak. Tanya dia betul-betul!" seru Brio yang memberikan ide kepada Ari untuk menemui Desi.


" Masalahnya gak semudah itu mas. Desi pasti gak akan di izinkan keluar sama Ibuk!"


Brio semakin menatap muram Ari yang terlihat frustasi. Segala sesuatunya kini berubah menjadi amat menyedihkan, dan runyam.


" Elo sekarang tinggal dimana?" bertanya demi melihat keadaan Ari yang sepertinya belum sempat membersihkan dirinya.


" Di belakang kampus. Dapat kost disana!"


" Elu ikut gue aja dulu. Minggu besok aku sama Inka mau nikah. Ya gak rame sih, tapi Alsaki pasti datang. Nah, pakai moment itu buat ngejelasin semuanya!"


" Tapi mas, saya takut kalau dia..."


" Rasa takut hanya berlaku bagi siapa yang salah. Selama bener, pantang bagi elo buat takut!"

__ADS_1


Membuat sinar penuh pengharaman kini terbit dari relung hati terdalam Ari.


...----------------...


Hari Minggu yang di nantikan oleh pasangan marjinal itu akhirnya datang juga. Setelah menelan persiapan yang cukup memusingkan, keduanya akhirnya resmi menjadi pasangan suami istri yang sah secara agama juga negara.


Ari yang berada di pesta itu, benar-benar memanfaatkan rencana yang dilakukan oleh Brio agar bisa menemui Alsaki.


Namun, Ari yang melihat Puri ada di sana malah merasa seperti ketiban durian runtuh. Benar-benar kebetulan. Ia akhirnya bisa menemui gadis itu tanpa bersusah-susah payah.


Maka Ari seketika memindai keadaan lalu secara perlahan membuntuti Puri manakala gadis itu menuju ke arah toilet.


Hingga.


HEP!


" Mmmmppp!"


Ari yang kini membekap mulut Puri menahan sakitnya di pukuli sebab gadis itu memberontak lantaran tak tahu siapa yang kini menjeratnya.


Ari terus membawa Puri masuk kedalam toilet dan kini mengunci pintu itu menggunakan sebelah tangannya.


Dan sejurus kemudian.


" Nona, ini saya!" seru Ari yang kini melepas maskernya manakala ia membalikkan tubuh Puri.


" Ari?" Puri mendelik dengan wajah yang begitu terkejut


" Nona, tolong jangan pergi. Anda harus mendengarkan saya dulu!"


Ari begitu muram manakala memohonkan kepada Puri untuk tidak pergi dari tempat itu. Namun Puri yang ingat akan pernyataan Desi semalam, kini menjadi marah kembali.


" Mau dengar apa lagi Ar? Mau dengar kamu minta maaf karena baru ketahuan? Iya?" bentak Puri yang benar-benar terlihat kecewa juga cemburu.


" Nona, saya berani bersumpah jika saya bukanlah bapak dari bayi yang di kandung Desi!"


" Lalu siapa Ar? Desi tidak pernah keluar rumah dan satu-satunya lelaki yang dia kenal hanya kamu!"


" Saya juga tidak tahu nona! Tapi saya jujur dan berani bersumpah jika itu bukan saya. Anda harus percaya sayan nona. Saya mencintai anda nona, tolong percayalah kepada saya!"


Puri yang kini keningnya di satukan dengan kening Ari terlihat tak berdaya. Mereka tampak sama-sama bersedih sembari meluapkan kerinduan yang sama- sama membuncah.


Puri yang sebenernya juga masih mencintai Ari tampak membiarkan laki-laki itu mengecup bibirnya sejenak.


Ia juga merindukan pria itu.


" Tolong percayalah kepada saya nona. Seseorang sedang memfitnah saya!" bisik Ari yang kini menangis sembari menatap wajah basah Puri yang terlihat pilu.


Puri yang kini dipeluk Ari nampak menghela napas tak berdaya. Di atau sisi ia mencintai Ari , tapi melihat kenyataan yang ada semakin membuatnya ragu untuk memilih jalan.

__ADS_1


__ADS_2