
...🌻🌻🌻...
" Oh jadi gitu, ya udah aku buang ini ya?" seru Brio yang sebenarnya sudah mendengar perkataan pacar barunya itu.
Dhisti langsung tertawa saat melihat Inka yang kini kebakaran jenggot. Sial, niat bercanda malah jadi bumerang.
" Kok kamu gak bilang sih kalau ada dia. Jadi brabe ini urusannya. Bri, jangan marah dong. Ah elah, Brio!!! My body sweety!" seru Inka mengejar Brio yang terlihat ngambek.
Alsaki bahkan semakin tertawa demi melihat kekonyolan itu. Sungguh definisi dari pasangan limited edition. Kini, tawa yang semakin lirih itu mendadak senyap di telan keheningan saat keduanya saling bertukar pandang.
" Buat kamu!" ucap Al menyerahkan buket bunga mawar yang begitu harum.
" Makasih!" menjawab dengan wajah bersemu merah. Ah, Alsaki benar-benar so sweet.
Dhisti terlihat menghirup aroma mawar yang khas itu. Ini adalah kali pertamanya dia di perlakukan manis seperti itu.
" Kamu jaga kesehatan ya? Dante sedang ngrusin beberapa persyaratan buat kita. Aku juga masih nunggu Puri balik buah bahas lain-lain!" tutur Alsaki membelai lembut pipi Dhisti. Membuat gadis itu merasa nyaman.
" Memangnya dia pulang kapan?"
" Enggak tahu, kayaknya lagi suka sama seseorang dia!"
" Suka sama seseorang, Beneran? Bukannya dia sama pacarnya belum putus?"
Alsaki mengangguk. " Biar sudah Dhis. Kalau seperti itu dia akhirnya jadi tahu kan kalau masa depan seseorang itu gak ada yang tahu!"
__ADS_1
" Kalau seperti itu dia jadi ngerti bahwa pria bertanggungjawab itu lebih dibutuhkan untuk hubungan yang serius!"
Dhisti balik mengusap lembut wajah tampan Alsaki. Terlihat kagum atas kedewasaan yang ditunjuk oleh laki-laki bertubuh tinggi tegap itu.
" Dia pasti beruntung punya kakak sebaik kamu!"
Al menangkap jari-jari lentik itu lalu mengecupnya sekilas. " Terus kamu gak ngerasa beruntung dapat aku, hm?" bertanya seraya mengerlingkan mata.
Yang di malah sindir terlihat terkekeh kecil. " Makasih ya udah milih aku!" sahutnya dengan hati berbunga-bunga.
Namun bukannya menjawab, Alsaki malah menyambar bibir ranum Dhisti dengan ciuman lembut. Pria itu menangkup wajah calon istrinya perlahan dan terlihat begitu menikmati suguhan lezat itu.
BRAK!
" Astaga Bri, kita balik aja deh. Emang kampret tuh calon pengantin. Main sosok aja gak lihat kondisi. Kan aku jadi pingin!"
...----------------...
" Saya pamit dulu Buk. Terimakasih karena saya dirawat dengan baik selama di disini! Saya juga mohon maaf kalau ada sesuatu yang bikin ibuk kurang berkenan!"
Puri berpamitan sebab hari ini ia harus join bersama teamnya untuk menyelesaikan projects mereka.
" Saya kira nona bareng Ari nanti pulangnya!" Bu Yuli menatap muram Puri yang sudah bersiap akan menemui rekannya untuk briefing.
Ya, wanita paruh baya itu mengira jika Puri akan pulang bersama anaknya beberapa hari lagi.
__ADS_1
" Saya masih ada pekerjaan Bu. Saya pulangnya naik pesawat nanti lewat kota lain!"
Ia saat ini sedang menunggu Ari yang tengah bersiap-siap untuk mengantarnya. Sengaja berpamitan dulu guna memangkas waktu.
" Kapan-kapan main ke kota Bu, ajak Danisa juga. Ini, ada sedikit rezeki buat Ibuk. Gak usah bilang ke Ari ya, dia rempong soalnya!"
Bu Yuli kontan mendelik tatkala Puri menjejalkan sebuah amplop coklat yang begitu tebal ke tangannya.
" Apa ini nona, saya tidak bisa menerima ini!" tolak Bu Yuli tak enak hati yang mengetahui jika itu pasti merupakan uang.
" Ini untuk ibuk dan Danisa. Ibuk simpan untuk bantu-bantu keperluan Ibuk. Ibuk sehat-sehat ya. Semoga lain waktu kita bisa ketemu lagi!"
Bu Yuli menatap gadis cantik yang benar-benar memiliki hati sebaik Dewi itu dengan tatapan terenyuh.
" Bolehkah saya memeluk non Puri?" memberanikan diri untuk bertanya.
Puri mengangguk sembari tersenyum. Mereka akhirnya berpelukkan demi meluapkan rasa haru. Tak mengira jika orang kota seperti Puri Sudi berbaik hati kepada keluarganya.
" Sudah nona?" kata Ari yang sudah siap.
Puri perlahan melepaskan pelukannya saat mendengar suara Ari yang sepertinya sudah selesai bersiap. Namun ia mendadak membeku saat melihat Ari mengenakan baju yang ia berikan beberapa waktu yang lalu. Tampak cocok dan sangat tampan.
" Kenapa dia ganteng sekali?"
.
__ADS_1
.
.