
...🌻🌻🌻...
Maka Alsaki seketika terlihat cemas saat merasa adiknya tengah di serang kegalauan. Ia lantas menuju ke kantornya dimana Dante sudah mengerjakan sebagian tugas Alsaki yang cukup menumpuk.
" TV Z mengirimkan surat untuk meminta anda menjadi bintang tamu acara talk show entrepreneur muda!" kata Dante manakala bosnya baru menyembul dari balik pintu.
" Kapan itu?" tanya Al mengangkat sebelah alisnya.
" Bulan depan!"
"Bulan depan?" Alsaki tiba-tiba memiliki ide yang cukup brilian saat mendengar hal itu. Ingin menjadikan hal itu untuk momentum besar dalam hidupnya.
" Terima saja Dan. Oh ya, mana dokumen yang aku minta kemarin?"
Membuat Dante tertegun, " Tumben si bos langsung oke!"
" Ada di meja anda bos!"
Alsaki tampak senang. Semua persiapan sudah rampung sekitar 60 persen. Sisanya tinggal menghubungi event organizer.
Usai menyelesaikan semua pekerjaannya, Alsaki yang tengah membeli sebuah buket bunga di sebuah flower shop nampak terkejut saat melihat Luna yang juga ada di sana.
" Al, kau disini?"
Namun yang di sapa malah terlihat canggung.
" Luna, kau juga sedang membeli buket?" mencoba biasa saja.
Wanita itu mengangguk, " Kau beli buket untuk siapa?"
" Untuk Dhisti." jawab Alsaki tersenyum.
__ADS_1
Wajah Luna langsung berubah masam detik itu juga.
" Kenapa kau tega berbuat ini kepadaku Al?"
Membuat Alsaki mengerutkan keningnya.
" Kau tahu aku sudah mencintaimu sedari dulu, tapi kenapa kau malah memilih gadis miskin itu Al?"
" Luna jaga bicaramu!"
Dan pekikan itu berhasil membuat beberapa pengunjung disana memusatkan perhatiannya kepada Alsaki juga Luna sambil berbisik.
" Kenapa? Gadis itu pasti memeletmu kan?"
" Luna!"
Maka Luna seketika tak percaya saat Alsaki berani membentaknya. Kini, Alsaki tampak menyesali perkataannya saat semua mata kembali menatapnya.
Namun Luna terlihat menatap Al dengan wajah kecewa.
" Akan ku pastikan kalian membayar rasa sakti hatiku!" Seketika enyah dengan dada yang terbakar kemarahan.
...----------------...
" Ini buat apa Dhis, banyak banget?" tanya Inka menatap amplop coklat saat keduanya asyik bergunjing di rumah dhisti.
" Itu uang dari keluarga Arif. Bayar utang mu biar elu gak nyopet lagi!" seru Dhisti yang sepertinya ingin membalas budi sahabatnya itu.
" Telat, Brio kemarin ngasih gue duit hasil dia jual mobil buat bayar hutang!"
" Hah, serius?"
__ADS_1
Inka mengangguk, " Kayaknya gue bakal nerima dia deh Dhis. Cuman dia yang bisa ngertiin bajingan betina kayak gue. Gue sama dia sama-sama yatim piatu yang katam sama kehidupan blangsak. Ngelihat elo mau dinikahinya sultan, kok gue juga pingin nikah!" berkata sambil terkikik-kikik.
Namun yang di ajak curhat malah hanyut dalam rasa haru.
" Aku udah ngira kalau kamu bakal nerima dia. Aku berharap kita bisa sama-sama bahagia setelah ini In. Punya anak dan bisa hidup baik-baik!"
Inka yang diajak berbicara serius malah ingin menangis. Tak mengira akan sampai juga di titik itu.
" Lo jangan pernah lupain gue ya Dhis. Kehidupan lo setelah ini pasti beda. Secara..."
" Kamu ngomong apaan sih, yang ada aku yang kuatir kamu bakal ngelupain aku!" Menonyor lengan Inka sembari mendengus.
" Ya kali aja, udah jadi istri pengusaha sama artis elu bakal lupa sama manusia kelas bawah kayak gue!"
Saat Dhisti ingin membalas omongan Inka, seorang pria tiba-tiba datang dengan membawa sebuah bunga cantik yang membuat Inka terbawa perasaan.
" Lagi pada ngomongin aku ya?"
Alsaki tiba-tiba berkata dan membuat keduanya mengalihkan perhatian .
" Ceile yang mau naik kawin udah kayak drama Korea aja pakai bawa bunga. Sengaja bikin iri pak?" cibir Inka yang salah fokus dengan buket yang dibawa oleh Alsaki.
Alsaki langsung terkekeh, " Kamu mau?"
" Enggak ah, aku maunya duit, kalau bunga mah biasa aja!" menjawab asal.
" Oh gitu, jadi bunga itu biasa aja? Yo, Inka maunya duit aja katanya, cepat bawa balik bungamu itu, gak mau dia!"
Maka Inka seketika mendelik saat melihat Brio yang juga datang membawa bunga tanpa janjian bersama Alsaki.
Tidakk!!!
__ADS_1