
...🌻🌻🌻...
Malam menjelang, hawa gerah yang telah bercampur kemunafikan duniawi perlahan berganti dengan gelita yang menenteramkan. Nyonya Hapsari pelan-pelan memberitahu sang suami agar suaminya tidak syok dengan apa yang barusan menimpa dirinya.
" Astaga, kenapa Mama baru bilang sama Papa?" jawab tuan Hendra muram.
" Pah, Mama gak apa-apa kok. Untung ada temannya Alsaki tadi yang bantuin Mama. Dia anak buahnya Idho lho Pah!"
" Teman?"
Nyonya Hapsari mengangguk mengiyakan. " Alsaki dari dulu kan gak tebang pilih soal pertemanan pah, Mama gak keberatan kok!"
" Ya asal gak sampai lebih dari teman aja ma!" sahut sang suami dengan menatap sang istri tak jemu.
Nyonya Hapsari menatap murung ke arah suaminya. " Papa sebaiknya jangan kenceng mikir soal jodoh Al. Anak kita itu udah dewasa, dia pasti punya kriteria tersendiri!"
" Justru karena dia itu udah dewasa makanya mama wajib ngingetin. Yang dampingi dia itu harus yang berkompeten, berwawasan. Kalau diajak bertemu relasi ada yang di banggakan. Papa bukan pilih-pilih, tapi semua itu untuk kebaikan Al. Jangan sampai Al mendapat malu nanti!"
Nyonya Hapsari hanya mengembuskan napasnya panjang. Ia lebih memilih diam sebab tak mau membuat pikiran suaminya tegang.
Tok Tok Tok
"Mah ini Puri!"
" Masuk Pur!"
CEKLEK
Gadis cerewet dan manja itu menyembulkan kepalanya di balik pintu yang sengaja ia buka separuh.
" Ada kak Luna tuh di bawah!"
__ADS_1
" Luna? Sama siapa dia?"
" Sendiri, mau jenguk Mama katanya"
Nyonya Hapsari yang mendengar informasi itu akhirnya turun, ia membiarkannya suaminya istirahat usai memberikan obat dan pamit untuk menemui Luna.
Setibanya di bawah, wanita berkharisma itu tersenyum saat melihat Luna yang datang dengan seabrek oleh-oleh mahalnya. Tampak sungkan sebab Luna selalu saja berlebihan.
" Luna!"
" Tante , gimana keadaannya. Maaf baru tahu kalau Tante kena musibah!" memeluk sambil menyuguhkan raut khawatir.
Nyonya Hapsari melepaskan pelukannya lalu memegang kedua lengan Luna. Tampak senang karena anak muda itu terlihat tulus mengkhawatirkan dirinya.
" Tante tidak apa-apa. Kamu kok tahu kalau Tante kena musibah?"
" Idho yang ngasih tahu saya Tante. Al malah gak ada ngabarin saya. Sampai sekarang nomernya juga gak bisa Luna hubungi!" kesal Luna merajuk.
" Oh mungkin dirumah Dhisti tidak ada jaringan!"
Nyonya Hapsari mengangguk polos." Iya, Dhisti. Dia itu temannya Al. Dia yang nolongin Tante lho Lun. Tangannya luka, makanya tante minta Al buat nganterin dia!" tutur Nyonya Hapsari dengan wajah muram kala mengingat kebaikan Dhisti.
Luna tersenyum menanggapi meski sebenarnya hatinya terasa begitu nyeri. Kecewa sebab sepertinya Dhisti tak mengindahkan peringatannya.
" Ehh Tante, ini... aku bawakan oleh-oleh buat Tante. Semoga suka ya!" tuturnya mengalihkan pembicaraan yang berpotensi membuat hatinya panas.
" Aduh Lun, kamu kok selalu repot-repot sih? Tante jadi gak enak sama kamu!"
Saat mereka berdua tengah asyik mengobrol, Puri yang sudah rapih di malam itu menyapa Luna sejenak.
" Kak Luna, aku tinggal dulu ya kak!"
__ADS_1
" Kamu mau kemana malam-malam begini Pur?" tanya Mama resah saat melihat Puri sudah berganti pakaian.
" Keluar bentar Ma, ada sesuatu yang mau aku beli!"
" Jangan nyetir sendiri. Ari! Ar!" panggil Nyonya Hapsari kepada supirnya. Membuat Puri memberengut tak suka.
" Lah Mama, aku mau nyetir sendiri!"
" Gak bisa, keadaan diluar belum kondusif. Mama takut terjadi apa-apa nanti. Biar Ari antar kamu atau mending kamu gak usah keluar sekalian!"
Membuat Puri benar-benar kesal.
" Ya Bu?" Ari yang mendengar teriakan sang majikan kini sigap memenuhi panggilan.
" Maaf ganggu istirahat kamu. Tolong antar Puri ya, gak tau dia mau kemana itu!"
" Baik Bu!"
Namun di sebut namanya justru nampak kesal. Wajah Puri mengeruh karena ia tak bisa bebas malam ini. Ari melirik Puri yang nampak bersungut-sungut lalu sejurus kemudian menunduk.
Di mobil.
" Kita mau kemana nona?"
Puri yang mendecak kesal masih bersedekap dengan wajah berengut.
" Kamu turun deh, aku mau ada acara party soalnya!" rengek Puri memohon.
" Mohon maaf nona, tapi... saya benar-benar tidak bisa membantah perintah ibuk!"
" CK, kau ini menyebalkan sekali ya?"
__ADS_1
See, baru saja mereka berbaikan. Kini mereka harus bertengkar lagi.
Damned!