Terpikat Cinta Pencopet Cantik

Terpikat Cinta Pencopet Cantik
Bab 46. Nestapa sang adik


__ADS_3

...🌻🌻🌻...


Puri sengaja memanggil temannya yang bernama Della untuk membuat Ari semakin tak betah berada di sana.


" Del, Della!" panggil Puri sembari melambaikan tangannya akrab.


Ari yang melihat seorang wanita berpakaian minim dengan belahan dada yang nyaris tumpah itu seketika memalingkan wajahnya ke arah lain.


" Astaga!" gumamnya resah.


Membuat Puri tersenyum penuh kemenangan. Rasain Lo!


Puri takut jika Ari ikut, ia akan di laporkan kepada Mamanya. Tahu sendiri anak muda itu seperti apa. Tapi terlepas dari itu, Puri masih bisa menjaga kehormatannya.


" Lo baru dateng? Kok kayaknya si Wisnu udah aku lihat datang ya. Kalian berdua enggak bareng?" tanya Della saat menyongsong kedatangannya.


" Oh ya?" balasnya mengernyit.


Della mengangguk. Namun sedetik kemudian, wanita itu malah lebih fokus kepada laki-laki tampan yang kini memalingkan wajahnya karena tak tahan dengan barang absdurd miliknya.


" Psssst, siapa tuh, kenalin ke gue dong?"senggol Della ke pundak Puri, membuat gadis manja itu menoleh.


" Oh, itu Drivernya Mama!" balasnya biasa saja.


" Hah driver? Serius Lo? Padahal aku mau kenalan ternyata... cuma driver. Aku kira...!" cetus Della dengan tatapan meremehkan yang tentu saja tidak suka dengan pria yang yang memiliki pekerjaan rendahan seperti Ari.

__ADS_1


Ari yang masih membuang pandangannya ke arah lain tampak tak terganggu dengan cibiran Della. Laki-laki itu sudah terbiasa dengan bahasa yang merendahkan hidupnya. Baginya saat ini yang paling penting adalah bekerja untuk keluarganya.


" Eh, lo tadi bilang Wisnu udang datang? Sama siapa dia?" tukas Puri yang lebih tertarik membahas Wisnu ketimbang Ari.


" Sama si Fathir kayaknya. Dia ada di dalam mungkin. Tapi gak tau lagi sih. Biasa CEO baru!"


Suara jedang- jedung pesta membuat Puri turut manggut-manggut. Ia benar-benar suka dengan hal semacam ini. Berisik dan penuh kebebasan. Sejurus kemudian, Puri melirik Ari yang tampak tidak nyaman dengan suasana pesta itu. Sepertinya rencananya berhasil.


" Emm nona, maaf saya permisi ke toilet dulu. Anda bisa masuk sendiri dan saya akan menunggu di mobil setelah ini!"


Yes!


Batin Puri bersorak kegirangan kala melihat Ari yang tampak resah saat berpamitan. Ari pasti tidak tahan dengan wanita-wanita bertubuh molek yang mengekspos keindahannya tubuh mereka. Begitu pikir Puri terkikik-kikik.


" Ya udah, aku masuk dulu kalau gitu!"


Ari mengangguk penuh hormat saat Puri melenggang pergi.


" Pur, tuh cowok ganteng banget lho sebenarnya. Tapi sayang cuma supir. Berat di ongkos!"


Ari hanya diam meski Della lagi-lagi menjadikannya bahan obrolan selama mereka berjalan masuk. Berada di tempat seperti ini memang membutuhkan ketebalan iman. Apalagi, Ari bukanlah penganut free for life.


Puri masuk dan berjumpa dengan teman-temannya. Gadis itu dengan mudah membaur usai memberikan ucapan selamat kepada Elsa, temannya yang saat ini berulang tahun.


Tak hanya itu, bahkan sebuah kado mahal juga sudah ia siapkah sebagi pelengkap kedatangannya malam ini.

__ADS_1


Pesta itu benar-benar bertabur pasangan romantis yang tak sungkan saling mencumbu. Andai Ari tahu kejadian ini, mungkin pria itu bisa mengubah penilaiannya terhadap kaum elite yang biasa sok suci di depan kamera.


Ia cukup menikmati pesta itu dengan sukacita. Kepergian Ari jelas membuat Puri leluasa untuk bersenang-senang dengan gengnya. Hingga, ia yang merasa Wisnu lama tak keluar akhirnya berniat menyusulnya kedalam.


" Eh lihat Wisnu nggak?" tanya Puri kepada temannya yang kini berada di kolam renang.


" Wisnu, aku kok nggak lihat ya!"


Meski mendadak gamang, namun Puri tetap berkeliling dan masuk ke dalam sebuah bangunan.


Kakinya terus berjalan dan nampak tekun mencari-cari keberadaan Wisnu. Namun, usaha yang dia lakukan benar-benar tidak sesuai dengan hasil yang ia dapat.


Puri terperanjat demi melihat kekasihnya saling memeluk dengan wanita lain yang dia kenal sebagai adik dari Elsa. Tak hanya itu, ia bahkan melihat keduanya saling berciuman.


" Wisnu!" pekiknya dengan tubuh yang serasa tersambar petir meski tanpa hujan apalagi mendung.


Wisnu yang ketangkap basah tengah berciuman dengan Ana seketika gelagapan manakala melihat wanita yang berstatus sebagai kekasihnya berada di sana.


Bagaimana bisa?


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2