
...🌻🌻🌻...
" Bolehkah aku minta improvisasi pertanyaan satu macam saja?" Tanya Alsaki di ruang briefing yang kini sedang bersama para crew juga host yang akan memulai talk show kelas kakap itu, kepada seorang ketua redaksi.
" Tentu saja!"
Acara itu merupakan acara talk show yang selalu di nantikan oleh para pemirsanya. Acara berbobot yang seringkali mengundang para bintang tamu dengan sederet prestasi juga pencapaian luar biasa lainnya itu, menjadi acara yang paling diminati saat ini.
Selain mereka bisa mengenal lebih dekat sosok bintang tamu yang di undang, wawasan serta pengetahuan yang di sampaikan acapakali berguna bagi pendengarnya.
Tak heran, acara itu kini menduduki rating tertinggi di kelasnya, sebagai talk show kelas kakap.
" Sudah tidak asing lagi sosok seorang laki-laki muda berprestasi dari keluarga Gunawan. Seorang pengusaha, yang belakangan ini viral karena kepiawaiannya saat menjadi bintang iklan di produknya sendiri, mampu mendirikan yayasan untuk anak-anak kurang mampu, founder dari tempat pelatihan untuk anak-anak muda yang telah bekerja sama dengan balai latihan kerja. Mari kita sambut, Alsaki Yudhistira Gunawan!"
Saat Andorra yang notabene merupakan seorang host kawakan menyebutkan namanya, maka riuhlah seluruh ruangan itu dengan gema tepuk tangan.
Pria yang terlihat cemerlang di layar kaca itu melambaikan tangannya manakala berjalan menuju stage dengan penuh percaya diri. Sungguh sosok yang sempurna.
Dhisti dan Inka yang melihat hal itu menjadi terpana di hadapan layar televisinya. Mereka berdua mirip orang oon yang terkena hipnotis.
" Aku tidak percaya jika dia adalah suamiku In!" kata Dhisti dengan tatapan tak lekang.
" Wow, luar biasa. Apa kabar Al? Kau terlihat lebih tampan daripada di televisi ya?"
Para penonton di studio terlihat tertawa bersama saat host sedang mencoba membuka acara itu dengan sebuah banyolan.
" Mungkin akan menjadi lebih tampan lagi bila semua televisi di beri filter!" menyahut tak kalah kocak yang sukses mengundang gelak tawa penontonnya.
Alsaki begitu ramah, humanis, juga lancar saat melakukan tanya jawab seperti yang sudah di briefing kan sebelumnya.
" Selain sebagai CEO muda di sebuah perusahaan yang memiliki platform jual beli, dia ini juga juga merupakan seorang pendiri yayasan. Bisa di ceritakan kenapa orang semuda dirimu, bisa memiliki pemikiran untuk membuka yayasan?"
Semua penonton hening usai Andorra mengajukan pertanyaan itu. Mereka juga penasaran, apa sebenarnya yang melatarbelakangi niat pria itu.
" Kalau ditanya soal alasan, semua ini karena dorongan dari rasa peduli!" jawab Al begitu tangkas. Sebab sejatinya, nilai-nilai baik itu ia dapatkan dari sang Mama.
" Karena rasa peduli?" ulang Andorra mengulas topik yang semakin seru itu, dengan wajah ingin tahu.
" Semua orang pasti memiliki rasa peduli. Bedanya terletak pada kadar. Jadi sekalipun orang tersebut bisa di katakan kurang mampu, namun jika ia memiliki kepedulian yang tinggi, aku yakin orang itu pasti akan menolong orang lain semampunya. Dan aku berpikir dari situ, semua yang aku miliki ini tak selayaknya aku nikmati sendiri!"
Wow, Daebak!
" Luar biasa, beri tepuk tangan pada pria hebat ini!" seru Andorra yang secara pribadi kagum dengan kejernihan hati Alsaki.
Alsaki mengutarakan hal itu dengan suara lantang, serta bahasa yang begitu lugas. Dhisti dan Inka akhirnya lebih tahu bila pria itu sejatinya memang pria yang luar biasa. Hanya saja, kadang sedikit menyebalkan.
Namun saat kedua gadis itu menjadi layu bagai kangkung yang kurang air karena pembahasan selanjutnya mengenai hal yang tak mereka pahami, pertanyaan lain dari host itu membuat keduanya kembali fokus.
" Mengenai asmara. Jadi, apakah kamu saat ini memiliki pacar?"
Kesemua orang disana diam dan menunggu pria itu berbicara. Tak satupun mata yang tak menatap ke arah Alsaki yang terkekeh-kekeh usai di berondong pertanyaan pribadi itu.
" Tidak!"
" Wow, jadi kau masih jomblo?" timpal Andorra.
" Ooh!!!" seru semua penonton bersorak keranjingan, bahkan entah mengapa jawaban itu malah membuat Inka kesal.
" Apa-apaan dia, kenapa menjawab tidak!"
Dhisti mengangguk mengiyakan tanpa sempat berkata. Ia seketika merasa tak percaya diri kembali. Apa Alsaki malu mengakuinya?
" Jadi benar anda masih jomblo?" tanya host itu sekali lagi. Namun Alsaki tak langsung menjawab. Ia langsung menatap ke background besar di belakangnya, yang kini telah muncul foto seorang Dhisti. Membuat para penonton disana saling berbisik.
" Saya tidak memiliki pacar, tapi saya sudah memiliki seorang istri! Ini dia istri saya!"
What?
Para penonton di dalam studio spontan terdiam, namun sedetik kemudian mereka kompak menjerit dan bertepuk tangan.
Apa ini bisa di percaya?
Mereka semua mendadak membeku sebab terkejut akan berita itu. Alsaki meminta crew acara itu untuk menampilkan foto Dhisti dan foto saat dirinya memegang buku nikah.
" Tunggu dulu, bagiamana bisa kamu menikah tanpa ada satu awak media pun yang tahu?" tanya Andora mengulas dengan tak percaya. Bahkan dia setiap hari memantau jejaring sosial yang dimiliki oleh Alsaki.
" Dia pasti bohong!"
" Tapi itu foto beneran!"
__ADS_1
Desas- desus itu kini mulai memenuhi studio dimana Alsaki sedang melangsungkan siaran langsung itu.
Ya, rupanya inilah cara Alsaki menunjukkan siapa Dhisti tanpa membuat istrinya itu merasa malu jika langsung berada di hadapan awak media.
" Sepertinya bukan hanya aku di sini yang penasaran, penonton di studio dan yang berada di rumah pasti juga merasakan hal yang sama. Bisakah kau ceritakan sedikit saja tentang siapa wanita beruntung itu?" kata Andorra yang masih tak percaya dengan apa yang ia dengar.
" Bukan dia yang beruntung. Tapi aku yang beruntung!" timpal Alsaki dengan wajah berseri-seri.
" Aaa so sweet!" koor semua penonton yang langsung terbawa suasana.
Inka yang menyaksikan hal itu langsung menangkup wajahnya sendiri dengan perasaan baper. Tak mengira jika pria itu benar-benar memperlakukan sahabatnya dengan cara manis dan romantis seperti ini.
" Kami bertemu secara tidak sengaja saat aku menghindari para fans yang kala itu benar-benar membuatku gila!"
Para penonton kembali tergeletak saat melihat ekspresi wajah Alsaki yang terlihat lucu kala menerangkan.
"Dan tahukah kalian, aku bahkan turut heran saat itu karena ternyata ada satu orang yang tidak mengenali siapa diriku. Ya, dia adalah orang yang menjadi istriku saat ini. Ah, sepertinya aku tidak benar-benar terkenal!"
Lagi, pernyataan itu semakin mengundang tawa renyah para penonton terlebih sang host.
Dhisti yang masih tekun menyimak tayangan itu seketika ingat saat-saat pertama mereka bertemu. Ia bahkan masih ingat se pias apa wajah Alsaki saat itu.
" Dengan polosnya aku ikut bersamanya pergi. Dan tahukah kalian, aku bahkan akhirnya bisa memiliki hutang karena aku di ajak makan di warung lele!"
" Hahahah!" seru orang-orang yang semakin tertawa dengan cerita konyol pria tampan itu.
" Are serious with your story?" tanya Andorra yang masih tak percaya dengan apa yang dia dengar.
" Ya am serious. Kenapa semua orang tak ada yang percaya kepadaku?"
Membuat seluruh ruangan itu menggema karena tawa.
" Dia adalah seorang cleaning servis di sebuah mall yang sering kalian kunjungi, dia juga seorang pekerja cafe yang gigih. Dia yang berhasil merebut hatiku melalui caranya yang unik. Gadis kocak, konyol ceroboh, karena mau saja di manfaatkan oleh pria tengik!" berbicara sembari tersenyum-senyum sendiri.
Alsaki bahkan juga teringat akan Aris dan kejadian dimana Dhisti di campakkan malam itu.
" Tapi semakin aku sering di pertemukan dengan gadis itu, semakin banyak pula hal luar biasa yang aku lihat." wajah Alsaki semakin cerah kala kilasan ingatannya kembali ke masa itu.
"Aku bisa turut merasakan damainya isi hati kala menyaksikannya kerap menolong orang lain yang membutuhkan! Aku jatuh cinta saat dia sering memarahiku!"
Lagi, cerita kocak itu sukses membuat para penonton di studio kembali tertawa. Semakin membuat mereka penasaran akan wanita yang beruntung itu.
" Berulang kali dia menyelamatkan keluargaku dari mara bahaya. Dan dari situlah, aku baru menyadari jika dia adalah orang yang layak untuk aku bahagiakan!"
" Teruntuk istriku Adhisti. Aku sangat mencintaimu lebih dari apapun! Love you so much!"
" Aaaaaaa!!" koor para penonton lagi yang merasa hanyut dalam kisah yang di beberkan oleh pria tampan itu sembari memberikan tepuk tangan yang begitu meriah.
Seketika berita-berita gosip di berbagai portal media sosial penuh dengan muatan soal istri Alsaki. Nama Adhisti juga paling banyak di cari di sejumlah media sosial.
Tak hanya itu, rating seorang Alsaki juga naik berkali-kali lipat usai ia memproklamirkan diri jika dia telah menikah. Foto dirinya bersama Dhisti yang memegang buku nikah juga kini trending di jagat maya.
...----------------...
Nyonya Hapsari menghapus sudut matanya yang basah usai menyaksikan tayangan anaknya yang berimprovisasi mengumumkan soal pernikahannya.
Anaknya cukup cerdik. Laki-laki itu benar-benar bisa memiliki cara apik dalam memperkenalkan istrinya, tanpa membuat khalayak ramai tahu jika papanya masih belum menerima keberadaan Dhisti.
Ia kini lega, setidaknya mereka tak perlu bersembunyi lagi dari para pemburu berita. Masalahnya kini hanya satu, suaminya.
Ari yang kondisinya sudah lebih baik kini terasa canggung saat berhadapan dengan Puri. Entahlah, rasanya aneh saja. Tak memiliki ikatan apapun, namun gadis itu sudah berani mengecup pipinya.
" Ar, kamu sudah mendingan?"
Ari yang pagi itu baru saja selesai menyiapkan mobil terkejut dengan kedatangan nyonya Hapsari.
" Sudah nyonya. Terimakasih banyak atas obatnya!"
" Kenapa harus berterima kasih, itu obat untuk semua penghuni rumah ini!"
Ari mengangguk hormat. Merasa bersyukur lantaran majikannya benar-benar merupakan orang yang baik.
" Saya cuma mau bilang, tolong habis ini kamu antarkan saya sama Puri ke acara arisan saya ya?"
Mendengar nama Puri, entah mengapa membuat kuduk Ari berdiri. Desi yang mendengar hal itu seketika mendengus tak suka.
" Aku benar-benar kesal. Gadis itu beruntung sekali bisa menjadi anak orang kaya. Tak akan kubiarkan dia merebut mas Ari!" berbicara sendiri seraya mengeluarkan kekesalan.
" Kenapa kamu nduk? Kok kelihatan kesal!" tanya mbok Enok dengan suara kalemnya. Membuat Desi terperanjat.
__ADS_1
" Nggak ada mbok, cuman kadang kesel aja sama nasib!" mencari alibi.
" Jangan suka menggerutu nduk. Sebenernya kalau kita mau bersyukur, kita ini lebih enak lo dari para asisten rumah tangga yang lain!" kata si mbok sembari mengelap beberapa perabot yang basah.
" Ibuk sama den Al sama non Puri itu baik-baik banget sama pegawainya. Percaya deh sama embok!"
" Wah mas Ari sudah ganteng mau kemana?"
Dan pertanyaan mbok Enok itu sukses membuat Desi mengalihkan pandangannya.
" Mau nganter ibuk mbok! Barusan di panggil!" menjawab tak kalah ramah.
" Sudah sarapan? Jangan lupakan sarapan. Mas Ari ini persis kayak anak mbok. Harus jaga kesehatan kalau udah kayak gitu. Biar sedikit, asal lambung ada isinya!"
Begitulah mbok Enok yang sudah Ari anggap sebagai pengganti ibunya.
" Terimakasih mbok, selalu perhatian sama saya selama ini!"
Desi yang melihat Ari telah rapi menjadi iri dengan Puri. Kapan ia bisa pergi berdua.
" Mas Ari kapan libur. Aku juga pingin keliling kota!" berkata manyun.
" Nanti ya. Kamu mau pergi kemana?" menjawab wajar karena merasa bertanggung jawab atas keberadaan Desi.
" Ar!"
Panggilan dari depan membuat mulut Desi kembali terkatup. Sialan!
" Aku berangkat dulu. Itu ibuk udah manggil!"
Desi kesal. Niatnya bekerja disini agar bisa sering berdua bersama Ari, namun nyatanya ia malah sering merasa sebal sendiri karena cemburu.
Ari membukakan pintu untuk nyonya Hapsari dan mempersilahkan majikannya itu masuk.
" Silahkan Bu!"
" Terimakasih Ar!"
Ari masih berdiri karena Puri belum juga datang. Dan setelah beberapa saat, gadis itu akhirnya muncul dengan wajah cantik dan pakaian yang begitu cocok.
Puri cantik pagi itu.
" Silahkan no.."
Ari langsung mematung saat tangan nakal Puri meremas pinggang Ari dan membuat laki-laki itu kembali ketar-ketir.
Astaga gadis ini!
Puri langsung terkekeh-kekeh manakala melihat wajah Ari yang tiba-tiba pias.
" Kau sangat tampan pagi ini. Aku suka!"
Ari semakin malu dibuatnya. Gadis itu benar nakal. Ari melajukan kendaraannya dengan kecepatan sedang. Bahkan ia menjadi sedikit canggung sebab sepertinya Puri terus menatapnya dari arah belakang.
" Nanti jangan telat jemput ya?"
Ari kaget. Jangan telat? Memangnya kenapa?
" Maaf Bu, maksud Ibu..."
" Puri mau beli sesuatu itu gak tau apaan. Saya disini agak lama, nanti kalau udah mau selesai saya hubungi kamu ya!"
Mampus dia. Itu artinya setelah ini dia akan bersama Puri. Oh tidak.
Sepeninggal Nyonya Hapsari, Ari langsung tersentak kala Puri mengalungkan tangannya memeluk Ari dari belakang.
Astaga!
" Kau berdandan sangat tampan ingin menggoda siapa, hm? Sengaja menggodaku ya?"
Ari yang ketar-ketir sebab takut jika ada yang melihatnya, kini berusaha melepaskan diri.
" Nona, jangan seperti ini. Tolong jangan membahayakan diri anda sendiri!" berkata dengan wajah penuh keresahan.
Namun yang dimintai tolong malah semakin mengeratkan pelukannya. " Tidak mau, kau harus berjanji dulu kepadaku!"
Astaga orang ini, kenapa keras kepala sekali sih?
" Berjanjilah untuk memenuhi kemauanku dan aku akan melepaskan mu!"
__ADS_1
" Baik-baik saya akan berjanji!" menjawab tanpa berpikir sebab yang Ari butuhkan adalah Puri mau melepaskan pelukannya.
Oh astaga, kenapa gadis ini nakal sekali?