Terpikat Cinta Pencopet Cantik

Terpikat Cinta Pencopet Cantik
Bab 81. Tanpa selebrasi berlebihan, asal kehidupan selanjutnya menjadi sultan


__ADS_3

...🌻🌻🌻...


Kendati Alsaki dan Dhisti sepakat untuk melangsungkan pernikahan dengan tajuk yang lagi nge- trend di era 2023 ini, yakni menikah tanpa selebrasi yang berlebihan asal kehidupan selanjutnya menjadi sultan, namun sebuah gaun eksklusif jelas tak ingin mereka lewatkan.


Dulu sekali, Dhisti pernah membayangkan akan menikah dengan pria yang dia cintai, dan di saksikan oleh segenap keluarganya. Namun lagi-lagi, nasib orang tiada yang tahu.


Meski kini ia sebatang kara atau menjadi simpai keramat ( batas akhir garis keturunannya), namun apa yang ia dapat saat ini sudahlah lebih dari cukup.


" Kalau bisa bagian dadanya jangan terlalu terbuka, tapi harus kelihatan sexy!"


" Rose gold aja lebih bagus di kulit calon kakak ipar saya!


Dhisti diam saja sebab ia tahu Puri tak mungkin menjerumuskannya. Gadis yang wajah nya mirip dengan Hendra Gunawan itu terlihat memonopoli percakapan disana. Ceriwis dan tidak bisa di halau sama sekali.


" Kak Al, kakak ke sana deh, pilih bahan. Kalau aku sih suka yang warna itu!" Menunjukkan sebuah contoh kain berwarna silver yang pasti cocok di kulit bersih kakaknya.


Kini, kedua calon mempelai itu sibuk memilih bahan yang bakal mereka pakai saat resepsi intern nanti. Semua pelayan tampak sibuk dan sigap meladeni si Mr. Famous itu. Bahkan, para karyawan disana mendecak iri saat melihat Dhisti yang tangannya terus saja di genggam oleh Alsaki, sepanjang mereka memilih bahan.


Di sela kesibukan yang masih belum usai, Puri malah terlihat mengabadikan moment candid itu dengan hati bahagia.


Namun saat Puri sibuk memposting kegiatannya di akun pribadi miliknya, suara sang kakak menginterupsi kegiatannya.


" Puri!"


Yang di panggung kontan menoleh.


" Pssst! Ari kamu apain sih sebenarnya? Aku perhatiin dari tadi dia bolak balik nggosok pipinya tuh!"


Puri buru-buru menjengukkan kepalanya demi melihat target yang sedang di bicarakan.


"Katanya tadi gak sakit?"


Dan belum juga misteri pipi digosok berulang itu terpecahkan, tanpa di duga saat mereka saling sibuk berbicara, datanglah Wisnu bersama seorang wanita yang juga terlihat terkejut akan keberadaan mereka.


Oh Shiit!


" Sayang, itu bukannya..." Ucapan Dhisti menggantung ke udara demi melihat tangan yang bergandengan mesra.

__ADS_1


" Laki-laki tidak tahu malu. Biar Puri menyelesaikan apa yang seharusnya ia selesaikan dari dulu! Ayo kita pergi!" berkata geram dan sejurus kemudian menarik kekasihnya untuk menepi dulu dari sana.


" Puri, kamu?"


" Mau cari gaun buat menikah juga?" Sindir Puri bersedekap sembari tersenyum sumbang.


Alih-alih menjawab, dua manusia itu hanya diam membisu sebab wajah mereka kini mirip seperti tersangka yang kena vonis telak.


" Aku rasa aku emang udah buang-buang waktu selama ini Wis. Tapi sekarang semua sudah jelas. Kita selesai!"


Usai mengatakan itu dengan bibir bergetar, Puri langsung berjalan maju dengan dada bergemuruh.


Meski ia mati-matian untuk tidak menangis, namun gadis itu masih saja menumpahkan kristal bening itu saat kakinya mulai melangkah keluar.


Alsaki yang masih bisa melihat hal itu secara langsung, tak mau lagi menunda niatnya. Ia langsung mengajak Dhisti untuk menemui dua manusia durjana yang kini terpaku menatap Puri.


" Kuharap kau jangan pernah menunjukkan wajahmu lagi di hadapan adikku atau aku yang akan mengambil tindakan!" ancam Alsaki dengan wajah bengis kala menatap Wisnu yang tampak syok.


Wisnu masih tertegun dengan ucapan penuh nada kegeraman yang terlontar dari mulut Alsaki itu, bahkan saat mereka mulai berjalan pergi.


Dhisti terlihat melintasi dia sejoli biadab itu, tampak menyempatkan diri untuk melihat wajah Wisnu yang terlihat pias bersama kekasih terselubungnya.


" Kenapa lagi ini?"


" Nona tapi tuan?"


" Jalan Ar!" pekik Puri yang berhasil membuat ucapan pria tampan itu menguap tak berguna.


Ari yang mendengar Puri menangis dengan perasaan penuh emosi, akhirnya mau tak mau masuk lalu menjalankan mobil itu dengan perasaan khawatir sebab Alsaki masih ada di dalam.


"Astaga, bagaimana ini?"


Namun yang di khawatirkan rupanya sama sekali tak terlihat bingung saat dia melihat mobil yang semula mereka kendarai bersama, kini mulai berlalu dari pandangan.


" Loh, Al kok mereka?" ujar Dhisti resah di ujung kebingungannya saat mobil itu makin menjauh dari pandangannya.


Alsaki tak menjawab dan tampak masih terlihat tenang. Dhisti tidak tahu, jika laki-laki yang sebentar lagi akan menjadi suaminya itu, selalu punya seribu satu cara untuk sekedar kembali kerumah.

__ADS_1


" Halo Dan, jemput aku sekarang di jalan Karimata!"


...----------------...


Jika diibaratkan buah simalakama, Ari saat ini tengah menggenggamnya. Menurut salah, tak menurut apalagi.


Mungkin sudah menjadi hukum alam jika manusia pendiam dan jarang banyak bicara, akan di buat mumet pada waktu oleh mahluk ceriwis yang kerap bersikap tidak jelas itu.


Ia yang mendengar Isak tangis Puri masih bingung harus berbuat apa. Ia yang sedari tadi sibuk dengan pipinya yang bentol-bentol akibat di cumbui mosquito alias nyamuk durjana itu, menyesali diri lantaran kenapa ia tak masuk agar bisa melihatnya apa yang telah terjadi.


" Apa nona Puri bertengkar dengan tuan Alsaki?" malah membuat perkiraan yang tidak tepat.


" Nona, apa anda baik-baik saja?" memberanikan diri untuk bertanya dengan sangat hati-hati.


Namun alih-alih mendapat jawaban seperti yang ia harapkan, Ari malah dibuat mumet dua kali karena sepertinya ia salah memilih pertanyaan.


Damned!


" Baik-baik saja bagaimana? Aku sedang menangis seperti ini dan kau malah bertanya apa aku sedang baik-baik saja? Apa kau sengaja mengejekku?" berkata dengan nada menggebu-gebu.


" Waduh, salah lagi!"


Mungkin Ari lebih baik mati saja.


Oh ya ampun, pria itu benar-benar kesulitan dalam menghadapi sikap Puri yang kadang childist seperti ini.


" Kau mau kemana?" sontak bertanya saat Ari mulai membelokkan mobilnya untuk kembali ke jalan menuju kerumah mereka.


" Pulang nona!" menjawab dengan sangat hati-hati.


" Cepat putar balik, siapa yang bilang kalau aku mau pulang. Aku belum mau pulang!"


Apa?


Jakun Ari langsung naik turun karena benar-benar berada dalam jurang kemumetan.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2