
...🌻🌻🌻...
Dalam ketidakpercayaan yang Desi rasakan, Puri kini melepaskan pelukannya lalu menatap wanita yang beberapa kali selalu terlibat hal kurang menenangkan dengannya itu dengan wajah iba.
Mungkin ini saatnya saling memaafkan. Lagipula, Desi menyadari jika Ari sangat mempedulikan Puri secara berbeda. Dan melihat Ari yang masih mau peduli dengannya meski ia sempat menjadi penyebab renggangnya hubungan keduanya, Desi berjanji dalam hatinya untuk melepaskan Ari sebab ia sadar jika cinta tak harus memiliki.
" Apa kau baik-baik saja?"
Desi menatap tangan lembut Puri yang kini berada di lengannya. Dari sorot mata yang dia lihat, ia bisa menangkap sinar kekhawatiran yang tulus.
Desi mengangguk, " Sudah lebih baik nona!" jawabnya untuk pertama kalinya dengan perasaan yang luas.
Puri menatap wajah pucat Desi seraya tersenyum. Ada rasa lega yang kini merasuk kedalam hatinya saat mendengar suara Desi yang tak se ketus biasanya.
" Aku minta maaf!" kata Puri tercekat.
Ia sadar jika dirinya juga pernah berlaku buruk terhadap gadis itu. Gadis yang akhirnya mau jujur soal kebejatan papanya sehingga membuatnya kini tahu jika Ari adalah pria sejati yang ia cari selama ini.
Ari yang melihat interaksi menyedihkan keduanya kini melangkahkan kakinya untuk maju. Membuat Puri menoleh.
" Aku akan memakamkan janinmu dulu. Sebaiknya diberi nama!"
__ADS_1
Puri mengangguk, tapi sejurus kemudian perempuan itu melakukan hal yang membuat Ari dan Puri terperanjat secara bersamaan.
Desi meraih tangan Ari lalu menyatukannya dengan tangan Puri tepat diatas perutnya.
" Kalian saling mencintai kan?" tanya Desi tersenyum yang kini memangku kedua tangan yang tengah ia satukan itu sembari menatap kedua manusia itu secara bergantian.
Membuat Ari dan Puri terperangah.
" Semoga setelah ini tidak ada lagi halangan buat kalian. Aku minta maaf karena pernah menjadi batu sandungan buat kalian. Tolong maafkan aku!"
Puri tiba-tiba terharu saat mendengar hal itu. Pun dengan Ari. Meski Ari tak bisa menangis, tapi ia senang bisa melihat Desi yang berbesar hati dan mau berpikir secara luas.
Namun Tyo yang mendengar hal itu tiba-tiba termenung lalu menatap iba Desi. Ada rasa kagum saat melihat wanita yang mau bersikap berbesar hati.
Satu bulan kemudian.
Berita soal Hendra Gunawan yang di tangkap polisi akibat kasus asusila terendus juga oleh media. Perbuatan pria itu tak hanya merugikan Desi, tapi juga pekerjaan anak-anaknya.
Alsaki bahkan turut terkena getahnya. Beberapa stasiun televisi yang semula mengajaknya untuk live tiba-tiba membatalkan perjanjian. Pun dengan Puri, sebagai influencer dan selebgram terkenal, ia turut mendapatkan cecaran komentar jelek di kolom komentar media sosialnya akibat kelakukan bejat sang papa.
Perusahaan yang di kelola Alsaki juga mengalami kerugian akibat beberapa orang mencabut investasi. Kesehatan nyonya Hapsari juga sedikit terganggu sebab wanita itu stress lantaran banyak sekali media yang silih berganti mendatangi kediamannya untuk memburu berita.
__ADS_1
Tapi begitulah kehidupan, yang diatas tak selamanya jaya dan yang di bawah tak seterusnya tersiksa. Nyonya Hapsari bahkan sudah mendaftarkan gugatan perceraian sebab dia benar-benar tak bisa menerima kelakuan abnormal Hendra Gunawan yang terang-terangan mengusik batinnya.
Desi yang sudah resmi mengundurkan diri kini sedang bekerja di tempat Tyo sebab pria itu memperkejakan Desi dengan dalih untuk membayar biaya rumah sakit.
" Kau pikir rumah sakit itu gratis. Rumahku besar dan mustahil aku membersihkannya sendiri."
Meski sebenarnya, pria itu memiliki perasaan lain sejak malam dimana Desi meminta maaf kepada Ari dan Puri.
Puri yang malam ini benar-benar stress akan judges para netizens bahkan sampai menangis dan membuat Tince bermuram durja.
Wanita itu lagi-lagi memilih mabuk dan tak memberitahu Ari guna melampiaskan kerisauannya. Namun Tince yang keceplosan saat di telpon oleh Ari yang membuat laki-laki itu spontan merasa marah.
" Kenapa dia bisa sampai begini?" tanya Ari yang marah dan membuat Tince and friend ketakutan.
Ari membawa Puri yang malam itu mabuk seperti kuli panggul yang menggotong sekarung beras menuju mobilnya sebab jelas ini bukanlah hal yang dia suka.
Ari yang benar-benar kesal sebab Puri selalu saja bertingkah impulsif, kini membawa gadis itu pergi ke tempat tinggalnya yang barusaja dia beli dari hasilnya bekerja bersama Tyo.
Ia tahu keluarga Puri sedang terpuruk dan tidak baik-baik saja. Dan mengantar pulang Puri dalam kondisi seperti itu jelas bakal membuat kiamat nyonya Hapsari semakin dekat.
Namun saat hendak meletakkan gadis itu keatas kasur di kamarnya untuk beristirahat, Puri tiba-tiba menarik tubuh Ari dan membuat pria itu tak sengaja menindih tubuh Puri.
__ADS_1
" Ar!"