
"Haha... bahagia sekali melihat Ayla seperti tadi, akhirnya aku bisa membuatnya menderita.." Tawa Livina belum henti sejak dirinya keluar dari kelasnya.
Begitupun juga dengan Agya dan Avanza mereka sangat senang melihat penderitaan yang Ayla rasakan.
"Satu rencana sudah berhasil.." Avanza tersenyum puas.
"Yooi.." seru Agya.
"Tapi ini semua bukan akhir dari penderitaannya, aku masih ingin membuatnya menjauh dari Jimny. Ini adalah tujuan utamaku," ujar Livina.
"Dan tentunya ini adalah awal bagiku, aku ingin hanya akulah yang paling populer di kampus ini," ucap Avanza disertai senyum sinisnya.
"Ya, kalau kamu bisa, Vanz..." celetuk Agya yang mendapat sorotan tajam dari Livina dan Avanza. Memang orang satu ini tidak bisa terkontrol jika sedang berbicara.
***
Seorang gadis berperawakan tinggi bak seorang model berjalan tertatih-tatih menahan sakit di bagian belakang tubuhnya. Dialah Ayla yang sedang menghampiri Jimny, kekasihnya.
"Sayang, kenapa jalan kamu seperti itu?" tanyanya penuh keheranan, ketika melihat gaya berjalan Ayla.
"Ini kakiku kejepit," ucap Ayla dengan nada lirih.
Jimny yang mendengar tentu saja dia merasa khawatir, dia hendak melihat namun Ayla dengan sigap langsung menghindar.
"Sudah tidak apa-apa, kok!" tolaknya halus. Ayla tidak ingin jika dirinya disentuh oleh Jimny. Entah kenapa tubuhnya selalu menolak jika akan disentuh olehnya.
"Aku obatin, ya. Atau sekarang kita ke dokter?"
"Tidak, tidak apa-apa. Jangan.." tolaknya halus.
"Sayang, ceritakan padaku! Bagaimana kamu bisa menjadi seperti ini?"
Ayla pun menceritakan kejadian awalnya hingga akhir. Namun dia tidak menceritakan ketika dirinya ditolongi oleh Brio. Ayla pikir bisa bahaya jika dirinya mengatakan hal itu terlebih Jimny terlihat sangat benci kepadanya.
"Apa? Tidak salah lagi, ini pasti ulah Livina, Avanza, dan juga Agya."
"Tapi aku tidak mempunyai bukti," keluhnya.
"Tidak perlu bukti lagi sudah jelas-jelas itu pasti ulah mereka," tegas Jimny dia tahu betul jika Livina mencintainya dan pasti ingin menyingkirkan Ayla.
"Aku akan mendatangimu, Liv!" batinnya sedang tangannya sudah mengepal keras.
"Tapi Sayang, kamu beneran tidak apa-apa, 'kan?"
"Tidak kok!" ucapnya seraya tersenyum manis.
"Kamu mau pulang lebih dulu apa tunggu aku?"
"Kamu masih ada MK?" tanya Ayla.
"Iya, mungkin sekitar satu setengah jam lagi beres, mau bagaimana?"
"Aku mau tungguin kamu aja deh. Oh ya, Sayang. Aku pengen beli buku, tapi.."
"Ok, aku antar.." Jimny mencubit pipi Ayla gemas.
"Ok, aku tungguin kamu di kantin, ya."
Ayla dan Jimny memang berbeda fakultas, Jimny mengambil jurusan bisnis sedangkan Ayla mengambil jurusan jurnalistik sama dengan Avanza dan kedua anggota CTM lainnya.
Kedekatannya dengan Jimny bukan karena ingin dibiayai sekolah saja tapi juga karena Jimny adalah anak pengusaha terkaya kedua di Indonesia.
Selain pemilik perusahaan Suzuki, pemilik apartemen-apartemen mewah, dia juga adalah anak dari pemilik 2 stasiun tv terbesar Di Indonesia. Karena itulah, dia terus lengket dengan Jimny. Agar kelak nanti dia bisa memasukannya ke salah satu stasiun tv miliknya. Dan mimpinya menjadi Presenter hebat dapat dengan mudah tercapai.
****
Saat di perpustakaan tak sengaja Brio melihat bidadari yang selama ini dia damba-dambakan tengah berkutat dengan banyak buku-buku. Siapa lagi kalau bukan Avanza Veloz Toyota!
"Sebaiknya aku hampiri dia, bisa jadi ini adalah kesempatanku untuk mencuri hatinya," batin Brio.
Tak pikir panjang lagi dia langsung menghampirinya, "Hai!" serunya, tak lupa dia mengangkat tangannya sambil melambai.👋
__ADS_1
Avanza sedikit terkejut dengan kehadiran Brio, dia pun melambai dan tersenyum kikuk. "Hai!"
Tentu, sang pujangga cinta langsung mengambil kesempatan dibalik kesempitan. Sebelum pawang menghadang, pikirnya.
"Vanz," serunya seolah-olah sudah kenal dekat. "Kamu sedang mengerjakan tugas dari Pak Civic, ya?" Semua mahasiswa disini akan langsung tahu setelah melihat tugas yang dosen itu berikan. Karena memang dosen Asia Pasifik mereka ini doyan sekali memberikan tugas yang berhubungan dengan bermacam-macam buku tebal.
"Iya," lirihnya. Sebenarnya dia tidak nyaman dengan kehadiran Brio. Tapi,
"Aku bisa membantumu, jika kamu mau," tawar Brio secara cuma-cuma.
Ahh! Kali ini dirinya tidak bisa menolak, memang Avanza sangat membutuhkan orang untuk mengerjakan tugasnya ini. Kalau tidak, bisa gempor tangannya mengerjakan tugas sebanyak itu.
"Sungguh! Baiklah kalau begitu bantu aku," ucapnya dengan mata berbinar disertai senyum manisnya.
Betapa bahagianya Brio mendapatkan senyum manis dari Avanza, seperti saat dulu dirinya pertama bertemu.
Flasback on!
6 Oktober 2016
Saat itu Brio masih duduk di kelas 3 SMA. Dia akan pulang dari sekolahnya. Seorang anak dari sultan yang aset kekayaannya mencapai Rp. 765 triliun kala itu, tentu tidak akan menggunakan kendaraan yang harganya ecek-ecek, saat itu dia mengendarai Bugatti Veyron seharga 20 milyar rupiah miliknya.
Ditengah perjalanan yang cukup sepi, dia bertemu dengan Avanza yang sedang kebingungan melihat mobilnya yang tiba-tiba saja mogok. Karena kecantikan dan kemolekannya membuat Brio rela turun dari Bugatti Veyron itu.
"Ada yang bisa saya bantu?" ucap Brio ketika Avanza tengah membuka kap mesin mobilnya.
"Ya, mobilku tiba-tiba mo..." ucap Avanza berhenti saat dia melihat lelaki disebelahnya itu.
Sedikit menelan salivanya karena dia memang sangat tertegun melihat ketampanan 95% yang dimiliki pria dihadapannya, belum lagi Bugatti yang cantik dibelakangnya.
"Ya, mobil kamu mogok?" tanya Brio.
"Ya.." jawab Avanza cepat.
"Boleh aku bantu?" tawarnya.
"Tentu.." Seketika Avanza langsung memberinya ruang untuk memeriksa mesin mobilnya.
"Bagaimana?"
"Ok!" Avanza kembali turun dari mobilnya setelah selesai menge-chek.
"Terima kasih!" Dia tersenyum manis sekali dan membuat Brio tak mampu melupakannya hingga saat ini.
"Sama-sama.." Dia terus menatap lekat netra coklat yang dimiliki Avanza.
"Bagaimana aku bisa membalasmu?"
"Tidak apa-apa aku ikhlas," jawabnya.
Tiba-tiba saja ponsel Avanza berbunyi, dan membuatnya harus segera pulang.
Brio yang masih terhipnotis dengan kecantikannya hanya memandanginya tanpa meminta nomor ponselnya atau sekedar berkenalan.
Flashback off!
Avanza masih menunggu Brio yang sedang menulis, sungguh menunggu itu adalah pekerjaan yang sangat menyebalkan. Terkadang dia tertidur, memainkan ponselnya dan melakukan hal lainnya yang di kerjakan oleh orang-orang gabut.
Tapi karena cinta Brio yang begitu besar, dia rela melakukan apapun asalkan Avanza ada disisinya.
"Hampir selesai tapi aku membutuhkan satu buku, cukup susah mencarinya karena buku itu ditulis langsung oleh Jurnalis terkenal namanya Sedona KIA judul bukunya The Fun Job. Apa kamu memilikinya?"
"Sedona KIA, The Fun Job? Okay, aku akan mencarinya," ucap Avanza menyanggupi.
"Oke. Oh ya, apakah aku bisa bertemu denganmu dan berbincang denganmu lagi lain kali?" tanyanya penuh dengan harap agar di jawab 'Ya' oleh Avanza.
"Aku akan menemuimu setelah aku mendapatkan bukunya," jawab Avanza seraya meninggalkannya sendiri. Tentu saja siapa yang tidak ingin bertemu dengan orang yang bisa dia suruh-suruh nantinya. Toh, dilihat dari sikap Brio dan caranya menatap terlihat jelas jika dia tergila-gila kepada dirinya.
Sungguh malang Brio hanya dimanfaatkan oleh gadis pujaannya, tapi apalah mau dikata cinta sudah buta.
***
__ADS_1
"Sayang, kamu sudah selesai dengan tugasmu ini.." ucap Jimny yang baru saja tiba.
"Sudah, sebentar aku akan merapihkannya dulu." Ayla pun dengan segera merapihkan buku-bukunya. Ya, sambil menunggu Jimny, Ayla mengerjakan tugasnya.
"Tadi kamu bilang mau ke toko buku."
"Aku tidak tau, Jim. Buku itu ada di toko atau tidak. Setauku buku The Fun Job yang ditulis Sedona KIA tidak dijual bebas dipasaran."
"The Fun Job? Aku rasa aku kenal dengan seseorang yang bisa meminjamimu buku itu."
Ayla pun tersenyum senang mendengarnya. Inilah alasannya dia tidak bisa melepaskan kekasihnya ini, karena Jimny ibarat Doraemon bagi dirinya, yang bisa mengabulkan apapun keinginannya.
Mereka pun langsung melaju ketempat yang mereka tuju, setelah itu karena hari sudah berganti malam, akhirnya mereka menyempatkan diri untuk mampir ke satu restoran yang cukup mewah.
Sekali lagi dia adalah Jimny bukan anak dari kalangan biasa, tentu saja akan memilih restoran yang menyediakan makanan sekali suap. Tetapi Ayla tidak memilih makanan irit itu dia memilih makanan yang cukup memuaskan lambungnya.
Setelah selesai dengan urusan perutnya, mereka pun kembali ke garasinya masing-masing.😂
Saat Ayla tiba di apartemennya, dia bertemu dengan Brio yang tengah berdiri menghadap ke arah pintu apartemennya.
"Nyu, kamu lagi apa?" tanyanya heran.
"Kamu baru pulang? Dari mana saja? Dengan siapa? Pantatmu masih sakit, 'kan? Kenapa masih jalan-jalan?" Dia memborong semua pertanyaan itu sekaligus. Karena saat sepulangnya dari perpustakaan pikirannya melayang pada Ayla. Dia sedikit mengkhawatirkan keadaannya.
"Wait..." Ayla tersenyum tapi wajahnya penuh keheranan. "Kamu kenapa? Sehat?" tanyanya balik. "Aku baru saja pulang mencari buku.." timpalnya lagi.
"Sama Jimny.." potongnya.
"Iya, abis itu makan," ucap Ayla dengan polos.
Nampak raut wajah Brio berubah menjadi tidak enak.
"Mm.." Ayla menggaruk pipinya yang tak gatal. "Kamu sedang apa disini?" tanyanya ulang.
"Aku, aku hanya ingin memberimu ini.." lirihnya seraya memberikan sekeresek kantong plastik kecil.
"Ini, apa?" Ayla menerimanya dan langsung melihatnya, "Salep luka?"
"Iya, takut itu kamu perih lagi.." ucapnya sedikit terbata.
"Hahaha..." Bukannya berterima kasih Ayla malah tertawa.
"Kenapa kamu ketawa? Tidak mau?" Yang awalnya intonasi rendah berubah menjadi tinggi.
"Mau, thanks ya!" ucap Ayla sambil tersenyum, "Aku masuk dulu." Dia pun langsung masuk kedalam apartemennya.
Satu
Dua
Tiga
Brio langsung merutuki dirinya sendiri.
"Bod*h, bo*oh, b*doh, Ayla pasti ketawalah. Pasti dia sudah di bawa ke dokter sama si Jimny. Meski dia istri kamu, Brio. Tapi hatinya milik Jimny dan hati kamu juga ada Avanza. Kenapa kamu malah mengkhawatirkan dia?" gerutunya pada dirinya sendiri.
Jika mereka ditanya hubungan pernikahan macam apa yang sedang mereka jalani ini, maka jawaban mereka adalah "tidak tahu."
Karena Ayla menikahinya hanya untuk menuruti perintah kedua orang tuanya dan juga untuk mendapatkan kepercayaannya lagi.
Sedangkan Brio menikahinya hanya untuk menebus kesalahannya walaupun memang tidak terjadi sesuatu malam itu, dan lagi Brio tidak ingin mendapat image jelek dimata kedua orang tua Ayla, terlebih dia adalah anak orang terkaya nomor satu di Indonesia.
CNP
...Qoutes Episode ini...
...Sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang kehadirannya bermanfaat....
...Dan buruknya manusia adalah manusia yang hanya bisa memanfaatkan orang lain....
Mohon dukungannya. Karena dukungan kalian adalah penyemangatku. Untuk dukungannya bisa berupa Like, komentar, share, vote, rate 5, dsn jangan lupa untuk mem-faforitkan novel ini. Stay tuned terus, terima kasih !!
__ADS_1