The Couple Of MissKin-g

The Couple Of MissKin-g
Dia Ada Disini


__ADS_3

Matahari sebentar lagi akan pulang ke peraduannya, artinya sore sudah tiba. Yaris dan juga Brian baru sampai di rumah.


Semua orang baik City, Serena dan juga seluruh pekerja dirumahnya menyambut kedatangan Brian kembali ke rumah itu.


Brian memang sudah lama meninggalkannya dan lebih nyaman tinggal di apartemen. Hal itu dia lakukan agar orang lain tak mudah melacaknya.


Brian pun masuk dengan masih tatanan gaya yang biasa Brio kenakan. Lalu ia menghampiri ibunya.


"Nak, kamu masih dalam penyamaranmu?" tanya City seraya menggandengnya masuk ke dalam.


"Bunda, kenapa bunda tidak mengatakan kalau bunda akan pulang cepat? Kenapa tidak langsung memberitahuku dan malah menyuruh Yaris untuk menjemputku?" Brian menjawab pertanyaan dengan pertanyaan.


"Bunda ada kejutan untukmu, Sayang!" City menatap anaknya dengan tatapan hangat. Seolah bilang jangan marah.


"Bunda, sebenarnya aku ada ..."


"Sayang, kamu istirahat dulu, ya. Nanti kita akan ada makan malam dengan tamu yang sangat spesial untukmu." Ucapan City memotong perkataan Brian.


Dia hanya mendengus kesal melihat bundanya pergi begitu saja tanpa mendengarkan apa yang ingin dia bicarakan.


Tamu spesial? Pasti relasi bisnis yang akan dikenalkan kepadanya.


Saat dia menoleh ke arah kiri, Yaris sudah tidak ada di tempatnya semula. Mungkin dia sudah bergerak untuk menjemput Ayla. Tak apalah. Benar kata bundanya, sebaiknya dia membersihkan diri dan mempersiapkan acara nanti malam. Dia akan memperkenalkan Ayla kepada kedua orang tuanya.


Sementara itu, di balik kamar yang sangat luas juga elegan milik Serena dan Mobilio.


Serena sibuk memberikan beberapa hal yang mesti di perhatikan oleh Avanza dan keluarganya saat mereka sedang berada di atas meja makan. Dia tidak ingin misi mereka gagal karena tidak tahu peraturan keluarganya di meja makan.


"Kamu harus menjadi wanita yang elegant di mata City. Kemarin kamu bagus bisa langsung mengambil hatinya. Wanita sepertimu memang cocok untuk menjadi pemeran lakon."


"Apa Tante bilang? Jangan sembarangan! Puji ya, puji saja. Lagi pula aku memang menjadi diriku sendiri disana," ketus Avanza tak mengakui kehebatannya itu.


"Ah, sudahlah. Yang terpenting ayahmu harus benar-benar membantu suamiku. Kalau tidak maka semua rencana kita akan aku gagalkan. Agar di antara kamu dan aku tidak ada yang berhasil." Ancaman Serena menciutkan hati Avanza.


"Ya, Tante. Aku akan melakukan yang terbaik untuk malam ini." Sambungan telepon itu pun terputus. Senyum Avanza merekah bak rengginang yang di goreng.


"Tante City, Tante City.. Kamu baik sekali. Sudah menyiapkan acara pertunangan untukku.." Seringai senyum itu tak pernah lepas dari sudut bibirnya.


Kabut awan hitam yang kemarin menyelimutinya, kini berangsur mulai menipis dan hampir hilang. Kebahagiaannya bertemu dengan sang penolong, Brian, membuatnya lupa akan masalahnya dengan Baleno dan Livina.


"Baleno, laki-laki itu." Avanza terkekeh sendiri. "Aku akan mencampakkannya setelah aku bertunangan dengan Brian. Huh, tinggal tunggu tanggal main dariku, Baleno. Dan semuanya akan 'booom' di waktu yang tepat," ucapnya sambil menekan kata boom.

__ADS_1


Saat ini Avanza dan kedua orangtuanya, Alphard dan Dyna bersiap untuk pergi ke rumah Brian. Mereka awalnya hanya mengetahui jika makan malam ini hanya makan malam biasa saja. Dan Avanza pun tidak pernah mengatakan ada apa di balik makan malam, malam ini.


***


Oddysey tiba dirumah kakeknya. Dia segera membopong tubuh gadis yang ditabraknya ke kamar tamu. Tanpa menerima bantuan apapun dari pelayan yang ada dirumahnya. Dia hanya mengatakan,


"Tolong, panggilkan seorang dokter kesini!" titahnya pada pelayan yang bertugas melayaninya.


Laki-laki itu segera mengecek suhu tubuh Ayla, sesaat setelah dirinya merebahkannya diatas kasur.


"Suhunya sangat panas. Apa yang terjadi dengannya? Apa benar mobilku mengenainya?"


Tak lama seorang Dokter tiba dan langsung memeriksa keadaannya.


"Bagaimana keadaanya, Dok? Apa dia hanya pingsan saja atau ada cedera lain? Atau dia mengalami gegar otak? Kenapa dia belum sadar juga? Dan kenapa suhu badannya panas?" Berbondong-bondong pertanyaan dia tanyakan pada Dokter yang masih sibuk dengan stetoskop yang menempel di tubuh Ayla.


"Dia hanya pingsan, mungkin karena belum makan atau karena terkejut. Tapi, saya bisa menjamin pacar Anda tidak kenapa-napa," ucap Dokter itu agak sok tahu.


"Dia bukan..."


"Kalau begitu saya pergi dulu. Masih ada pasien yang harus saya periksa. Dan ini obat yang meski Anda tebus." Dokter itu pun segera pergi dari sana.


Sementara Oddysey menghampirinya seraya berkata, "Kamu mengagetkanku.." Deru nafas Oddysey yang teratur menandakan dirinya lega. Tidak ada yang perlu di khawatirkan lagi olehnya.


***


Beberapa kali Ayla mengerjapkan matanya, lalu menatap lelangitan rumah dan keadaan disekitarnya.


Tentu saja semua yang ada di pandangannya tampak asing. Dia tidak mengetahui dimana dirinya kini berada.


"Dimana ini?" Ayla bangkit dan terduduk di sana. "Hah, apa jangan-jangan aku di culik?" katanya setelah dia sadar penuh.


"Tidak, aku tidak mungkin di culik. Aku tidak di ikat dan juga aku di bawa ke rumah mewah. Mana mungkin ada yang menculikku dengan istimewa begini..." Ayla masih terus menatap benda-benda disekelilingnya.


Nakas yang mewah, ranjang yang terbuat dari kayu jati asli, juga di dalam kamar itu ada toilet yang bersih. Hatinya semakin percaya bahwa dia tidak diculik.


Diingatnya lagi, mengapa dia bisa sampai datang kesini?


"Astagaa...." Ingatan itu berhasil kembali dia dapatkan. "Aku hampir saja tertabrak," imbuhnya lagi.


"Tapi, apakah orang itu yang membawaku kesini? Haih, baik sekali dia. Aku harus mencarinya dan langsung pulang. Bisa-bisa Brio khawatir saat dirumah tidak mendapatkan aku."

__ADS_1


Sementara itu..


Brio sedang menunggu kabar Ayla dari Yaris. Beberapa menit yang lalu, Yaris mengatakan kalau dia tidak menemukan Ayla dimanapun. Baik itu di kampus, tempat kerja, atau kontrakan sekalipun.


Hati Brio menjadi gusar, dia takut terjadi sesuatu dengan Ayla.


"Yaris, kamu sudah melacak nomornya?"


"..."


"Apa? Tidak bisa?" Brio pun segera memakai jaketnya dan keluar.


"Hai, Sayang! Kamu mau kemana? Bunda baru saja akan memanggilmu. Ayo, disana sudah ada tamu spesial yang menunggumu..."


"Bunda, Brian ada urusan penting di luar sana, Bund. Seseorang yang ingin aku kenalkan pada Bunda hilang entah kemana. Aku takut terjadi sesuatu dengannya. Aku harus mencarinya..." ucap Brio panik.


"Sayang, jangan panik begitu, dong! Bunda sudah tahu siapa orang yang ingin kamu kenalkan. Dia cantik, dia baik, dan yang lebih pentingnya dia ada disini sekarang..."


"Apa? Bunda mengenalnya?"


"Ya."


"Dia ada disini sekarang? Dimana?" tanya Brio dengan antusiasnya. Pasalnya dia sudah takut terjadi sesuatu dengan Ayla.


Tapi, kenapa Ayla bisa ada disini?


"Bund, dimana dia sekarang?"


"Dia ada diruang tamu.." Tanpa mendengarkan lebih jelas lagi Brian langsung berlari ke arah ruang tamu.


CNP


Continue in my Next Post..


Yah, maafin author kalau misalkan gak seru.


lagi-lagi author blank 😢😢


apalagi liat pembaca?


liat like..

__ADS_1


tapi aku bersyukur punya pembaca yang royal royal..


kalau yang lain,, bagaimana nih?? 😂


__ADS_2