The Couple Of MissKin-g

The Couple Of MissKin-g
Ikan Hias 2020


__ADS_3

Semuanya membuat Jimny pusing, emosinya kembali meningkat. Saat kehidupannya baru saja berada dalam masa tenang, entah datang darimana angin langsung menerpa kehidupannya. Membuatnya berantakan dan tidak lagi bersemangat.


Berakhirlah dia di sebuah Bar milik temannya.


Didepan seorang Bartender, terlihat dia sedang meminum minuman beralkohol tersebut.


Pikirannya kacau sekarang, dia tidak ingin fasilitasnya dicabut, tetapi dia juga tidak ingin dijodohkan dengan Livina.


Dia sama sekali tidak ada rasa padanya.


Dia hanya mencintai Ayla Lindsey Daihatsu, wanita cantik, pujaan hatinya, yang mampu membuatnya menjadi lebih baik dalam waktu singkat.


Tapi orang tuanya, terlebih papanya tidak pernah melihat itu. Dan kini mamanya ikut mendukung papanya. Apalagi yang bisa membuatnya bersemangat? Hidupnya selalu saja penuh dengan ancaman dan aturan orang tua.


"Hai, kawan! Ada apa?" Temannya sangat mafhum sekali, jika Jimny mengunjungi Bar-nya pasti dia sedang memiliki masalah.


"Kamu tau, papaku menyuruhku untuk bertunangan dengan orang yang tidak aku cintai. Dan jika aku tidak menuruti keinginannya, maka semua fasilitasku akan mereka cabut." Jimny meneguk kembali minuman keras itu.


"Dan sekarang masalahnya adalah aku sudah mencintai wanita yang sedang menjadi kekasihku saat ini.." Setelah menggoyangkan gelasnya, dia kembali meneguknya.


"Kalau begitu buat saja pacarmu itu hamil anakmu, mungkin orangtuamu akan menerima dia, karena bagaimanapun dia sedang mengandung calon penerusnya. Biasanya cara seperti itu selalu efektif," saran teman bobroknya itu.


"Haha, bagaimana aku bisa menghamilinya? Sedang dia tidak ingin aku sentuh sejengkalpun."


"Bodoh! Berarti dia tidak mencintaimu, dia hanya mencintai uangmu, bro."


Mendengar pernyataan dari temannya, Jimny menjadi marah. Kenapa semuanya mengatakan Ayla tidak mencintainya?


"Stop! Jangan sekali-kali kamu mengejek kekasihku." Jimny bangkit dari duduknya. Dia langsung menarik kerah baju temannya itu.


"Dia bukan wanita seperti itu.." tegasnya. Dia kembali menjatuhkan diri dikursinya.


Sedangkan temannya menyunggingkan senyumnya. "Hmm," lalu dia terkekeh mendengar belaan dari Jimny.


"Orang yang mencintai itu rela melakukan apapun demi orang yang dicintainya. Sekarang sebaiknya kamu buktikan ucapanku. Jika dia tidak ingin bekerja sama denganmu, untuk mengandung anakmu maka dia hanya mencintai uangmu," papar temannya itu.


"Brengsek.."


Brugh.. Jimny melangkan satu pukulan pada wajah temannya itu.


Setelah itu dia keluar tanpa membayar minumannya. Sang temanpun sudah terbiasa dengan kelakuan pergi tanpa bayar ala Jimny. Dia akan menagihnya saat besok hari atau dua hari setelahnya.


Jimny mengemudikan mobilnya sendiri, dalam keadaan setengah mabuk. Beruntung jalanannya tidak seramai biasanya. Jadi dia aman dalam perjalanannya itu.


Bukanlah sebuah rumah yang dia tuju, melainkan apartemen Ayla. Meski dia tidak mempercayai perkataan teman dan juga papanya yang mengatakan bahwa Ayla hanya mencintai uangnya.


Tapi dalam hati yang paling dalam dia pun sedikit ingin membuktikan, apakah kekasihnya itu benar-benar akan melakukan apapun demi hubungannya atau tidak.


Pukul 01.20 wib.


Bel pun sudah dua kali dia bunyikan, namun Ayla masih belum juga membukakan pintunya. Maklum saja ini tengah malam, dia sudah beristirahat dan masih berada dalam mimpinya.


Karena bel yang terus berbunyi, Ayla pun terbangun dari mimpinya. Semula dia melihat jam.


"Pukul setengah dua malam, siapa tamu yang tak tahu waktu istirahat itu?" gumamnya, Ayla menyingkap selimutnya.


Sedikit rasa takut muncul dalam dirinya, saat mendengar bell yang tiada henti pada tengah malam. Terlebih lagi dia tidak bisa melihat siapa orang usil didepan apartemennya itu.


Selama dia hidup diapartemen itu, baru kali ini dia mendapatkan bel di tengah malam seperti ini.

__ADS_1


Dia mengotak atik ponselnya dan berniat untuk memanggil security, namun saat dia melihat nomor ponsel yang diberi nama 'Brio' dia langsung menghubunginya.


"Brio pasti bisa melihatnya untukku.."


Lama sekali panggilan itu tidak diangkatnya, tapi Ayla masih mencoba menelponnya kembali.


Bel apartemenya terus saja berbunyi karena itu dia mencoba memberanikan dirinya untuk membuka pintu tersebut.


Ceklek


"Jimny?" Dia terkejut melihat Jimny yang sudah mabuk dan berjalan sempoyongan kearahnya.


Pintu telah terbuka, tanpa ragu lagi Jimny masuk kedalam dan berhasil mendorong Ayla ke sofa.


Pluk, mereka terjatuh bersamaan.


Jimny hendak mencium bibir Ayla, namun Ayla terlebih dulu menghindar, alhasil Jimny jatuh ke curuk lehernya. Bisa dipastikan bahwa saat ini Jimny sedang mengurungnya.


"Say..ang.." bisik Jimny. Tercium bau alkohol yang sangat menyengat.


"Jim, Jimny..." Ayla meronta sambil terus menyebut namanya. Dengan sekuat tenaga tangannya mendorong tubuh Jimny.


"Sayaang.." Satu tangan Jimny masuk kebalik baju Ayla. Menggerayang disana, seperti mencari sesuatu yang tidak dimilikinya.


Ayla tersentak kaget dengan kelakuan Jimny, hatinya merasa sakit dan terhina.


"Jimny, tolong jangan lakukan ini!" teriak Ayla.


"Apakah kamu tidak mencintaiku, hah??" bentaknya, tangan itu dia keluarkan. Kini kedua tangannya menangkup pipi Ayla. Dia akan memaksa Ayla untuk berciuman dengannya.


"Jimny, tolong lepaskan aku!" Ayla meronta, dia menarik kuat tangan Jimny.


Dia mencium paksa Ayla. Ayla memberontak, dia menggeleng-geleng kepalanya dan yang Jimny dapat bukanlah bibir ranumnya melainkan curuk lehernya lagi.


"Apa kamu tidak bisa sedikit menurut? Aku selalu menurutimu. Segalanya aku sudah berikan kini giliran kamu yang memberikan sesuatu padaku. Tenanglah, Sayang! Setelah ini tidak ada yang bisa memisahkan kita," bisiknya tepat ditelinga Ayla.


Hasratnya sudah meronta-ronta. Dia tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini. Beberapa langkah lagi Ayla akan menjadi miliknya. Dia harus mendapatkannya hari ini juga, meski dengan cara paksaan sekalipun.


"Akkkhh.." pekik Ayla. "Tolong henti...kan.." ucapnya sambil menangis, ketika Jimny masih asik dengan curuk lehernya memberikan tanda ikan hias disana.


Beralih pada Brio yang sedari tadi sudah menerima panggilannya. Dia mendengar suara rintihan Ayla. Pikirannya melayang kemana-mana. Rasa marah dan kesal bercampur aduk dalam dirinya.


Tanpa pikir lagi dia langsung lari menuju apartemen istrinya. Pintu itu tidak terkunci, dia segera masuk kedalam.


Matanya terbelalak sempurna, terkejut melihat Jimny yang sedang menin*ih Ayla. Sedangkan Ayla dibawah sana, menangis dan meronta.


"Toloong..!" teriaknya.


Seketika saja dia langsung naik pitam.


"Hentikan bajing*n!" teriak Brio.


Dia langsung menarik Jimny, dan menghajarnya beberapa kali. Rasa sakit yang dideritanya seolah tak terasa lagi karena rasa amarah yang sudah menggebu.


Bugh


Bugh


Bugh

__ADS_1


Pukulan demi pukulan sudah dia berikan baik di wajah, di perut, di tengkuk, dimanapun yang bisa dia gapai. Tanpa sedikitpun perlawanan dari Jimny. Kondisi mabuknya tak mampu menghalau semua hajaran dari Brio.


Yaris yang sedari tadi menyaksikan, masih belum mengerti dengan situasinya. Dia belum pernah melihat Brio sebrutal itu menghajar orang. Karena biasanya dirinyalah yang akan turun tangan.


Saat Jimny sudah tergeletak tidak sadarkan diri, dia meminta Yaris untuk menindak lanjuti tindakan tidak terpuji yang Jimny lakukan. Brio ingin, Jimny mendapatkan balasan atas perbuatannya itu.


Setelah menyerahkan pemuda yang mabuk itu kepada Yaris, Brio mengedarkan pandangannya, mencari sosok istri hasil kesalahpahamannya itu. Dia terlihat sedang memeluk kedua lutut kakinya, membenamkan kepala di antara keduanya. Meringkuk dipojokan. Sedang tubuhnya sudah bergetar hebat, rasa takut sedang menyelimuti dirinya.


Air mata terus mengalir tapi padangannya kosong. Memorinya memutar kejadian dua puluh menit sebelumnya. Sesekali dia mengusap kasar kedua lengannya. Mencoba menghilangkan jejak-jejak sentuhan Jimny.


"Ay.." panggilnya sedikit lirih. Tangan Brio hendak menepuk bahunya untuk menyadarkan Ayla. Namun dengan cepat, Ayla menghindar darinya.


"Ay, ini aku, Brio. Aylaa..." lirihnya lagi.


"Pergi," usirnya dengan nada bicara yang masih bergetar. Pikirannya masih melayang pada kejadian tadi yang kini membuat mentalnya terguncang.


"Ay, ini aku, Brio.." ulangnya lagi. Tapi kali ini dia langsung memegang kedua bahunya. Menangkup pipinya agar Ayla dapat menatap dirinya.


"Aku, Brio.." lirihnya.


"Brio..." Ayla langsung memeluk laki-laki dihadapannya itu. Dia mulai menangis tersedu, "Aku takut..." lirihnya. Tubuhnya masih dalam keadaan bergetar.


"Apa selama ini dia tidak pernah melakukan hubungan yang lebih dengan Jimny? Atau tadi Jimny yang terlalu kasar padanya?" pikir Brio menebak-nebak. Tapi pertanyaan itu belum bisa dia tanyakan, mengingat Ayla yang masih terguncang.


"Tidak perlu takut disini ada aku.." Brio mengelus pelan punggung wanita yang memeluknya.


"A..aku...takut, aku takut.." Dia memeluk erat Brio. Meminta perlindungan darinya.


"Tenang aku disini.." Dia terus mengelus punggungnya memberikan kekuatan pada Ayla.


Jam 20.00 wib tadi, mertuanya menelpon dirinya, menanyakan perihal luka tersebut. Tidak hanya itu dia juga menceritakan Ayla sewaktu kecil, juga meminta dirinya untuk menjaga putri semata wayangnya.


Seakan diberi firasat, ibunya merasa khawatir yang berlebihan kepada Ayla. Benar saja, hanya menunggu beberapa jam saja, hal yang tidak pernah diinginkan terjadi pada putrinya itu.


"Maafkan aku." Brio mendekapnya lebih kuat lagi. Entah kenapa dirinya merasa bersalah atas kejadian yang menimpanya.


Saat dekapan itu mulai merenggang dari keduanya. Brio menatap Ayla lekat, "Apa kamu ingin beristirahat?" ucapnya, mengingat malam ini sudah menunjukan pukul 2 dini hari.


"Tapi, aku tidak mau disini. Aku takut.." lirihnya dengan masih sesegukan.


"Baiklah, ayo ke apartemenku.." Brio langsung memangkunya ala bridal style.


***


CNP


Continue ( in my ) Next Post yaa😊


...quote...


...Saat mentalmu sedang terguncang...


...Janganlah mengunci dirimu dalam suatu ruang...


...Karena kamu bisa terjebak didalamnya...


...Dan sulit untuk keluar lagi....


...Yang perlu kamu lakukan adalah menutup telinga bukan menutup diri...

__ADS_1


Mohon dukungannya. Karena dukungan kalian adalah penyemangatku. Untuk dukungannya bisa berupa Like, komentar, share, vote, rate 5, dsn jangan lupa untuk mem-faforitkan novel ini. Stay tuned terus, terima kasih !!


__ADS_2