The Couple Of MissKin-g

The Couple Of MissKin-g
Masalah dan Hikmah


__ADS_3

March terus mengikuti kemanapun mereka pergi. Tak ada satupun moment yang tidak terlewatkan olehnya. Saat Ayla dan Brio masuk ke sebuah gang yang cukup sulit bahkan tidak mungkin di jangkau oleh mobil, March memaksakan diri untuk turun dan mengikutinya dengan berjalan kaki.


Dengan bermodalkan foto profil aplikasi chat terkenal milik Ayla, March bertanya pada orang-orang sekitar yang ia temui.


Entah mengapa dewi fortuna pun datang padanya. Salah seorang yang dia tanyai adalah ibu kontrakan tempat Ayla dan Brio tinggal.


"Oh, ini. Ini tuh tinggal di kontrakan saya, Mas. Mas-nya siapa?"


"Saya temannya, Bu."


"Temannya kok tidak tahu alamatnya?"


"Batrei saya lowbatt, Bu. Jadi tidak sempat tanya rumahnya sebelah mana." Wajah March menunjukan dia tersenyum tapi sesungguhnya dia sedang menahan kesalnya.


"Oh, ini masuk gang sini terus lurus belok kiri nanti lurus lagi belok kanan."


"Oh, disana ya, Bu."


"Bukan, nanti lurus dan belok kanan lagi sedikit. Nah, itu baru disana kontrakannya."


"Ouh, pusing juga, ya. Ibu bisa tolong antar saya?"


"Oh, ya sudah. Ayoo!"


Saat dalam perjalanan March kembali mengorek informasi kepada Ibu kontrakan. Tentu dengan senang hati ibu kontrakan itu menjawabnya.


"Bu, saya sering melihat Ayla dengan seorang laki-laki. Ibu tahu laki-laki itu siapa?"


"Lho, kok si Mas ini tidak tahu. Itu suaminya Ayla namanya Brio," papar Bu kontrakan.


"Suami?"


"Lho, kenapa Mas kaget? Ya, memang mereka sudah menikah. Saya pernah lihat buku nikahnya juga. Sebagian juga sudah tahu Ayla sudah menikah. Apa jangan-jangan si Mas-nya ini mantannya Ayla, ya? Jadi, tidak diundang saat mereka menikah."


"Hahaha, bukan. Saya bukan mantannya hanya murni temannya saja."


"Nah, kita sudah sampai, Mas. Itu yang paling pertama, itu kontrakannya."


"Oh, terima kasih ya, Bu!"


Sang Ibu kontrakan pun segera pergi. March juga tampak menjauh dari kontrakan Ayla.


"Untuk apa aku terus mengawasinya. Toh, aku sudah punya jawabannya," kata March sambil menghentikan rekaman suaranya itu.


Ya, memang saat setelah ibu itu mengatakan kalau dirinya mengenal Ayla. Ia segera merekam pembicaraan mereka.


March segera mengirimkannya pada Baleno. Agar Baleno bisa merencanakan sesuatu yang lebih bombastis tentunya.


"Jadi, aku sudah tahu alasanmu mengapa sampai berani mengerjaiku. Saat pertama bahkan sampai terakhir hanya tipu muslihat yang kamu gunakan. Baiklah, Ayla. Kamu akan tahu seperti apa kemarahanku. Dan bahkan suamimu yang tidak berguna itu tidak akan bisa membantumu. Dan lagi untuk Brio dia hanya bisa bersembunyi dibalik ketiak istrinya. Lihat saja hari esok untuk kalian berdua," geramnya.


Kini March sudah ada didepan pintu rumahnya. Hari ini amat sangat lelah dia jalankan. Mengurusi sopir tidak berguna dan mengikuti dua orang yang sudah menghancurkan namanya.


Untungnya March sudah membungkam seorang pers yang tidak tahu diri itu, yang menyebarluaskan berita hoax tentangnya, akhirnya sore ini berita itu tak lagi muncul ke permukaan.


Tapi dendam tetap dendam. Besok hari Ayla dan Brio harus mempersiapkan mentalnya.


Saat dia masuk, seorang perempuan menghampirinya.

__ADS_1


"March!" serunya.


"Agya, mengapa kamu bisa ada disini?"


"Aa-aku khawatir padamu, maafkan aku yang sudah lancang masuk kesini. Em, semua ini juga perintah dari ibumu. Aaaku tadinya ingin pergi hangout. Tapi, tidak jadi. Aa-aku ingin tahu keadaanmu." Agya sedikit gemetar saat mengucapkan kalimat itu. Ini adalah kali pertamanya dia memberanikan diri mengunjungi rumah March dan berbicara panjang lebar.


"Sepertinya aku bisa gunakan gadis ini untuk mem-viralkan rekaman itu," batin March.


"Oh, aku baik-baik saja," ucapnya tidak tersenyum tapi tidak ketus seperti biasanya.


"Hah?"


"Apa ini serius? Dia tidak ketus atau mengabaikanku," batinnya. Agya girangnya bukan main.


"Apa kamu tidak dengar? Aku tidak apa-apa."


"Oh, ya. Aku mendengarnya. Berita hoaks kemarin itu ...."


"Itu tidak benar. Ada orang yang membenciku jadi dia ingin menghancurkan reputasiku."


"Iya, aku tahu. Mana mungkin kamu mabuk dan tertidur dijalanan. Maka dari itu aku buat akun untuk membelamu," kata Agya.


"Terima kasih! Tapi itu masih belum membantuku, Agya."


"Apa yang bisa aku lakukan untukmu dan katakan siapa orang itu? Aku akan menghancurkannya juga."


"Sungguh?"


"Aku tidak berbohong. Katakan!" Agya langsung mengeluarkan laptopnya.


"Aku punya rekamannya. Kamu 'kan pintar berbicara juga menulis. Bagaimana jika kamu bantu aku mem-viralkan berita yang menyangkut orang yang ingin menghancurkan aku itu?"


"Untuk apa?" March menghampirinya.


"Bagaimana aku akan menulis jika aku tidak tahu judul dari yang ingin kutulis, hemm?"


"Ah, ya." March segera memutarkan rekaman itu. Agya mendengarkan dengan sangat hati-hati, apalagi saat nama orang yang dia benci disebutkan disana.


"Apa?" Mata Agya terbelalak saat mengetahui sebuah fakta teraktual dari March. Dia menatap March meminta jawaban.


"Biasa saja, jangan kaget!"


"Ini bukan bercanda, 'kan?" tanyanya lagi. Agya benar sangat terkejut mengetahui Ayla yang sudah menikah dengan Brio.


"Untuk apa aku bercanda? Ini serius. Kamu bisa 'kan membuat apa yang aku inginkan?"


"Kenapa kita tidak buat selembaran saja? Kita pasang disetiap penjuru kampus," ujarnya memberi saran. Memang dia sebagai anggota dari squad CTM sangat membenci Ayla. Sebenarnya antara dia dan Ayla tidak ada masalah apa-apa. Tapi karena temannya yang sangat membenci Ayla, jadi ia pun ikut-ikutan membenci Ayla.


Toh, pikirnya, Ayla itu memang pantas untuk di benci.


"Ide bagus!"


Mereka pun segera membuat serangkaian kata yang tentunya sangat pedas dan menyakitkan.


"Berita ini sebaiknya jangan beritahu orang lain dulu. Karena aku ingin membuatnya seperti bom waktu. Besok pagi aku yang akan mengirimkannya," ucap March. Sebuah senyuman terbit di wajahnya. Akan tetapi bukan senyuman manis tapi senyuman yang dapat mengiris hati.


"Terserah padamu, aku mengikutimu saja, March." Agya amat bahagia. Berkat masalah ini dia menjadi sedikit lebih dekat dengan March.

__ADS_1


"Terima kasih, Ayla! Sudah membuat masalah dengannya," batin Agya.


"Lihat esok hari Ayla, Brio. Aku akan membalas semua perbuatan kalian," geramnya.


Di garasi Avanza, ehh... Di rumah keluarga Toyota.


"Argggh...." Avanza berkali-kali menghentakan kakinya saat baru saja tiba dirumahnya. Lalu kemudian dia hempaskan tubuhnya ke sofa.


"Aaa..." Lagi-lagi dia berteriak dan menendang-nendangkan kakinya ke udara.


"Kenapa aku gagal mengikuti mereka? Satu langkah lagi, satu langkah lagi aku akan tahu ada hubungan apa dengan mereka berdua? Aaaa.... Semua ini gara-gara truk itu," kesalnya. Memang saat dia mengikuti mobil Baleno keadaan di jalannya sangatlah macet. Motor, truk, minibus, berlalu lalang bersamaan.


"Sayang, kamu kenapa sih, baru datang langsung marah-marah?" tanya Dyna HT, sang Ibunda.


"Mah..." lirihnya.


"Mana obat Ayah kamu?"


"Aku lupa. Tadi itu aku bertemu Baleno, Mah. Dia bersama Livina ke rumah sakit dan aku lihat mereka keluar dari poli kandungan," ungkapnya. Seorang mamah bagi Avanza adalah segalanya. Dialah satu-satunya tempat curhat terpercaya baginya. Dan sebagian otak bulus yang dia miliki juga berasal dari bundanya.


"Apa? Tidak mungkin 'kan sahabat kamu itu hamil?" celetuknya membuat sang anak bertambah gusar.


"Hamil?"


"Sayang, orang yang datang ke poli kandungan itu sebagian besar orang hamil. Kamu ini bagaimana sih?"


"Mah, bagaimana jika Livina benar hamil anak Baleno? Aku tidak mau, Mah. Aku sangat mencintai Baleno."


"Sayang, itu hanya kemungkinan. Jika itu benar terjadi kita labrak saja dia. Kamu tenang saja! Mamah akan mencari seseorang yang bisa mencari informasi akurat tentang mereka. Hm ckk, Mamah juga tidak ingin kamu tersakiti. Pokoknya yang harus kamu lakukan adalah tenang!" ucapnya sambil menekan kata tenang.


"Tapi, Mahh..."


"Syuut... Ayahmu sedang sakit. Jika dia mendengar dia akan bertambah sakit. Percayakan semuanya sama Mamah."


Dyna HT mulai berpikir lebih keras. Baginya kebahagiaan anaknya adalah alasan utama dirinya hidup. Dia tidak ingin juga tidak akan membiarkan anaknya menderita meski itu seujung kuku pun.


Memang, patut di acungi jempol dengan niatnya itu. Namun keburukannya adalah dia akan menghalalkan segala cara untuk mendapatkannya.


CNP


Continue in my Next Post.


Dibalik masalahmu terkandung hikmah untuk orang lain!😴


Hai semuanya


Like komentar


Share favorit


Vote hadiah


Dan Rate5


Adalah bentuk dukungan yang murah meriah.


Saya sih berharap kalian semua sudi memberikan saya semua itu, hehe.

__ADS_1


Sebelum dan sesudahnya


Terima kasih! 😊


__ADS_2