The Couple Of MissKin-g

The Couple Of MissKin-g
Jalani Saja!


__ADS_3

Ayla segera berlari ke arah toilet. Pikirannya kacau dan sedikit terasa nyeri dihatinya. Dia masih tidak menyangka bahwa meja yang dia hiasi bersama Mbak Nava adalah meja pesanan Brio, suaminya sendiri.


Ayla berjalan mondar-mandir didalam toilet. Lalu dia mendudukan dirinya kloset duduk.


"Jadi, orang yang akan menyatakan cintanya malam ini adalah Brio. Huh!" Ayla tersenyum kecut. Dia tadahkan kepalanya dan mengerjap-erjapkan matanya agar tidak menangis.


"Kenapa aku jadi sedih begini sih? Seharusnya, aku biasa-biasa saja sekarang. Sudahlah, Aylaa. Berhenti menangis," gumamnya. Sesaat dia mengingat kembali bagaimana dirinya menghias meja itu dengan sepenuh hati.


"Tapi kenapa? Kenapa harus aku yang menghias mejanya?" Dia menghentakan kaki beberapa kali.


"Bukankah ini menyakitkan untukku?" Ayla bangkit dari duduknya dan berjalan mondar-mandir lagi.


"Aku istrinya meski aku tidak mencintainya sekalipun tapi tetap saja sakit." Dia kembali mendudukan dirinya diatas kloset duduk.


"Dia itu tidak mencintaimu, dia mencintai Avanza. Kamu jangan sampai mencintainya. Huh," desahnya.


"Di kontrakan nanti aku harus meminta cerai padanya. Tenanglah, kuasai dirimu, Ayla. Dia itu hanya lelaki culun, cupu, dilihat saja tidak menarik. Kamu bisa mendapatkan yang lebih baik darinya. Ya, aku bisa mendapatkan yang lebih baik," monolognya.


Ayla segera keluar dari toilet itu setelah hatinya kembali tenang. Lalu dia meminta izin kepada managernya untuk pulang lebih cepat dengan alasan sakit. Dan waktu yang terlewati akan dia gantikan dilain hari.


Sungguh!


Wanita mana yang rela dan ikhlas saat tahu suaminya sendiri akan menyatakan isi hatinya pada wanita lain. Walaupun itu suami yang tidak dicintainya sekalipun. Dan yang lebih menyakitkan dia sendiri yang menyiapkan kejutannya.


Ayla segera pulang dan sebelum itu dia meminta Mbak Navara untuk menggantikan pekerjaannya. Dia tidak sanggup untuk mendengar kata cinta dari mulut Brio untuk Avanza.


Sementara itu..


"Brio, ada apa dengan semua ini?" ucap Avanza, saat melihat kesekelilingnya penuh hiasan lampu dan bunga. Dia merasakan ada yang aneh dengan semuanya karena selain di meja yang dia pesan tidak ada dekorasi yang sama dimeja sekitarnya.


"Mengapa? Kamu tidak menyukainya?" Brio menelan salivanya. Dia takut Avanza tidak menyukai kejutan yang dia buat.


"Ah, ini makan malam biasa, 'kan?" tanyanya seakan mengerti situasinya tidak sebiasa itu.


"Bukan, malam ini.." Brio mengambil bunga yang baru saja di berikan oleh pelayan, lalu dia berjongkok di hadapan Avanza. "Aku ingin menyatakan perasaanku kepadamu," lanjutnya.


"Aku bekerja siang dan malam hari untuk semua ini. Aku mencintaimu, Avanza. Saat pertama melihatmu aku langsung jatuh cinta. Aku tidak bisa melupakan dirimu, aku sangat mencintaimu. Maukah kamu menjadi istriku...?" ungkapnya sambil memberikan sebuket bunga mawar merah.

__ADS_1


Sontak Avanza membulatkan matanya. Lelaki cupu dihadapannya ini sedang melamarnya?


Tidak sesuai dengan ekpektasi!


Dia menginginkan Baleno lah orang yang pertama melamarnya. Dan sekarang yang terjadi dihadapannya sangat diluar ekspektasinya.


Saat Avanza masih sedang menguasai keterkejutnya. Tibalah orang-orang berbaju hitam yang langsung menarik Brio kebelakang dan langsung memukulnya disana. Para tamu yang ada di kafe itu berteriak histeris ketakutan. Sedangkan Avanza langsung dibawa oleh Baleno ke mobilnya.


Bugh bugh... Brio dipukul, ditendang, dibanting, oleh beberapa orang tanpa ampun dan jeda. Dia mencoba melawannya tapi karena kalah banding, tak ada satupun pukulannya yang mengenai orang-orang itu.


Malang, sungguh malang!


Niatnya pergi untuk menyatakan cinta tapi pulang mendapatkan memar.


Saat dia sudah tengkurap tak berdaya, seorang laki-laki yang menjadi dalang dibalik semua ini datang kehadapannya.


Dia berjongkok tepat di depan kepala Brio, dia menjambak rambutnya, mengangkat kepala Brio dan berbisik, "Kamu tahu, Avanza itu hanya milikku dan tetap akan menjadi milikku, Baleno Suzu. Siapapun yang mendekatinya walau sejengkalpun akan berurusan dengan rumah sakit." Baleno membanting kepala Brio.


"Jangan pernah ulangi lagi!" ucapnya sambil menepuki bahu Brio beberapa kali.


Saat Baleno hendak bergegas pergi, dengan lantang Brio berkata, "Sungguh? Lalu bagaimana dengan perjodohanmu?"


"Siapa kamu?" Tampak wajah Baleno berubah menjadi gusar. Pasalnya perjodohannya ini tidak ada yang tahu selain keluarganya dan keluarga Nissan.


Brio tersenyum menyeringai, "Aku.. Bukankah kamu sudah tahu diriku?"


"Cih..." decih Baleno.


"Lepaskan Avanza! Kamu tidak akan bisa membuatnya bahagia. Karena bagaimanapun kamu tidak bisa menolak perjodohan itu?"


Tanpa aba-aba lagi dia langsung meninju Brio dan meninggalkannya saat Brio sudah terkapar tak berdaya.


***


Di kontrakan...


Ayla berteriak-teriak tidak jelas. Rasa sesak, kesal bercampur marahnya masih belum selesai. Ingin rasanya dia hancurkan saja semua benda yang ada di hadapannya itu. Tetapi, dia sadar bahwa dirinya sedang mengontrak. Dia tidak bisa seenaknya saja bersikap urakan seperti yang dia lakukan di apartemen saat dirinya sedang kesal.

__ADS_1


"Aku benar-benar harus segera bercerai dengannya. Aku bisa gila karenanya jika terus begini," gumamnya.


"Aku tidak mencintaimu, aku tidak mencintaimu, aku tidak mencintaimu.." Dia ucapkan kalimat itu berulang kali.


Lalu dia berjalan kearah lemari Brio dan melihat dirinya didalam cermin. Bermonolog dengan cermin itu, "Ini bukan cinta, 'kan? Tentu saja ini bukan cinta. Aku tidak pernah mencintainya. Seleraku sangat tinggi sekali, mana mungkin aku jatuh cinta padanya? Huh! Aku tidak mencintai Brio, lelaki culun, cupu itu. Tidak! 不可能! (bu keneng!)"


"Ingat sampai kapanpun dia akan tetap menceraikanmu, Ayla. Tidak boleh ada cinta di antara kalian! Kamu hanya perlu fokus dengan mimpimu," tegasnya sekali lagi.


Jika ditanya perihal perasaannya terhadap Brio tentu dia akan mengatakan bahwa dia tidak mencintainya. Tapi jika saat seperti ini, hatinya sakit bak teriris pisau lalu direndam dilautan garam. Pedih, perih, dan sesak terasa dalam ruang yang sama.


Tapi mau bagaimana lagi, bukankah dunia selalu mempermainkan? Bukankah takdir terlalu lucu?


Bertemu dengan tidak baik lalu dengan satu kesalahpahaman saja merubah kehidupan yang sudah ditatanya rapi. Dan dari itulah tercipta kata 'jalani saja!'


***


Brio sedang menahan rasa sakit akibat pukulan itu. Dia jadi teringat dengan kejadian ditempo hari yang lalu. Saat dirinya menjadi babak belur, diserang oleh sekumpulan orang-orang yang berpakaian hitam. Apakah mungkin itu adalah Baleno?


Tapi tunggu sebentar!


Dimana Ayla? Apakah dia yang membocorkan makan malamnya ini kepada Baleno?


Karena pada saat hari itu juga dia berada diatap kampus. Mungkinkah dia mendengar semua rencananya bersama Avanza? Lalu dia membeberkannya pada Baleno karena nilainya yang sama. Dan sore ini dia mematainya untuk memastikan tempat yang akan didatangi bersama Avanza?


"Apakah wanita itu yang menyebabkan semua ini?" decaknya kesal.


CNP


Continue in my Next Post.


* 不可能! (bu keneng!) Tidak mungkin!


Mohon untuk dukungannya selalu.


Komentarmu, like, vote bunga atau lainnya, share, dan rate5 adalah dukungan yang saya butuhkan.


Tolong favoritkan untuk tau kabar selanjutnya.

__ADS_1


Terima kasih!


Salam cinta


__ADS_2