The Couple Of MissKin-g

The Couple Of MissKin-g
Menikah


__ADS_3

Setelah berhuru-hara dengan keluarga Ayla, Brio pergi ke apartemennya yang terletak didepan apartemen Ayla. Dia merutuki kebodohan yang telah dia perbuat.


Pertama mempercayai March, kedua mabuk, ketiga salah masuk kamar, dan sekarang dia bilang bahwa dia akan menikahi wanita itu.


Ohh, sungguh kepalanya lebih pusing daripada saat dia mabuk, masalah yang bertubi-tubi sedang menimpanya.


"Aarrrgghh.." sesalnya, dia membuang nafasnya kasar.


"Kenapa aku harus berbicara akan menikahinya? Dia bukan tipeku sama sekali, wanita itu matrealistis. Tapi jika aku tidak menikahinya maka pasti aku akan babak belur. Tadi saja om itu menamparnya tanpa belas kasihan, itupun pada anaknya sendiri apalagi padaku.." Dia mencoba kembali memikirkan apa yang akan dia lakukan nanti.


"Tidak ada cara lain, selain aku harus mempertanggungjawabkan kesalahanku. Urusan nanti akan aku kompromikan lagi dengan Ayla."


Brio segera bergegas membersihkan diri dan memakai pakaian seperti biasanya. Sebuah kemeja berwarna biru dia masukan kedalam celana gombrangnya dan tak lupa  menggunakan kacamata yang selalu menjadi ciri khasnya. Lalu mereka berangkat menggunakan mobil sewaan Rocky.


***


Jimny yang sedari kemarin tidak mendapat kabar dari Ayla, langsung mengunjungi apartemennya. Sebenarnya apartemen itu adalah milik ibunya, Arena Damayanti Suzu. Tapi dia tidak pernah  memberitahu Ayla, hal itu karena larangan dari Baleno, kakaknya. Dia selalu saja tidak setuju dengan yang dilakukan oleh Jimny.


Ting.. Bunyi bell apartemen Ayla.


Saat ini Jimny sudah berada di apartemennya.


"Kok, tidak ada jawaban. Aku hubungi ponselnya mati. Apa terjadi sesuatu kepadanya, saat dia pulang dari Club?" monolognya. Sang pacar tentu saja khawatir ketika tidak mendapatkan kabar dari sang kekasih.


"Sebaiknya tanya resepsionis saja, pasti mereka tau."


Jimny kembali turun dari lantai 5, berniat untuk menanyakan keberadaan Ayla. Tapi karena mereka sudah berganti shift tentu tidak ada yang tahu tentang keberadaannya.


"Ayla, dimana kamu?" tanyanya dalam hati. Kemudian dia pergi mengendarai mobilnya lagi.


***


Saat ini Brio, Ayla beserta keluarganya sudah berada di Kantor Urusan Agama, mereka akan menikah disana. Sebelumnya mereka mampir terlebih dahulu ke toko perhiasan untuk membeli mahar perkawinan lalu mengurus persyaratan lainnya.


"Saya terima nikahnya dan kawinnya Ayla Lindsey Daihatsu binti Rocky Daihatsu dengan mas kawin cincin emas dua gram dibayar tunai.."


Sah.. Mereka semua berteriak sah, dan membuat Ayla kembali tersadar pada kenyataan yang tak terduganya itu.


Siapa yang akan menyangka bangun tidur dia mendapati seorang laki-laki disampingnya dan beberapa jam kemudian dia sudah di persunting oleh laki-laki yang sama sekali bukan tipenya.


Seorang laki-laki yang miskin, cupu, culun, yang dia anggap akan menjadi bebannya di kemudian hari. Beban yang akan menganggu bahkan menghancurkan semua mimpi-mimpinya.


"Ayla, cium tangan suamimu!" perintah ibunya. Ayla pun langsung menyalaminya tanpa membantah.

__ADS_1


Setelah selesai menikah, mereka kembali ke apartemen Ayla.


"Nak, sekarang dia adalah suamimu. Jaga kehormatannya dan juga hargai dia. Saat ini surgamu ada dibawah telapak kakinya. Surga itu ada bersama keridhoannya, jika dia ridho atas dirimu maka surga sudah pasti menjadi milikmu," ucap Xenia sambil memanaskan kembali masakan yang semalam Ayla buat.


"Iya, Bu.."


"Ibu lihat dia anak yang manis, meski dalam penampilan yang seperti itu. Tetapi satu yang pasti dia orang yang bertanggung jawab. Tidak mungkin dia mau menikah denganmu jika tidak ada rasa tanggung jawab dalam dirinya. Benarkan kamu tidak diapa-apakan olehnya ?" tanya Xenia memastikan.


"Benar, Bu.."


Orang tua Ayla sudah mendengar penjelasan dari Brio saat mereka baru beberapa jam sah menjadi suami istri. Tentu Brio tidak ingin terlalu disalahkan, tapi apalah daya nasi sudah menjadi basi. Meski sudah di cuci kemudian di jemur tentu tidak akan senikmat sebelumnya.


"Kamu sudah menjadi suami putri semata wayang saya, jagalah dia seperti kamu menjaga dirimu sendiri. Tolong jangan sakiti anak saya!"


"Baik, Om.."


"Saya yakin kamu orang baik dan saya juga yakin kamu bisa menjaganya.  Saya tidak ingin kejadian seperti ini terulang lagi dikehidupannya nanti."


Brio hanya mendengarkan pernyataan yang dikatakan oleh mertuanya itu.


"Oh ya, kamu bisa masuk kesini karena kamu mengira apartemen ini milikmu?" tanyanya lagi memastikan.


Sebelumnya dia sudah menanyakan hal ini saat Brio menceritakan kejadian yang sebenarnya. Namun kala itu ceritanya terpotong dan tidak menjadi jelas. Jadi, dia ulangi lagi pertanyaan itu.


"Iya, Om.."


Deg.. Pertanyaan yang sedari tadi dia hindari malah terucap lantang dari mulut mertuanya.


"Saya bekerja dan bos saya mempercayakan apartemennya kepada saya."


"Oh.. Lalu, bagaimana dengan Ayla? Kami tidak pernah memberikan dia uang sebanyak itu untuk menyewa apartemen ini. Apa kamu tahu dari mana dia mendapatkannya?" tanya Rocky.


Ayla yang mendengar pertanyaan bapaknya langsung menjawab, "A.. aa... aku mendapatkannya dari atasanku, atasanku sangat baik.." ucap Ayla dengan begitu gugup. Karena pada kenyataannya apartemen semewah ini dia dapatkan dari Jimny, kekasihnya.


"Atasanmu wanita atau..."


"Wanita. Dia wanita yang baik dan juga dermawan, Pak.." Dia menjawab dengan cepat untuk menutupi kebohongannya.


"Oh.. seperti itu.."


Kedua orang tuanya mengangguk-angguk pelan, percaya dengan kebohongan yang masing-masing mereka lakukan.


Kini mereka berlima tengah menikmati lezatnya masakan Ayla. Meski makanan itu hanya dihangatkan tapi tidak mengurangi sedikitpun rasa lezatnya.

__ADS_1


"Nak, disana ada beras sekarung, cukup untuk kebutuhan kalian berdua selama sebulan. Bapak dan ibu tidak bisa memberikan apapun karena.." Belum selesai dia berbicara namun sudah dipotong oleh Ayla.


"Sudahlah, Pak. Aku mengerti. Aku cukup senang dengan datangnya kalian berdua kesini," ucap Ayla penuh kebohongan karena dalam hatinya dia menggerutu, "Seandainya kalian tidak kemari, aku mungkin tidak dinikahkan dengan orang ini."


"Maafkan bapak ya, baru datang menjengukmu.."


"Iya, Pak.."


Ayla tidak pernah tahu dengan pelanggaran yang dilakukan kedua orang tuanya saat mereka mendatanginya. Karena mereka tidak pernah menceritakannya, mereka terlalu fokus dengan masalah yang menimpa Ayla.


Alasan kedua orang tuannya segera menikahkan Ayla adalah karena mereka yang terlalu takut dengan pergaulan bebas dikota sebesar kota J, padahal dalam pikiran Ayla ' jika memang sudah nakal pasti akan tetap nakal, tidak peduli itu di kota ataupun di kampungnya.'


Kedua orang tuanya terlalu banyak memikirkan perkataan  masyarakat sekitar yang mengatakan bahwa Ayla bisa saja jual diri untuk mencukupi kebutuhannya di kota. Tetapi setelah menikahkan putrinya mereka yakin bahwa laki-laki itu bisa menjaga dan menafkahinya sebagaimana semestinya.


Mereka berdua sebenarnya sudah percaya dengan yang dikatakan Ayla sebelum dirinya menikah, yang mengatakan bahwa mereka tidak melakukan apa-apa.


Tapi Rocky memilih berpura-pura kecewa demi menjaga kehormatan putrinya dan memaksa laki-laki itu bertanggung jawab.


Siapa sangka dengan tegasnya dia mau mempertanggung jawabkan kesalahannya.


Setelah seharian berada di Jakarta kedua orang tua Ayla dan juga Carry segera berpamitan untuk pulang.


"Pak, seharusnya kita mendengarkan penjelasan mereka dulu.." Xenia merasa sedih dengan pernikahannya yang berlangsung begitu cepat.


"Bagaimana lagi Bu sudah terjadi? Ini pun salah Ayla dia tidak mengunci rapat pintunya," ujar Rocky.


"Apa kita tidak salah menikahkan Ayla dengan orang seperti itu, lagi pula tidak terjadi apa-apa?" tanya Xenia pada suaminya.


"Tidak bu, soal penampilan bisa dirubah," ucapnya sambil terus menatap ke depan jalanan.


"Tapi Ayla seperti tidak menyukainya," gumam Xenia yang masih terdengar oleh Rocky.


"Bapak yang menyukainya Bu, dilihat dari sorot matanya dia orang yang bertanggung jawab, dan juga baik, dia sopan pada bapak. Orang lain pasti tentu akan kabur walau itu kesalahannya sendiri."


"Ibu takut, Pak. Dia bisa KDRT," khawatir Xenia. Bagaimanapun senakal-nakalnya, seburuk-buruknya Ayla, dia tetap anak kandungnya.


"Dilihat dari penampilannya yang seperti itu, bapak kira pasti akan lebih galak anak kita, Bu..." Rocky terkekeh membayangi kembali raut wajah anak menantunya.


"Sudah Ibu jangan khawatir lagi, malah bapak tenang sekarang. Anak kita sudah ada yang menjaganya. Setidaknya, jika dia berbuat salah kita sudah tidak disalahkan lagi."


Memang sedari dulu Rocky ini selalu ingin menikahkan Ayla dengan anak temannya tapi semua itu tidak terjadi karena Ayla memilih kabur kekota dengan alasan ingin mengejar cita-cita.


Pikiran Rocky memang sedikit kulot, karena dia juga merupakan korban Siti Nurbaya, maksudnya adalah dia pun dinikahkan ketika umurnya baru genap berumur 17 tahun dan itupun karena di jodohkan.

__ADS_1


CNP


Mohon dukungannya. Karena dukungan kalian adalah penyemangatku. Untuk dukungannya bisa berupa Like, komentar, share, vote, rate 5, dan jangan lupa untuk mem-faforitkan novel ini. Terima kasih !!


__ADS_2