The Couple Of MissKin-g

The Couple Of MissKin-g
Baikan Kesal


__ADS_3

Ayla dan Livina sudah berada ditaman kota. Pemandangan yang hijau nan indah, udara yang segar, serta penataan tata letak yang bagus, membuat otak mereka kembali fresh. Seketika saja semua beban yang dirasa dua makhluk berbeda kutub itu menjadi hilang. Damai dan tenang mereka rasakan bersama.


Sengaja Livina mengajaknya kesini, bukan hanya untuk menemaninya memakan sirsak, tetapi dia ingin lebih tahu apa tujuan Ayla membantunya.


Ayla melihat sirsak yang di pegang oleh Livina.


"Kamu mau memakannya langsung?" tanya Ayla memecah keheningan.


"Iya, sepertinya segar dan cocok untuk cuaca yang seperti ini.." lirihnya dan hampir saja Ayla melihat air liurnya menetes. Selain rasa keingintahuannya tentang Ayla dia juga sangat ingin memakan sirsak itu secara langsung.


Ayla menekan kemudian membelahnya. Sirsak yang memang empuk tidak membuatnya kesusahan saat membuka.


"Ini.." Livina menatapnya sedikit jijik. "Tanganku bersih, aku juga sering memakannya seperti ini," ucapnya sambil meletakkan ditempat duduk mereka.


Tanpa menahan lagi, Livina langsung menyambar sirsak itu.


"Ck.." decak Ayla. "Ternyata orang kaya juga sama seperti orang miskin, kalau sedang makan," batin Ayla.


"Ayla, kenapa kamu membantuku?" ucapnya disela-sela sedang menikmati sirsak. Rasanya yang sedikit asam manis membuatnya ingin makan dan makan lagi.


"Atas dasar kemanusiaan saja. Saat dipasar tadi setelah kamu menolakku, sebenarnya aku ingin meninggalkanmu tapi aku tidak bisa."


"Kenapa?"


"Tidak tahu."


"Apa kamu ingin tahu tentang pribadiku dan membalas dendam?"


"Cih," decih Ayla. Livina ini pikirannya sungguh kotor. "Jika aku ingin, aku sudah lebih dulu membalasnya saat bersama Jimny. Secara dia orang yang cukup kuat di kampus. Jadi, aku akan aman," beber Ayla.


"Benar. Tapi kenapa kamu tidak lakukan?"


"Untuk apa? Liv, aku datang ke kota ini untuk bersekolah bukan mencari musuh. Memang si, apa yang kamu dan temanmu lakukan membuatku muak untuk berada di kampus. Tapi untuk masuk ke kampus kita amat sangat sulit. Jadi, bagaimanapun caranya aku harus berdiri tegak dan menyelesaikan kuliahku," ungkap Ayla. Dan sesaat kemudian keduanya tampak diam dalam lamunannya.


"Maaf," ujar Livina tiba-tiba.


"Apa? Haha, kamu meminta maaf seperti tidak ikhlas," kekeh Ayla.

__ADS_1


"Maaf, Ayla. Aku kesal padamu karena sudah merebut Jimny dariku. Jimny adalah orang yang pertama aku cintai, dia baik tidak seperti yang satunya."


"Hmm.." Ayla tersenyum kecut mendengarnya, "Jimny memang baik, tapi tidak untukku."


Livina menoleh kearahnya, "Mengapa?"


"Ada sesuatu yang membuatku menyesal karena pernah mencintainya. Seandainya waktu bisa diputar, aku ingin tidak pernah berhubungan dengannya." Ayla meliriknya, Livina masih menatapnya penasaran. "Aku tidak bisa memberitahumu apa alasannya," timpalnya lagi.


"Sebagaimana perkataanmu kita memang mempunyai rahasia masing-masing." Livina memakan sirsaknya lagi.


"Maaf, Ayla. Saat kejadian di toilet itu, aku sedang marah dan sangat marah pada diriku sendiri. Aku tidak mampu membuatnya jatuh cinta padaku dan malah membuat kesalahan."


"Tidak apa-apa. Aku mengerti keadaanmu saat itu. Maaf, aku juga tidak tahu jika kamu sudah mencintainya bertahun-tahun. Aku tahu setelah aku menjalani hubungan dengannya."


"Iya." Livina mulai merasa nyaman dengan sikap Ayla yang terbuka. "Ayla, aku rasa kamu tidak seperti yang digosipkan."


"Matre?" Livina nampak mengangguk. "Siapa yang tidak mencintai uang? Liv, untuk orang sepertiku masuk toilet saja bayar. Hidup disini susah, ingin kuliah banting tulang. Ya, aku memang melakukan kesalahan untuk ambisiku sendiri. Karena itu, aku tidak pernah marah ketika kalian mengataiku matre."


Yang dikatakan Ayla memang benar. Hidup didunia ini memang membutuhkan uang. Livina dapat memaklumi alasan Ayla. Setelah berbagai kejadian yang menimpanya membuat hidupnya sedikit bersyukur. Dia tidak perlu pontang panting untuk membiyai kuliahnya. Entah ini pengaruh bayinya atau memang dirinya yang masih memiliki hati.


"Ay, setelah berbicara denganmu ternyata aku salah menilaimu. Maafkan aku."


"Baiklah, terima kasih sudah menolongku. Lihat, sirsaknya setengah lagi."


"Haha.. Kamu bukan ngidam tapi kamu suka."


"Kamu juga suka, 'kan?"


"Aku kurang menyukainya, aku membelinya untuk mengerjai orang. Dia menyebalkan bagiku tapi aku suka."


"Mengerjai orang?"


"Hehe, jangan berpikir macam-macam. Aku tidak menambahkan apapun disitu. Aku memilihnya karena buah itu sedikit masam."


"Tidak, ini enak kok!" keukeuh Livina. Bagaimanapun bagi orang yang sedang mengidam akan terasa enak. Meskipun itu buah nam-nam atau belimbing wuluh sekalipun.


Kini Ayla dan Livina pun saling memaafkan satu sama lain. Di antara mereka tidak ada lagi yang namanya permusuhan. Ayla memang bisa memaafkan Livina karena dia juga merasa bersalah. Tapi untuk Avanza yang sudah dari dulu selalu membencinya, dan ditambah Brio yang menyukainya, sepertinya agak sulit untuk memaafkan orang itu.

__ADS_1


Ayla pun segera pulang setelah melihat Livina di jemput oleh supir pribadinya. Tapi sebelum itu, Ayla mampir ke kafe tempatnya bekerja. Dia ingin memberikan sesuatu untuk Mbak Nava, sahabat baiknya.


Karena sudah gajian, Ayla masuk ke kafenya dengan wajah yang berseri bak mentari di pagi hari. Jika dilihat oleh mata seorang indigo, mungkin saja pancaran sinar dari wajah Ayla dapat menyilaukan penglihatannya. Namun untungnya tidak ada satupun dari pengunjung yang memiliki keistimewaan seperti itu.


Ayla masuk kedalam dan memberikan satu kantong kresek berisi berbagai macam buah-buahan untuk Mbak Nava dan suaminya.


Setelah itu dia hendak pergi pulang. Akan tetapi, ekor matanya menangkap dua orang yang dikenalnya, March dan Baleno. Mereka terlihat sedang santai dan membicarakan sesuatu.


"Aku bingung, aku belum bisa mencari tahu siapa Brio yang sebenarnya?" ucap Baleno yang jelas terdengar oleh Ayla.


Seketika saja dia mengendap-endap dan duduk dimeja yang dekat dengan mereka. Telinganya dia siapkan untuk mendengar obrolan mereka lebih jauh lagi.


"Si Culun itu? Dia bukan siapa-siapa. Selain orang miskin di kampus kita."


"Aku juga mengiranya seperti itu, tapi entahlah dia mengetahui sesuatu tentangku."


"Bisa jadi dia mendengarnya." March memang sudah tahu rahasianya yang sudah dijodohkan, saat setelah kejadian dia membobol Livina.


"Mungkin saja."


"Apa kamu akan melakukan sesuatu lagi untuknya? Seperti malam itu kita buat dirinya mabuk dan membuangnya ke jalanan," ujar March dan terdengar sangat jelas oleh Ayla.


Deg, dada Ayla terasa sesak. Pelaku utama yang menyebabkan mereka menikah adalah March dan Baleno. "Jadi, Brio benar, dia mabuk. Tidak, lebih tepatnya dibuat mabuk. Dan itu karena dua manusia ini, orang-orang ini yang sudah menghancurkan hidupku," batin Ayla. Kembali dia dengarkan obrolan mereka.


"Aku bahkan sudah dua kali membuatnya babak belur," ungkap Baleno lagi. Sementara, Ayla mengangguk-angguk. Akhirnya dia tahu dalang dibalik semua luka-luka Brio.


"Dia selalu menggoda Avanza, aku tidak suka itu. Dia terlalu banyak mengusik hidupku..." tambah Baleno lagi.


Kali ini memang Ayla setuju padanya, Brio memang tidak tahu malu, menggoda perempuan yang sudah mempunyai pacar. Tapi untuk kejadian Brio dibuat mabuk, Ayla sangat marah pada mereka berdua. Dirinya ikut terseret karena ulah mereka berdua.


"Jika saja ini bukan tempatku bekerja, maka aku sudah membalas perbuatan kalian. Tapi tunggu saja hadiah dariku," gumam Ayla. Dia pergi dengan banyak beban yang menimpa dihatinya. Menerima kebenaran yang pahit membuatnya mengeluarkan ludah secara sembarangan beberapa kali.


Jika saja, jika saja, jika saja, dan seandainya adalah kalimat yang sering dia ucapkan. Seandainya Brio tidak mabuk malam itu, mungkin dia sudah hidup dengan baik saat ini. Mungkin kedua orangtuanya sudah bangga dengan dirinya. Tapi ... hanyalah kalimat tapi yang selalu menggantung diakhir kalimatnya. Semuanya sudah terjadi, tidak bisa dirubah lagi. Tapi meski begitu, Ayla harus memberinya sedikit pelajaran.


CNP


Continue in my Next Post.

__ADS_1


...Maaf untuk semuanya yang membaca karyaku. Novel ini alur memang agak sedikit lambat. Karena mengingat kata-kata disampulnya. Jadi untuk semuanya mohon bersabar ya.. ...


...Atas perhatian dan penantiannya, terima kasih 😍😍😍...


__ADS_2