The Couple Of MissKin-g

The Couple Of MissKin-g
Cincin


__ADS_3

Pagi ini Ayla akan berangkat ke kampusnya di jemput oleh Jimny. Setelah seharian kemarin dia mematikan ponselnya barulah malamnya dia nyalakan ponsel tersebut.


Banyak sekali pesan yang di kirimkan oleh Jimny padanya. Rasa khawatir, rasa bersalah karena tidak mengantarkannya pulang dia bahas dalam pesannya itu.


Ayla hanya tersenyum melihat pesan-pesan darinya. Dia merasa seperti mutiara yang berharga dan selalu dipertanyakan keberadaannya.


Tapi disatu sisi Ayla merasa bersalah kepadanya. Kini dia sudah mengemban status istri dari seorang Brio, apa yang harus dilakukannya?


Disisi lain dia menyayangi Jimny, karena dialah satu-satunya harapan Ayla, mimpinya terlalu besar dan hanya seseorang seperti Jimny-lah yang mampu membuatnya menjadi seperti yang dia inginkan.


Tapi disisi lain dia istri Brio, dimana dia harus mulai menghormatinya dan berbakti kepadanya.


"Argghh, kenapa ini terjadi padaku? Tidak mungkin aku melepaskan Jimny. Tapi aku juga ingin menjadi istri yang baik seperti ibu. Jika aku terus bersama Jimny berarti aku sudah menyelingkuhi suamiku?" tanyanya pada diri sendiri.


"Hmm.. tidak apa kali, ya. Toh, Brio saja sekarang sedang mengejar wanita lain. Eh, tapi wanita mana yang sedang dia kejar? Aku jadi penasaran. Aku harus menyelidikinya.."


"Humm.." Dia tersenyum simpul, "Apa aku harus membantunya mendapatkan wanita itu?" ocehnya sendiri.


Setelah selesai makan, Ayla keluar dari apartemennya yang ternyata berbarengan dengan Brio.


Klek


Pintu keduanya terbuka.


"Eum.. Brio," panggilnya. ( Tolong jangan dibaca Embrio, tolong! 😂 ) "Aku akan berangkat dengan Jimny," izinnya dia ucapkan dengan ragu-ragu.


"Hem.." Brio hanya mengangguk dan berdehem saja.


Kemudian Ayla lebih dulu pergi dari sana. Ayla menunggu Jimny ditempat biasa. Tak lama Jimny pun datang.


"Sayang, jangan seperti kemarin, ya! Hilang tanpa kabar," ucapnya saat mobil yang dikendarinya berjalan.


"Iya, Sayang." Ayla tersenyum padanya.


Saat dalam perjalanan, Jimny melihat Brio sedang berhenti dengan skuter vespa tuanya yang berwarna kuning.


Pluk, Jimny membuang botol kosong tepat ke arahnya. Dan sontak membuat Ayla terkejut, "Sayang! Apa yang kamu lakukan?" tanyanya denan geram.


Jimny menyunggingkan senyumnya. "Tidak apa-apa dia pantas menerima itu," jawabnya.


"Pantas bagaimana?" Ayla masih tak terima dengan perlakuaan yang Jimny berikan. Bukan karena status Brio yang suaminya, hanya saja hal itu tidak berprikemanusiaan.


"Dia orang miskin, Sayang. Dia pantas menerimanya."


"Astaga, Jimny! Berarti aku juga pantas menerimanya?"


"Tidaklah, kamu 'kan pacarku."


"Tapi aku juga miskin, Jim!" ketusnya. Dia mengalihkan pandangannya ke arah lain tak lagi manatap Jimny.


"Sayang," lirih Jimny. Dia sekilas melihat Ayla yang sedang marah. "Jangan marah dong!" Diraihnya tangan kanan Ayla, kemudian dia menciumi tangan tersebut.


Cup.


Melihat ada yang berbeda di jari kelingkingnya, Jimny menyernyitkan alisnya. "Sayang, cincin siapa? Kok aku baru lihat."


Ayla yang terkejut langsung menarik tangannya.

__ADS_1


"Ah, ini cincinku. Aku baru saja membelinya," kilahnya.


"Kok, kamu beli yang biasa aja sih, kenapa gak beli berlian aja?"


"Ya kali, beli berlian? Ini saja bisa membuatnya tidak makan seminggu," batin Ayla.


Dia tersenyum menanggapi ucapan kekasihnya, "Aku suka yang ini.." kilahnya lagi.


"Apa uang di ATM kamu kurang buat beli berlian? Humm?" tanyanya lagi.


"Tidak, Sayang. Uangnya masih ada kok. Aku cuma maunya pakai emas biasa aja."


"Mamp*s Ayla! Sekali berbohong tetap akan berbohong.." batinnya lagi.


"Ouh..." lirihnya. "Oh ya, kenapa kamu pakainya di kanan? 'kan itu buat orang yang sudah menikah bisanya."


Deg..


Ayla merasa tersudutkan. Bagaimanapun tebakannya benar.


"Aa aaku.." Dia terbata. "Bagaimana menjelaskannya?" bisik hatinya, dia takut kebohongannya akan langsung terbongkar .


"Haha, sayang sayang... Kamu pengen cepet nikah sama aku ya? Ini pasti kode, ya 'kan." Jimny tertawa menggoda.


"Hahah.. haha.." Ayla tertawa canggung, mendengar godaan Jimny.


"Bagaimana mungkin aku menikahi dua pria? Tidak! Aku bukan Drupadi di film Mahabarata yang menikahi lima orang laki-laki," gerutunya dalam hati.


"Sayang, sabar ya. Aku tidak akan mungkin menikahimu sebelum Baleno menikah. Tapi tunggu saja setelah kita wisuda nanti, setelah aku berhasil menjadi CEO salah satu perusahaan ayah. Aku akan menikahimu," ucap Jimny dengan sungguh-sungguh.


"Ah.." Ayla tersenyum mendengar kata yang di ucapkan Jimny.


Apalagi orang tuanya tidak akan mungkin membiarkannya bercerai.


"Jimny.. maafkan aku.." lirihnya.


***


Saat setelah Jimny melemparkan botol kosong pada Brio yang sedang kewalahan karena motor vespanya mogok, petugas kebersihan menghampirinya.


Tanpa basa basi lagi dia memarahinya karena botol tersebut, "Bisakah Anda tidak membuang sampah sembarangan?"


"Apa?" Brio hanya bengong mendengar tuduhannya.


"Bukankah ini botol bekas Anda?" tanyanya sambil memungut botol tersebut.


"Mengapa Anda membuangnya sembarangan? Kota kita bisa banjir akibat orang-orang seperti Anda, apa Anda mengerti?"


"..."


"Bukankah Anda seorang mahasiswa, seharusnya Anda melakukan go green dan 3 R (Reduce Reuse Recycle) bukannya membuang sampah sembarangan."


"Tapi.." Brio berusaha angkat bicara, namun


"Tapi, tapi, tapi apa?" tanyanya masih dengan nada garang.


"Hai! Kenapa kamu malah memarahinya?" tanya salah satu temannya.

__ADS_1


"Dia membuang sampah sembarangan," sungutnya. Temannya itu melihat dari atas hingga bawah, dia teringat saat kejadian Brio yang dilempari botol.


"Bukan dia yang membuang sampah sembarangan tapi orang lain," ucapnya sambil menggiring orang itu pergi.


"Tapi aku lihat.."


"Sudahlah, kita ini petugas kebersihan. Membersihkannya adalah tugas kita, kenapa kamu malah marah-marah kepadanya??"


Orang itupun segera pergi, lalu temannya menghampiri Brio. "Maafkan teman saya, dia memang seperti itu jika sedang ada masalah, semuanya dia marahi," ungkap temannya.


"Tidak apa-apa, Pak!" jawab Brio sambil senyum.


"Adek ini motornya kenapa?"


"Motor saya mogok, Pak. Saya tidak tau cara memperbaikinya."


"Oh sebentar, saya rasa saya bisa membenarkannya. Tunggu ya!" Kemudian orang itu menyebrang, lalu kembali lagi kepadanya. Ternyata dia mengambil kunci-kunci yang akan dia butuhkan.


Dia langsung memperbaiki motor itu dan 15 menit kemudian motor itu kembali menyala.


"Wah, Pak! Terima kasih ya.." Senangnya bukan main.


"Sama-sama Mas.."


"Ini ada sedikit tip.." Brio terlihat merogoh saku celananya.


"Oh, tidak apa-apa.." Awalnya dia menolak tapi karena Brio terus memaksa akhirnya dia menerima uang tip yang diberikannya itu.


"Gak apa-apa deh meski di hina, di marahin tidak jelas, tapi motor ini benar juga. Ternyata lelah juga jadi orang yang tidak punya. Secepatnya harus buat Avanza suka sama aku, biar bisa seperti dulu lagi," gumamnya.


Memang Brio ini selain penampilan yang dia rubah, fasilitas pun dia rubah. Mulai dari ponselnya yang berharga puluhan juta jadi hanya ponsel berharga dua jutaan saja. Mobil yang bagus dan mewah menjadi motor vespa yang butut dan sering mogok.


Semua ini dia lakukan agar benar-benar mendapatkan sesuatu yang dia inginkan. Untuk misinya kali ini dia selalu totalitas dalam memerankannya. Mungkin jika dia menjadi seorang aktor dia akan menyandang sebagai aktor tersempurna di Indonesia.


***


Setelah tiba di kampus, Ayla segera memindahkan letak cincin pernikahannya itu menjadi ke jari tengahnya. Dia tidak ingin menjadi bahan gosipan lagi bagi teman-temannya.


Saat dirinya hendak masuk ke kelasnya, dia sempat bertemu dengan Brio. Teringat kejadiannya diwaktu tadi sebelum dia berangkat.


"Brio, brio." Dia memanggil Brio dengan berbisik.


Brio yang mendengar dirinya di panggil langsung menengok kearah belakang. Terlihat Ayla yang setengah bersembunyi di tiang bangunan.


Brio yang masih kesal karena kejadian tadi pagi, dia membalikan tubuhnya lagi dan tidak menggubris seruan Ayla.


"Ish, apa dia marah padaku? Ish culuuun," geramnya. Beberapa kali dia menghentakan kakinya saking kesal dengan Brio yang acuh.


Sedangkan dengan Brio, "Enak saja dia memanggilku dengan cara seperti itu, setelah dia menimpukiku dengan botol."


Brio mengira bahwa Ayla-lah yang sudah menyuruh Jimny. Karena setau dia Ayla masih kesal dengan kejadian malam itu dan mengakibatkan dirinya menikah.


...Quotes episode....


...Buanglah sampah pada tong sampah...


...Dan buanglah sampah masyarakat pada perusahaan yang membutuhkan....

__ADS_1


Mohon dukungannya. Karena dukungan kalian adalah penyemangatku. Untuk dukungannya bisa berupa Like, komentar, share, vote, rate 5, dsn jangan lupa untuk mem-faforitkan novel ini. Terima kasih !!


__ADS_2