
Hari ini adalah hari yang sudah ditentukan oleh the squad Cewe Tajir Melintir atau bisa juga disebut squad CTM, yaitu Avanza, Livina dan Agya, mereka sudah siap dengan rencana liciknya. Kali ini mereka akan membuat Ayla malu dihadapan teman-teman yang lainnya.
"Ini giliran MK (Mata Kuliah) Pak Civic. Agya, kamu duduk di belakang kursi tempat duduk Ayla, berdua sama kamu Liv. Kalau aku ada di pinggir kirinya," komando Avanza.
"Oke.." ucap mereka berdua menyetujui.
Sebelumnya mereka sudah mengotak atik kursi yang akan diduduki oleh Ayla.
Benar saja perkiraan mereka, Ayla akan duduk di kursi yang sudah mereka modifikasi. Saat baru saja Ayla hendak mendudukan dirinya, kursi itu langsung ditarik oleh Agya kebelakang dan membuat Ayla terjungkal jatuh..
"Akhh!" pekiknya. Pantatnya benar-benar merasakan nyeri, juga jantungnya berpacu cepat karena kaget mendapat serangan dadakan.
Seketika saja semua orang tertawa terpingkal-pingkal melihat Ayla jatuh. Pasalnya Ayla saat ini menggunakan rok selutut dan tidak sedikit orang melihat kearah kaki jenjangnya.
Ayla yang sudah nyeri, malu dan juga sedang menahan marah karena ditertawakan, wajahnya menjadi merah padam dan kini sudah naik pitam.
Dia bangkit dan dia mengangkat tangan kanannya hendak memukul Agya. Namun dia urungkan, dia hanya mengepal keras tangannya itu sambil menurunkannya.
"Bisakah kamu tidak menariknya, kursi ini akan aku duduki," ucap Ayla dengan menekan penuh disetiap kata-katanya.
"Heii.. dia dari tadi sedang mengobrol denganku," sungut Livina. "Kamu jangan sembarangan menuduhnya," tambahnya lagi.
"Haha," Agya memperlihatkan senyum sinisnya. "Dengar! Kalau kamu tidak ada bukti maka jangan sembarangan menuduh," timpalnya lagi.
Ayla tak mampu berkata apa-apa karena memang dirinya tidak memiliki bukti apapun. Lagi pula bertengkar dengan anggota CTM tidak akan berakhir dengan baik. Ok! Kali ini dia menerima perlakuannya.
Dia kembali duduk, kali ini dia memastikan bahwa pantatnya benar-benar mendarat di kursi. Dia pegangi kursi itu, lalu dia tarik kearahnya dan akhirnya dia berhasil menduduki kursi tersebut.
Satu
Dua
Tiga
Kursi itu masih belum beraksi, ketiga CTM itu mulai berharap-harap cemas sambil menghitung didalam hati.
Dari luar masuklah Pak Civic kedalam kelas, dia langsung mengulang pelajarannya setelah menyampaikan pembukaannya terlebih dahulu.
Saat semuanya sedang khusyuk mendengarkan penjelasan dari Pak Civic, tiba-tiba kursi lipat yang Ayla duduki berbunyi.
Krek...
Jok kursi itu retak ditengah,
"Ah.." pekik Ayla pelan menahan sakit pantatnya yang terjepit.
Sedikit beruntung suara retakan itu tidak sekeras tadi saat dirinya terjatuh, dan bisa dipastikan semua orang tidak memperhatikan dirinya, jadi dia tidak terlalu malu.
Gadis itu tidak berteriak atau menjerit kesakitan karena tidak mungkin dia berteriak ditengah dosen killernya itu sedang menjelaskan.
__ADS_1
Bisa dihukum dirinya karena berani membuat kegaduhan. Membayangkannya saja sudah bergedik ngeri, karena memang hukumannya cukup berat sekali, satu buku harus bisa dihapalnya dalam waktu dan dengan ketebalan buku yang sudah dia tentukan.
Tapi kini sialnya setelah pantatnya terjepit, dia tak mampu menarik tubuhnya karena kursi pun dapat dipastikan akan mengikutinya dan tentu jepitannya itu menjadi semakin kuat. Akhirnya dia hanya bisa menahan sambil kakinya sedikit menukik menahan tubuhnya.
Tapi semakin lama dia duduk dalam kondisi seperti itu rasa pegal, sakit, ingin berteriak, ingin marah, bercampur aduk dalam dirinya. Otaknya kembali berputar, berpikir siapa dalang dibalik semua ini.
Setelah 1 jam 30 menit akhirnya Pak Civic mengakhiri pelajarannya, tak lupa dalam setiap pertemuannya dia selalu memberikan tugas-tugas susah untuk semua murid yang diajarinya.
Seperti kali ini Pak Civic memberikan mereka tugas untuk mencari, mendata, dan merangkum informasi yang terdapat didalam buku-buku yang super tebal.
Jurusan junalistik memang terkenal harus jago ngomong, jago dalam menulis, dan menganalisa data. Jadi, wajar saja jika mereka diminta menulis.
Pak Civic sudah keluar dari kelasnya. Setengah mahasiswa lainpun sudah ikut keluar untuk beristirahat dan pergi kekantin.
Saat diruang itu hanya tinggal 6 orang dan 3 diantaranya adalah squad CTM, Ayla langsung berdiri dari kursinya. Seperti dugaannya kursi itupun ikut terbawa oleh dirinya.
Enam orang yang melihat, tidak ada satupun yang tidak tertawa, "Haha..." Suara mereka menyeruak memenuhi ruangan itu.
"Ayla, bok*ngmu lapar? Sampai-sampai kursipun kamu makan," celetuk salah satu mahasiswa yang juga temannya.
"Diam kalian.." ucapnya sambil berusaha keras melepas jepitan kursi itu.
"Hah ha hah ha.." tawa Avanza setenga-setengah. "Hem! Liat kelakuan orang satu ini, selain orangnya matre, bok*ngnya juga rakus, ya.." Dia kembali tersenyum sinis.
Semua orang yang mendengar kelakarnya langsung tergelak tawa, bagi mereka ungkapan Avanza itu memang benar adanya.
"Ini pasti kerjaannya Avanza, Agya, dan Livina. Mereka belum puas melihatku menderita," batin Ayla.
Ingin sekali menapar, mencakar, menjambak rambut mereka. Tetapi situasi tidak memungkinkan. Pantatnya lebih penting daripada mereka.
Semuanya keluar meninggalkan Ayla sendiri, tak ada satupun yang mau membantunya.
Perutnya sudah berbunyi keras, sedangkan dia tidak bisa berbuat apa-apa. Menelpon Jimny pun dia urungkan kembali, karena dia tidak ingin Jimny melihat kondisinya yang seperti ini. Jika sampai dia menolongnya, bisa saja dia jadikannya alasan untuk memegang Ayla. Oh! Membayangkannya saja dia tidak berani.
Ayla hanya diam, sedikit air mata menggenang dipelupuk matanya menahan sakit dan juga lapar. Kini dia sedang meringkuk diatas kursi.
Sedangkan diluar, "Aku harus ke kelas Avanza, tadi pagi aku lupa memberinya coklat. Semoga dia belum ke kantin," batin Brio.
Saat dia masuk keruangan yang menjadi kelas Avanza, dia melihat Ayla hanya duduk meringkuk dan melipat kedua tangannya diatas meja.
"Ayla.."
"Nyu.." ucapnya manja, terlihat matanya sudah berlinang, air mata siap meluncur membasahi pipinya.
"Kamu kenapa??" tanya Brio.
"Tolong!"
"Ya, kenapa?" tanya dia yang masih heran.
__ADS_1
"Kejepit.." Blus.. air matanya jatuh membasahi pipinya.
"Kejepit apa?" Brio masih belum mengerti dengan perkataannya.
Akhirnya Ayla bangun dan kursi itupun juga ikut bersamanya. Sungguh, kali ini Brio pun ingin mentertawainya tapi dia malah melipat bibir atas dan bawahnya, membungkamnya untuk tidak tertawa.
Setelah dirasa dia tidak akan tertawa, dia mengangkat suara, "Oke!" Dia menjeda kembali,
"Sekarang kamu balik kanan, tapi kalau aku sentuh maaf, ya..." izinnya dengan sangat hati-hati.
Ayla hanya mengangguk pelan. Dia mengikuti arahan Brio, satu kali, dua kali, dan untuk ketiga kalinya kursi itu berhasil terlepas.
Ayla membuang nafasnya kasar, dia duduk di kursi yang diduduki Avanza tadi.
"Kok, kamu bisa kejepit gitu sih?"
"Gak tau, kursi yang aku dudukin mendadak rusak," ucapnya. Dia tidak membeberkan kecurigaannya pada squad CTM dihadapan lelaki yang sudah menjadi suaminya itu karena dia tidak memiliki bukti.
"Ohh.." jawabnya singkat.
Melihat tidak ada Avanza didalam ruangan itu, dia kembali berdiri hendak pergi namun Ayla menahannya.
"Nyu, aku lapar.."
"Ya, beli makanlah.." jawabnya acuh.
"Ish! Coklat ini saja buat aku." Ayla langsung mengambil paksa coklat untuk Avanza tersebut.
"Hei!" Brio mencoba merebutnya kembali tapi sayangnya cokelat itu sudah terbuka.
"Aylaa..." geramnya.
"Aku lapar.." ketus Ayla sambil tetap memakan coklat.
"Dasar Ny*t, harusnya makan pisang bukan coklat," cibirnya kesal.
"Boleh pisang juga, aku suka kok. Nanti beli, ya." Bukannya marah Ayla malah memintanya.
"Rese....."
Meski mereka sudah berstatus suami istri tapi dalam diri mereka sendiri, mereka belum siap menerimanya. Akhirnya mereka hanya bisa bersikap layaknya seorang teman. Tohh ! Pikir Brio, Ayla tidak memusingkan hubungan ini begitupun dengan pikiran Ayla yang sama, dan dalam pikiran mereka masing-masing ada orang yang mesti mereka kejar.
...Quotes episode ini !...
...Jangan tertawakan orang yang sedang bersusah...
...Karna karma tak setampan Karna di film Mahabarata juga tak semanis Kurma dibulan puasa...
Mohon dukungannya. Karena dukungan kalian adalah penyemangatku. Untuk dukungannya bisa berupa Like, komentar, share, vote, rate 5, dsn jangan lupa untuk mem-faforitkan novel ini. Stay tuned terus, terima kasih !!
__ADS_1