The Couple Of MissKin-g

The Couple Of MissKin-g
Berusaha Menjadi Baik


__ADS_3

Setelah tiga hari ini akhirnya Livina di perbolehkan untuk pulang. Sebenarnya dia tidak ingin pulang ke apartemen itu. Tapi karena Papihnya melarangnya untuk pulang kerumah, jadi dengan sangat terpaksa dia pulang ke apartemen suaminya.


Papihnya bilang, "Nak, sekarang kamu sudah bersuami. Tidak baik bagi kami membawamu pulang ke rumah tanpa seizin suamimu." Helaan nafas berat terus saja dia hembuskan.


Berhadapan lagi dengan laki-laki itu semoga saja kali ini dia beruntung. Jika tidak Livina sudah merencanakan sesuatu untuk dirinya sendiri.


Bukan Papihnya tidak tahu kelakuan Baleno. Dia tahu dan sangat terkejut saat sebulan sebelum Livina menikah dengannya. Kelakuan buruk menantunya itu terjabar jelas ditelinganya. Namun apalah daya, niat hati membatalkan perjodohan malah semuanya sudah terlambat. Anaknya sudah mengandung calon penerus keluarga Suzuki. Yang bisa dilakukannya kali ini hanyalah bertahan.


"Aku pulang," ucapnya tidak bersemangat. Tubuhnya masih merasakan lemas.


"Hoh, istri yang baik ternyata pulang ke rumah!" Tampak Baleno yang sudah berantakan. Bukan hanya dirinya saja tapi meja di ruangan itu penuh dengan botol kosong bekas minuman. Bisa Livina tebak, mungkin hubungannya dengan Avanza sudah kandas.


"Kenapa kamu minum-minum? Baunya sangat menyengat aku tidak suka." Livina mulai mengutip botol kosong itu.


"Aku lelah, aku ingin tidur," ucap Baleno. Dia pun menselonjorkan tubuhnya di sofa panjang.


"Dia mabuk-mabukan disini. Tak satu hari pun dia menjengukku di rumah sakit. Saat ini aku masih bisa mentolelirmu dan memberikanmu satu kesempatan. Jika kamu tidak bisa berubah aku tidak bisa berdiam diri saja, Bal," batinnya bergumam.


Livina mengambil masker dan beberapa alat kebersihan. Selama dirinya tidak ada pasti Baleno sudah memecat ART-nya. Hah, rencana yang sudah bisa Livina tebak.


"Sabar ya, Nak! Mama pasti kuat, Sayang! Habis ini kita jalan-jalan." Janji Mama pada sang anak yang masih dalam kandungan.


Satu jam tiga puluh menit berlalu. Livina sudah selesai membersihkan semuanya. Saatnya untuk dia memasak. Ini pula saatnya dia mulai berbakti pada sang suami agar suaminya itu berubah. Untungnya dia memiliki teman yang juga sudah menikah. Beberapa tips melayani suami, seperti memasak, membersihkan rumah, dan lainnya. Dia dapatkan teorinya dari Ayla. Kali ini adalah praktiknya, ternyata sangat melelahkan.


"Huft..." Livina menyeka buliran keringat yang ada di keningnya.


"Semuanya sudah siap. Untung aku tidak merasa mual lagi." Leganya dalam hati.


Livina pun mulai menyendokan nasi untuknya, meski sedikit tapi dia dan si jabang bayi juga butuh makan. Saat dirinya hendak menyendokan nasi ke dalam mulutnya tiba-tiba,


Ting...


Sebuah pesan mendarat di ponselnya.


Jangan beraktifitas yang berat-berat. Jaga kandunganmu, ya!


Ayla mengirimkan teks pesan tersebut. Meski hanya beberapa kata saja. Tapi sungguh membuat hatinya menghangat.

__ADS_1


"Dia lebih perhatian dari sahabat-sahabatku yang lain. Inikah teman sejati? Kenapa dulu aku menjahatinya, ya?" Dia bergeleng sendiri mengingat kelakuan buruknya.


Beralih ke si pengirim pesan.


"Ayla, kamu sungguh berteman dengan Livina?" tanya Leva yang terheran-heran. Bagaimana bisa sahabatnya ini berteman dengan seorang musuh? Tidak dapat di percaya!


"Iya, aku sudah berteman dengannya? Jangan cemburu!" Ayla terkekeh dengan perkataannya sendiri.


"Astaga, apa yang ada di otakmu ini?" Dia berdecih pelan. "Aku tidak menyangka saja kamu masih mau berteman dengan dirinya, setahuku dia sangat jahat padamu."


"Memang dia sangat jahat. Tapi, semua orang bisa berubah, 'kan?"


"Iya sih..." lirihnya pelan. Yang dikatakan Ayla sangatlah benar, Leva tidak bisa mendebatnya lagi. Lagi pula keputusan untuk berteman atau tidak itu ada ditangannya.


"Leva, maafkan aku soal aku yang sudah menikah dan tidak memberitahumu sama sekali."


"Tidak apa-apa. Aku sempat bingung mengapa kamu tidak memberitahuku. Tapi aku sekarang sangat mengerti, hubunganmu dan Brio terjalin karena kesalahpahaman. Bisa disebut hubungan yang tidak diinginkan. Jadi, aku sangat memahami itu. Tenang saja! Aku berhubungan denganmu karena aku nyaman bersamamu. Bukan karena hal lain."


"Wah, wah, mulutmu sangatlah manis, rupanya. Sayang sekali jika aku tidak mentraktirmu. Hari ini aku akan mentraktirmu," ucap Ayla seraya tersenyum dengan sedikit menyipitkan matanya.


"Konser apa?" tanya Ayla antusias.


"Kamu lupa? Oddysey sedang mengadakan konser Sejuta Malam Seribu Hari. Dan dengan menghadiri konser itu pula kita dapat bersedekah secara tidak langsung."


"Maksudmu?"


"Hais, ternyata ketika sudah mempunyai suami semuanya akan dilupakan itu bukanlah kata-kata omong kosong, rupanya," keluh Levante.


"Dia tidak akan mengambil satu persen pun uang dari hasil konsernya malam ini. Dia akan menyumbangkannya ke panti asuhan yang berada di seluruh kota J," papar Leva lebih jelas.


"Keren. Idolaku memang sangat keren," ucap Ayla dengan sangat terkagum-kagum.


"Ayla, sadarlah! Suamimu sedang bekerja," ucap Leva mengganggu kabut khayalan Ayla.


"Levante...." gerutunya kesal.


"Bagaimana kamu mau tidak?"

__ADS_1


"Ya, jelaslah. Sesuai ucapanmu, minta izin pada Brio, ya?"


"Tenang! Traktirannya jangan lupa," ucap Levante sambil menjentikan jarinya.


Hanya menempuh waktu perjalanan sebanyak tiga puluh menit saja, kedua wanita cantik itu sudah ada di tempat konsernya Oddysey.


Penyanyi yang baru-baru ini mampu mencuri hati para kaum hawa karena suaranya yang lembut, parasnya yang tampan, segudang prestasinya, serta banyaknya penghargaan yang dia dapat dari ajang-ajang yang dia ikuti diluar negri. Membuatnya dapat meluncur dengan leluasa di dunia hiburan di negri asalnya.


Siapa yang tidak terpana? Apalagi laki-laki itu terkenal hangat dan ramah.


"Ayla, aku tidak sabar menunggu konsernya ini dari semalam."


"Haih, kalau aku ingat mungkin aku akan membuat spanduk," keluh Ayla. "Dia salah satu orang yang aku kagumi..."


"Haha, kamu ini ada-ada saja. Yang terpenting 'kan kita juga sudah datang. Kita bisa melihatnya langsung bernyanyi."


"Benar..." seru Ayla lebih percaya diri lagi.


Mereka berdua pun sangat menikmati konser malam ini. Saat Oddysey menyanyikan lagu yang sedikit melow, Ayla dan Leva juga ikut bersedih. Saat Oddysey menyanyikan lagu romantis, Ayla dan Leva pun tersenyum sendiri. Mereka hanyut terbawa alunan lagu yang dinyanyikan oleh penyanyi itu. Tidak hanya dia semua penonton pun ikut terhipnotis dengan perfomance-nya malam ini.


Setelah selesai Levante mengantarkan Ayla sampai gang kontrakannya. Namun saat Ayla sampai di kontrakannya, dia tidak menemukan Brio disana. Di raihnya ponsel untuk menghubungi suaminya. Akan tetapi dia urungkan karena sebuah pesan.


Hari ini aku lembur, maaf tidak bisa pulang. Jangan lupa kunci pintunya!


Dengan lesu, Ayla kunci pintu kontrakannya. Ada apa dengan Brio? Ayla pun tidak tahu. Lembur kali ini sangat dadakan dan baru kali ini suaminya itu bekerja hingga lembur. Entahlah, semoga dia baik-baik saja, batin Ayla.


CNP


Continue in my Next Post


Segini dulu ya, kaka-kaka semuanya. Otakku lagi blank. Hilang seketika.😢😢😢


Terima kasih atas dukungannya!


Jangan lupa dukung lagi ya!


Gampang kok caranya kasih hadiah 😂😂

__ADS_1


__ADS_2