The Couple Of MissKin-g

The Couple Of MissKin-g
Gajihan Pingsan


__ADS_3

Hari yang sangat cerah namun tidak terlalu panas membuat cuaca yang sangat nyaman untuk bepergian. Kebetulan hari ini adalah hari gajian bagi Ayla. Dia ingin membeli sesuatu untuk merayakan gajian pertamanya. Dia mempunyai kebiasaan jika gaji pertama itu harus di pakai untuk bersedekah dan merayakan secara kecil-kecilan sebagai bentuk syukur karena mendapat pekerjaan.


Ayla pergi ke pasar induk yang ada di kotanya Selain harganya yang murah meriah dia juga bisa bernostalgia dengan kehidupannya saat dikampung. Disana dia membeli berbagai macam buah-buahan, rencananya dia akan membuat salad buah, es buah, intinya yang berbahan buah.


Saat dia ingin membeli melon, ia melihat Livina yang sedang berebutan sirsak yang tinggal satu dengan pembeli lain. Awalnya dia tidak percaya bahwa itu Livina. Tapi ditilik lebih jelas lagi memang benar orang itu adalah Livina.


Ayla perhatikan gerak geriknya, lama kelamaan Ayla mendengar, saking inginnya Livina dengan sirsak itu, dia hampir membelinya dengan harga dua juta. Tapi pembeli itu juga tetap keukeuh tidak mau memberikannya.


"Livina?" sapa Ayla.


"Ayla.." lirihnya, matanya membulat sempurna seakan hendak keluar. Sengaja dia pergi ke pasar agar teman-teman kampusnya tidak ada yang melihatnya. Tapi sialnya dia malah bertemu Ayla.


Sedangkan seperti diberi kesempatan orang yang lebih dulu membeli sirsak itu pergi hilang begitu saja.


"Sedang apa kamu disini?" tanya Ayla pelan.


"Aku sed...." Livina melirik kearah belakangnya namun orang itu telah pergi, "Tuh 'kan gara-gara kamu orang itu pergi. Kenapa sih kamu selalu mengganggu hidup orang?" sungutnya. Livina benar-benar ingin sirsak itu namun harapannya sirna sudah.


"Kamu ingin sirsak?"


Bukannya menjawab Livina malah pergi kepojokan, rasa mualnya mulai kambuh lagi. Para pedagang disana memberinya kantong kresek, sedangkan Alya menghampirinya dan memijit pelan tengkuknya.


"Apa yang kamu lakukan?" Bukannya berterima kasih, Livina malah membentaknya.


"Aku sedang meredakan mualmu."


"Jangan sok baik kamu!" Livina pergi meninggalkan Ayla. Dia tidak ingin orang lain tahu tentang kehamilannya itu. Meskipun, kini dia sudah mempunyai seorang suami.


Ayla diam saja terpaku mendengar penolakan Livina. Memang benar sebaiknya dia bersikap jahat saja pada orang yang sudah menjahatinya, terlebih pada anggota squad CTM. Ayla berbalik hendak mengambil melonnya, namun suara gaduh memekik telinganya.


"Tolong! Ada orang pingsan."


"Tolong..!"


"Ada orang pingsan, tuh."


Ucapan semua orang memenuhi gendang telinganya. Semula dia ingin pergi bergitu saja, tapi firasatnya mengatakan hal lain yang mengharuskannya untuk diam saja disana.


"Itu orang yang muntah tadi?" ujar si penjual yang memberikan kantong kresek.


Langsung Ayla beringsut melihatnya. Dan benar saja ucapan orang itu, orang yang pingsan adalah Livina. Segera Ayla memesan taksi online dan meminta orang-orang untuk menggotongnya sampai depan.


Di rumah sakit.

__ADS_1


Dokter langsung memeriksa keadaan Livina. Ini yang kedua kalinya Livina pingsan dan Ayla yang menolongnya. Saat dia ingin meminta nomor Avanza pada Brio, dokter memanggilnya dan memberitahu kondisi Livina.


"Kondisi pasien dan kandungannya baik-baik saja, hanya lemas karena tidak makan dan sedikit kelelahan."


"Tunggu sebentar, dok. Kandungan?" tanya Ayla memastikan. Apakah dirinya salah dengar atau tidak?


"Iya, kandungan. Dan sepertinya usia kandungannya menginjak 4 minggu," cetus dokter.


"Empat minggu?" lirihnya pelan.


"Tolong, nanti setelah pasien sadar diberi asupan makanan, ya, Mbak! Untuk obatnya bisa di tebus di apotek bawah."


"Terima kasih, dok!"


Ayla kembali melihat Livina yang tengah tertidur. Wajah yang pucat, bibir yang sedikit memutih membuatnya percaya tidak percaya dengan ucapan dokter. Benarkah Livina ham*l? Ayla sedikit meragukan kemampuan dokter itu.


Tapi jika mengingat kejadian dipasar tadi, memang sepertinya dia sedang mengidam. Lalu dua kali dia pingsan. Tidak dapat dipungkiri lagi, sepertinya dokter itu benar.


Ingin sekali dia memberitahu teman-temannya untuk datang ke rumah sakit. Namun, jika di pikir kembali sepertinya memang Livina sedang menyembunyikan kandungannya itu dari semua orang. Kalau tidak, mana mungkin dia akan pergi ke pasar induk yang notabene kebersihannya jauh dari supermarket. Untuk seorang Livina rasanya tidak mungkin.


Dan perihal kandungan ini, Ayla tak tahu siapa ayahnya. Livina jarang dikabarkan dekat dengan laki-laki. Apalagi ada kabar bahwa dia sudah menikah, rasanya belum pernah ada kabar itu. Dan setahu Ayla dia hanya mengejar Jimny. Tapi tidak mungkin 'kan si jabang bayi ini anaknya Jimny. Lalu siapakah ayahnya?


Pasti karena ini Livina tidak ingin ada orang yang mengetahuinya, kira Ayla.


"Liv," tegur Ayla.


"Kamu?"


"Iya, aku."


"Mengapa kamu ada disini?"


"Kamu pingsan aku yang membawamu kesini."


"Pergi kamu! Aku tidak membutuhkan bantuanmu." Lagi-lagi dengan angkuhnya, dia tidak berterima kasih kepada Ayla dan malah mengusirnya.


"Ya, sudah. Kamu tebus obatmu di apotek bawah. Dan kata dokter jagalah asupan makanmu, agar tidak lemas dan pingsan lagi," ucapnya tanpa satu kata pun membeberkan rahasia yang sudah diungkap oleh dokter kepadanya. Meski Livina jahat dan ada sedikit rasa kesal dihatinya, namun dia tidak sanggup membeberkan aib orang lain. Meskipun, itu benar adanya.


Ayla mengambil barang belanjaannya dan hendak pergi. Sekilas Livina melihat sesuatu yang dia idam-idamkan.


"Tunggu!" Ayla membalik tubuhnya. "Apa itu sirsak?" tanya Livina dengan tatapan yang ingin.


"O, ini." Ayla melihat kantong kreseknya. Ya, dia memang sudah membelinya ditempat lain. Awalnya dia ingin mengerjai suaminya lagi dengan rasa sirsak yang asam, manis, dan segar.

__ADS_1


"Iya, makanya tadi aku tanya kamu. Tapi kamu malah marah-marah," gerutu Ayla.


"Boleh aku beli, dua juta juga tidak apa-apa. Aku ingin..." Livina benar-benar terlihat sedang ngidam. Mau tidak mau Ayla memberikannya, bagaimanapun dia wanita dan suatu saat pasti dia akan mengandung juga.


"Tidak usah dua juta, kalau kamu mau ini ambil saja." Ayla menyodorkan kresek hitam berisi sirsak.


"Benar?" Terlihat matanya sudah berbinar, jika di terawang lebih jelas lagi air liurnya pun sudah hampir menetes.


"Ya.. Aku pergi dulu."


"Tunggu, Ayla! Bisakah kamu mengantarku mengambil obat?"


Dengan rasa terkejut Ayla pun mengiyakan keinginannya. Dalam hati dia berbisik, "Mengapa Livina menjadi baik, apakah ada udang di balik batu atau memang karena kehamilannya dia berubah jadi baik? Intinya harus berhati-hati."


Ayla dan Livina berjalan bersama menuju apotek, setelah itu dia menyelesaikan administrasinya.


"Ayla, dimana apartemenmu biar aku mengantarmu pulang?"


"Oh, tidak usah, Liv. Aku akan pulang sendiri."


"Mmm, Ayla. Kamu sudah tahu 'kan bahwa aku.." Dia mengelus pelan perutnya. Ayla pun menunduk pelan.


"Apa kamu akan mengatakan ke semua orang?" tanyanya. Ayla paham pertanyaan ini sedikit menjebak.


"Liv, aku memang penasaran soal kehamilanmu. Tapi aku tidak ada niatan untuk menyebarluaskan berita ini. Tidak ada untungnya bagiku. Aku punya rahasia, kamu punya rahasia, semua orang punya rahasia. Tergantung aku, kamu, atau orang lain ingin memberitahukannya atau tidak. Itu terserah. Aku tidak akan membocorkan rahasia ini, aku akan menutupnya rapat-rapat. Aku juga sama manusia saat aku sedang jatuh aku hanya ingin orang lain diam seolah tak tahu apa-apa atau membantuku tanpa mengejek dan menginjakku," tegas Ayla.


"Apa aku bisa percaya padamu, setelah apa yang aku lakukan padamu?"


"Ya, aku kurasa kamu bisa percaya padaku. Aku juga sama wanita."


"Terima kasih! Kamu mau menemaniku makan sirsak. Aku ingin makan sirsak tapi ingin ditemani." Lagi-lagi Ayla tidak bisa menolak. Mereka memesan taksi online dan menuju taman di pusat kota.


CNP


Continue in my Next Post


Hai, semuanya! Salam sehat dan salam cinta.


Tolong dukungannya, ya. Like, komentar, vote bunga atau lainnya, rate5, faforit dan share ke semuanya untuk tahu showrom juga ada di novel loh.. Dukungan kalian adalah semangat bagi para author!


Xiexie!


Terima kasih!

__ADS_1


Thank you!


__ADS_2