The Couple Of MissKin-g

The Couple Of MissKin-g
Diterima Bekerja


__ADS_3

Melihat Ayla yang baik-baik saja, squad CTM merasa kesal dan marah. Seharusnya hasil dari rencana ini sesuai dengan apa yang mereka inginkan yaitu Ayla dikeluarkan dari kampusnya. Tapi dewi fortuna selalu bersamanya.


Selain rencana yang gagal, mereka pun hampir diketahui oleh khayalak ramai bahwa merekalah otak dibalik semua ini. Untungnya si mahasiswa IT itu bisa disogok dengan segepok uang dan mau menjalankan misinya sampai selesai. Sehingga mereka tak perlu repot-repot menanggung beban dosa dari perbuatannya.


"Aku sudah habiskan banyak uang gara-gara semua ini," keluh Agya.


"Jika tidak habis uang, kamu mau kamu yang dipenjara?" tanya Avanza dengan nada geram.


"Ya, tidak. Tapi setidaknya ini menguntungkan kalian semua tidak menguntungkan aku sekalipun," keluhnya lagi.


"Kamu mau apa bilang saja kepada kita, aku akan membantumu. Apalagi tentang mendekatkanmu pada March." ucap Livina menenangkan.


"Benarkah? Bagaimana denganmu, Vanz?"


"Aku pun akan membantumu, tenang saja! Tapi yang harus kita pikirkan adalah, rencana kita kali ini gagal."


"Kamu sudah meminta bantuan pada Baleno?" tanya Livina ingin tahu.


"Sudah. Kalian tahu? Akhir-akhir ini Baleno berbeda sekali," Kali ini Avanza yang mengeluh.


"Berbeda?" tanya Agya.


"Iya, dia tidak memprioritaskan aku lagi. Aku jadi kesal karenanya. Ada masalah apa sih sampai dia mencuekan aku seperti itu?"


"Apa dia memikirkan tentangku? Apa dia masih memikirkan kejadian malam itu? Ah, mana mungkin!" batin Livina.


"Mungkin dia sedang ada masalah lain," sahut Livina cepat. Tentu saja untuk urusan yang ini dia tidak akan terbuka kepada kedua temannya. Atau akan ada perang badar diabad 21.


***


Seharian ini Ayla lelah mencari lowongan pekerjaan. Dia mencoba mencari di internet, di jalan-jalan, bahkan sampai memasang curriculum vitae di akun sosial medianya, berharap ada para pembuka lowongan yang membaca dan cocok dengan pengalaman juga pendidikan yang dia miliki.


Karena lelah Ayla berhenti disalah satu kafe yang cukup ramai dikunjungi saat jam istirahat siang dan malam hari. Sebelum memesan dia melihat-lihat kearah sekitarnya. Kafe itu cukup unik karena mengusung tema alam, terasa nyaman dan sejuk, dan yang pasti sangat instagramable. Cocok untuk kalangan anak muda jaman sekarang yang doyannya berswafoto.


"Ada yang ingin Anda pesan?" tanya si Waitress.


"Oh, saya ingin memesan jus alpukat dan air putih saja," ucapnya sambil tersenyum malu.


Tak lama pesanannya sudah datang. Si Pelayan segera menatanya di atas meja.

__ADS_1


"Mbak, sedang mencari pekerjaan?" tanyanya saat melihat amplop coklat yang Ayla letakan dimeja.


"Iya, Mbak. Wah susah sekali ya mencari pekerjaan. Terlebih untuk karyawan paruh waktu seperti saya."


"Benar, Mbak. Lumayan cukup susah. Mbak kuliah?"


"Iya, Mbak."


"Saya juga masih kuliah, Mbak. Apa mau saya tanyakan disini ada lowongan atau tidak?"


"Boleh Mbak, boleh banget," sahut Ayla cepat.


"Sebentar ya!"


Ayla pun menunggu sambil meminum jus pesanannya, dalam hati penuh harap agar di kafe tersebut masih membutuhkan orang untuk bekerja. Dengan wajah sumringah pelayan yang tadi segera menghampirinya lagi.


"Mbak, setelah selesai nanti silahkan keruang manager! Masih ada lowongan dan mudah-mudahan Mbak diterima."


"Wah, serius nih? Terima kasih banyak ya!" Saking bahagianya Ayla segera menuju ruang manager yang Mbak pelayan tadi maksud.


Setelah melakukan SOP penerimaan karyawan baru yaitu tes psikotes dan interview, Ayla langsung diterima bekerja di kafe tersebut sebagai pelayan. Sebenarnya melihat dari pengalaman bekerja saja sudah cukup, karena awal-awal dia datang ke kota pun langsung bekerja sebagai waitress tapi untuk propesionalitas maka harus dilakukan.


Setelah selesai berbincang-bincang dengan Sang Manager, Ayla langsung menghampiri pelayan baik tadi.


"Wah, syukurlah Mbak! Saya ikut senang mendengarnya. Semoga betah ya!"


"Terima kasih ya! Oh ya, kenalkan nama saya Ayla, saya kuliah di Universitas didepan," ucap Ayla sambil mengulurkan tangannya.


"Ouh, saya Navara panggil saja Nava. Kalau kampus saya agak jauh dari sini," ucapnya sambil membalas uluran tangan Ayla.


Setelah berkenalan Ayla langsung bergegas pulang. Tapi sebelum itu dia membayar makanan yang tadi di pesannya.


Didalam perjalanan senyum merekah selalu dia tunjukan. Akhirnya dia mendapatkan pekerjaan. Memang sangat kurang untuk mencukupi kebutuhan jiwa sosialitanya yang tinggi. Tapi dia bertekad akan mengurangi sedikit demi sedikit kebiasaannya yang dia dapat saat berpacaran dengan mantan-mantannya yang super kaya itu.


Mulai saat ini dia harus belajar menghemat uang. Baginya pengalaman berpacaran dengan orang kaya cukup sudah sampai disini. Dia tidak ingin lagi diperlakukan seperti kemarin sebelum hubungannya kandas dengan Jimny.


Tidak!


Tidak untuk yang kedua kali. Lagi pula bukankah sudah ada seseorang yang akan membiayai kuliahnya? Untuk apa dia mencari-cari pria kaya lagi. Sudah cukup dengan banyak musuh yang dia hadapi karena berpacaran dengan pangeran-pangerannya. Sudah cukup dengan cibiran para teman-temannya. Saatnya hidup tenang, karena sebentar lagi dia akan lulus dari kuliahnya itu.

__ADS_1


"Kenapa baru pulang?" tanya Brio tiba-tiba, mengagetkan Ayla yang baru saja menutup pintu.


"Eh!" Ayla tersenyum kaku.


"Ini sudah jam 10 malam, kamu dari mana saja?"


"Aku.. setelah pulang kuliah aku mencari pekerjaan. Dan aku sudah mendapatkannya."


"Kamu yakin akan bekerja?"


"Lalu apalagi kita butuh makan, bukan? Selain itu aku juga butuh ongkos untuk kuliah, butuh make up untuk wajahku, dan aku juga butuh tabungan untuk hari nanti," ucapnya sedikit sendu.


"Tabungan untuk hari nanti?"


"Iya, bukankah kamu bilang akan menceraikan aku setelah lulus kuliah nanti?" tanya Ayla memastikan. Nampak keduanya saling diam, canggung sekali berada disituasi yang seperti ini.


"Mm, kalau begitu bersihkan badanmu dan beristirahatlah. Besok kamu akan kuliah dan akan bekerja juga, bukan? Jangan sampai kelelahan!"


"Ok!" seru Ayla cepat.


"Kenapa Si Enyu mengalihkan pembicaraan ya? Aneh sekali? Bukankah dia yang awalnya bilang, 'Bukankah hidup dengan orang yang tidak kamu cintai itu akan sulit'?" ucapnya sambil memperagakan cara bicara Brio.


"Hais sudahlah! Terserah dia saja."


Ayla sudah selesai membersihkan diri. Tiba saatnya dia akan masuk ke kamar. Dilihatnya Brio sedang tertidur di meja yang pernah menjadi prahara di antaranya.


"Ternyata dia sudah mengantuk dari tadi. Mungkin, tadi dia tidak menyahuti ucapanku karena rasa kantuknya itu."


"Dia membuka kacamatanya?" Ayla mendekatinya dan berjongkok dihadapannya. Sebuah senyun terbit diwajahnya. "Lumayanlah? Kalau aku bawa ke salon dan di permak sedikit, mungkin akan tertebar pesonanya," ucapnya sambil berkhayal.


Tiba-tiba saja Brio bergerak dan berganti pose tidur. Dengan segera Ayla merubah sikapnya. Lalu berdeham.


"Ekhem! Brio, bangun!" ucapnya sambil menepuk pelan bahu Brio.


"Mm.." Brio menggeliat.


"Bangun! Tidurnya dikasur, kalau tidur seperti itu yang ada punggungmu sakit!" Tanpa menjawab Brio langsung pindah ke kasurnya dan kembali tidur.


CNP

__ADS_1


Continue in my Next Post ya!


Mohon dukungannya. Karena dukungan kalian adalah penyemangatku. Untuk dukungannya bisa berupa Like, komentar, share, vote, rate 5, dan jangan lupa untuk mem-faforitkan novel ini. Stay tuned terus, terima kasih !!


__ADS_2