The Couple Of MissKin-g

The Couple Of MissKin-g
Aku Suka Sama Kamu


__ADS_3

Hari ini Jimny sudah siap menghadang Livina. Dia begitu kesal dan marah saat mendengar penjelasan dari kekasihnya. Para wanita itu sudah tega mengerjai pacarnya, tanpa memikirkan bahaya yang akan terjadi setelahnya. Jadi, kali ini mereka harus mendapatkan balasannya. Tapi sebelum itu Jimny ingin membuat Livina menyesal.


"Liv.." Jimny menghadang Livina dengan tatapan penuh mematikan.


"Hai, Jim! Ada apa?" tanya Livina yang tidak takut dengan tatapan itu.


"Kenapa kamu mengerjai Ayla?"


"Aku," tunjuknya pada diri sendiri. "Kenapa aku harus mengerjainya?" ucapnya seolah tak terjadi apa-apa.


"Jangan bohong kamu!" geretaknya, tatapan intimidasi itu tidak pernah lepas dari matanya.


"Iya, memang aku sudah mengerjai dia, memangnya salah?" sungutnya, dia sudah tidak bisa menahan amarahnya.


"Kenapa kamu lakukan itu? Itu bahaya Liv, bahaya," bentaknya.


"Kamu masih tanya kenapa? Itu semua karena kamu, Jim." Tunjuknya langsung pada Jimny.


"Karena kamu menjadikannya kekasihmu, walaupun kamu tahu aku suka bahkan cinta sama kamu dari dulu. Dari sebelum Ayla kenal kamu."


"Sadar Liv, kamu sudah dijodohkan dengan Kak Baleno, kenapa kamu masih mengejar aku?"


"Karena aku cintanya sama kamu, Jim."


"Cinta kamu bilang? Sudahlah Liv, sebaiknya kamu turuti saja apa kata orang tuamu. Manut dijodohkan dengan Kak Bal."


"Huh, aku harus manut dijodohkan dengan Kak Bal, terus nanti kamu akan menikahi Ayla? Memangnya Ayla cinta sama kamu? Ingat ya, Jim.." Livina menunjuk beberapa kali ke dada Jimny.


"Ayla itu cuma cinta sama uang kamu. Aku tau itu, Jim. Dilihat dari matanya tidak ada cinta untuk mu. Dia itu cinta sama harta kamu, dia itu cuma mau gapai mimpinya. Kamu jangan bodoh, Jim. Yang tulus cinta sama kamu itu cuma aku," tegasnya.


Jimny langsung meraih tangan Livina dan mencengkramnya kuat.


"Jangan sebut Ayla cuma cinta sama harta, Liv!" kecamnya. "Aku yang pacarnya aku tau sifat dia, dia bahkan lebih terhormat daripada kamu." Tangannya sudah bergetar menahan marah karena perkataan Livina.


"Haha... terhormat? Orang seperti dia terhormat? Aku tidak yakin gadis miskin seperti dia masih terhormat. Bisa sajakan dia menjual kehormatannya demi uang?" ucapnya sambil menggerakan jari tengah, jari telunjuk dan jempolnya yang mengartikan "pulus".


"Stop! Dia tidak pernah melakukan hal serendah itu.."


"Berarti dia tidak pernah cinta sama kamu, Jim." Livina pergi begitu saja setelah mengatakan kalimat terakhirnya. Dia merasa sesak karena Jimny yang selalu setengah mati membela kekasihnya.


Padahal dari segi wajah Livina pun tak kalah cantiknya dengan Ayla. Tapi kenapa Jimny selalu tergila-gila kepadanya? Walaupun dia sudah tau Ayla itu adalah gadis matre dan rumor itu tak pernah disangkal olehnya sedikitpun. Tapi tetap saja, Jimny berdiri kokoh bak bentengnya.


Awalnya Jimny ingin membuatnya menyesal namun pada akhirnya dirinya dibuat semakin bingung oleh Livina.


Livina mengatai kekasihnya sebagai penjual kehormatan namun saat dirinya menyangkal semua itu, Livina malah mengatakan bahwa Ayla tidak pernah mencintainya?


Apa mau wanita itu sebenarnya?


Dia tidak mengerti dengan jalan pikiran wanita yang satu ini, pikirannya rumit macam teka-teki yang harus di pecahkan.


***


Livina berlari kedalam kelasnya sambil menangis. Sungguh hatinya begitu sakit, orang yang sejak SMA di kejarnya dicintainya tapi malah selalu mengacuhkannya.


"Kenapa kamu Liv?" tanya Agya. Inilah segi perhatian Agya, saat teman-temannya bersedih, dialah orang yang pertama bertanya kenapa.


"Aku, aku..." Dia tidak meneruskan kalimatnya karena dia terus menangis.

__ADS_1


"Kamu kenapa? Pasti Jimny, ya?" terka Avanza.


"Aku dimarahi Jimny gara-gara kejadian kemarin.."


"Apa?" ucap keduanya berbarengan.


"Kok bisa??" tanya Agya.


"Aku yakin dia pasti mengadu," dengus Avanza kesal.


"Tidak bisa dibiarkan, kita harus membuatnya kapok. Kita harus membuatnya lebih menderita semenderita-deritanya," geram Agya. Tangan satunya mengepal dan satunya menampik kepalan itu.


"Sudahlah, Liv. Kamu tenang aja, masih ada kita berdua.." ucap Avanza.


Tak lama setelah meredanya hujan buatan Livina, datanglah seorang dosen diikuti beberapa mahasiswa dibelakangnya.


Mata kuliah pun langsung dimulai. Tak sengaja Avanza melihat kearah Ayla. Matanya begitu terbelalak, otak liciknya mulai kembali bekerja.


"Aku tahu caranya bikin dia kapok!" batin Avanza.


Setelah selesai dosen meminta Ayla untuk membantunya membawa buku-buku temannya ke ruangan dosen tersebut.


Tanpa penolakan Ayla langsung menurutinya. Dan pada saat itulah Avanza bergerak.


"Vanz, kenapa kamu ambil bukunya?" tanya Agya.


Dia hanya tersenyum sinis. "Kamu tau buku ini, sangat sulit untuk didapat dan pasti Jimny lah yang membantunya. Kebetulan aku juga sedang membutuhkannya. Bukankah lebih baik aku mengambilnya? Sekalian untuk mengerjainya."


"Cemerlang..."


Buku itu adalah buku The Fun Job yang Ayla dapatkan dari kenalan Jimny. Tentu sangat berharga untuknya melaksanakan tugas dari Pak Civic. Dan kebetulan Avanza pun sama tengah membutuhkannya.


"Kemana bukuku?" Ayla terus mengobrak-abrik meja dan tasnya berharap buku itu terselip di antaranya, tapi mana mungkin buku itu sangat tebal.


Saat dia sudah mulai frustasi mencari kesana kemari, datanglah satu orang wanita yang cukup tomboy, berambut pendek namun tetap cantik dilihat, menghampirinya.


"Kamu kehilangan buku?" tanya wanita tomboy itu.


"Iya." Ayla mengangguk cepat. "Darimana kamu tau?" tanyanya langsung.


"Aku lihat Avanza mengambilnya."


"Apa?"


"Iya, buku yang tebal itukan.."


"Benar." Ayla terduduk lemas, Avanza dan teman-temannya itu benar-benar sudah kelewatan. Beraninya dia mengambil sesuatu yang bukan haknya.


"Kenapa? Apakah buku itu penting?"


"Sangat penting. Buku itu bukan milikku, aku hanya meminjamnya."


"Ck.." Dia berdecak. "Sulit untuk mengambilnya," ujarnya lagi.


"Kamu siapa? Aku baru melihatmu," tanya Ayla sambil menatapnya, merasa seperti pernah melihat tapi dimana?


"Aku Levante Maserati, panggil saja Leva."

__ADS_1


"Aku baru tahu ada kamu dikelas ini?"


"Aku baru lima hari disini.. Aku pindahan dari kota T."


"Ohh begitu, aku Ayla."


Merekapun berkenalan dan sedikit berbincang ria. Sesaat Ayla melupakan tentang buku itu, karena terlalu asik mendapatkan seorang teman.


Levante Maserati, seorang gadis tomboy yang baik hati. Wajahnya memang dingin dan terlihat cuek tapi ternyata sungguh cerewet. Inilah yang membuat Ayla selalu mendapatkan topik pembicaraan saat bersamanya.


Sejenak lupakan Ayla dan teman barunya itu, saat ini Avanza sudah berada di perpustakaan untuk memberikan buku itu kepada Brio. Tentu dia akan menemuinya lagi, setelah kemarin dia sudah dibuat puas dengan hasil kerja Brio yang rapi dan dengan sukarela mengerjakan tugasnya.


"Ini bukunya.." Avanza langsung memberikannya.


"Oh ya, benar ini bukunya." Brio menerimanya. "Kamu bisa duduk sebentar," pintanya.


"Ada apa?" tanyanya dengan ketus.


"Duduk dulu.." pinta Brio dengan lembut. Avanza pun dengan terpaksa menuruti keinginannya.


"Jika saja dia tidak mengerjakan tugas ini, aku tidak akan mungkin mau berdekatan dengan orang culun sepertinya.." batin Avanza.


"Ada apa? Jangan lama-lama, tugasnya 'kan harus secepatnya selesai," desaknya. Dia sangat malas berhadapan dengan orang yang tidak selevel dengannya ini. Tapi mau apa lagi, mengalahkan Ayla ditugas ini adalah tujuannya.


"Tugasnya sebentar lagi selesai, besok juga sudah bisa diambil, kok." ucap Brio dengan nada yang masih rendah.


"Aku ada coklat untukmu.." Brio mengeluarkan cokelat Hershey's Kisses spesial Dark Mildly Sweet Chocolate berukuran 340gr.


"Ini coklat kesukaanku.." jawab Avanza, matanya sudah berbinar membayangkan betapa lumernya coklat itu.


"Iya, ini untukmu.."


"Amazing, si cupu keren juga bisa kasih coklat semahal ini.." batinnya


Saat Avanza akan mengambilnya, dengan cepat Brio mengambilnya kembali. Dia meraih tangan Avanza memegangnya erat, "Aku suka sama kamu Vanz," ungkap Brio langsung. Tentu membuat Avanza terkejut.


Tapi tak lama kemudian,


"Aku juga suka sama kamu Brio, malah aku cinta sama kamu," ungkapnya.


Betapa bahagianya Brio sekarang, hatinya berbunga-bunga mendengar pernyataan Avanza yang juga menyukainya.


"Apa kamu mau hidup susah dengan aku?" tanyanya penuh harap.


"Asalkan hidup denganmu, Brio.."


"Benar, kamu yakin?" tanyanya memastikan bahwa dia tidak salah dengar.


"Iya, aku yakin. Aku juga mau menikah sama kamu..."


Aahhhh, perkataan Avanza benar-benar membuatnya mabuk kepayang, berasa sedang bermaraton di tujuh musim beralaskan awan kiyumulo.


Namun ada suara menggema ditelinganya.


"Brio... Brio..." panggil Avanza.


CNP

__ADS_1


Continue in my Next Post


__ADS_2