The Couple Of MissKin-g

The Couple Of MissKin-g
B6


__ADS_3

Pagi hari matahari menyorot langsung ke pekarangan kontrakan mereka. Meski ini baru jam 7 pagi, matahari sudah menunjukan kekuatannya. Panasnya menusuk ke dalam kamar membangunkan Brio.


Ayla yang sedari tadi sibuk dengan bejana-bejananya mendapat pelukan dari belakang.


"Hais, Brio... Kaget aku, tuh?"


"Lho, kok kaget? Emang di kontrakan ini kamu tinggal sama siapa selain sama aku?" Lelaki itu tak mau melepaskan pelukannya. Wangi khas Ayla yang baru bangun tidur sesaat menjadi wangi kesukaannya.


"Ya, bisa saja 'kan ada hantu?"


"Masa hantu di pagi hari?"


"Ada lah, hantu kesiangan," ucapnya tak mau kalah. Brio semakin mengeratkan pelukannya.


"Ay, aku cinta sama kamu."


"Wo bu xihuan ni!" kelakarnya disertai gelak tawa.


"Ayla..." Brio kesal sambil melepaskan pelukan itu. Ia tahu Ayla berbohong tapi tetap saja ia merasa kesal sendiri.


"Sudah ah, ngambeknya. Ayo kita sarapan! Aku sudah buatkan kamu roti panggang."


"Roti panggang? Panggang dimana kamu? Disini tidak ada alat pemanggangan," kata Brio heran.


"Panggang di rice cooker. Itu ala-ala anak kontrakan lho," ucapnya diselingi gelak tawa lagi.


"Ayla..."


"Ya," sahutnya saat dia hendak menyendokan nasi untuk dirinya sendiri. Ayla memang tim nasi berbeda dengan Brio yang tim roti.


"Kita berangkat kuliah bersama, yuk! Naik vespa," ucap Brio hati-hati. "Aku ingin membiasakannya demi kebersamaan kita. Tenang saja aku tidak akan mengantarkan kamu sampai kampus. Aku akan mengantarkan kamu ke tempat yang sepi, tapi tidak jauh juga dari kampus. Bagaimana?" imbuhnya lagi masih dengan hati-hati.


"Brio, memang hari ini aku ingin naik vespa bersamamu."


"Benarkah?"


"Iya, untuk hidup lebih irit. Hahaha..." Ayla menggelak tawa lagi saat mengatakannya.


Mereka memulai hari mereka dengan sangat bahagia. Tanpa tahu apa yang akan terjadi saat mereka datang di kampusnya.


Di kampus.


Agya dan March bekerja sama untuk menyebarluaskan berita hot itu. Mereka berdua sengaja datang pagi-pagi sekali untuk memasangkan pamflet-pamflet berisi kata-kata yang sangat menyakitkan.


Bagaimana tidak, seperti ini kata-katanya.


Pamflet pertama, dengan background foto Ayla dan Brio saat di pasar tradisonal.


"Ayla Lindsey si cantik kembang kampus ternyata sudah menikah dengan Brio si cupu miskin.


Mungkin karena kehidupan semakin mahal. Dan tidak bisa menjerat orang kaya lagi, jadi Ayla turunkan harga dirinya."


Pamflet ke dua, bergambarkan karakter Beauty and The Beast dan seorang laki-laki yang melenggang pergi. Mereka juga sertakan kata-kata,

__ADS_1


Alasan Jimny pergi, mungkin karena hal ini.


"Aku pacari Jimny, aku tidur dengan Brio. Lalu aku hamil anak Brio dan kumintai pertanggung jawaban Jimny. Rencana hebat! Setelah itu akan kubuang dirimu, Brio jelek. Tapi, takdir berkata lain. Ya sudah, kulanjutkan saja hidupku dengan beast-ku ini. Tidak terlalu buruk, yang penting Brio mau memberiku UANG," kata Ayla.


Pamflet ke tiga.


"Pasangan baru si matrealistis dan si miskin! Mau tau kebenaran isunya? Mari dengarkan audio di pukul 10 pagi ini."


Dan ketiga pamflet tidak bermoral itu mereka letakan secara berdampingan di mading kampus. Mereka memilih mading kampus karena ditempat inilah semua orang akan berkumpul untuk membaca dan mendengarkan informasi yang berasal dari pengeras suara yang berada diatasnya.


Setelah selesai menempel, waktunya untuk mereka berdua menjalankan rencana kedua.


"Sudah selesai?" tanya March.


"Sudah," sahut Agya cepat.


"Timer-nya sudah diatur?"


"Tenanglah! Semuanya akan berjalan dengan lancar. Kali ini percayakan padaku," sahut Agya lagi dengan percaya dirinya.


Waktu berjalan semakin cepat. Satu persatu mahasiswa mulai berdatangan. Mereka terkejut saat melihat selembaran-selembaran yang terpampang di mading yang cukup besar itu.


"Wah, hot news nih..." ujar seseorang lalu memfotonya dan mengirimkannya ke grup chat.


"Ah, masa sih? Aku tidak percaya ini pasti berita hoaks lagi," kata seseorang yang pro dengan Ayla dan Brio.


"Benar. Ini tidak mungkin! Foto 'kan bisa di edit," seru yang lainnya.


March yang mendengarnya merasa kesal sendiri saat tahu masih ada yang mendukung Ayla. Dia meminta Agya untuk melakukan hal lain agar orang-orang itu berubah pikiran.


"Aduh, kemana sih Avanza dan Livina? Kenapa mereka tidak ada disaat penting seperti ini? Jika mereka ada 'kan bisa membantuku menyebarkan gosip ini," gerutunya sambil terus menghubungi kedua anggota squad CTM.


Hari semakin siang, seluruh mahasiswa pun sudah turun melihat mading itu.


Ada yang terkejut, ada yang senang karena akhirnya ada yang menghancurkan Ayla, ada juga yang biasa saja.


Tapi jika di survei, maka seluruh mahasiswi merasa senang dengan berita itu.


Sementara seseorang yang menjadi pemeran utamanya di hari ini, mereka pergi berboncengan dengan rasa bahagia.


Sesuai dengan perjanjian, Brio menurunkan Ayla di suatu tempat yang agak sepi namun dekat dengan kampusnya.


Ayla turun dan Brio melepaskan helm yang sejak tadi Ayla kenakan.


"Sudah aku jalan dulu, ya," pamitnya namun Brio menahannya.


"Kamu tidak akan memberikanku vitamin B6?"


"Hah? Vitamin B6? Pyridoxine?" tanyanya dengan sangat heran.


"Hais, jangan bergaya heran seperti itu dong, tambah imut tahu," kelakarnya.


"Ya, habisnya kamu minta vitamin B6. Memangnya kamu kekurangan vitamin B6?"

__ADS_1


"Iya.." jawabnya antusias.


"Jangan bohong, Brio! Kamu tidak anemia juga tidak ada gangguan kulit. Ruam, bibir pecah-pecah juga tidak ada," ucapnya sambil menilik disekitar wajah Brio.


"Kata siapa? Siang juga bakal pecah-pecah kalau kamu tidak mengecupnya."


"Apa?" Ayla melongo 100 persen melongo. Suaminya kesambet apa saat dijalan?


"Kecup?" tanyanya memperjelas.


Brio pun mengangguk cepat.


"Pfftttt... Hahahahha... Ngawur kamu!"


"Ay, sekali aja. Ini juga boleh kok," pintanya sambil menunjuk pipi kanannya.


"Tidak mau! Ini lingkungan kuliah, ya."


"Berarti kalau dikontrakan boleh dong?"


"Tidak juga!" Ayla pergi meninggalkan Brio sendiri sembari mengulum senyumnya. Sungguh jika dilihat-lihat Brio itu sangat lucu dan menggemaskan seperti kucing milik tetangga. Apalagi saat melihat ekspresinya saat ini. Uh, Ayla ingin sekali mengacak-acak rambut klimisnya itu.


"Hah, Ayla Ayla. Aku semakin tertarik padamu," gumam Brio seraya mengulum senyumnya juga.


Saat Ayla berjalan semakin dekat dengan kampusnya. Ia merasa terheran-heran ketika semua orang meliriknya tidak suka. Bahkan ada yang saling bisik-membisiki temannya saat dia melewati orang itu.


"Kenapa denganku hari ini? Apa maskara-ku meleber?" tanyanya dalam hati.


Di bagian kampus yang lainnya.


Leva berjalan sedikit lebih cepat, ia sangat kepo dengan apa yang menjadi trending topic hari ini. Sampai banyak teman-temannya yang berjalan sambil memainkan ponselnya. Tak hanya itu orang yang diam saja pun kepalanya menunduk, sambil jari jemari mereka berloncat-loncat di papan ketik smartphonenya masing-masing.


"Ini ada apa, ya? Kenapa semuanya menunduk begini?"


"Kamu tidak tahu, ya? Kembang kampus kita yang tahun kemarin, Ayla Lindsey, ternyata dia sudah menikah?"


"Apa? Menikah?" Levante berteriak saking terkejutnya. Buru-buru ia menelpon Ayla. Namun sudah beberapa kali pun nomor Ayla masih tidak bisa dihubungi.


Entahlah ada apa dengan pemilik nomor itu.


Ia melirik kanan dan kirinya. Tidak ada satupun ponsel yang tidak berbunyi. Berita itu dengan cepat menyebarluas. Levante sebagai sahabatnya merasa bahwa ini semua bukanlah kebenaran melainkan hoaks-hoaks yang di ciptakan para haters Ayla seperti kemarin.


"Aku sebagai sahabatnya saja tidak tahu. Kalian pasti salah membaca berita," teriak Leva membela Ayla. Dia bergegas lari mencari dimana Ayla.


CNP


Continue in my Next Post


Quote,


Jangan menyebarkan aib seseorang sebab kamu pun mempunyai aib sendiri.


Hari pembalasan itu nyata adanya!

__ADS_1


__ADS_2