
***
Ce'o yu tersenyum puas lalu dia mengambil gelas wine yang ada di tangan snow dan meminum nya sampai habis, Snow tertegun dengan apa yang di lakukan oleh ce'o yu karna setengah wine itu sudah dia minum, tapi setengah nya lagi dihabiskan oleh nya.
Tentu bukan snow saja yang terkejut para tamu undangan yang ada di sekitar situ juga tidak kalah terkejut, pasalnya mereka tau seorang ce'o muda yu mu yan itu tidak pernah makan dan minum bekas orang lain, jangankan orang lain mungkin bekas ibunya saja dia tidak mau.
Setelah menghabiskan wine milik snow yu mu yan menoleh pada snow dan berkata.
"Jika kamu tida bisa meminum wine dengan kadar alkohol yang tinggi, jangan lakukan ok!",,, kata muyan sambil mengedipkan sebelah matanya.
Lalu menarik tangan snow pergi menuju panggung dansa meninggalkan orang2 yang masih tertegun karena ulahnya, snow tidak bisa berkata apa2 lagi dia hanya terus berjalan mengikuti kemana muyan membawa'nya.
Orang2 yang melihat ce'o yu menarik tangan snow, mulai mengeluarkan komentar2nya.
"Eeh,
"Eeh... lihat bukankah itu gadis yang sedang mencoba menarik perhatian presdir gu yah ??!",,, kata salah satu tamu wanita .
"Iya benar tidak di sangka, tidak berhasil mendapatkan presdir gu, tapi berhasil menarik perhatian Ce'o muda yu! benar2 gadis tidak tau malu !" ,,, kata yang satunya lagi.
Komentar2 negatif pun terus bermunculan, dan itu tentu saja membuat yu muyan merasa tida senang lalu dia menoleh pada snow, Muyan cukup tertegun melihat exspresi snow yang acuh tal acuh seolah-olah tidak mendengar komentar apapun, dan itu membuat yu muyan semakin tertarik padanya.
Tapi memang sebenarnya snow tidak mendengarkan komentar2 negatif itu, fikiran snow terus melayang-layang entah apa yang sedang dia fikirkan.
Tak lama lamunan snow pecah karna tiba2 tangannya di tarik sekaligus hingga snow tidak bisa mengimbangi tubuhnya, dan akhir nya jatuh ke dalam pelukan Yu Muyan.
Snow langsung membulatkan bola matanya lalu dia mulai protes dengan apa yang telah di lakukan oleh Muyan, Sambil mendorong Muyan dengan ke2 tangannya tapi tetap tidak bisa melepaskan diri, karna kedua tangan Muyan sudah melingkar di pinggang snow.
"Ce'o yu ! KAMU!!" ,,, ucapan snow menggantung karna Muyan sudah Memulai gerakan dansa, yang ternyata alunan musik sudah di mulai.
Dengan terpaksa snow berhenti protes dan mulai mengikuti pasangan dansanya, merekapun berdansa dengan sangat romantis, dan itu membuat para pasangan dansa lainnya merasa iri.
Kemudian di akhir musik snow mulai berputar-putar di bawah kendali Yu Muyan, dan itu cukup membuat snow sedikit pusing dan hampir saja tetjatuh beruntung itu adalah akhir musik, jadi snow mengambil kesempatan untuk melakukan gerakan yang cantik di akhir musik.
Snow mulai mengangkat sebelah tangan nya ke atas, dan sebelah nya lagi memegang pundak Muyan dengan sedikit menyondongkan tubuhnya ke arah belakang, lalu sedikit mendongak kan kepala ke atas memperlihatkan lehernya setelah itu dia mengangkat sebelah kakinya yang sedikit menekuk.
Sedangkan satu tangan Muyan langsung menahan pinggang snow, dan satu tangan lagi menahan di bagian leher belakang snow.
Prokk,,,,,
Prokk,,,,,
Prokk,,,,,
__ADS_1
Suara tepuk tangan dari para tamu yang menyaksikan dansa putaran pertama itu langsung terdengar ramai.
Yu Muyan tersenyum puas dengan aksi snow kemudian Muyan kembali menarik snow kedalam pelukan nya, dan membisikan sesuatu.
"Hmm... gerakan terakhirmu cukup panas!",,, bisikan Muyan.
Snow sedikit terkejut lalu dengan cepat dia mendorong tubuhnya mundur ke belakang kemudian dia bicara sambil membungkuk.
"Aku sudah melakukan apa yang kau inginkan, jadi setelah ini mohon jangan menggangguku lagi",,, setelah berkata demikian snow pun melangkah pergi menuju ke lantai atas, dan kembali mengambil satu gelas wine lain.
Kemudian dia pergi ke balkon untuk menikmati gemerlapnya cahaya lampu kota pada malam hari.
Snow menggoyang-goyang kan gelas wine nya dan meminumnya sedikit demi sedikit dengan fikiran yang terus melayang entah kemana.. selang beberapa menit tiba2 sepasang tangan melingkar di pinggangnya, dan sebuah dagu seseorang mendarat di pundak snow lalu membisikan sesuatu.
"Apa yang sedang kau fikirkan ??" Bisikannya.
"Ck.. kamu lagi bisa tidak kamu berhenti mengikutiku!!",,, kata snow dengan nada'nya yang ketus sambil mencoba melepaskan diri dari pelukannya.
"Sssshhhh... diamlah hanya sebentar!" ,,, kata Muyan, tak lama Muyan pun menarik nafas panjang lalu melepaskan pelukanya.
Tentu saja apa yang dilakukan oleh Muyan itu membuat snow risih, pasalnya dia baru saja bertemu dengannya sekali dan itu baru hari ini, Tapi pria ini sudah berani memeluknya seolah-olah dia adalah kekasihnya.
"Sebenarnya aku masih tertarik untuk mengetahui tentang identitasmu yang sebenarnya!",,, kata Muyan yang langsung menyandarkan punggung'nya ke pagar balkon tepat di samping snow.
Mendengar jawaban snow seperti itu muyan pun langsung mencekal pergelangan tangan snow lalu menariknya agar snow menghadap dengan'nya.
"BUKAN URUSANKU ?!! huh.. lalu apa penjelasanmu tentang dua identitas yang kamu gunakan ?? pertama kau mengaku sebagai pekerjaku, kedua kau mengaku sebagai adikku! kau fikir ini tidak ada urusan nya dengan ku!!!! Lalu bagaimana jika terjadi sesuatu di tempat ini karna ulahmu, yang mengaku sebagai orangku? kamu fikir ini bukan urusanku lagi HAH!!" ,,, kata muyan dengan nada yang mulai kesal.
Snow menatap Muyan dengan tatapan rumit dan kebingungan, karna walau bagaimana pun apa yang dia katakan ada benar'nya.
Melihat exspresi snow seperti itu membuat Muyan tersenyum puas.
"Ayo jawab!!kenapa malah diam... benarkan apa yang aku katakan ?!",,, sambung Muyan.
Di saat snow sedang dalam kebingungan untuk mencari jawaban apa yang akan dia sampaikan, tiba2.
Dorrr,,,,
Dorrr,,,
Prang,,,,,
Suara tembakan yang di susul oleh suara gelas pecah terdengar nyaring dari lantai bawah.
__ADS_1
Exspresi snow Mulai panik lalu dia mencoba melepaskan tangannya dari muyan, tapi Muyan tidak mau melepaskan nya dan justru malah memper'erat genggaman nya.
"Jangan masuk! bahaya di dalam!" ,,, kata Muyan, tapi snow semakin tidak tenang lalu Mulai memberontak.
Dengan sekali sentakan snow berhasil melepaskan tangannya, lalu menyentuh dada kiri Muyan dan memutarkan jari2 lentik snow dengan sekali lagi sentakan satu tangan mungil, Snow berhasil mendorong Muyan hingga Muyan mundur beberapa langkah dan terhenti oleh pilar yang menyatu dengan pagar,
tentu Muyan cukup terkejut dengan gerakan cepat dan kuat dari gadis kecil yang ada di depannya itu.
Sedikit sakit dan linu yang muyan rasakan di dada kirinya, tapi dia tetap menyembunyikan apa yang sedang dia rasakan dan memcoba kembali untuk menahan snow, Tetapi baru satu langkah Muyan maju dia di hentikan oleh suara tarikan pelatuk senjata api yang di todongkan padanya,
Kemudian snow pun mengancam.
"Jika kau mencoba menghalangi ku lagi, aku tidak akan segan2 untuk melikaimu",,, kata snow sambil menatap tajam pada Muyan.
Tentu saja lagi2 Muyan di buat terkejut oleh snow, dan tanpa berkata apa2 lagi snow pun lari masuk ke dalam, dengan cepat Muyan ikut menyusul snow, dan saat Muyan baru sampai di pintu tiba2 suara tembakan kembali terdengar.
Dorrr,,,,
Aaaahhhhh,,,,
Kali ini di susul oleh teriakan seorang pria,
dengan cepat muyan bergegas masuk dengan exspresi yang mulai panik terukir di wajahnya, setelah berada di dalam Muyan bisa melihat snow yang sedang merunduk bersembunyi di balik tiang besar yang menyatu dengan pagar, Muyan pun mengikuti snow merunduk di belakangnya.
Tatapan snow tidak lepas dari orang yang sudah mendapat tembakan, satu tangan snow menungkup bibirnya dan satu tangannya lagi menggenggam pistol begitu erat sampai2 genggaman nya bergetar,
Muyan mengikuti arah pandangan snow, dan dia ikut terkejut karna suara tembakan dan teriakan terakhir yang dia dengar itu, ternyata presdir gu yang sudah terluka akibat tembakan.
.
.
.
.
.
.
.
***Tbc
__ADS_1