
***
Setelah huang-xu selesai menghapus sedikit ingatan pangeran chu, dia pun langsung mengeluarkan 2 botol porcelain kecil berwarna putih, lalu mengisi'nya dengan darah su-yu. Melihat apa yang sedang di lakukan huang huilan pun bertanya dengan ke 2 alis yang mengkerut,
"Apa yang sedang kau lakukan?" ,,,
"Kau akan segera mengetahui'nya sebentar lagi!" ,,, kata huang dengan santai. kemudian dia meminum darah suyu dari salah satu botol, selang beberapa detik wajah huang pun berubah menjadi su-yu begitu pun dengan aura'nya yang membuat penyamaran'nya sempurna.
Huilan hanya bisa bengong melihat perubanan huang-xu menjadi suyu, karna walaupun sebelum nya dia pernah berubah menjadi diri'nya, tapi ini adalah pertama kalinya bagi huilan melihat perubahan huangxu secara langsung.
Tak lama kemudian yui dan ruge pun kembali sambil menyeret 2 pelayan yang sudah menjadi mayat.
Bruk!! Bruk!!
Mereka ber 2 langsung melempar ke 2 mayat tersebut ke lantai, setelah itu yui menutup pintu rapat² kemudian dia menoleh ke arah huilan dan membuat'nya terkejut karna melihat suyu yang hidup lagi sedangkan ruge dia sudah diam mematung sejak awal.
"La-lan'er d-dia..." kata yui gugup, lalu huang pun menjelaskan'nya.
"Tenanglah! aku hanya menggunakan wajah'nya, ini adalah salah satu kemampuan ku, aku bisa berubah wujud menjadi orang lain setelah aku meminum darah'nya... tapi sebenar'nya ini karna pengaruh dari kekuatanku juga yang terlalu lemah! jika kekuatan ku jauh lebih tinggi, aku tidak perlu meminum darah orang lain untuk berubah wujud" ,,, penjelasan huang.
"Owh, begitu rupanya! jadi apakah ini juga alasan mu yang terus menggunakan wajah ku selama beberapa hari kebelakang ini?" ,,, tanya huilan.
Huang pun mengangguk sambil menjawan.
"Benar, ini adalah tehnik penyamaran terbaik ku, tapi karna kekuatan ku terlalu lemah, jadi semenjak aku menggunakan tehnik ini aku belum pernah lagi kembali ke wujud asli ku!" ,,, kata huang.
"Hah! kenapa bisa begitu? bukankah untuk kembali ke wujud asalmu itu kau hanya perlu meminum darah sendiri!" ,,, kata huilan dengan ke 2 alis yang mengkerut. huang pun langsung tersenyum kambing sambil menggaruk-garuk kepala'nya yang tidak gatal dengan 1 jari telunjuk lalu menjawab.
"Em, itu... se-sebenarnya aku terlalu lalai, aku lupa tidak menyimpan darah dari wujud asliku! tapi itu tidak masalah karna di saat nanti kekuatan ku kembali, aku bisa kembali ke wujud asalku!" ,,, kata huang.
"Owh, jadi karna itulah keberadaan kau aman sampai sekarang!" kata huilan.
"Benar!" jawaban huang singkat.
Tak lama yui pun menghentikan obroalan huilan dan huang.
"Hei hei hei! berhenti dulu ngobrol'nya, sekarang fikirkan dulu masalah di sini!" kat yui.
"B-benar! sekarang apa yang harus kita lakukan pada pangeran chu dan ke 3 mayat ini?!" sambung ruge dengan nada yang hawatir.
Kemudian yui mendekati pangeran chu dan memperhatikan'nya dari dekat, tak lama dia bertanya.
"Lan'er, dia masih hidup?"
"Yah, seperti yang kau lihat!" jawab huilan.
"Kenapa kau membiarkan'nya tatap hidup? kenapa kau tidak membunuh'nya saja, agar kedepan'nya dia tidak menjadi ancaman buat kita!" kata yui yang merasa tidak puas.
"Awal'nya juga aku berniat begitu, tapi dia telah menyimpan jantung'nya di tempat lain, jadi kita tidak bisa membunuh'nya sekarang!" kata huilan.
"Hah itu tidak mungkin!" yui membantah dan tanpa basa-basi lagi dia langsung mengeluarkan pedang'nya lalu menebas leher pangeran chu sampai kepala'nya jatuh menggelinding ke lantai.
SRETT!!
__ADS_1
"AAAhh... YUI!" ruge berteriak ketakutan sampai mudur beberapa langkah, sedangkan huilan dia hanya membulatkan ke 2 bola matanya lalu menegor.
"Yui jangan gegabah!" teguran'nya. dan sepertinya hanya huang saja yang tidak terkejut, dia malah fokus memperhatikan kepala pangeran chu yang sudah berlumuran darah.
Tak lama kepala yang tergeletak di lantai itu tiba² berubah mencair menjadi gumpalan darah lalu berjalan merayap menuju kembali ke leher pangeran chu yang sudah terpotong, kemudian secara bertahap gumpalan darah tersebut berubah kembali menjadi kepala pangeran chu yang utuh dan tanpa ada sedikitpun ceceran darah yang tertinggal.
Tentu kejadian seperti ini membuat huilan, yui dan ruge terkejut bukan main. kecuali huang, dia masih tetap memasang exspresinya yang dingin.
"Hu-huang! a-aku t-tidak terkejut lagi jika dia tidak bisa mati dengan mudah! tapi aku tidak pernah menyangka kecepatan penyembuhan diri'nya secepat ini!" kata huilan, dia hampir tidak percaya dengan apa yang baru saja terjadi.
Huang tidak langsung membalas ucapan huilan, dia malah terlihat melamun. dalam hati
"Hm... seseorang yang hanya memiliki ikatan kerjasama dengan ras iblis memang bisa menggunakan tehnik pemisah jantung dari tubuh'nya, dengan begitu jika dia mati sekarang maka dia bisa di bangkitkan lagi. dan itu adalah satu²'nya keguna'an tehnik ini, tapi pria ini justru malah memiliki kekuatan penyembuh super cepat, se'ingat ku hanya iblis murni saja yang memiliki kemampuan seperti itu... tapi pria ini memiliki darah manusia, itu ber'arti di antara ayah dan ibu'nya adalah iblis murni!" batin huang. kemudian huang memanggil'nya,
"Huang..."
"Huang xu..."
"Huang xuuu..."
"Oh ya maaf! tadi aku sedang memikirkan hal lain!" ,,, kata huang.
"Apa yang sudah mengganggu fikiran mu?" ,,, tanya huilan.
"Em... tiba² aku punya firasat buruk! nona lan, alangkah baik'nya kita segera pergi meninggalkan tempat ini, karna tempat ini tidak sesederhana seperti yang terlihat!" ,,, kata huang.
Seketika huilan, yui dan ruge pun saling memandang satu sama lain, lalu kembali manatap huang dan bertanya.
"Maksud'nya di sini adalah tempat yang cukup berbahaya, karna apa yang baru saja terjadi pada pria ini (Pangeran chu) itu bukan sesuatu yang bisa di lakukan oleh manusia!" ,,, kata huang.
"Jadi jika dia bukan manusia, lalh dia mahluk apa?" ,,, tanya huilan yang semakin penasaran. huang pun terlihat berfikir sejenak,
"Em... tubuh yang terpisah itu berubah menjadi gumpalan darah, se'ingat ku hanya original iblis saja yang bisa melakukan hal seperti itu... tapi pria ini memiliki darah manusia, jadi tebakan ku di antara ayah atau ibu'nya adalah iblis murni!" ,,, kata huang.
"Hah! IBLIS MURNI!" ,,, tanya mereka serempak.
"Apa kau yakin?" ,,, tanya yui.
"Tentu aku sangat yakin, karna dulu aku sudah sering menghadapi mereka... bagi manusia, hewan dan monster yang berubah menjadi iblis saat terluka mereka tidak bisa menyembuhkan diri dengan cepat, apalagi jika mereka terluka oleh senjata suci, maka sistem tubuh'nya akan sama seperti sistem tubuh manusia biasa, lalu jika kita berhasil membunuh'nya tapi inti jiwa'nya masih ada maka dia bisa di hidupkan kembali... sedangkan untuk iblis murni, mereka tidak bisa di bunuh dan hanya bisa di segel!" ,,, kata huang.
"Kedengaran'nya mahluk iblis ini sangat merepotkan... tapi... apa iblis murni memang tidak bisa di bunuh sama sekali?" tanya huilan.
"Emm.. sebenarnya bukan tidak bisa sama sekali sih... di dunia ini ada 1 senjata yang mampu membunuh'nya sampai tidak bisa di bangkitkan lagi..." kata huang sambil menatap lekat pada huilan.
"Oh ya? senjata apa itu?" ,,, tanya yui yang penasaran. tapi huang tetap tidak menjawab dia malah tersenyum tanpa mengalihkan pandangan'nya dari huilan, tentu huilan mengerti apa maksud dari tatapan huang, karna senjata yang di maksud huang itu telah mengakui huilan sebagai tuan'nya dan dari situlah huilan akan terus bertekad untuk menjadi lebih kuat lagi. tak lama huilan pun berdehem dan mencoba mengalihkan topik pembicara'an.
"Ekhem.. ekhem.. sudah jangan di bahas lagi tentang itu, karna itu adalah senjata kelas dewa, jadi kita sebagai manusia hanya bisa ber'imajinasi untuk menemukan'nya..." kata huilan.
"Oh'ya tadi kau bilang manusia, hewan dan monster bisa berubah menjadi iblis, apa yang bisa memicu mereka berubah?" ,,, tanya huilan mengalihkan topik.
"Terdapat 2 cara yang bisa membuat mereka berubah menjadi iblis... benih iblis yang berbentuk seperti biji hitam, setelah benda tersebut di tanamkan di dalam tubuh'mu sampai ber'akar, maka kau akan mudah di kuasai oleh ke'inginan yang tidak bisa di hentikan atau singkat jelas'nya, jika kau menginginkan sesuatu maka kau akan berjuang mati²an untuk mendapatkan'nya tidak peduli bagaimana pun cara'nya. dan benih yang sudah tertanam akan terus berkembang jika kau terus memupuk'nya dengan jiwa kebencian orang lain... Sedangkan untuk yang ke 2, itu ber'asal dari goda'an kultivasi, saat kau akan naik tingkat ke tahap alam perak, selain harus menahan rasa sakit akibat memperbesar meridian, kau juga akan mendapat ujian! jika kau gagal melewati'nya maka jiwamu akan di kuasai oleh iblis!" ,,, penjelasan huang.
"Itu ber'arti bukan'kah akan sangat berbahaya jika ada seseorang yang gagal melewati goda'an kultivasi! karna tahap alam perak itu setelah level puncak alam surgawi, benarkan?" ,,, tanya huilan.
__ADS_1
"Itu memang benar, tapi itu tidak perlu di hawatirkan! karna setiap kekuatan kultivator telah di jaga oleh roh bintang... jadi saat kekuatan kita sudah mencapai puncak alam surgawi dan akan menginjak ke tahap alam perak, roh bintang akan muncul menampakan diri'nya di saat ujian goda'an kultivasi akan di mulai, jika kau berhasil melewati ujuian'nya maka roh bintang akan menjadi meridian barumu, tapi jika kau gagal itu justru akan membuat basis kultivasimu turun drastis!" ,,, kata huang.
Sebenar'nya huilan, yui dan ruge tidak terlalu mengerti apa itu roh bintang, tapi sekarang bukan waktu'nya bertanya-tanya apa itu roh bintang, jadi huilan pun langsung memberitaukan langkah apa yang harus mereka lakukan selanjut'nya.
"Huang, sebelum kita pergi dari sini, aku ingin kau menyelidiki sesuatu tentang benda ini!" ,,, kata huilan sambil memberikan sebutir biji berwarna hitam. huang pun menerima'nya dengan exspresi yang terkejut karna dia tau benda apa itu.
"I-ini..."
"Melihat dari exspresi mu, sepertinya tebakan ku benar kalau ini adalah biji iblis yang kau sebutkan tadi..." kata huilan. huang pun sepertinya sedang memikirkan sesuatu. tak lama huilan pun kembali bertanya,
"Huang, aku yakin kau pasti tau apa yang harus kamu lakukan bukan?" tanya huang.
"Yah nona, aku mengerti!" jawab huang singkat.
"Bagus! kalau gitu sekarang aku akan membagi tugas untuk kalian, huang sekarang kau sedang menggunakan wajah suyu dan kau juga tau banyak tentang ras iblis, jadi aku ingin kau menyelidiki tempat ini bersama ruge. lalu untuk yui, kau tetap fokus mencari keberada'an zufan dan mingye, dan aku malam ini akan mulai bergerak untuk menghapus jejak!" kata huilan.
Huang, yui dan ruge pun mengangguk tanda setuju dengan tugas'nya masing², Setelah itu mereka pun membersihkan dan menyembunyikan ke 3 mayat pelayan di kamar kecil yang ada di belakang paviliun, sedangkan pangeran chu dia di bawa pergi kembali ke istana'nya oleh ruge dan huangxu yang sedang menggunakan wajah kepala pelayang suyu.
Kemudian huilan dan yui mereka ber 2 menjalankan aktifitas seperti biasa sambil menunggu malam tiba.
☘☘☘
Di tempat lain, tepat'nya di luar istana lembah. di sana ada sebuah kota kecil yang tenang dan damai, kehidupan di sana seperti di kota² pada umum'nya. Ada lestoran, penginapan, tempat perjudian, bordil, toko pakaian, perhiasan, obat²tan dan lain².
Di salah satu penginapan mewah, terlihat seorang pria tampan yang memakai pakaian serba hitam bercorak se'ekor ular naga emas menghiasi pakaian'nya. Rambut yang hitam dan panjang di biarkan terurai tanpa hiasan, dan dia sedang sibuk melukis sesuatu di kanfas putih yang di letakan di atas meja.
Tam lama salah satu bawahan'nya datang secara tiba², pria tampan yang sedang melukis itu terlihat tidak terganggu sama sekali oleh kedatangan'nya dan masih tetap fokus pada lukisan'nya, lalu dia bertanya tanpa menoleh.
"Limyu ada kabar apa? kelihatan'nya buru² sekali!" tanya'nya tanpa menghentikan gerakan tangan'nya yang sedang melukis. dan pria tampan ini tidak lain dia adalah pangeran yuan.
Bawahan yang bernama limyu itu langsung merapatkan kepalan tangan ke telapak tangan'nya di depan dada, setelah itu dia bicara.
"Lapor yang mulia! saya telah melihat sesuatu yang mengejutkan tentang nona lan!" kata limyu. dan ternyata dia telah di beri tugas oleh pangeran yuan untuk mengawasi gerak-gerik huilan.
Seketika pangeran yuan menghentikan pergerakan tangan'nya lalu meletakan kembali kuas yang sedang dia pakai untuk melukis, kemudian dia bertanya dengan exspresi dan nada yang dingin.
"Owh... memang'nya apa yang sudah dia lakukan?" tanya pangeran yuan.
.
.
.
.
.
.
.
***Tbc
__ADS_1