
***
Presdir Gu yang sudah mendapat luka tembakan di lengan kiri dan kaki kanan, kini dia sudah berlutut di lantai dengan darah yang terus keluar dari luka.
Sedangkan para tamu sudah di bungkam mereka semua di suruh tiarap dengan tangan yang di ikat di belakang kepala, dan para bandit itu lengkap membawa senjata api dan bom.
Dan para bodyguard presdir gu perlahan-lahan mulai menurunkan senjata mereka masing² karna mereka tidak bisa berbuat apa2, kali ini yang jadi sandra adalah bos besarnya langsung.
Di lantai atas...
Muyan memandang snow, tapi dia tidak mempedulikan nya, fikiran snow sekarang terus tertuju pada presdir gu, kemudian snow mulai sedikit mundur dan mencari sesuatu dari bawah dorongan yang biasa untuk membawa makanan.
Snow mengeluarkan sebuah paper bag yang memang sudah snow sediakan untuk berjaga-jaga, isi dari paper bag itu adalah beberapa senjata yang snow butuhkan, Muyan yang sedari tadi memperhatikan snow kembali tertegun melihat isi dari paper bag itu.
Selang beberapa saat suara gelak tawa terdengar nyaring dari lantai bawah.
"Hahaha... aku benar2 tidak menyangka kalau hari ini aku akan berhasil membunuhmu Gu Moran!! kau pasti tidak menyangka bukan? kalau hari ini adalah hari terakhirmu!" ,,, kata si ketua bandit itu dengan lantang.
"LIM YO!! jika kau ingin membunuhku bunuh saja aku, tapi kau harus melepaskan mereka... mereka tidak bersalah " ,,, kata Gu Moran dengan nada yang sedikit menahan rasa sakit.
Lim yo kembali tertawa dan mengejek.
"Hahaha... Melepaskan Mereka ?! jangan harap, Selama 3 tahun ini kau sudah banyak menghabisi anak buah ku, Sudah ratusan anak buah ku mati di tangan kau, kamu fikir dengan satu nyawamu cukup untuk menebus semua orang2 ku yang sudah kau bantai!",,, kata lim yo panjang kali lebar.
Presdir gu menatap lim yo dengan heran, dalam hati...
"*Selama 3 tahun ini aku tidak pernah melakukan penyerangan apapun! selama 3 tahun ini aku hanya fokus pada bisnisku, lalu siapa yang membantai bawahan lim yo?? dan parah nya lagi mengatas namakan aku*!",,, batin moran.
Melihat exspresi moran yang kebingungan lim yo kembali mengejek.
"Huh! jangan berpura2 tidak tau apa²... keputusan ku tidal bisa di ubah lagi, hari ini kau dan seluruh tamu yang ada di sini tidak ada yang akan selamat!" ,,, Ancam lim yo yang langsung menodong kan pistol ke kepala gu moran.
Tentu saja mendengar ucapan lim yo itu membuat semua tamu yang hadir menjadi tambah panik, Sedangkan di lantai atas Yu muyan juga tidak kalah terkejutnya karna memang selama 3 tahun kebelakang ini tim presdir gu tida melakukan penyerangan apapun, karna memang yu muyan cukup dekat dengan Gu Moran jadi dia tau apa saja yang sudah terjadi selama 3 tahun ini.
Berbeda dengan snow,
"Hmm... sepertinya mereka belum kapok juga, setelah aku habisi orang2nya tapi malah semakin menjadi-jadi!" ,,, batin huilan kemudian dia menarik nafas panjang.
__ADS_1
Muyan yang melihat exspresi snow semakin bertambah rasa penasaran nya akan sosok snow.
Melihat lim yo sudah menarik pelatuk pistolnya dan Gu Moran sudah mulai menutup mata, tentu snow tidak bisa tinggal diam, dia pun mengambil beberapa jarum yang sudah di lumuri oleh racun, kemudian dia mulai mengambil ancang2 untuk membidik target,
Melihat apa yang sedang di lakukan oleh snow, Yu Muyan membulatkan ke 2 bola matanya lalu dia mencoba untuk menghentikan snow agar tidak melakukan sesuatu, yang bisa membahayakan nyawa orang... Namun muyan sudah terlambat Snow sudah Memulai aksinya.
Dari lantai atas snow mulai melemparkan jarum2 nya dengan 2 jarum sekali lemparan.
Syuuuttt... Syuuuttt...
Syuuuttt... Syuuuttt...
Jarum2 itu meluncur dengan kecepatan tinggi dan berhasil mendarat tepat di bagian leher beberapa bandit itu tanpa ada yang menyadari nya... Snow melakukan nya sampai tiga kali lemparan,
Selang beberapa detik kemudian para bandit yang sudah terkena jarum beracun itu mulai terbatuk2 dan memuntahkan darah hitam, tanda racun sudah mencapai jantung, memang itu racun mematikan... setelah memuntahkan darah mereka pun langsung terjatuh menggeletar sampai menghembuskan nafas terakhir mereka.
12 bandit sudah berhasil dibunuh, sontak yang menyaksikan kejadian itu langsung terkejut bukan main, Terutama Yu Muyan dia benar2 tida menyangka gadis kecil yang ada di depannya itu berani membunuh orang, walau pun itu adalah orang jahat.
Ketua bandit pun langsung berteriak marah.
"KELUAR!! Kurang ajar siapa beraninya menyerang dari belakang!" ,,, teriak lim yo sambil mengangkat pistol dan menodongkan'nya ke segala arah.
Bentuk nya hampir mirip seperti (Grappling hook).
Kemudian snow menembakan benda itu ke arah tiang, dia sengaja mengarahkan'nya ke dekat langit2 gedung, setelah tali itu mengikat dengan sempurna, snow pun mulai menginjakan kakinya ke pagar sambil memegang tali yang sudah tergantung lalu menoleh pada Muyan yang masih tertegun.
"Ce'o yu kalau kau ingin selamat tetaplah di sini dan bantu aq melakukan sesuatu",,,
Setelah bekata demikian snow langsung terjun seperti tarzan hanya menggunakan tali, snow meninggalkan muyan yang masih tertegun dan muyan sendiri tidak bisa berkata apa2 lagi, sekarang dia hanya bisa menyaksikan aksi snow saja.
Sebelum melompat snow tidak lupa memakai topeng yang senada dengan gaunnya agar identitas nya tida terbongkar.
Woshhhh...
Semua orang tertegun melihat seorang gadis cantik memakai gaun putih lengkap dengan topeng putihnya, terjun dari lantai atas hanya menggunakan sebuah tali dan gaun putihnya yang berkibar-kibar menambahkan pesona akan kedatangan nya...
Tentu lim yo langsung terkejut dengan kedatangan snow dia membulatkan ke 2 bola matanya karna dia mengenal sosok gadis kecil ini.
__ADS_1
Dengan di kuasai amarah lim yo menunjuk ke arah snow sambil berteriak.
"Hei semua'nya! bunuh gadis kecil itu! dialah orang yang mengaku sebagai dewi kematian!" ,,, teriak lim yo.
Sontak para bawahan lim yo pun langsung menatap snow dengan penuh kebencian, karna memang hanya para bawahan lim yo saja yang tau bahwa orang yang telah membantai mereka selama 3 tahun kebelakang itu, dialah yang mengaku sebagai dewi kematian.
Melihat para bandit itu mulai menodongkan pistolnya ke arah snow,
Muyan yang masih terkejut dengan sosok dewi kematian itu, cepat2 dia sadar lalu berteriak pada snow untuk memberikan aba2 kemudian muyan melemparkan sebuah tongkat besi yang memiliki panjang satu setengah meter pada snow.
Ya memang sebelum terjun snow sudah meminta muyan untuk ikut andil dalam melakukan aksinya.
Para tamu yang mendengar teriakan muyan, meraka hanya menoleh padanya dan menatapnya dengan tatapan heran.
Snow mengayunkan tubuhnya hingga mencapai sebuah tiang, dan menghentakan kakinya pada tiang itu membuat tubuhnya kembali melayag di udara, dan menangkap tongkat besi yang di lemparkan oleh muyan, dengan gerakan cepat, dan di saat yang bersamaan para bawahan lim yo mulai melepaskan tembakannya pada snow.
Dorr... Dorr... Dorr...
Trang... Trang... Trang...
Suara tembakan yang meluncur dari lubang pistol di tangkis oleh tongkat besi milik snow, walau pun snow hanya menggunakan sebelah tangan dan entah apa yang ada di dalam diri snow, dia bisa melihat dengan jelas pluru2 yang melesat ke arahnya.
Dan tangkisan2 itu membuat pluru2 itu berbalik arah dan mengenai tangan2 para bandit itu yang membuat senjata masing² yang mereka pegang terjatuh ke lantai secara bergantian, mereka pun berteriak kesakitan.
Snow Menyunggingkan sudut bibir, lalu dia mendarat dengan sempurna di atas high hill nya, Melihat snow turun itu membuat bandit2 lain langsung mengambil kesempatan untuk menyerang nya walaupun dengan tangan kosong, Snow menghindari para bandit yang mulai menyerangnya dengan cepat, snow juga mengayunkan tongkatnya dan berhasil mengenai beberapa musuhnya yang menyerang.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
***Tbc