
***
Hui-lan sendiri merasa sedikit panik, tapi dia masih bisa bersikap tenang walau pun bahaya sudah mendekati'nya.
Hui-lan terus mundur untuk menghindari serangan dari 3 senior itu, dan di saat serangan itu hampir mengenai hui-lan tiba2, energi mistik yang lumayan cukup besar keluar dari tubuh hui-lan. dan energi mistik itu bukan hanya menangkis serangan ke 3 pemuda itu, tapi energi mistik itu juga telah menyerang balik hingga ke 3 pemuda itu terlempar bersama'an sampai punggung mereka menabrak pepohonan.
"AAA....
BUG!!!
Uhuk-uhuk...
Mereka langsung tersungkur di tanah sampai terbatuk-batuk dan memuntahkan darah, tubuh mereka langsung bergetar ketakutan. karna serangan yang mereka terima barusan itu setara dengan kekuatan kultivator tingkat alam langit.
(*-*)
Dari dalam dimensi se'ekor rubah sedang mengelus-elus dada'nya.
"Fiuuuhh... hampir saja serangan'nya mengenai nona" ,,, gumam'nya.
***
Sedangkan di luar dimensi... hui-lan malah menggaruk-garuk kepala nya yang tidak gatal.
"Hah??? aneh sepertinya aku tidak melakukan apapun!" ,,, gumam hui-lan yang sedang kebingungan.
Beruntung tidak ada yang menyadari exspresi hui-lan yang seperti orang hodoh karna kebingungan, hui-lan pun mengangkat ke 2 bahu'nya dia mencoba untuk tidak peduli.
Kemudian dia melangkah masih dengan exspresi'nya yang dingin, mendekat pada 3 pemuda yang masih duduk di tanah.
"A.. ampuun ka.. kami tidak akan melakukan'nya lagi, no.. nona mohon lepaskan kami" ,,, kata salah satu pemuda itu meminta pengampunan.
Hui-lan pun langsung jongkok di depan pemuda yang hampir bersujud pada'nya, tapi hui-lan menggagalkan apa yang akan pemuda itu lakukan, dengan gerakan cepat dia langsung mencengkram leher si pemuda.
"Hum!! baguslah, tapi kalau kalian berani lagi mengganggu Xing-je.. aku tidak akan segan2 untuk menghapus tingkat kultivasi kalian" ,,, kata hui-lan dengan nada yang menekan.
Ancaman hui-lan berhasil membuat 3 pemuda itu ketakutan setengah mati.
"Ba.. baik nona, kami tidak akan lagi!" ,,, jawaban mereka serempak.
Hui-lan pun mengambil kembali kantung uang milik xing-je, kemudian datang menghampiri'nya, dan lansung membantu xing-je berdiri lalu memapah dia pergi meninggalkan tempat itu tanpa menghirau kan ke 3 pemuda yang masih gemetar ketakutan.
Setelah cukup jauh dari perguruan kecil itu hui-lan kembali bertanya.
"Tunjukan di mana rumah mu" ,,, kata hui-lan tanpa menoleh.
Xing-je pun mengangguk lalu menunjukan jalan pada hui-lan.
***
__ADS_1
Setelah kepergian hui-lan dan xing-je, ke 3 pemuda itu langsung bangkit berdiri sambil menahan rasa sakit di sekujur tubuh mereka.
"Bos, seperti'nya kita tidak bisa lagi memanfa'atkan xing-je!" ,,, kata salah satu pemuda itu.
"Hum... kita memang tidak bisa menyentuh xing-je selama gadis misterius itu ada di dekat'nya, sebaik'nya kita awasi saja dulu mereka. kita akan memberi pelajaran pada xing-je sa'at gadis misterius itu sudah tidak ada di samping'nya, aku yakin dia tidak akan selama'nya ada di dekat xing-je" ,,, kata pemuda yang di panggil bos.
"Iya kami mengerti" ,,, jawab 2 pemuda serempak.
Kemudian mereka pun meninggalkan tempat itu, setelah mereka ber 2 pergi tiba2 sosok pria muda dan tampan yang berpakaian serba hitam keluar dari tempat persembunyian'nya. yang ternyata sedari tadi dia telah menyaksikan pertarungan gadis yang tidak memiliki tingkat kultivasi melawan, 3 kultivator yang barada di puncak fighter.
"Hem... benar2 gadis yang menarik" ,,, ucapan pemuda itu yang di akhiri dengan senyuman manis, kemudian sosok'nya pun menghilan di udara kosong.
***
Di tempat hui-lan dia masih melingkarkan tangan xing-je ke leher'nya untuk membantu dia berjalan.
"K-kaka, apa benar kaka bisa menghapus tingkat kultivasi sese'orang?!" ,,, tanya xing-je.
Hui-lan menghentikan langkah'nya lalu menoleh pada xing-je yang sedang memasang wajah serius sekaligus gugup.
"Pppttt... bhahaha... apa kamu percaya?!" ,,, tanya hui-lan sambil tertawa.
"Eh.. em.. aku tidak tau!" ,,, jawab xing-je singkat.
"Hehe... tentu saja tidak aku hanya ingin menakuti mereka saja, agar di kemudian hari mereka tidak mengganggu'mu lagi" ,,, kata hui-lan sambil cengengesan mengingat exspresi ke 3 pemuda itu ketakutan setengah mati.
"Oo... begitu rupa'nya, tapi aku masih penasaran bagaimana kaka bisa menjatuhkan mereka dengan mudah?" ,,, tanya xing-je.
"Itu karna mereka menyerangku hanya mengandalkan energi mistik dari tingkat kultivasi saja, tapi kungfu mereka adalah kungfu pemula. sedangkan aku walaupun tidak ada tingkat kultivasi tapi tahap kungfu ku sudah mencapai tingkat master, jadi bukan hal sulit untuku mengalahkan mereka. bagiku tingkat kultivasi mereka hanyalah senjata yang tumpul, mereka hanya fokus dengan kekuatan tingkat kultivasi. tapi gerakan dan kekuatan mereka tidak di buat seimbang, jadi apa gunanya punya tingkat kekuatan yang tinggi tapi gerakan'nya tetap lambat" ,,, penjelasan hui-lan.
"Woah... sepertinya kaka sudah punya banyak pegalaman" ,,, kata xing-je.
"Em... tidak juga, aku hanyalah seorang pemula" ,,, kata hui-lan.
"Ugh... itu mengerikan, jika yang seperti ini saja di anggap pemula lalu bagaimana dengan yang jenius?!!" ,,, kata xing-je yang sedikit bergidik.
Hui-lan langsung tersenyum lucu lalu menjentikan 2 jari ke kening xing-je.
Ctak...
"Hahaha.. tentu saja yang jenius itu yang bisa melebihi kepintaran komputer" ,,, kata hui-lan yang langsung berdiri dan melangkah pergi, karna dia merasa xing-je sudah bisa jalan sendiri.
"Huh... apa?!!" ,,, xing-je kebingungan lalu ikut berdiri untuk menyusul hui-lan.
"Eeehh tunggu ka... komputer itu siapa?!!" ,,, teriak xing-je yang berusaha mengejar hui-lan.
"Aduh lupa gue... di sini ngga ada mbah komputer" ,,, gumam hui-lan mengakui kehilapan nya.
o0o
__ADS_1
Tak perlu waktu lama untuk meraka sampai di rumah xing-je yang kecil dan sederhana, kini mereka sudah berada di halaman depan rumah xing-je.
"Kaka, tunggu di sini sebentar aku akan memberi tau bibi dulu" ,,, kata xing-je.
Hui-lan pun mengangguk tanda setuju, lalu xing-je pun masuk terlebih dulu dan menemui bibi'nya untuk memberitau niat hui-lan. tak lama kemudian xing-je pun keluar menjemput hui-lan setelah mendapat persetujuan dari bibi'nya, dan bibi'nya juga menyambut dengan ramah pada hui-lan.
Bibi xing-je pun mengajak hui-lan untuk makan malam bersama, karna kebetulan saat hui-lan datang dia sudah menyiapkan makan malam untuk xing-je, jadi akhir'nya hui-lan pun ikut makan malam di sana. tapi setelah melihat menu makanan yang sudah terhidang, hui-lan malah menggaruk-garuk kepala'nya yang tidak gatal. karena untuk pertama kali'nya dia melihat makanan yang super aneh menurut'nya.
"Em... bibi, ini apa yah? maafkan aku karna ini adalah pertama kali'nya aku melihat dunia luar yang jauh dari rumah" ,,, tanya hui-lan dengan hati-hati, dia takut menyinggung perasa'an tuan rumah. tapi bibi xing-je malah tersenyum lembut sambil memberi tau hui-lan nama dari menu makanan yang terhidang.
"Iya tidak apa2 bibi mengerti ko, ini nama'nya ubi kayu kukus yang di campur dengan kelapa parut. maafkan bibi hanya bisa menyediakan makanan seperti ini, karna bibi tidak tau kalau hari ini akan kedatangan tamu" ,,, kata bibi xing-je.
"Owh... begitu rupa'nya, tapi kalau di makan dengan olahan ikan pasti tambah enak, o'ya bibi bisa memasak ikan?" ,,, tanya hui-lan sambil makan makanan yang tersedia.
"Tentu saja bisa, tapi orang seperti kami tidak mampu untuk membeli ikan di pasar" ,,, kata si bibi.
"O'ya aku lupa... tunggu sebentar aku punya sesuatu" ,,, kata hui-lan.
Dia langsung lari keluar rumah untuk mengambil 2 ekor ikan hasil tangkapan'nya saat di hutan, karna dia menyimpan'nya di dalam dimensi jadi dia harus menjauh untuk menghindari kecuriga'an. kenudian dia pun kembali ke dalam sambil menenteng 2 bungkusan daun pisang yang berisi ikan, lalu menyerahkan nya pada si bibi.
"Apa ini nona?" ,,, tanya si bibi.
"Itu adalah ikan, tapi karna aku tidak bisa memasak jadi aku hanya membawa'nya saja. siapa tau ada yang mau memasakan nya untuku!" ,,, kata hui-lan blak-blakan bahwa dia tidak memasak, berbanding terbalik dengan kaka'nya.
"Owh... begitu rupa'nya, baiklah tunggu sebentar bibi akan segera memasak'nya" ,,, kata si bibi, dia bisa mengerti kalau hui-lan pasti seorang putri bangsawan yang jarang pergi ke dapur, tapi dia merasa senang dengan sikap ramah hui-lan karna tidak seperti putri bangsawan lain'nya, yang suka menyombonkan diri.
Selama menunggu ikan masak hui-lan kembali membuka suara memecah keheningan.
"Xing-je tadi aku dengar bibi mu sedang sakit, tapi aku lihat dia baik2 saja?!" ,,, tanya hui-lan.
"Benar dia memang sakit tapi dia menyembunyikan'nya dariku, di setiap aku sedang berada di rumah bibi selalu meminum obat yang bisa menghentikan batuk'nya, tapi di saat aku sudah keluar rumah batuk yang dia derita akan kambuh lagi. beberapa hari yang lalu aku tidak sengaja melihat dia terbatuk-batuk sampai mengeluarkan darah, tapi di setiap aku tanya dia selalu bilang kalau dia baik2 saja" ,,, kata xing-je.
Perbincangan mereka pun berakhir karna si bibi sudah kembali dari dapur membawa 1 piring ikan yang di kukus, akhirnya mereka pun melanjutkan acara makan malam'nya sampai selesai, setelah selesai hui-lan membantu si bibi membereskan bekas makan mereka.
Setelah selesai si bibi pun menyiapkan tempat tidur untuk hui-lan di 1 ruangan, malam pun semakin larut setelah semua orang tidur, diam2 hui-lan masuk ke dalam dimensi untuk mengambil roh air kehidupan.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
***Tbc