
***
"NENE!!! ,,,,
Snow terkejut dan langsung berteriak sambil lari menuju ke arah suara tembakan berasal,
Snow pun sampai di sebuah kamar dan langsung mendorong pintu itu dengan kuat,
BRAAKKK!!!,,,,
Suara pintu menabrak dinding dan membuat 2 orang pembay yang sedang menyiksa 2 orang tua itu terkejut, dan langsung menoleh ke arah pintu, Di sana sudah berdiri seorang gadis kecil yang memakai gaun pesta berwarna putih dengan nafas yang naik-turun2 terlihat jelas, dan dari sorot matanya Menggambarkan kebencian.
Ya kali ini snow tida bisa lagi menahan emosinya, melihat kake dan nenenya sudah tergeletak di lantai bersimbah darah di samping pembay ( pembunuh bayaran ) itu, Snow langsung berteriak dengan amarah yang meluap-luap dan langsung menerjang maju,
"DUMP!!!,,, Aku akan kirim kalian ke neraka!! hiyaaa,,,," amarah snow, yang langsung mengayunkan tongkatnya,
Di saat yang bersamaan 2 orang pembay itu langsung sadar dari keter kejutan nya dan langsung melepaskan tembakan ke arah snow, tapi lagi2 dengan mudahnya snow membelok-belokan pluru2 itu yang membuat ke 2 pembay itu kembali terkejut, Dan mereka juga tia bisa lagi menghindar serangan dari snow.
Bak,,, Bukk,,,
Bakk, Bukkk,,,
AAArrgghh!!!!,,,
Suara tongkat besi yang menghantam tubuh dan jeritan2 Dua orang pembay itu saling bersautan, Snow menyiksa mereka dengan brutal yang membuat kake dan nene nya menangis melihat sikap kejam cucunya,
Setelah 2 orang pembay itu tergeletak di lantai yang habis di siksa sampai babak belur, snow langsung memaksa mereka untuk menelan sebuah pil kecil berwarna hitam, Dan apa yang terjadi ??
Ke 2 pembay itu langsung merasakan sakit luar biasa yang terus menerus, dan membuat tubuh mereka bergetar untuk menahan rasa sakit yang tiada ujung nya, dan mereka juga tida di biarkan mati oleh snow.
"Sungguh iblis berwajah malaikat" ,,, Ucap seorang pembay yang menatap horor pada snow.
Snow pun menyadari ada pembay lain yang datang, dia langsung menoleh ke arah pintu di sana sudah berdiri seorang pembay dan dia memegang sebuah katana (Pedang) , Dengan cepat snow kembali menerjang maju tapi baru beberapa langkah , sebuah katana sudah melesat ke arah nya dengan cepat snow menangkap katana itu, terpaksa dengan tangan kosong,
Sreeetttt!!!,,,,
Snow berhasil menangkap nya dan hampir terjatuh, untuk mengimbanginya snow pun memutarkan tubuh nya, di saat yang bersamaan dengan cepat satu tangan kosong snow meraih pistol yang di ikat di pahanya, dan langsung melepaskan 2 kali tembakan dengan sempurna, pluru itu mengenai dada kiri dan perut musuhnya, lalu snow pun berhenti berputar.
Telapak tangan snow tersayat oleh katana darahpun mulai mengalir menodai katana, dia menggigit bibir bawahnya untuk menahan rasa sakit, kemudian dia meraih tongkat besinya dan langsung lari keluar menuju atap villa, dia lupa dengan kondisi kake dan nene nya, 2 orang tua itu juga tida bisa menghentikan cucunya karna kondisinya yang semakin parah.
Di atap Villa ,,,,,,,
Snow sedang berdiri memperhatikan 2 helikopter di atasnya dimana salah satunya sedang terbang sedikit rendah, dan sebagian orang yang telah menyerangnya sudah mulai naik ke helipkopter menggunakan tangga tali,
Snow melupakan rasa sakit di telapak tangan nya yang terus berdenyut-denyut,
"Hum,,, aku sudah membuat keputusan tida ada satupun dari kalian kembali dengan selamat" ,,, batin snow lalu dia menyeringai,
Kemudian snow melepaskan beberapa tembakan yang berhasil mengenai pilotnya, walau pun tembakan itu tida berhasil membunuh tapi berhasil membuat helikopter itu sedikit oleng karna sang pilot yang panik, dan para pembay yang sedang naik itu akhirnya terjatuh karna penerbangan yang tida stabil,
Snow terus melakukan penyerangan kemudian dia berputar untuk mengambil ancang2 dan melemparkan tongkat besi beserta katana ke arah yang berbeda,
__ADS_1
Alhasil tongkat besinya menabrak baling2 helikopter yang terbangnya sedikit rendah dan katana nya berhasil mencapai helikopter yang satunya lagi, walau pun katana itu tida berhasil melukai siapapun tapi katana itu menjadi sebuah peringatan bahwa ada bahaya yang datang, dan benar saja helikopter yang satunya lagi sudah lepas kendali dan hampir menabrak nya,
Snow kembali meluncurkan tembakan beruntun ke helikopter yang sedang berusaha menghindar, Dan tembakan itu snow fokus kan untuk membidik kaca bagian depan yang berhasil memperlambatnya, Akhirnya helikopter itu terbang tinggi dalam keadaan tida stabil kemudian
BBOOMM!!,,,,,,
Sebuah ledakan besar terjadi di langit malam yang di sebab kan oleh 2 helikopter yang bertabrakan,
........................................................
Muyan yang ada di halaman depan itu terkejut dan langsung menoleh ke atas, Terlihat snow yang sedang berdiri di atas villa dengan gaun putih yang sudah ternoda oleh darah itu berkibar tertiup angin, Muyan bisa melihat snow dengan jelas karna cahaya api yang di sebabkan ledakan di langit.
Di tempat lain,,,,,,,
Dari kejauhan terlihat rombongan mobil mewah dan beberapa mobil militer sedang menuju ke arah villa dan tida lain itu adalah rombongan dari presdir gu yang membawa bala bantuan.
Flashback On ,,,
Gu Moran langsung bergegas pergi Meninggalkan rumah sakit setelah menerima telpon dari Muyan, Dia mengabaikan nasihat doktor yang mengharuskan nya untuk tetap di rawat di rumah sakit.
Flashback off
………………………………………………………………
Rombongan presdir gu mendengar suara ledakan yang dasyat dari arah villa, dan sebagian bawahan Moran melihat ledakan besar di langit malam dan langsung memberi tau kan hal itu pada presdir gu, Dia menjadi sedikit panik dan langsung meminta untuk di percepat perjalanan nya.
Di tempat snow,,,
Setelah sampai snow langsung jatuh terduduk lemas di samping ke 2 orang tua itu, Kemudian snow mengulurkan tangan nya dengan gemetar untuk mengecek kondisi kakenya, Air mata pun langsung meluncur begitu saja setelah mengetahui ternyata kakenya sudah meninggal,
Snow menungkup bibirnya dengan sebelah tangan mencoba untuk menahan isak tangis nya, Kemudian dia mengangkat tubuh nene kepangkuan nya,
Kondisi nene nya masih hidup tapi dia sudah sangat lemah dan sedari tadi nene nya itu terus memeluk sebuah kotak hadiah yang sudah ternoda oleh darah, Kemudian perlahan-lahan nene snow mengangkat tagan nya yang gemetar, lalu menyentuh pipi snow yang sudah basah oleh air mata lalu bicara dengan nada yang terputus-putus,
"Ja…ngan …Menangis…cucuku …kamu… adalah… gadis… yang… kuat, Sela…mat ulang… tahun… maafkan… nene… karna tida… bisa… lagi… menemani…mu",,, ucap si nene dengan nada yang pilu sambil memberikan kotak hadiah nya,
Air mata snow kembali jatuh kali ini dia tida bisa lagi mamenahan tangisan nya,
"Nene,,, hiks,,, hiks,,, jangan bicara banyak,, Snow akan membawa nene kerumah sakit sekarang,,, hiks,,, hiks,, Dan snow juga akan membuat perhitungan pada mereka,, karna sudah berani mengusik keluarga gu" ,,, ucapan snow di sela2 tangisan nya yang di penuhi amarah,
Mendengar cucunya bicara seperti itu, sang nene pun memaksakan dirinya untuk kembali bicara,
"Ti,,, tida,, jangan,,, lakukan,,, Se,,, sesuatu,, yang,,, ber,, bahaya,, lagi,,Snow,, ka,, kamu,, bukan,,, cu,, cu,, kandung,, ku,," … Tuuttt… Akhirnya si nene pun ikut menghembuskan nafas terahir nya,
"Tidaaaaaa,,,, Neneee!!!" ,,,😱😭😭😭 Snow menjerit histeriss, sambil menggoncang-goncangkan tubuh nenenya,,, dan tangisan yang memilukan.
Di luar villa,,,
__ADS_1
Presdir gu akhirnya sampai beserta rombongan nya, Moran sedikit tercengang melihat kondisi villanya sekarang, Mayat2 yang memakai pakaian serba hitam sudah bergelimpangan di mana2, dan orang2 nya juga tida sedikit yang mengalami luka parah, kemudian Moran meminta tim nya untuk membersihkan kekacauan di tempat itu,
Moran pun berjalan yang di bantu oleh lin che untuk masuk ke dalam villa, keada'an di dalam jauh lebih parah,
Selain mayat2 musuh yang berserakan, hampir semua benda yang ada di lantai bawah itu hancur sudah tida berbentuk lagi,
"Tsk,,,, benar2 serangan besar2ran" ,,, decak moran sambil menggeleng2kan kepalanya, kemudian dia menoleh ke arah tangga,
Terlihat Muyan sedang duduk di sana dia sedang mengatur nafas nya yang sudah tida beraturan di sebab kan baru saja selesai bertarung, penampilan nya sudah berantakan dan ada banyak bercak darah di kemeja putih nya, tapi itu bukan darah nya.
Moran langsung menghampiri Muyan dan langsung menanyakan keada'an nya,
"Muyan!! apa kamu baik2 saja ? ,,,, Dimana snow ??? " ,,, tanya Moran dengan nada hawatir,
"Seperti yang kamu lihat, aku baik2 saja tapi aku tida tau keada'an nya" ,,, jawab Muyan dan langsung menolehkan pandangan nya ke lantai atas, yang di ikuti oleh Moran dan Lin che,
Kemudia mereka pun pergi ke lantai atas dan mengecek satu per satu ruangan hingga pada ruangan yang terakhir, mereka pun menemukan snow,,,
Yang membuat Moran ambruk lemas.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.