The Journey Of Twin Sister

The Journey Of Twin Sister
Eps 006* Tujuan Anxia


__ADS_3

***


Anxia Menghentikan langkah nya dan meluruskan pandangan nya ke depan, terlihat beberapa ekor srigala menatapnnya dengan tatapan tajam yang menghadang perjalanan anxia.



Anxia menatap para kawanan srigala dengan tatapan polosnya lalu dengan konyol anxia pun mulai bicara.


"Apa kalian lapar ?? aku punya beberapa buah merah... jika kalian mau aku akan memberikannya" ,,, betapa konyol nya anxia berkata seperti itu.


Para srigala itu saling menatap satu sama lain seolah-olah mereka sedang mencerna apa yang di ucapkan oleh anxia.


Selang beberapa saat kemudian, kawanan srigala itu mendekat dan mengepung anxia dengan tatapan tajam'nya yang siap untuk menerkam.


Dia menyadari tatapan para srigala itu tidak bersahabat anxia menambahkan kewaspada'an nya, tapi meski begitu exspresi anxia tetap menampilkan ketenangan tidak menunjukan rasa takut sedikitpun, lalu anxia pun memutarkan pandangan nya.


Dua ekor srigala mulai maju menyerang anxia, dengan cepat anxia menggeserkan sedikit tubuh nya untuk menghindar lalu dengan gerakan cepat anxia memutarkan kedua tangan nya untuk membuat dorongan yang di sertai tenaga dalam kearah yang berlawanan, itu cukup membuat kedua srigala itu terlempar jauh, srigala yang terlempar hanya mengalami luka ringan saja, kemudiam srigala itu kembali bangkit dan kembali menyerang anxia tapi kali ini secara bersamaan.


Saat beberapa srigala mulai kembali menyerang, anxia sudah menyiapakan elemen air di tangannya yang di bentuk seperti jarum2 kecil, tapi anxia mengurungkan niatnya untuk menyerang karna tiba2 beberapa anak panah meluncur dengan kecepatan tinggi dan menembus ke bagian perut beberapa srigala.


Srigala yang terkena panah langsung meraung kesakitan dan pada akhirnya mati di tempat.


Anxia menoleh ke tempat darimana anak panah itu berasal terlihat di sana,


seorang pria muda kira2 usianya 17 thn menunggangi kuda yang berlari dengan kecepatan maksimal datang ke arah anxia, sambil meluncurkan kembali beberapa anak panah ke arah para srigala lainnya.


Karna srigala itu membawa kawanannya jadi saat beberapa srigala lainnya mati kawanannya pun kembali berdatangan seolah-olah tidak ada habisnya.


Si pria itu sadar kalau anak panah yang dia bawa semakin berkurang dan srigala2 itu terus berdatangan,


Tanpa membuang waktu lagi pria itu sedikit menggeser posisi duduknya kearah samping, Sedangkan kudanya terus berlari mengarah ketempat anxia berdiri.


Setelah posisi kudanya sejajar dengan anxia tiba2 anxia di kejutkan oleh satu tangan menangkap tangan kanan nya lalu di tarik secepat kilat oleh si pria berkuda itu, Sedangkan sebelah tangan milik si pria itu melingkar di pinggang milik anxia, dan melemparkannya ke atas kuda dengan posisi anxia duduk di depan dan si pria duduk di belakang sambil memeluknya dengan erat.


Karna kondisi anxia yang tidak siap jadi saat terkejut karna tubuh nya tiba2 di sambar oleh si pria dan di tarik ke atas kuda, jadi keranjang yang berisi buah2han itu akhirnya terlempar jatuh dan berhamburan.


Kuda yang di tunggangi oleh anxia dan pria itu terus berlari semakin menjauh dari kawanan srigala, para srigala itu merasa di rugikan dan akhirnya para srigala itu pun mengejar kuda yang di tunggangi oleh anxia sampai keluar dari tanah lapang dan melewati beberapa pohon besar yang jadi tanda perbatasan hutan.


Saat melewati dua pohon yang besar yang rimbun oleh dedaunan tiba2 pria yang duduk di belakan anxia itu berteriak membuat perintah.


"Sekarang!!" ,,, Seketika hujan anak panah terus melesat dari atas pohon2 besar yang mengarah ke kawanan srigala yang masih berlarian ke perbatasan.


Sebagian srigala mati terkena anak panah sebagiannya lagi berhasil melarikan diri dan kembali ke arah hutan larangan,


Setelah semuanya di pastikan aman kuda yang di tunggangi oleh anxia pun dihentikan oleh si pria yang duduk di belakang nya setelah berhenti si pria itu membalikan kudanya ke arah belakang untuk melihat para srigala yang berhamburan melarikan diri.


Melihat sebagian srigala melarikan diri si pria itu menyunggingkan senyum manis di bibirnya, tak lama kemudian terlihat beberapa pria dewasa keluar dari tempat persembunyian nya dari atas pohon2 besar itu lalu melompat turun.


Mereka pun berjalan menghampiri kuda yang di tuggangi oleh anxia, sedangkan si pria yang duduk di belakang anxia itu akhirnya turun dari kuda.


"Tuan muda apa anda baik2 saja ??",,, kata salah satu pria dewasa itu.


"Seperti yang kau lihat aku baik2 saja, Wan-li sisanya aku serahkan padamu",,, jawaban si pria yang di panggil tuan muda.


"Dan aku akan menunggu kalian di desa",,, sambung tuan muda.


"Baik tuan muda",,, Jawab wan-li singkat sekilas wan-li menoleh pada anxia lalu pergi di ikiluti oleh yang lainnya untuk menjalankan tugas.

__ADS_1


Sekarang di sana hanya ada anxia dan tuan muda saja, setelah semuanya pergi tuan muda pun mulai bertanya.


"Nona siapa namamu???",,, tanya nya.


"Anda bisa memanggilku anxia",,, jawab anxia singkat tanpa menoleh pada orang yang bertanya tapi malah terus memandang ke arah darimana dia datang.


Tuan muda pun sedikit mengerutkan alisnya baru kali ini ada gadis yang sedang berbicara dengannya tanpa memandang ke arahnya, biasanya seorang gadis jika sudah melihatnya akan langsung mencari-cari perhatiannya namun gadis ini tidak.


Kemudian tuan muda pun kembali bertanya.


"Nona, kenapa kamu terus memandang kesana ?? apakah disana masih ada temanmu yang tertinggal ?",,,


Anxia pun menoleh dan memandang wajah tuan muda seketika tatapan mereka bertemu, dan itu cukup membuat tuan muda tertegun melihat kecantikan anxia yang begitu natural tanpa make-up, cepat2 tuan muda mengembalikan exspresinya seperti semula,


berbeda dengan anxia dia menatap tuan muda dengan tatapan kecewa, dan mulai mengeluh.


"Tuan muda anda telah mengejutkan ku sampai buah2han yang aku bawa terbuang sia-sia",,, keluhan anxia lalu kembali menoleh ke arah tadi dia datang.


Mendengar keluhan anxia itu membuat tuan muda tercengang karna ternyata ketampanannya di kalahkan oleh buah2han yang sudah terbuang, Mengingat hal seperti itu membuat tuan muda tertawa terbahak-bahak.


"Bhahahaha..."


Anxia sedikit mengerutkan alisnya lalu kembali bertanya.


"Emm... apa aku telah mengatakan sesuatu yang salah ??",,, kata anxia dengan nada polosnya memandang tuan muda dengan kepala yang di miringkan.


Melihat tingkah anxia seperti itu tuan muda kembali mematung.


"Hmm... imutnya!!",,, batin tuan muda kemudian wajah'nya mulai blusing cepat2 tuan muda memalingkan wajahnya.


"Oh... tidak ada apa2",,, jawab tuan muda sambil mencoba menenangkan sikapnya.



"O'ya namaku Wu Jun Kai, kau boleh memanggilku kaka jun" ,,, sambung jun kai.


"Kenapa harus kaka jun ??",,, kata axia.


"Tentu saja karna kau lebih muda dari ku, jika dilihat dari penampilan mu kamu pasti baru berusia 12 atau 13 thn! benarkan ??",,, kata jun kai sambil memperhatikan anxia dari atas sampai bawah dan mengelus-elus dagunya.


Anxia pun sedikit tertegun dan menatap jun kai dengan tatapan rumitnya lalu mulai berfikir.


"Huh,,,,,, kepalamu kotak siapa bilang aku 12 atau 13 tahun, usiaku itu sudah lebih dari 300 thn tau!! harus nya aku memanggilmu bocah dan kau memanggilku leluhur !! hmm... apa aku telah merubah penampilanku terlalu muda ya ?",,, batin anxia.


Lalu dalam benak anxia terdengar tawaan terbahak-bahak terdengar, yang ternyata


Senlong tertawa.


"Nona sepertinya kau telah melakukan kesalahan dalam merubah penampilan",,, ejek senlong.


"Ck,,,,ck,,,,ck,,,,,Kasihan leluhur kita ini di anggap bocah oleh bocah",,,,,,, Sambung senlong dan kembali tertawa.


Anxia terbelalak mendengar ucapan senlong seperti itu anxia benar2 tidak menyangka kalau spirit beast legenda'nya punya sikap seperti itu, anxia fikir senlong slalu berprilaku serius tapi ternyata dia juga bisa tertawa seperti itu.


"Huh!! aku ingin tau apa kamu masih bisa tertawa seperti itu jika ratu nua ada di sini",,, Anxia menyindir, tapi senlong tida menganggap sindiran itu dan langsung menghilang.


Kembali ke Jun Kai...

__ADS_1


Jun kai yang melihat anxia melamun itu dia pun melambai-lambaikan tangan nya berkali-kali.


"Anxia, apa kau baik2 saja ??",,, Jun kai mencoba menyadarkan anxia sampai akhirny anxia pun tersadar.


"Emm... aku baik2 saja",,, kata anxia.


"Hmm... tidak usah di bahas lagi tentang usia sekarang ceritakan padaku kenapa kamu pergi ke hutan larangan? apa kau tau disana sangat berbahaya dan kau sudah melihat nya kan, jika aku tidal datang tepat waktu kamu pasti sudah menjadi santapan hewan buas",,, kata jun kai panjang kali lebar.


Terlihat anxia kembali berfikir sejenak, Sebenarnya anxia bisa saja menyingkirkan para srigala itu hanya dengan sekali lambaian tangan, karna jika mengukur kekuatan anxia dengan level anxia sudah sebanding dengan tingkat Duniawi level 9 dan walaupun dia hanya bekas pelayan tapi tuannya tida menganggapnya sebagai pelayan melainkan sebagai saudara angkat, karna anxia gadis yang jujur, jenius dan baik.


jadi dia di bedakan dengan yang lainnya dan karna hal itu juga telah membuat seseorang iri padanya.


Anxia pun menjawab


"Aku tau tapi aku tidam ingat siapa yang membawaku kesana",,, jawab anxia sedikit berbohong.


Jun kai pun mengerutkan ke 2 alis nya lalu kembali bertanya.


"Hmm... lalu dari mana asalmu dan apa yang terjadi padamu sampai kau tida ingat?",,, kata junkai.


Anxia kembali menjawab


"Itu... aku tidak ingat semuanya, yang aku ingat keluargaku telah di bantai dan saat aku mencoba untuk melarikan diri, tiba2 seseorang telah membiusku sampai aku tak sadarkan diri... dan saat aku terbangun aku sudah ada di tengah2 hutan ini",,, kata anxia setengah berbohong, anxia tidak mungkin menceritakan yang sebenarnya.


Jun-kai pun terlihat berfikir sejenak mencoba memahami penjelasan yang anxia katakan, lalu dia pun mengangguk-anggukan kepalanya dan kembali bertanya.


"Lalu kemana kamu akan pergi setelah ini ??",,, tanya jun kai.


"Emm... aku tidak tau untuk sekarang ini aku belum puynya tujuan",,, kata anxia, junkai terlihat sedikit senang.


"Baiklah terimakasih kaka jun karna sudah menyelamatkan ku, sekarang aku harus pergi tapi untuk sekarang ini aku belum bisa membalas hutang budi ini, jadi jika suatu hari nanti kita bertemu lagi aku janji akan membalas jasamu",,, sambung anxia.


Anxia pun berniat untuk segera meninggalkan tempat itu, namun niat nya di hentikan oleh jun kai.


"Tunggu!! jika kamu belum punya tujuan untuk pergi, bagaimana kamu ikut saja dengan ku ke keraja'an jiankang",,, tawaran junkai.


"Dan jika kamu butuh pekerjaan aku akan membantumu untuk mencarinya",,, sambung jun kai.


Anxia pun berfikir sejenak, tak lama kemudian.


"Baiklah jika aku tidak akan merepotkan mu",,, jawab anxia.


Jun kai pun tersenyum puas dengan jawaban anxia lalu dia pun mengajak nya untuk pergi ke desa.


Anxia pun sudah memutuskan untuk tinggal sementara di kerajaan jiankang,,, anxia tidak tau kalau nanti dia akan melewati banyak rintangan dan halangan, dan banyak konflik2 yang akan dia hadapi.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


***Tbc


__ADS_2