
***
Pagi pun menjelang anxia yang masih terbaring di atas rerumputan mulai ada pergerakan saat cahaya matahari mulai menyinari melalui celah2 rerimbunan pohon menerpa wajah nya.
.
Anxia mulai mengedip2 kan matanya untuk menyesuaikan penglihatannya, diapun bangkit dan duduk lalu menyenderkan tubuhnya pada akar2 pohon besar itu untuk beberapa menit,
Ta lama kemudian dia mengedarkan pandangan nya.
"Ini.. aku dimana ?? seperti di tengah2 hutan" ,,, gumam'nya yang sedikit kebingungan.
Lalu dia menutup mata mencoba masuk ke alam bawah sadar nya, dan memanggil spirit beast yang sudah menjadi milik anxia.
Alam bawah sadar anxia adalah lautan yang sangat luas dan dalam, dengan air yang sangat jernih, itu karna anxia memiliki bakat untuk mengendalikan air.
" Senlong.. senlong.. kau diamana ?" ,,, anxia memanggil.
Ta lama kemudian senlong pun muncul dari dalam air, lalu mendekat pada anxia dan menyapa nya.
Senlong : "Nona, akhirnya kau sadar juga"
Anxia : "Emm.. Senlong berapa lama aku tak sadarkan diri?dan sekarang kita ada
di mana ??"
Senlong terlihat menutup mata nya, mencoba untuk melihat gambaran2 tentang keberadaan tempat ini, selang beberapa menit senlong kembali membuka mata nya.
Senlong : "Hmm.. sepertinya kita di kirim ke dunia bawah, dunia yang di tinggali
oleh para manusia dan fighter, sedangkan
kita sudah tertidur selama 100
tahun di dalam dimensi"
Anxia : "Lalu bagaimana dengan ke2 putri ?"
Senlong : "Aku tidak tau putri yang satunya
terkirim kemana, tapi satu putri
__ADS_1
sepertinya terkirim ke tempat ini bersama kita"
Anxia : "Oh,,, begitu ya, sepertinya ini
akan jadi sangat lama untuk
berkumpul kembali"
Anxia pun menarik nafas panjang dan kembali membuka matanya.
"Ini akan menjadi perjalanan yang sangat panjang, sekarang aku harus pergi dari sini untuk mencari tempat tinggal sementara, dan menunggu mereka kembali" gumam nya.
Lalu anxia kembali menutup mata dan menggumam kan sebuah mantra, seketika penampilannya pun berubah menjadi seorang gadis muda yang sangat cantik.
Ilustrasi Ruo Anxia
"Hmm... tida buruk" ,,,
Setelah itu anxia mulai melangkah kan kakinya pergi dari tempat itu menelusuri hutan, sesekali dia melompat ke atas pohon untuk memastikan arah kemana dia akan pergi, dan jika dia melihat buah2an yang menurut nya menarik diapun memetik nya dan menyimpannya di dalam cincin dimensi.
1 Jam kemudian...
Anxia hanya tersenyum melihat'nya.
Setelah itu anxia meluruskan pandangan nya ke sebrang sungai, di sebrang sungai dia melihat pohon rimbun yang berbuah, dan hampir semua buah berwarna merah.
Anxia sangat tertarik pada buah2han yang berwarna merah itu, tanpa berfikir panjang dia pun melompat dan terbang untuk melewati sungai uang luas itu.
Sesampainya di sebrang anxia pun langsung mengambil sebuah batu kecil, lalu tersenyum dan mulai mengarah kan batu kecil itu ke arah dahan pohon buah.
Syuuuttt...
Anxia menjentikan batu itu sampai melesat dengan kecepatan tinggi lalu menabrak salah satu dahan buah, dahan yang terkena lemparan batu langsung bergetar kemudian buah yang ada di dahan itu mulai berjatuhan.
Anxia pun langsung melompat dan terbang secepat kilat dia berniat untuk menangkap buah2han itu agar tida jatuh ke tanah, namun karna ada banyak buah yang jatuh anxia tida bisa menangkap semuanya, dan akhirnya sebagian buah pun tetap jatuh ke tanah.
"Ya ampun" ,,, keluh anxia.
Lalu anxia mengeluarkan keranjang yang terbuat dari sulaman bambu dari penyimpanan dimensinya untuk menempat kan buah2han yang sudah dia dapat, sedangkam buah yang sudah jatuh ketanah itu di biarkan saja.
__ADS_1
Setelah dia puas memanen buah merah itu diapun memutarkan pandangan nya untuk menentukan kemana lagi dia akan pergi,
Tak jauh dari tempat dia berdiri, anxia melihat sebuah gua yang tidak terlalu besar. kemudian anxia pun berniat untuk istirahat sejenak di dalam gua.
Anxia berjalan menghampiri goa setelah sampai, dia berdiri sejenak tepat di depan mulut goa, dia pun berfikir sejenak sebelum akhirnya dia masuk.
"Hmm... sepertinya ada sesuatu di dalam gua ini" ,,, setelah berkata seperti itu anxia melangkah masuk ke dalam goa, dia bisa merasa kan ada hewan roh yang sedang terluka di dalam goa, di dalam goa ternyata tempat'nya cukup luas, tapi semakin masuk ke dalam goa semakin gelap.
Anxia pun menjentikan jari tangannya lalu keluarlah sebutir kristal yang mengeluarkan cahaya, setelah goa itu cukup terang anxia bisa melihat seekor ular besar berwarna putih sedikit ke abu-abuan dan memiliki tanda merah di atas kepalanya berbentuk kristal, sedangkan tak jauh dari posisi ular besar, di sana tergeletak 2 ekor anak ular yang baru saja menetas dari telur nya.
Anxia bisa merasakan bahwa ular itu benar2 lemah namun ular itu tetap menunjukan kegarangan nya.
Kemudian dia berjalan mendekati si ular, si ular merasa terancam karna anxia mendekat sambil menekan nya dengan kekuatan roh,
jadi si ular tida bisa bergerak sama sekali.
si ular hanya bisa menatap anxia dengan tatapan yang rumit.
Setelah anxia berdiri tepat di depan ular itu, anxia mengurangi tekanan roh nya sehingga si ular bisa bicara.
"Jangan mendekat, gadis kecil apa yang ingin kau ingin lakukan ?" ,,, kata si ular dengan nadanya sedikit gemetar.
Namun anxia tida menjawab dia hanya tersenyum pada si ular, lalu dia mengulurkan tangan nya untuk menyentuh kepala si ular.
Tak lama kemudian cahaya putih pun keluar dari telapak tangan anxia lalu masuk kedalam tubuh ular.
Si ular merasakan sesuatu yang hangat mengalir keseluruh tubuh ny, itu membuat si ular tercengang karena...
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
***Tbc