
***
Huilan sudah meninggalkan kawasan hutan salju yang berada di bagian utara hutan ayakashi, dia masih duduk di atas bulu phoenix putih raksasa yang terbang di atas awan terendah.
Tak lama kemudian dari ketinggian huilan melihat aliran sungai yang tenang dan besar serta air yang jernih, membuat huilan tergiur untuk menjatuhkan diri'nya ke dalam air sungai.
"Hm... kalau tidak salah, sepertinya sudah 2 minggu lebih aku tidak pergi mandi!" ,,, gumam'nya yang merasa malu sendiri.
"Iiiii☻☻ ya ampun huilan.. kau adalah putri kesayangan dari seorang presdir besar, tapi.. sudah 2 minggu lebih tidak mandi😓 hehe😅😅 apa kata dunia!!" ,,, huilan mengejek diri'nya sendiri sambil cengengesan.
Kemudian huilan pun mengendalikan artefak terbang'nya untuk turun dengan kecepatan tinggi, lalu mendarat di tepi sungai.
"Wah.. indah'nya!" ,,,
Dia mengagumi keindahan yang alami di sekitar sungai, air sungai yang jernih mengalir tenang. sedangkan di bagian hulu hilir sungai ada beberapa tingkat air terjun yang rata2 tinggi'nya hanya 1 sampai 2 meter, dan di lengkapi dengan beberapa bongkahan batu2 besar. lalu di tepi sungai ada banyak tumbuhan2 bunga liar dan pohon2 berbuah berbaris di sepanjang tepi sungai, yang menjadikan suasana di tempat itu Comportable (Nyaman) walaupub lokasi'nya berada di tengah2 hutan.
Huilan pun mulai menyebarkan kekuatan roh'nya untuk mendeteksi keada'an di sekitar, setelah merasa situasi di sana cukup aman. huilan pun langsung melepas hanfu'nya dan hanya menyisakan sehelai hanfu tipis saja, begitupun topeng nya juga dia lepaskan lalu meletakan'nya di atas batu besar, kemudian dia pun melompat ke dalam sungai.
Byuuurrr....
"Uhuuu... segar'nya!" ,,,
Huilan pun berenang kesana kemari lalu menyelam melihat gerombolan ikan² kecil yang berpencar kesana kemari karna melihat kedatangan huilan, tak terasa hari menjelang semakin siang, tapi huilan masih asyik bermain air di tengah² sungai.
Saat sedang asyik² nya bermain air, tiba² dia merasakan ada seseorang sedang memperhatikan'nya dari arah berkumpul'nya bongkahah batu² besar, dan kebetulan posisi huilan sedang membelakangi bongkahan batu² besar itu.
Huilan pun menolehkan wajah'nya ke samping, samar² dia melihat seseorang berjubah hitam sedang berdiri di salah satu batu besar dekat dengan pakaian huilan di letakan.
Lalu diam² huilan menarik sebuah batu sebesar kepalan orang dewasa dari dasar sungai kemudian,
"SIAPA DI SANA?!!" ,,,
Syiuttt...
TAK!
DUARRRR!!
Teriak huilan yang langsung melemparkan batu, dan batu tersebut mengenai sebongkah batu besar yang tadi menjadi tempat orang berjubah hitam itu berdiri sampai hancur.
Sedangkan orang berjubai itu berhasil menghindar dengan mudah, dan di saat yang bersama'an sebongkah batu besar meledak, huilan pun bergegas keluar dari air lalu merah pakaian'nya kemudian memakai nya asal²lan.
Setelah itu dia berlari mengejar orang berjubah hitam dalam keada'an seluruh tubuh'nya masih basah kuyup sehingga pakaian luar'nya menempel di kulit, huilan pun terus melompat dari dahan ke dahan mengejar orang berjubah.
Namun sayang gerakan pria berjubah itu jauh lebih cepat dari'nya, dan akhir'nya huilan pun kehilangan jejak. Tak lama diapun berhenti di salah satu dahan lalu memukul batang pohon sampai kepalan tangan'nya memerah.
"Aahh... sial!! berapa lama orang tadi melihatku mandi di sungai?!" ,,, keluhan huilan dengan nada yang kesal.
"Awas saja kalau bertemu lagi, akan aku cungkil ke 2 mata'nya!! berani'nya dia mengintip ku😡!" ,,,
BUK!!..
Huilan menghentakan kaki'nya ke dahan pohon untuk melampiaskan kekesalan'nya, kemudian dia mengikat tinggi rambut'nya yang masih setengah basah, setelah itu dia masuk ke dalam dimensi untuk mengganti hanfu'nya, dengan hanfu berwarna putih polos dan kali ini dia tidak memakai topeng.
__ADS_1
Setelah selesai mengganti pakaian dia pun kembali keluar karna ke 2 spirit beast'nya masih meditasi, jadi dia tidak mau berlama-lama di dalam dimensi.
Huilan pun muncul di tempat yang sama, lalu dia kembali melompat dari dahan ke dahan, tapi dia tidak kembali ke arah sungai.
15 menit kemudian...
Huilan berhenti di bibir lembah yang luas dan besar lalu dia memandang jauh lurus ke depan, dia melihat di lembah itu ada banyak sekali bongkahan batu2 besar, bahkan ada pilar batu yang menjulang tinggi dengan posisi yang tidak ber'aturan, dan di celah2 bebatuan besar ada beberapa pohon yang tumbuh tinggi, dan pohon² tersebut di penuhi oleh buah2han yang berwarna hijau dan warna ungu terong.
Bentuk'nya seperti buah apel, tapi itu bukan apel. kulit'nya halus seperti mangga, tapi itu bukan mangga.
Huilan merasa tertarik untuk melihat lebih dekat, akhir'nya dia pun turun ke lembah. setelah sampai di bawah pohon huilan pun langsung mengambil pisau yang berbentuk seperti suriken berwarna hijau, pemberian dari nenek nya saat di dunia modern.
Huilan pun melemparkan pisau tersebut dan berhasil memutus kan 2 buah yang berbeda warna dari 1 pohon, dengan sigap huilan menagkap 2 buah yang jatuh. sedangkan senjata yang mirip suriken itu seperti bumerang yang terus berputar di udara, lalu berputar kembali ke arah huilan dan dengan mudah huilan menangkap senjata'nya menggunakan 2 jari saja.
Huilan pun memperhatikan ke 2 buah yang dia pegang, yang hijau tekstur'nya keras sedangkan yang ungu tidak terlalu keras, dari situ bisa di pastikan kalau buah yang ungu adalah buah yang masak.
Dia bisa menghirup bau buah yang manis dan menyegarkan, sampai² dia mendekatkan buah ungu ke dekat hidung'nya untuk menikmati buah yang menggiurkan. Tapi semakin lama wangi'nya di hirup huilan mulai merasakan kepala'nya berdenyut sakit, cepat2 dia menjauhkan buah tersebut dari hidung'nya.
"Tsk... sial ceroboh sekali! buah ini beracun!" ,,, decak huilan.
Mengetahui buah yang dia petik ternyata beracun, huilan malah memetik beberapa lagi tapi dia hanya memetik yang ungu saja. setelah mendapatkan beberapa dia langsung membungkus'nya dengan elemen ice agar kesegaran'nya bisa tahan lama lalu menyimpan'nya ke dalam dimensi, setelah itu dia kembali memutarkan pendangan'nya.
Tak lama pandangan'nya menangkap sosok gadis kecil memakai hanfu putih bercorak phoenix emas, rambut'nya yang hitam dan panjang di kuncir 2 dan di hiasi dengan beberapa hiasan rambut terbuat dari emas. Ke 2 bola mata'nya yang berwarna emas sedang menatap huilan dan bibir'nya menampilkan senyuman manis.
Dia berdiri di antara celah2 batu besar, huilan pun menatap gadis kecil itu lalu menoleh ke kiri dan ke kanan setelah itu dia kembali memperhatikan si gadis kecil.
"Hah! apa aku tidak salah lihat? kenapa ada anak kecil di hutan ayakashi?" ,,, gumam huilan.
Tak lama gadis kecil itu melangkah pergi melewati celah batu² besar.
Tapi gadis kecil itu hanya menolehkan kepala'nya ke samping tanpa melihat huilan, setelah itu dia kembali melangkah pergi, merasa gadis kecil itu hanyalah gadis kecil biasa akhir'nya huilan mengikuti nya ikut melewati celah² batu.
Gadis kecil itu semakin mempercepat langkah'nya, dan dengan bodoh'nya huilan terus mengikuti tanpa ragu sampail'lah dia ke sebuah tanah lapang yang tidak terlalu luas.
Tanah lapang itu di kelilingi oleh bongkahan batu² besar yang membentuk lingkaran, di tanah lapang itu tidak ada satupun rumput yang tumbuh melainkan hanya ada dedaunan kering berserakan menutupi lantai tanah.
Setelah huilan sampai di tengah² tanah lapang tersebut, tiba² gadis kecil itu menghilang. dan seiring menghilang'nya si gadis kecil, tiba² angin bertiup kencang dari arah hilang'nya si gadis kecil, yang membuat dedaunan kering itu beterbangan di udara.
Huilan pun langsung mundur beberapa langkah sambil menghalangi mata dengan telapak tangan'nya agar tidak ada debu masuk ke mata'nya, dan tak sengaja huilan menginjak pormasi array yang membuat pormasi tersebut aktif.
Tentu huilan terkejut dan langsung melompat menjauh lalu naik ke atas salah satu batu besar, kemudian dia memutarkan pandangan'nya. dia kembali terkejut karna ternyata posisi'nya sudah cukup jauh dari bibir lembah, dan yang membuat'nya sangat terkejut dia melihat dinding sedikit transparan berwarna merah mulai mengurung lembah bebatuan yang luas itu. dengan gerakan cepat huilan menciptakan kristal ice yang meruncing sebesar diri'nya, lalu melemparkan'nya sekuat mungkin ke arah bibir lembah.
Sebatang kristal ice runcing itu melesat secepat kilat.
Wosshhh...
BOOMMM!!..
Sebatang kristal ice yang menabrak dinding itu langsung hancur, tapi dinding tersebut tidak tergores sedikitpun.
"Tsk.. sial! lagi² aku terjebak di tempat yang aneh!" ,,, decak huilan sambil mengepalkan tangan'nya erat².
Kemudian dia di kejutkan oleh bayangan putih ke'emasan melesat dengan cepat ke arah'nya dari depan, huilan tidak sempat untuk meghindar karna terlalu mendadak, namun aneh'nya bayangan tersebut hanya melewati posisi'nya dengan jarak yang cukup dekat.
__ADS_1
Kemudian bayangan tersebut mendarat di atas batu besar yang posisi'nya cukup jauh berada di belakang huilan, setelah itu dia mendengar suara gelak tawa gadis kecil yang tadi sempat dia ikuti.
"Hahaha... menarik.. menarik... sekali hahaha... Seorang kultivator pemula yang bisa mengendalikan salah satu element terkuat! hahaha.... " ,,, suara si gadis kecil di sela² tawa'nya.
Huilan pun langsung berbalik badan lalu memperhatikan gadis kecil yang baru saja tertawa, gadis kecil itu sedang memegang pisau belati berwarna emas dan belati tersebut sudah berlumuran darah. kemudian gadis kecil itu menjilat darah yang ada di belati emas'nya sampai bersih, huilan cukup heran melihat tingkah si gadis kecil.
Di saat yang bersama'an huilan mulai merasakan perih dan sakit di bagian pergelangan tangan kiri dekat urat nadi'nya, tentu huilan langsung mengecek tangan'nya dan alangkah terkejut'nya dia, ter'nyata rasa sakit'nya itu berasal dari sayatan benda tajam sepanjang 5 cm, dan darah'nya sudah bercucuran jatuh ke atas batu.
Huilan kembali menatap gadis kecil tadi lalu dia kembali di kejutkan, karna gadis kecil tadi kini telah berubah menjadi diri'nya dan saat mirip seperti saudara kembar, bedanya gadis yang menyerupai'nya itu masih memakai hanfu putih bercorak phoenix emas dengan rambut yang masih di kuncir 2.
"K-kamu!! uhuk... uhuk..." ,,,
Huilan langsung terduduk lemas lalu batuk menyemburkan darah hitam.
"Sial !! belati'nya beracun!",,, batin huilan.
Cepat² dia mengentikan per'edaran darah ke tangan kiri'nya untuk menekan racun agar tidak tersebar dengan cepat, setelah itu dia meminum 2 botol pecelain kecil roh air kehidupan, tak lama darah yang keluar dari goresan belati itu menjadi darah hitam dan itu menandakan racun'nya sedang ter'usir keluar.
"Hoho... sepertinya aku terlalu meremehkan mu, kau cukup hebat bisa selamat dari racunku!" ,,, kata si gadis yang menjiplak wajah huilan sambil memakan buah beracun yang berwarna ungu.
Huilan pun langsung menatap tajam pada gadis yang menyerupai diri'nya.
"Siapa kau sebenar'nya? dan apa yang kamu inginkan dariku? kau sangat mampu menjatuhkan pemula sepertiku dengan mudah, tapi kenapa kau harus memasang penghalang yang sangat besar hanya untuk menahan ku?!" ,,, huilan melontarkan beberapa pertanya'an.
"Haaa... itu karna aku sangat menyukai penampilan mu, jadi aku ingin menggunakan wajah ini untuk menarik ikan basar masuk ke dalam perangkap! jika masalah dinding penghalang itu, tentu saja untuk menyembunyikan kehadiran adiku, karna adiku sangat suka memisahkan organ2 tubuh manusia dan mencabik-cabik'nya sampai seperti daging cincang, apalagi tubuh seorang gadis hahaha... dia sangat menyukai suara teriakan gadis saat salah satu organ tubuh'nya di tarik sampai putus hihihi...😈" ,,, kata si gadis penjiplak.
Tentu huilan langsung merinding mendengar jawaban si gadis penjiplak, karna penyiksa'an yang dia maksud tidak beda jauh dengan memutilasi orang hidup, belum sempat rasa kengerian'nya menghilang, tiba² lembah bebatuan itu bergetar seperti gempa bumi, batu² besar yang posisi'nya tidak terlalu jauh dari posisi huilan mulai bergerak naik turun beberapa kali seperti ada sesuatu yang besar akan keluar dari dalam tanah.
Tak lama kemudian tanah, bebatuan, serta beberapa pohon² besar mulai terangkat naik oleh sesuatu yang merah panjang, besar dan bersisik, setelah posisi'nya cukup tinggi bongkahan tanah, bongkahan batu, dan pohon² mulai berjatuhan dari ketinggian.
Tentu posisi huilan terkena dampak dari reruntuhan tersebut, cepat² huilan bergerak Menjauh sambil menghindari bongkahan batu, tanah, dan pepohonan yang hampir menimpa'nya, walaupun kondisi tubuh huilan masih kesemutan akibat racun yang masih tertinggal.
Setelah posisi'nya cukup aman, huilan pun berhenti lalu kembali menoleh ke arah mahluk yang baru saja keluar dari dalam tanah, dan membuat'nya langsung membulatkan ke 2 bola mata serta menggeretakan gigi'nya.
Mahluk yang muncul itu adalah se'ekor ular raksasa berwarna merah dan memiliki 3 kepala, mahluk ini menunjukan wujud nya yang sempurna tanpa menutupi aura tingkat kekuatan'nya.
Ilustrasi 👆👆
"M-monster d-dewa Level 3!!" ,,, batin huilan sambil menggeretakan gigi'nya.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
***Tbc