The Journey Of Twin Sister

The Journey Of Twin Sister
Eps 083* Pertarungan Sengit Part 1


__ADS_3

***


"M-monster dewa level 3!!" ,,, gumam huilan lalu dia menggeretakan gigi'nya.


"Spirit beast yang sudah mencapai tingkat moster dewa level 3, itu arti'nya dia sudah berada di tingkat 25! bagaimana aku bisa lolos dari'nya? bahkan walaupun yumi ada di sini dia tetap bukan lawan'nya, apa yang harus aku lakukan? apa hidup ku benar² akan ber'akhir di tempat ini?!" ,,, batin huilan yang mulai bimbang.


"Huufff... pantas saja dinding penghalang yang mengurung lembah ini sangat kuat! ternyata untuk menutupi kehadiran spirit beast tingkat monster dewa" ,,, gumam'nya.


Saat ini huilan merasa sedang berada di jalan yang buntu, walaupun dia bisa masuk ke dalam dimensi untuk bersembunyi, tapi itu bukan rencana yang bagus. karna ruang dimensi yang dia miliki tidak bisa untuk melakukan teleportasi ke tempat lain, sedangkan dia sendiri belum bisa menguasai tehnik teleportasi, entah itu jarak dekat atau pun jarak jauh. dan walaupun dia berhasil melarikan diri, tetap saja dia tidak bisa lari dengan tenang, karna gadis yang menjebak'nya itu sekarang menggunakan wajah'nya.


Dia takut suatu hari nanti si gadis peniru ini melakukan sesuatu yang buruk dengan penampilan wajah'nya, jadi otomatis huilan tidak akan bisa hidup dengan tenang.


Jadi saat ini satu²nya pilihan huilan dalah mengalahkan ke 2 mahluk laknat ini.


"Aaakkhh... apa yang harus aku lakukan? walaupun aku menguasai kekuatan roh alam, tetapi tetap saja aku hanyalah seorang pemula jika harus di hadapkan dengan monster dewa!" ,,, gerutu huilan sambil menggaruk-garuk kepala'nya yang tidak gatal.


Kemudian dia membungkus luka'nya menggunakan perban, karna darah yang keluar kini sudah darah merah tanda racun yang sedang menggerogoti'nya sudah ter'usir keluar.


Setelah selesai huilan kembali berdiri, walaupun kepala'nya masih terasa sedikit pusing akibat kehilangan banyak darah, dan saat huilan baru saja membenarkan posisi berdiri'nya, tiba² 3 bola api raksasa berwarna merah campur hitam, melesat ke arah huilan secara beruntun.


BZZZZtttt...


BZZZZttt...


BZZZZttt...


Huilan masih bisa bergerak cepat untuk menghindar berkat bantuan element angin, namun ternyata 3 bola api raksasa tersebut di kendalikan, jadi kemana pun huilan menghindar ke 3 bola api tersebut terus mengikuti'nya.


Wossshhh.. Woshhhh...


BZZZZttt... BZZZZttt....


Merasa bola api tersebut tidak mau melepaskan'nya, huilanpun menciptakan beberapa batang kristal ice yang ber'ukuran jumbo lalu melemparkan'nya ke arah bola api yang sedang mengejar'nya.


Wosshhh...


BZZZZtttt...


KRAK!!


Namun beberapa batang kristal ice yang bertabarakan dengan bola api itu langsung mencair, dan hanya memadamkan api hitam saja sedangkan bola api merah menyala masih tetap mengejar huilan.


"Sial!! apa yang harus aku lakukan?! element ice ku tida mampu memmadamkan api'nya" ,,, batin huilan.


Kemudian dia menoleh ke belakang beberapa kali tanpa menghentikan langkah'nya yang terus melompat dari batu ke batu, dia mencoba mengamati bola api yang sedang mengejar'nya, tak lama huilan pun menyunggingkan sudut bibir'nya.


"Aaaah aku ingat roh api juga terbagi menjadi beberapa tingkat, urutan pertama dan ke 2 adalah hitam dan biru, sedangkan roh api yang sedang aku hadapi adalah merah! itu ber'arti tingkat kekuatan'nya masih berada di bawah roh api biru, dan barusan kristal ice ku telah memadamkan 30% kekuatan api'nya!" ,,, batin huilan.


Kemudian huilan pun menghentikan langkah'nya lalu berbalik arah dan melesat maju menghampiri ke 3 bola api merah.


"Meskipun roh api biru bukan kekuatan asliku, tapi yumi dan hakubi sudah memberiku kuasa untuk mengendalikan'nya, walaupun ini akan banyak menguras kekuatan ku, tapi aku tidak punya pilihan lain" ,,, batin huilan.


Kemudian dia merentangkan tangan'nya ke samping lalu,

__ADS_1


BZZZZttt...


2 Bola api biru yang ber'ukuran raksasa muncul dari udara kosong dan mengambang tepat di depan ke 2 telapak tangan huilan, setelah itu dia mengangkat ke 2 tangan'nya ke atas sehingga 2 bola api biru raksasa bergabung menjadi 1 dengan ukuran semakin membesar lebih besar dari 3 bola api merah, setelah itu dia melemparkan bola api biru'nya ke arah 3 bola api merah.


Wossshhh...


BZZZttt...


ZZZZttt...


BZZZttt....


Ke 3 bola api merah itu langsung di telan oleh api biru raksasa dan membuat kekuatan bola api biru itu terasa semakin kuat sampai² daun² pohon yang berada di sekitar menjadi layu dan akhir'nya terbakar, tak lama kemudian bola api biru itu ter'urai lalu menghilang.


👏👏👏 "Hahaha... hebat.. hebat!.. hahahaha..." ,,, 👏👏👏 suara tawa si gadis penjiplak sambil bertepuk tangan, dia sangat terhibur melihat aksi huilan yang berhasil menaklukan 3 bola api merah.


Huilan pun langsung menoleh ke arah suara tepuk tangan ber'asal yang ternyata si gadis peniru itu sedang duduk santai di atas salah satu kepala ular merah raksasa.


"Adiku, sepertinya kita kali ini punya mainan yang bagus! " ,,, kata si gadis peniru.


"Kaka huang banar! sepertinya kali ini aku akan sedikit terhibur mendengar suara jeritan gadis cantik yang satu ini!" ,,, kata si ular merah kepala 3 dengan suara yang begitu menggelegar di udara.


"Hahaha... dan kali ini kita untung banyak! dia bahkan bisa mengendalikan roh api biru" ,,, kata si gadis peniru yang memiliki nama huang (emas).


"HAHAHAHA... benar! aku jadi tidak sabar untuk mencabik-cabik seluruh tubuh'nya dan mengambil roh api biru'nya" ,,, kata si ular kepala 3, kemudian dia mendekati posisi huilan.


"Tsk... sial! untuk mengendalikan roh api biru sebesar tadi, benar² menguras banyak kekuatan ku!" ,,, decak huilan.


Kemudian huilan bergerak menjauh karna ular merah raksasa tersebut semakin mendekati posisi'nya, namun pergerakan huilan kali ini jadi melambat karna tenaga'nya sudah terkuras banyak saat mengendalikan roh api biru raksasa, sehingga ular merah raksasa itu berhasil mengejar dan langsung mengambil tindakan dengan menggerakan ekor'nya, menghantam tubuh huilan sampai terlempar cukup jauh.


Buk!


"AAAKh...


BRAKK!!.. "Uhuk... uhuk...


Teriak huilan yang terempar sampai menabrak pohon, dan pohon tersebut ikut tumbang terhantam tubuh huilan sedangkan huilan sendiri dia langsung tersungkur ke tanah dan memuntahkan banyak darah.


Beruntung huilan sempat membuat pelindung di bagian punggung'nya, jika tidak mungkin seluruh tulang yang ada di tubuh huilan sudah remuk seperti kerupuk yang ter'injak😅 belum sempat huilan bangkit, salah satu kepala ular langsung menyemburkan cairan beracun ke arah huilan.


Tentu huilan tidak akan sempat untuk menghindar, jadi cepat² dia membuat beberapa lapis dinding penghalang yang berwarna emas sedikit transparan. cairan tersebut langsung jatuh ke dinding penghalang pertama, tapi perlaha-lahan penghalang pertama mulai meleleh lalu jatuh ke penghalang ke 2.


Huilan sudah bisa menebak kalau dinding penghalang yang dia pasang tidak akan mampu menahan cairan mematikan itu terlalu lama, tapi menahan cairan beracun dengan dinding penghalang itu bukan tujuan utama huilan, melainkan untuk memperlambat cairan beracun agar huilan punya waktu untuk menghindar.


Melihat pelindung ke 2 sudah mulai berlubang, cepat² huilan bangkit menjauh sambil menekan dada'nya yang terasa sesak dan sakit. langkah huilan tentu menjadi lambat karna kondisi'nya sudah terluka parah, sedangkan cairan beracun kini sudah menghancurkan semua dinding penghalang yang huilan buat dan cairan tersebut jatuh ke atas tumpukan daun² kering lalu terbakar.


Huilan yang terus melangkah dengan sempoyongan itu tiba² ekor ular merah raksasa ber'ayun dari arah depan lalu menabrak tubuh huilan.


BUK!


Aaaahhh...


Huilan langsung terdorong mudur sampai punggung'nya menyentuh sebongkah batu besar, kini keada'an huilan terhimpit di antara batu dan ujung ekor ular merah.

__ADS_1


"EEKKhhhh... uhuk... uhuk...


Huilan kembali memuntahkan seteguk darah segar, bagian kerah hanfu'nya kini sudah merah ternoda oleh darah, keringat dingin mulai bercucuran, bau karat darah mulai mengganggu penciuman'nya, keada'an huilan benar² semakin melemah.


Tapi dia tidak bisa meminta bantuan pada ke 2 spirit beast'nya, karna terakhir dia melihat mereka berdua sedang fokus pada meditasi'nya.


"Hah... hah... se perti nya aku harus memulihkan dulu kondisiku di dalam dimensi, hah... hah.. aku harus segera masuk se belum kekuatan ku terkuras habis!" ,,, gumam huilan sambil mengatur nafas'nya yang terasa semakin sesak karna himpitan ekor ular itu semakin kuat.


Kemudian salah satu kepala ular merah yang di atas'nya ada si gadis peniru bernama huang iti langsung mendekat untuk melihat huilan dari dekat.


"Hahahaha... lihatlah kondisimu gadis cantik!! hahahahaha... betapa indah'nya keada'an mu saat ini! hahahaha... " ,,, kata si gadis peniru di sela² tawa'nya.


"HAHAHA... Benar! wangi darah'nya sungguh sangat menyegarkan!" ,,, timpal si ular merah.


Sedangkan huilan sendiri kesadaran'nya semakin memudar, pandangan'nya mulai kabur, dan kepala'nya terasa sangat berat.


"Hihihi... sayang sekali permainan sudah berakhir, aku akan mengakhiri dengan satu tusukan di bagian leher sampai kerongkongan'nya terputus!!" ,,, kata si gadis peniru yang langsung melompat maju dengan belati menghunus ke arah leher.


Tapi baru beberapa langkah si gadis peniru melesat maju, tiba² sekelebat cahaya putih langsung keluar dari kening huilan, lalu menghantam tubuh si gadis peniru sampai terlempar jaug.


Woossshhh..


"AAAA...


BRAAKK!!


"Eeeeekkhh..


Tubuh si gadis peniru menabrak batu besar lalu tersungkur ke tanah, sedangkan si ular merah raksasa yang masih terkejut itu, tiba² di seruduk dari arah depan oleh mahluk putih dan panjang.


Ular merah kepala 3 itu pun terlempar cukup jauh ke arah bebatuan sampai bongkahan batu² besar itu tersapu oleh tubuh ular merah raksasa.


Tentu ular monster dewa dan si gadis peniru cukup terkejut mendapat serangan mendadak seperti itu, setelah kepulan debu tanah menghilang dari pandangan kini mereka bisa melihat dengan jelas.


Se'ekor roh rubah salju yang memiliki 9 ekor dengan kekuatan berada di tingkat 13, dan se'ekor roh ular langit putih dengan tingkat kekuatan berada di tingkat 14. Ke 2 spirit beast ini sedang dalam wujud raksasa'nya, exspresi 2 mahluk putih ini terlihat sangat marah, sedangkan huilan yang sudah tak sadarkan diri dia sudah berada di pangkuan roh rubah salju.


*-*


Akankah ke 2 spirit beast milik huilan ini mampu mengalahkan spirit beast tingkat monster dewa level 3 ???


Jawaban'nya di episode selanjur'nya😁😁


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


*** Tbc


__ADS_2