
***
Huilan dan fei-ling teggelam di tengah2 danau air hitam, dan setelah mereka tenggelam mereka langsung tak sadarkan diri lalu ke 2 gadis ini berpindah ke tempat lain.
*-*
Di ruangan yang gelap gulita tidak ada 1 titik cahaya pun di sana, dan saking gelap'nya bahkan untuk melihat tangan sendiri pun tidak bisa.
Huilan yang tergeletak pingsan kini dia mulai menggerak-gerakan ke 2 bola mata'nya, lalu mengerjap-ngerjap untuk menyesuaikan pandangan. tapi sudah beberapa menit dia mencoba untuk menyesuaikan pandangan'nya masih tetap tidak bisa, apa yang dia lihat tetap sama hanya kegelapan, huilan pun tersentak lalu duduk.
"AAA apa lagi yang terjadi?!! kenapa aku tidak bisa melihat apapun!!" ,,, kata huilan dengan nada yang meninggi lalu suara'nya mulai menggema di udara karna terpantul sehingga ucapan'nya ter'ulang beberapa kali.
"Ughh... sial apa aku buta.. apa aku buta!!" ,,, huilan menjadi panik sendiri sambil menoleh ke kiri dan ke kanan dengan posisi ke 2 tangan memegang kepala.
"Huaa.. hiks.. hiks..😠kenapa aku tidak bisa melihat apapun!" ,,, keluhan huilan yang hampir menangis.
Kemudian huilan pun berdiri lalu mondar-mandir beberapa kali sambil memutarkan pandangan'nya, mencoba mencari setitik cahaya tapi sayang tidak ada sedikitpun cahaya.
"Oh tidak! oh tidak... apa aku sudah mati?!" ,,,
CEKLEK!!
Huilan langsung terdiam mematung dengan 1 kaki yang ter'angkat karna 1 kakinya lagi telah menginjak sesuatu.
"Oh NO!🙄 apa aku telah menginjak tombol jebakan?!! 😓 i-ini tidak adil! bagaimana aku bisa menghadapi jebakan dengan kondisi tidak bisa melihat seperti ini, dan juga aku tidak bisa menggunakan energi roh ku!!" ,,, gerutu huilan.
Tak lama kemudian tiba2..
Tak..🔥 tak...🔥 tak....🔥
Beberapa obor yang melekat di dinding tiba2 menyala secara ber'urutan sampai ke sekeliling ruangan sehingga sekarang ruangan itu menjadi terang, huilan pun langsung mengembangkan senyuman'nya karna ternyata dia tidak buta melainkan ruangan itu yang gelap gulita.
"Huff... syukurlah ternyata aku baik2 saja! tapi ini di mana?!" ,,, huilan masih belum bergerak sama sekali semenjak dia menginjak tombol batu, tak lama dia pun menoleh ke depan.
"Aaaa!!..
Bugh!!..
Huilan benar2 terkejut bukan main sampai2 dia mundur beberapa langkah lalu jatuh dan terduduk, tubuh huilan mulai menggigil ketakutan dengan nafas yang tidak ber'aturan.
"Ya-ya ampun!😖 i-ini benar2 me-mengerikan!! jika tadi aku tidak berhenti setelah menginjak tombol batu, dan jika aku bergerak sedikit lagi.. aku pasti sudah jatuh dari ketinggian dan akan langsung mati di sini!" ,,, ucapan huilan yang gemetar.
Yang ternyata posisi'nya sekarang dia berada di atas meja batu yang tinggi setinggi pilar, dan tempat itu adalah sebuah goa tanpa pintu. di dasar goa ada banyak sekali batu2 yang runcing dan tajam berbaris dan tinggi'nya setinggi 2 orang dewasa, jadi jika dia jatuh ke dasar goa mungkin dia sudah menjadi daging tusuk sate.
Huilan tidak berani untuk berdiri, tapi dia masih penasaran apa yang ada di dasar goa. huilan pun merangkak untuk melihat apa yang ada di dasar goa. di bawah ada banyak sekali tengkorak manusia dan tengkorak hewan di sela2 bebatuan runcing dan tajam.
Pemandangan seperti itu membuat huilan 100% merinding, kemudian dia meluruskan pandangan'nya ke depan. di ujung goa ada 2 lantai batu yang menyatu dengan dinding dengan jarak beberapa meter, dan di masing2 lantai tersebut terdapat sebilah pedang yang bercahaya melayang tepat di atas meja batu kecil. lalu tepat 2 meter dari pilar batu yang menjadi tempat huilan, ada 1 jembatan yang lebar'nya hanya bisa di lewati oleh 1 orang dan jembatan batu setapak itu berbelok-belok seperti jalan ular, yang ternyata jembatan itu adalah salah satu jalan menuju ke tempat sebilah pedang melayang di ujung goa.
__ADS_1
Jembatan yang ada di depan huilan itu akan membawa huilan ke tempat sebilah pedang hitam tertancap yang berada di ujung goa.
Ilustrasi pedang yang harus huilan ambil.
Sedangkan di lantai yang satu'nya lagi sebilah pedang putih dan bersinar melayang di atas meja batu.
Ilustrasi pedang yang satu'nya👆
Untuk mencapai ke tempat pedang yang satunya lagi, di sana terdapat satu jembatan batu tapi kali ini jembatan'nya lurus dan lebar'nya bisa di lewati oleh 2 atau 3 orang.
Huilan pun memperhatikan kemana arah jembatan lurus itu menuju, dan ternyata arah jembatan itu menuju ke satu pilar batu yang lain. tak lama huilan pun mengembangkan senyuman'nya, karna dia melihat fei-ling berada di atas pilar yang menyambung dengan jembatan lurus, tapi dia masih dalam keada'an tak sadarkan diri.
"Ssstttt... fei-ling! fei-ling... hei sadarlah!" ,,, huilan mencoba membangunkan teman baru'nya.
Tak lama kemudian fei-ling pun mulai membukan ke 2 mata, lalu dia bangun sambil mengucek-ngucek mata'nya.
"Uum... di mana ini?!!" ,,, kata fei-ling kebingungan lalu dia memutarkan pandangan untuk melihat sekeliling'nya, kemudian dia melihat huilan sedang melambai-lambaikan tangan pada'nya.
"Lan'er... kita dimana?!!" ,,, tanya fei-ling yang masih bingung.
Huilan langsung menggeleng-gelengkan kepala'nya.
"Fei-ling apa kamu baik2 saja?" ,,, tanya huilan.
"Em... aku baik2 saja!" ,,, jawaban fei-ling sambil menepuk-nepuk kepala untuk mendapatkan kesadaran penuh, kemudian dia menoleh ke bawah dan langsung terkejut.
"HAH!! La-lan'er, t-tempat apa ini? bukankah tadi kita tenggelam di danau?!" ,,, tanya fei-ling sambil melihat sekeliling'nya.
"Aku juga tidak mengerti! tapi fei-ling, apa kamu benar2 tidak tau banyak tentang danau air hitam?" ,,, tanya huilan yang mulai penasaran, fei-ling pun terdiam sejenak dia mencoba mengingat-ingat tentang danau air hitam.
"Em... aku hanya ingat, kalau danau air hitam ini bisa mengunci kekuatan mistik siapa saja yang meminum'nya! dan dari rumor yang beredar, siapapun yang jatuh ke danau air hitam tidak ada yang pernah kembali dengan selamat!" ,,, kata fei-ling tanpa menyadari apa yang dia ucapkan.
"APA kau bilang?!! j-jadi maksudmu mahluk apapun yang hilang di danau air hitam akan mati?" ,,, tanya huilan nada'nya mulai panik.
"Aku tidak terlalu yakin!" ,,, jawab fei-ling.
Huilan dan fei-ling pun kembali melihat-lihat keada'an ruangan itu.
"Mm.. ada kemungkinan tempat ini adalah bagian dari danau air hitam!" ,,, kata huilan.
"Aku sependapat dengan mu! karna kalau di ingat2 lagi kita berada di sini setelah tenggelam di danau air hitam!" ,,, kata fei-ling.
Tak lama fei-ling menunjuk ke arah dasar goa yang ada di belakang huilan, huilan pun langsung menoleh ke arah yang di tujuk fei-ling.
__ADS_1
Dia melihat ada 2 kerangka tengkorak ular raksasa, walaupun 2 ular besar itu hanya tulang belulang tapi tulang2 itu masih menyatu dengan sempurna.
"L-lan'er, menurutmu ke 2 kerangka ular itu korban atau.. penunggu tempat ini?!" ,,, tanya fei-ling yang mulai hawatir.
Huilan tidak langsung menjawab, dia malah memutarkan pandangan'nya untuk meneliti keada'an di sekitar.
"Kalau di perhatikan lebih teliti lagi, lubang2 yang ada di dinding goa itu sepertinya tidak mungkin tercipta secara alami, lalu sebagian batu2 runcing yang ada di dasar goa sudah mengalami kehancuran seperti tertimpa sesuatu benda yang besar, jadi... ada kemungkinan..." batin huilan yang langsung menatap tajam ke arah 2 tengkorak ular besar.
"Tsk... sial, ini benar2 tidak adil!" ,,, decak huilan yang terdengar oleh fei-ling.
"Lan'er ada apa?" ,,, tanya fei-ling.
"Fei-ling, kita harus siap2! sepertinya kita akan kembali bertarung melawan mahluk mistik tanpa kekuatan mistik!" ,,, kata huilan.
"Hah!! apa maksudmu?!" ,,, tanya fei-ling yang mulai panik.
"Maksud'nya, kekuatan mistik kita telah di kunci, tapi kita harus bertarung melawan hewan mistik!" ,,, kata huilan.
"J-jadi 2 kerangka ular itu..." ,,, ucapan fei-ling terhenti karna tiba2 dua kerangka ular itu mulai ada pergerakan.
"Fei-ling cepat lariii!!" ,,, teriak huilan yang sudah melompat ke jembatan batu setapak dan mulai berlari.
Dengan refleks fei-ling pun ikut berlari melewati jembatan batu yang satunta lagi sambil berteriak.
"Lan'er kita akan lari kemana?!! goa ini sepertinya tidak memiliki pintu!" ,,, teriak fei-ling.
"Lari saja sampai ke ujung goa, di sana ada 2 bilah pedang kita akan menggunakan 2 pedang itu untuk melawan monster kerangka!!" ,,, jawab huilan dengan nada tinggi.
Fei-ling pun langsung meluruskan pandangan'nya ke depan, benar saja di ujung jalur yang dia lalui terlihat sebilah pedang putih yang melayang di atas meja batu. fei-ling pun langsung mempercepat langkah'nya agar segera sampai di ujung goa, tapi tak lama 1 kerangka tengkorak ular raksasa langsung meluncur ke arah'nya.
Brakk!!..
''AAAhh...
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
***Tbc