
***
"Tidak perlu, aku menyukai kelinci putih yang satu ini!" ,,, kata pangeran chu.
Tak lama setelah itu pintu paviliun pun terbuka dengan kuat.
BRAK!!
Pelayan yang bernama lix-si itu langsung berlari keluar dengan tergesa-gesa, dan penampilan'nya sudah tidak karuan. kemudian dia melihat rombongan tuan'nya sedang berdiri di dekat pagar paviliun, lix-si pun langsung tersenyum senang.
"Pangeran! tolong aku, gadis itu benar² gila.. AAAH!" ,,, teriak lix-si sambil berlari menghampiri rombongan pangeran chu.
Sedangkan huilan dia tetap mengejar lix-si sambil melemparkan alat² kosmetik ke arah lix-si.
"Huh! mau lari kemana kamu? dasar wanita bermulut hiu keranjang!!" ,,, teriak huilan tanpa menghentikan aksi'nya.
Lix-si yang tadi'nya terus berlari kini dia bersembunyi di belakang pangeran chu, tapi meskipun begitu huilan tetap tidak menghentikan aksi'nya, dia tidak mempedulikan kehadiran pangeran chu. dan kali ini huilan menyerang lix-si menggunakan bedak bubuk, lix-si terus menghindar dengan cara memutari pangeran chu dan gao-tan, alhasil mereka pun terkena lemparan bedak bubuk sedangkan lix-si dia masih belum menyerah.
Setelah meminta perlindungan dari tuan'nya kini dia berlari ke arah para pelayan yang tadi berbaris di belakang pangeran chu, akhir'nya rombongan pangeran chu ikut terkena imbas kejahilan huilan.
__ADS_1
Bedak bubuk terus beterbangan di sekitar rombongan pangeran chu sampai terlihat seperti kepulan asap putih itu, membuat para pelayan yang tadi ikut bersama lix-si pergi ke paviliun huilan, mereka mulai menggigil ketakutan karna mereka tau sikap kejam pangeran ke 3 itu seperti apa.
Melihat huilan belum juga mau berhenti mengejar lix-si, pangeran chu pun akhir'nya bertindak, dia bergerak cepat meraih kerah hanfu huilan bagian belakang sehingga langkah huilan pun terhenti lalu huilan menoleh pada pemuda yang menahan'nya.
"Hei, siapa kamu?! jangan ikut campur dengan urusan ku!" ,,, kata huilan yang langsung mengangkat 1 telapak tangan ke depan bibir'nya kemudian,
Fiuuuhhh...
Huilan meniup bubuk bedak yang ada di telapak tangan'nya sampai bedak tersebut terbang semua ke wajah pangeran chu.
"Hahaha... sekarag kau sangat mirip dengan wanita ayakashi dari anime! hahaha..."
Huilan mentertawakan pangeran chu yang kini wajah dan rambut'nya penuh dengan bedak bubuk, jika huilan tertawa senang tapi yang lain'nya menggigil ketakutan.
"Hei gadis kecil! apa kau sadar apa yang sudah kamu lakukan? membuat onar di wilayah kekuasaan harimau, apa kau tidak takut sedikit pun?!" ,,, tanya pangeran chu.
"Owh! kau se'ekor harimau, aku se'ekor srigala! antara harimau dan srigala belum bisa di pastikan siapa yang lebih unggul!" ,,, kata huilan santai.
Mendengar ucapan huilan seperti itu pangeran chu malah mengukir senyuman manis di bibir'nya.
__ADS_1
"Aah... aku jadi tidak sabar untuk tau apa yang bisa di lakukan oleh srigalan kecil sepertimu!" ,,, kata pangeran chu santai lalu dia mengangkat tubuh huilan dengan gaya seperti sepasang kekasih.
"AAA... apa yang kamu lakukan!! cepat turunkan aku!" ,,, teriak huilan yang langsung memberontak agar bisa turun.
Namun pangeran chu adalah seorang kultivator tingkat tinggi, jadi perlawanan seperti itu bukan apa² bagi'nya.
Pangeran chu pun mulai berjala menuju paviliun tempat huilan tinggal, lalu dia membuat perintah.
"Pelayan! siapkan kolam air hangat sekarang juga, aku ingin mandi dengan srigala kecil ku!" ,,, perintah'nya.
"baik pangeran!" ,,, jawaban para pelayan serempak.
Mereka merasa lega karna pangeran chu tidak jadi marah gara² sikap huilan, jika dia marah mungkin para pelayan yang ada di sana akan terkena getah'nya juga.
"Aaa... tidak! tidak! aku tidak mauuu! turunkan aku, aku bisa mandi sendiri!" ,,, teriak huilan yang masih berusaha melepaskan diri.
Tapi pangeran chu tidak peduli sama sekali dengan penolakan huilan.
•••
__ADS_1
Maaf ya guys episode yang ini pendek, karna harus'nya episode yang ini satu kali dengan episode yang kemarin! tapi karna author'nya ngga ada waktu lagi buat nulis jadi mau tak mau langsung di kirim.
Tapi hari ini author usahain buat up lagi😊 thank's.