
***
Huilan yang terus mengejar tuan muda chu sampai ke sebuah tanan lapang berpasir seperti gurun, dan di sana tidak ada 1 pun tumbuhan yang hidup tapi di sana ada banyak sekali lubang² besar yang berbentuk seperti hurup "V .
Setelah posisi huilan sudah cukup jauh berada di tengah² lapang, tiba² orang yang dia kejar langsung menghilang di udara kosong dan membuat'nya kehilangan jejak.
"Tsk... sial sepertinya dia memang sengaja membawa ku ke sini!" ,,, decak huilan sambil memutarkan pandangan'nya.
"Hah! tempat apa ini?" ,,, gumam'nya.
Dia melihat di sekeliling'nya ada begitu banyak lubang2 besar yang berbentuk huruf "V" dan letak masing² lubang itu tidak ber'aturan, huilanpun berjalan menghampiri salah satu bibir lubang untuk melihat-lihat dan ternyata kedalaman lubang² tersebut bisa mencapai 10 meter.
Tanah yang berada di dasar lubang adalah pasir tanah yang halus, sedangkan tanah yang ada di bibir lubang adalah pasir tanah yang kasar.
Tak lama xing-je pun berhasil menyusul huilan, tapi baru saja dia sampai xing-je langsung meraih tangan huilan lalu menarik'nya.
"Ka! ayo cepat tinggalkan tempat ini! pria berjubah tadi itu bukan orang baik, tapi kenapa kau terus mengejar'nya?!" ,,, tanya xing-je yang terdengar seperti sedang menggerutu sambil melangkahkan kaki'nya dan menarik tangan huilan.
"Hey! darimana kamu tau orang tadi bukan orang baik²?" ,,, tanya huilan sambil melangkah mengikuti xing-je.
"Huh! bagus sekali! sekarang kaka yang bertindak ceroboh, jelas2 tingkat kultivasi pria tadi berada jauh di atas kita, tapi kenapa dia harus lari, bukankan dari sana sudah terlihat jelas kalau dia punya niat lain!!" ,,, kata xing-je yang terdengar seperti mengomel tanpa menghentikan langkah'nya.
Tak lama mereka pun berhenti melangkah karna melihat ada sesuatu yang bergerak dari salah satu lubang yang membuat dinding tanah pasir itu bergerak turun ke dasar lubang, tak lama muncullah sebuah kepala botak sebesar kepala gajah lalu tepat di atas masing² ke 2 bola mata yang hitam legam terdapat 2 antena, dan mulut'nya seperti mulut laba², keseluruhan warna kepala tersebut berwarna abu2 memudar.
Xing-je sudah tau mahluk apa yang baru saja muncul dari dasar lubang, cepat2 dia kembali menarik tangan huilan untuk menjauh dari bibir lubang dengan exspresi wajah yang mulai panik, tapi huilan malah tidak mau pergi dan tetap berdiri di bibir lubang sambil mengucek-ngucek ke 2 mata'nya karna dia merasa penasaran.
"Hah! apa aku tidak salah lihat?! itukah wujud alien?!" ,,, kata huilan sambil mengkerutkan ke 2 alis'nya.
"Aduh ka! jangan banyak bicara ayo cepat kita harus lari!!" ,,, kata xing-je yang semakin cemas lalu kembali meraih tangan hilan dan menarik'nya cepat.
"Eeehh... tunggu!! tadi itu mahluk apa?" ,,, tanya huilan yang penasaran sambil melangkahkan kaki'nya mengikuti langkah xing-je.
Tapi xing-je tidak langsung menjawab rasa penasaran huilan, dia malah semakin mempercepat langkah'nya tanpa melepaskan tangan huilan, dia terus berjalan melewati beberapa lubang. Dan di saat yang bersama'an mahluk2 yang tinggal di setiap lubang mulai bermunculan dan mulai marayap naik ke atas karna mereka menyadari kehadiran huilan dan xing-je.
"Sial!! sudah kuduga pria berjubah tadi hanya memancing kita untuk masuk ke tanah lapang dan menjadikan kita makanan para monster tanah!" ,,, decak xing-je.
Huilan yang mendengar omelan xing-je dia kembali bertanya tanpa menghentikan langkah'nya.
"Xing-je, kau bilang apa tadi? monster tanah?!" ,,, tanya huilan semakin penasaran.
"Aduh ka! jangan banyak tanya, poko'nya jangan sampai kita tertangkap oleh monster² tanah itu!" ,,, kata xing-je dengan nada yang rusuh.
"APA! itu benar² monstet?! jadi kepala botak abu2 yang ngga kinclong itu monster, bukan alien?!!" ,,, teriak huilan yang terkejut dan langsung melepaskan tangan'nya dari genggaman xing-je lalu dia berlari mengimbangi kecepatan xing-je, kini huilan mulai merasa cemas karna monster yang mengejar mereka sudah lebih dari 10.
"AAA... aku tidak tau apa itu alien!! yang jelas jangan sampai kita tertangkap, kalau tertangkap kita akan di kubur hidup²!!" ,,, teriak xing-je.
"0o.. mungkinkah monster tadi sejenis cacing?!" ,,, tanya huilan yang penasaran dengan nada yang meninggi.
"BUKAN!" ,,, teriak xing-je dengan rusuh dan semakin mempercepat langkah'nya.
Sesekali huilan menoleh ke belakang untuk melihat monster² tersebut.
"Xing-je! apa mereka monster kura²?! tapi sejak kapan kura-kura hidup di dalam tanah? dan juga... KENAPA AKU TIDAK BISA MELIHAT KEPALA'NYA!" ,,, teriak huilan yang semakin penasaran.
"BUKAN!" ,,,
Lagi² xing-je menyangkal tebakan huilan.
__ADS_1
"Owh! atau mungkin sistem tubuh mereka seperti ikan kembung! kalau ketemu mahluk lain mereka akan langsung membulatkan tubuh'nya!" ,,, timpal huilan yang masih penasaran.
"BUKAN KA! LARI SAJA JANGAN BANYAK TANYA!!" ,,, xing-je mulai merasa kesal karna huilan terlalu banyak bertanya.
"Tapi aku ingin tau, karna kita seperti di kejar oleh bongkahan² bukit! mereka BULAT dan BESAR, tapi aku tidak bisa melihat dimana letak kepala'nya yang BOTAK dan memiliki 2 antena itu!!" ,,, kata huilan dengan nada yang meninggi dan tanpa menghentikan langkah'nya.
"Huhuhuhu... berhentilah bertanya! yang kaka lihat itu adalah bokong'nya, kepala'nya ada di belakang, mereka berjalan mundur untuk mengejar kita!" ,,, kata xing-je dengan nada yang meninggi.
"APA! berjalan mundur? memang'nya mereka punya kaca spion?! hebat sekali... mereka bisa mengejar kita dengan cara berjalan mundur!" ,,, timpal huilan.
"AAA CUKUP! aku tidak tau apa yang sedang kaka bicarakan! yang jelas mereka itu monster tanah sejenis SEMUT SINGA!" ,,, teriak xing-je.
"Aiiii... Semut Singa??? Woi kalau udah singa ya singa aja! ngga usah di tambahin semut'nya... kan jadi ngga serem nama monster'nya!" ,,, Huilan masih sempat mengkritik nama dari monster yang sedang mengejar'nya, padahal kalau tertangkap sudah pasti nyawa'nya akan ada dalam bahaya.
Mendengar ocehan huilan seperti itu, rasa'nya membuat xing-je ingin menagis, karna bukan saja dia harus mengeluarkan tenaga untuk berlari, tapi dia juga harus menambah tenaga'nya untuk menjawab pertanya'an² huilan yang menurut'nya itu konyol karna sebagian dari bahasa'nya tidak bisa dia mengerti, tak lama dia di kejutkan oleh teriakan huilan.
"AAAAHH...
Teriak huilan dia tergelincir lalu jatuh ke arah lubang.
"KAKA!" ,,, teriak xing-je yang langsung meraih tangan huilan dan berusaha menarik'nya kembali ke atas.
Namun sayang, monster yang tinggal di lubang tempat huilan terjatuh dan hampir merosot ke dasar lubang karna lubang tersebut berbentuk huruf "V" monster tersebut langsung menggigit salah satu kaki huilan dan menarik'nya agar terseret masuk ka dalam lubang.
"AAARRRHHH...
Huilan kembali berteriak, akhir'nya untuk beberapa saat terjadi aksi saling tarik menarik antara xing-je dan monster tanah, sedangkan pandangan huilan mulai berkunang-kunang. dan ternyata gigitan monster tanah semut singa itu beracun, kaki huilan yang di gigit mulai membiru sampai ke lutut.
Huilan tidak bisa melakukan perlawanan karna luka dalam yang sebelum'nya dia dapatkan belum sembuh sepenuh'nya, pandangan'nya kini mulai buram tapi xing-je masih tetap berusaha untuk menarik'nya naik.
"Xi.. xing-je! cepat lari... ja-jangan mempedulikan aku ... a-aku akan baik² saja" ,,, kata huilan dengan nada yang mulai melemah.
"Tidak! tidak! bagaimana mungkin aku meninggalkan mu! kau satu2nya orang yang aku punya, jadi jangan konyol, aku tidak akan parnah meninggalkanmu!" ,,, kata xing-je dengan nada yang meninggi dan air matanya mulai mengalir dari sudut mata.
Kesadaran huilan kini semakin berkurang.
"X..xing-je pa-patihlah padaku... a-apapun yang terjadi k-kamu harus masuk ke akademi!" ,,, suara huilan semakin melemah.
"Tidak bisa! kita akan masuk ke akademi bersama!" ,,, kata xing-je yang masih berusaha menarik huilan.
"Xing-je p-percayalaahh.. a-aku akan baik² saja! kaka j-janji k-kita pas.. ti bertemu la.. gi di akademi!" ,,, kata huilan dengan susah payah.
Lalu dengan sisa tenaga yang ada, huilan memetik 1 kelopak hiasan bunga sakura putih yang terpasang di rambut'nya, kemudian dia melemparkan 1 kelopak bunga tersebut ke arah belakang xing-je, setelah itu dia membuka segel formasi dengan 1 tangan'nya.
Tak lama 1 kelopak bunga sakura putih itu ter'urai di udara lalu membelah udara kosong, setelah itu terciptalah pintu teleportasi yang trasparan.
Tanpa bekata apa² lagi huilan langsung melepaskan genggaman tangan xing-je yang membuat huilan lagsung terseret oleh monster tanah.
"KAKA!!" ,,,
Di saat yang bersama'an huilan terseret monster, dia menciptakan pusaran angin kecil lalu melemparkan'nya ke arah xing-je, dan membuat xing-je terdorong masuk ke pintu teleportasi lalu menghilang bersama entah kemana, sedangkan huilan dia langsung tak sadarkan diri dalam keada'an masih di seret oleh monster tanah untuk masuk ke dalam tumpukan pasir tanah.
Tapi sebelum tubuh huilan sampai ke dasar lubang, tiba² bayangan pria berjubah hitam langsung melesat dan meluncurkan serangan.
WOOOSSHH...
Krak! Krak!
__ADS_1
Seketika tubuh monster itu langsung terbelah menjadi 2, sedangkan huilan dalam hitungan detik, tubuh'nya sudah berada di pangkuan pemuda berjubah hitam, yang ternyata dia tidak lain adalah tuan muda chu dan kini posisi dia sudah berada di tepi lubang.
Tatapan'nya terus memandang wajah huilan yang putih pucat dan bibir'nya sudah membiru karna racun dari monster tanah sudah menyebar ke seluruh tubuh, bahkan kuku jari²'nya pun ikut membiru.
"Tsk... sepertinya aku salah tebak! bagaimana mungkin seorang pemula seperti dia bisa membunuh beast monster dewa! untuk melawan monster tanah yang berada di tingkat 9 ke bawah saja... dia sudah hampir mati" ,,, gumam'nya pandangan'nya tidak pernah lepas dari wajah huilan.
Tak lama salah satu bawahan'nya pun datang menghampiri.
"Gao-tan bereskan semua monster yang sudah terpancing keluar!" ,,, perintah'nya.
Kemudian dia pun duduk di bibir lubang lalu menyuapkan obat penawar racun pada huilan.
"Baik tuan!" ,,, kata bawahan yang bernama gao-tanb lalu dia bersiul.
Tak lama belasan kultivator tahap pertengahan alam langit mulai berdatangan lalu membunuh setiap monster tanah yang masih berada di luar lubang.
Sambil menunggu para bawahan'nya membereskan monster tanah, gaotan kembali melaporkan tugas lain.
"Tuan muda! urusan di lembah batu 7 pilar sudah beres, tapi kami tidak menemukan petunjuk lain selain bekas pertarungan sengit!" ,,, kata gao-tan.
"0o.. kalau gitu perintahkan orang² kita yang tersebar di setiap kerajaan untuk mengawasi setiap pasar gelap, rumah pelelangan dan toko senjata roh. jika ada seseorang yang membawa kristal inti beast monster dewa, awasi dia dan segera laporkan ke istana!" ,,, kata tuan muda chu.
"Baik tuan! lalu tentang gadis tabib muda kami mendapat kesulitan untuk mendekati'nya! karna putra mahkota bailan sangat menjaga keselamatan gadis tabib itu, sampai2 dia mengutus banyak kultivator tingkat tinggi untuk melindungi'nya!" ,,, kata gao-tan.
"Dan sepertinya gadis tabib itu juga sudah keluar dari hutam ayakashi!" ,,, sambung'nya.
"Apa dia masih bersama dengan gadis yang bernama li chang-rhu?" ,,, tanya tuan muda chu.
"Benar tuan!" ,,, jawab gao-tan singkat.
"Kalau gitu dekati orang yang dekat dengan'nya dan berikan tawaran yang membuat'nya untung besar! jadi kita tidak perlu repot² menggunakan pedang sendiri untuk melenyapkan si gadis tabib itu, kita bisa mengunakan orang terdekat'nya untuk menjadi pedang kita!" ,,, kata tuan muda chu.
"Baik tuan! perintah akan segera di laksanakan!" ,,, kata gao-tan.
Setelah melihat warna biru di bibir dan kuku2 jari huilan sedikit berkurang, tuan muda chu pun langsung bangkit lalu mengeluarkan artefak terbang yang berbentuk pedang.
"Gao-tan, setelah urusan di sini selesai kembalilah dulu ke istana!" ,,, kata tuan muda chu.
"Baik tuan, aku mengerti!" ,,, jawaban gao-tan.
Setelah itu tuan muda chu pun naik ke pedang terbang'nya lalu melesat pergi membawa huilan yang masih tak sadarkan diri.
.
.
.
.
.
.
.
***Tbc.
__ADS_1