
***
Si ular terkejut karena baru kali ini ada manusia yang berani menyentuh kepalanya tepat di bagian titik merah, kemudian dia menyalurkan energi penyembuhan, dan aneh nya lagi dia baik2 saja karna biasanya sekali kulit menyentuh akan langsung melepuh.
Setelah anxia merasa si ular sudah membaik anxia pun kembali membuka matanya dan memutuskan energi penyembuhannya.
Si ular yang merasa dirinya sudah membaik tiba2 dia bergerak cepat mejauhi anxia.
Melihat si ular menjauh anxia hanya tersenyum lalu menolehkan pandangannya kesamping, lalu dia melihat ada sebuah batu disana anxia pun menghampiri batu itu dan duduk di atasnya, setelah duduk anxia mulai membuka suara.
"Bagaimana perasaan mu sekarang ???" Anxia bertanya pada sang ular yang masih menatapnya dari jauh dengan tatapan rumitnya, akan tetapi ibu ular itu tida menjawab pertanyaan anxia, dia malah bertanya hal lain.
"Kenapa ?? kenapa kau menolongku ?" ,,, ibu ular itu bertanya dengan ke 2 alis yang mengkerut.
"Kenapa ? tentu saja karna aku menginginkan sesuatu darimu" ,,,jawab anxia to the point tanpa basa-basi lagi.
Seketika ibu ular yang tadinya heran itu kini dia mendengus sedikit kesal, tadinya dia fikir bahwa gadis cantik yang ada di depannya itu berbeda dari yang lainnya
Tapi setelah mendengar jawaban seperti itu dia malah mengeluh.
"Hhhh... ternyata sama saja" keluhan si ibu ular dalam hatinya, kemidian si ibu ularpun kembali bicara.
"Huh ! jangan kira karna kamu telah memulihkan lukaku lalu aku mau melakukan kontrak darah denganmu hem! itu tidak akan" ,,, jawab si ibu ular dengan nada'nya yang sedikit kesal.
Anxia sudah menebak kalau si ibu ular pasti akan berkata seperti itu tapi anxia sudah menyiapakan jawaban lain, Anxia menarik nafas panjang lalu kembali bicara.
"Siapa bilang aku ingin membuat kontrak darah denganmu !" ,,, kata anxia sambil tersenyum.
Si ibu ular sedikit terkejut dengan jawaban anxia lalu dia kembali bertanya.
"Lalu apa yang kau inginkan dariku? dan apakah kau sadar dengan ucapan mu itu ?" ,,, kata si ular dengan nada'nya sedikit mengejek.
"Aku tau kau bukan hewan roh biasa, dan aku juga tau jika manusia menyentuh titik merah yang ada di kepalamu tanpa izin darimu akan menimbulkan luka bakar, tapi itu tidak akan mempengaruhiku, itu karna aku jauh lebih kuat darimu" ,,, kata anxia tegas.
"Huh! sudahlah jangan terus menyombongkan diri, cepat katakan apa yang kau inginkan?" ,,, tanya si ular sesikit ketus.
"Hmm... tidak banyak aku hanya mau kau meminta kedua anakmu untuk mencari seseorang dan menjaganya setelah menemukan meraka, dan aku tida akan memaksa kedua anakmu untuk melakukan kotrak darah, tapi jika anakmu menginginkan nya kau tida berhak ikut campur" ,,, kata anxia.
__ADS_1
Si ibu ular terlihat berfikir sejenak tak lama kemudian si ularpun menjawab.
"Baiklah jika hanya itu yang kau mau tapi mungkin kau harus menunggi dulu untuk beberapa tahun lagi" ,,, kata si ibu ilar.
"Kenapa begitu ? Apa kau punya masalah lain?" ,,, tanya anxia yang langsung mengkerutkan ke 2 alisnya.
"Kau tau aku bukan ular biasa akan tetapi kedua anakku baru saja menetas dari telurnya mereka belum bisa jadi hewan roh yang kuat, tapi jika kamu mau menunggunya mungkin di butuhkan beberapa puluh tahun kedepan" ,,,
"Hmm... jika hanya itu alasannya tidak masalah untuk ku, aku akan memberimu waktu 15 tahun untuk membimbing mereka menjadi hewan roh yang kuat" kata anxia.
"Huh... jangan bercanda untuk menjadi hewan roh tingkat awal saja membutuhkan meditasi rutin selama tujuh thn lebih lamanya, Tapi kau hanya memberiku waktu sesingkat itu! Aku kawatir tida bisa memenuhi keinginanmu" ,,, kata si ular dengan nada'nya sedikit mengejek.
"Bagaimana kalau aku bantu mereka sekarang untuk membangun kekuatan roh tahap awal, lalu selanjutnya aku akan memberikan beberapa inti batu roh untuk mempercepat pengumpulan kekuatan rohnya, aku rasa 15 thn itu waktu yang cukup" ,,, kata anxia sambil mengelus-elus dagunya.
Si ibu ular sedikit terkekeh dengan apa yang telah dia dengar dan itu membuatnya tertawa terbahak-bahak.
"Ppttt... bhahahahaha... yang benar saja, gadis kecil aku tida pernah mendengar ada metode seperti itu sebelumnya" ,,, jawab si ular yang terkekeh.
"Membantu Membangunkan tahap awal roh?? yang benar saja, membangunkan tahap awal roh harus di lakukan oleh diri sendiri tida peduli manusia ataupun hewan roh, dan juga gadis ini jika aku tidak salah tebak mungkin umurnya hanya sekitar 12 atau 13 thn saja, tapi memang harus aku akui aku tidak bisa merasakan aura rohnya, siapa dia sebenarnya?" batin si ular.
"Kau akan percaya setelah kau melihatnya sendiri" ,,, kata anxia lalu dia meletakan bunga tersebut di antara ke2 anak ular.
Kemudin anxia menggerakan tangan nya seperti sedang membuat sebuah segel mantra, si ibu ular tida berkomentar apa2 lagi dia hanya memperhatikan apa yang sedang anxia lakukan.
Selang beberapa saat, sebuah cahaya merah muda keluar dari bunga lotus lalu mengelilingi k2 anak ular itu, perlahan-lahan ke2 anak ular dan bunga itu melayang ke udara cahaya yang tadinya berputar-putar mulai di serap oleh tubuh ke2 anak ular itu hingga membuatnya seperti ganti kulit menjadi sedikit transparan.
Si ibu ular banar2 di buat tercengang oleh penampilan baru dari ke2 anak nya bukan hanya itu bahkan kekuatan roh tahap awal pun sudah terbentuk dengan sempurna.
Setelah selesai anxia tersenyum puas,
"Hmm... tidak sia-sia aku terus di paksa oleh ratu untuk mempelajari tehnik ini" ,,, batin anxia lalu dia menoleh pada si ibu ular.
"Lihat tida buruk kan ?" ,,, kata anxia tapi saat dia melihat si ibu ular anxia malah menjatuhkan rahang nya melihat tingkah si ibu ular yang sedang bercoleteh sendiri sambil mengeleng-gelengkan kepalanya dan mondar-mandir seperti sedang mencari jawaban.
"Ba-bagaimana dia melakukannya ?...Ini pasti mimpi... aku tidak percaya!" ,,, geritu si ibu ular yang tadinya mengeleng-gelengkan kepalanya kini dia berhenti, tapi kali ini dia mengangkat ekor nya dan menepuk kepalanya sendiri kalu kembali menggerutu.
__ADS_1
"Aduuuhh...kapan terakhir aku tidur? kapan terakhir aku makan? dan... asrrggghhhh... kenapa aku jadi bingung ????" ,,, gerutu si ibu ular yang terus mengusap-usap kepalanya dengan ekor, mungkin jika dia dalam bentu manusia dia sedang mengacak-acak rambutnya sendiri.
Anxia yang bengong melihat tingkah konyol si ibu ular sekarang dia menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.
"Hmm... apa aku sudah terlalu berlebihan ??" ,,, batin anxia. sedangkan ke2 anak ular itu hanya bengong milihat tingkah ibunya seperti itu.
Selang beberapa menit anxia pun berdehem, sontak si ibu ular itu berhenti becoleteh dan memperbaiki sikapnya, setelah itu si ibu ular setuju dengan apa yang di inginkan anxia dan akhir'nya mereka membuat sebuah perjanjian.
Setelah selesai anxia memberikan puluhan inti batu roh pada si ibu ular lalu anxia pun pamit untuk meneruskan perjalanannya, anxia keluar dari gua dan mengambil buah2han yang sudah dia dapat lalu pergi menuju perbatasan hutan larangan itu.
Anxia mengambil jalan menuju perbatasan yang arahnya ke kerajaan liang sedangkan di tempat lain Guan fey ying, yang membawa Xu hui ling pergi ke perbatasan kerajaan bailan.
Anxia terus melompat dari pohon satu ke pohon lainnya guna mempercepat perjalanan.
3 jam kemudian......
Setelah sampai di perbatasan anxia berhenti sejenak di atas pohon, kemudian dia meluruskan pandangan ke depan, di depan nya terbentang sebuah tanah lapang yang luas dan hanya di tempati oleh rumput2 yang sudah setinggi lutut
Dan itu adalah tanah tanda perbatasan hutan larangan.
Selang beberapa menit anxia memutarkan pandangannya dia melihat situasi di sana lalu anxia menyipitkan matanya ke arah tengah2 tanah lapang, di sana ada berdiri sebuah pohon besar dan rimbun yang membuat anxia tertarik untuk mendekat, akhirnya dia pun melompat turun dan memutuskan untuk berjalan di tanah lapang itu, Setelah sampai di tengah-tengah anxia menghentikan langkahnya, karna ada sesuatu telah menunggu kedatangan nya.
.
.
.
.
.
.
.
***Tbc
__ADS_1