
***
Hui-lan masuk kedalam dimensi untuk mengambil roh air kehidupan yang berada di kolam lantai 2 di castle.
"Em... aku tidak tau apa air ini juga bisa menyembuhkan penyakit si bibi atau tidak, tapi tidak ada salah'nya aku mencoba" ,,, kata hui-lan sambil memasukan air kehidupan ke dalam botol porcelain, setelah selesai hui-lan pun kembali turun ke lantai bawah dan ternyata dia sudah di tunggu oleh hakubi-xu sang pangeran rubah.
"Nona ada titipan dari ibuku... ambil ini" ,,, kata hakubi lalu menyerahkan sebuah buku.
"Apa ini?" ,,, tanya hui-lan.
"Ibu bilang ini adalah petunjuk untuk nona, isi'nya adalah cara-cara untuk mengendalikan kekuatan spiritual. karna ibu yakin nona juga memiliki kekuatan roh, dan di situ juga ada panduan untuk menyerap dan mengenali energi roh" ,,, penjelasan hakubi.
"Owh... terima kasih ini sangat membantu, tapi ngomong2 dimana ibu mu?" ,,, tanya hui-lan.
"Ibu bilang dia sedang mencoba membuat pintu dimensi untuk menghubungkan tempat ini dengan tempat kami" ,,, kata hakubi.
"Membuat pintu dimensi? apa ibu mu juga bisa membuat dimensi kecil seperti batu ruang atau cin-cin ruang??" ,,, tanya hui-lan.
"Aku tidak terlalu yakin karna dia baru saja naik tingkat level" ,,, jawab hakubi.
"Kalau gitu tolong tanyakan padanya apa bisa membuat benda yang aku minta, kalau bisa tolong buatkan beberapa untuk ku" ,,, kata hui-lan.
Hakubi pun mengangguk meng'iyakan perminta'an hui-lan, dan akhir'nya malam itu hui-lan tidak tidur di kamar yang sudah di sediakan oleh si bibi. dia lebih memilih untuk belajar berkultivasi, dan belajar mengendalikan beberapa teknik energi spiritual.
***
Sebelum matahari terbit hui-lan sudah keluar dari dalam dimensi'nya, dan secara diam2 dia mencampurkan roh air kehidupan ke dalam teko air yang biasa mereka gunakan. karna hui-lan berfikir bahwa roh air kehidupan tidak akan menimbulkan efek samping yang buruk, jadi dia berniat untuk membiarkan xing-je ikut minum.
Hari demi hari hui-lan menjalani'nya dengan normal, saat siang dia slalu mengikuti xing-je kemana pun dia pergi, dan di saat ada waktu senggang hui-lan mengajarkan beberapa teknik kungfu yang dia tau pada xing-je. dia juga mengenalkan xing-je pada pistol dan mengajari cara menggunakan nya, sedangkan malam hari. hui-lan slalu masuk ke dalam dimensi untuk meditasi dan belajar mengendalikan kekuatan mistik, dan juga belajar cara mengenal, merasakan energi roh sendiri atau energi roh orang lain.
Tidak terasa 1 minggu telah berlalu, hui-lan menghabishan hari2'nya bersama si bibi dan xing-je, begitupun dengan kondisi si bibi yang semakin membaik.
Pagi itu hui-lan sedang termenung di depan rumah xing-je. dia mengingat akan janji'nya pada xing-je kalau dia akan menambah lagi koin emas pada'nya, tapi saat ini dia hanya memiliki 10 koin emas. tak lama kemudian xing-je pun keluar sudah lengkap menggendong bakul herbal.
"Selamat pagi ka lan'er" ,,, sapa xing-je.
Hui-lan pun menjawab sambil tersenyum.
"Selamat pagi juga, o'ya xing-je seperti'nya aku tidak akan ikut dengan'mu ke bukit herbal, aku ingin pergi ke kota sebentar, ada sesuatu yang ingin aku lakukan" ,,, kata hui-lan.
"Em.. ng papa si, tapi apa kamu tau jalan'nya?" ,,, tanya xing-je.
"Tentang itu kamu tenang saja, kemarin aku sempat meminta peta kota ini pada salah satu teman mu" ,,, jawab hui-lan.
"Ya sudah terserah kaka, tapi kalau boleh kaka harus kembali sebelum matahari terbenam" ,,, kata xing-je.
__ADS_1
"Em.. aku mengerti, saat aku pulang aku akan membawa makanan yang enak2 dari kota" ,,, kata hui-lan.
"Baiklah hati2 ya ka!" ,,, pesan xing-je.
Akhir'nya merekapun pergi ke tempat tujuan'nya masing2 setelah mendapat izin dari si bibi.
Di perjalanan hui-lan menyewa gerobak sapi untuk sampai ke kota, sebenar'nya hui-lan tidak mau menaiki'nya tapi sayang 'nya tidak ada kendara'an lain selain gerobak sapi.
Meskipun begitu hui-lan masih tetap bisa menikmati pemandangan yang dia lalui dan masih alami, hui-lan senyum2 sendiri setelah mendapatkan goncangan2 akibat gerobak yang dia tumpangi melewati jalan yang tidak rata.
"Ppptttt... hehehe... haish.. aku adalah seorang putri dari presdir Gu, pemilik perusaha'an terbesar se'asia, akan mengalami hal yang menyenangkan saat menaiki gerobak sapi hahaha..." ,,, gumam hui-lan yang di akhiri dengan tertawa riang.
Lalu dia pun merebahkan tubuh'nya di atas tumpukan jerami yang sudah kering, dan pandangan menatap langit.
"Huffttt... meskipun begitu aku akan tetap menikmati petualangan baruku ini" ,,, gumam'nya.
Lalu dia tersenyum karna melihat butiran2 air yang membeku melayang di ujung jari-jati tangan'nya, kali ini dia benar2 merasa telah terbebas. dia akan memulai journey baru nya tanpa merasa terbebani oleh pengawasan dari para bodyguard, yang selalu mengikuti kemanapun dia pergi saat dia masih berada di dunia modern, di tambah lagi sekarang dia memiliki kekuatan super natural yang membuat'nya merasa semakin aman, sayang'nya dia belum tau apa yang sedang menanti'nya.
Tak lama kemudian hui-lan pun di kejutkan oleh suara panggilan dari pak kusir sapi.
"Nona kita sudah sampai di kota, nona ingin pergi kemana?" ,,, tanya'nya.
"Emm.. aku ingin pergi ke tempat prajurit bayaran untuk mengambil misi" ,,, jawab hui-lan.
"Owh... nona ingin mengambil misi rupa'nya, baiklah tempat itu tidak terlalu jauh lagi dari sini" ,,, kata pak kusir yang langsung kembali menjalankan gerobak sapi'nya.
Sesampai'nya di tempat tujuan, hui-lan pun turun dan memberikan 2 koin emas pada pak kusir. tentu saja pak kusir menerima'nya dengan senang hati, karna 1 koin emas saja sudah cukup mengantar penumpang pulang dan pergi.
"Nona, kapan nona akan kembali ke desa? jika nona membutuhkan tumpangan lagi saya akan menunggu nona di gerbang masuk ke kota!" ,,, kata sang kusir.
"Terima kasih pak kusir, tapi aku belum tau kepastian'nya. jadi jika sore hari saya tidak datang pak kusir kembalilah terlebih dulu, tidak perlu menunggu" ,,, kata hui-lan.
"Baiklah tidak masalah",,, kata sang kusir singkat, kemudian dia pun pergi meninggalkan hui-lan.
*-*
Hui-lan pun masuk ke dalam untuk mengambil misi bayaran, dan seperti biasa kedatangan'nya menjadi pusat perhatian. karna pakaian yang dia kenakan termasuk pakaian mewah.
"Wah.. apa gadis itu tidak salah masuk? ini tempat prajurit bayaran untuk mengambil misi, kenapa seorang putri bangsawan datang ke tempat seperti ini secara terang2ngan?!" ,,,
"Benar, apa dia datang kesini hanya untuk pamer!" ,,,
"Dan sepertinya dia hanyalah gadis bangsawan biasa yang ingin memperlihatlan kekaya'an, aku bahkan tidak bisa merasakan ada'nya kekuatan roh dalam diri gadis itu" ,,,
Itulah tanggapan2 dari para prajurit bayaran yang melihat kedatangan hui-lan, tapi hui-lan sendiri malah cuek dan acuh, dia tidak mempedulikan tanggapan2 mereka.
__ADS_1
Tak lama kemudian hui-lan pun sampai di counter pengambilan misi, sambil melihat2 papan misi yang akan dia pilih nanti sambil mengetuk-ngetuk dagu'nya.
"Hmm... Misi D mengumpulkan tanaman karnivora -1 tanaman di hargai 20 koin emas, Misi C mengumpulkan kalajengking salju -1 kalajengking salju di hargai 50 koin emas, Misi B mengambil tanduk kristal srigala -1 tanduk kristal hijau di hargai 100 koin emas, sedangkan kristal ungu 200 koin emas. Misi A Mencari bunga angrek darah bulan salju -1 tangkai di hargai 1500 koin emas!!" ,,, gumam hui-lan yang membaca papan misi.
"Hah!!🤔 sejak kapan srigala punya tanduk ??!.. " ,,, hui-lan berfikir keras seperti orang bodoh.
"Ooo... 😱😱😱 apa mungakin semenjak rimuru tempest jadi kepala suku goblin!!😅 xixixixi... yang benar saja🤣🤣" ,,, hui-lan menggerutu sendiri sambil cekikikan.
Walau pun tingkah hui-lan seperti itu, tapi fikiran'nya sedang bertanya-tanya pada hakubi, untuk memilih misi apa yang bisa dia ambil. kemudian dia pun berhenti senyum-senyum sendiri, karna tiba2 seorang pemuda pemberi misi datang menghampiri'nya.
"Nona, apa kamu yakin ingin mengambil misi dari papan yang ini?" ,,, tanya'nya.
"Ia benar, apa ada masalah?" ,,, tanya hui-lan.
"Em.. maaf nona, tapi misi yang di sini khusus untuk para kultivator yang sudah menginjak tingkat alam langit, karna misi2 yang ada di papan ini adalah misi yang berbahaya. jadi aku sarankan nona kecil ambil saja misi yang ada di papan sebrang sana saja" ,,, pemuda itu menunjukan ke sebrang meja'nya.
Pandangan hui-lan pun mengikuti arah yang di tunjukan oleh si pemuda pemberi misi.
"Di sana adalah misi yang bisa di ambil oleh siapa pun termasuk orang biasa, dan bayaran'nya juga lumayan yaitu koin perak" ,,, kata si pemuda pemberi misi.
"Terima kasih kak sudah mengingat'kan ku, tapi aku akan tetap mengambil misi dari papan ini, dan misi yang mau aku ambil adalah misi B. dan kamu juga tidak perlu hawatir jika terjadi sesuatu padaku, itu tidak akan ada sangkut paut'nya dengan tempat ini" ,,, kata hui-lan tegas.
"Tapi nona..." ,,,
"Biarkan saja dia mengambil misi yang sudah dia pilih, mungkin gadis kecil ini sudah punya persiapan.. benarkan nona kecil?!" ,,, kata seorang pria dari balik ruangan memotong ucapan bawahan'nya.
"Benar, terima kasih untuk kebijaksana'an nya" ,,, kata hui-lan, dia pun tersenyum manis di balik topeng'nya.
"Um.. baiklah! ini token misi'nya" ,,, kata si pemuda pemberi misi sambil menyerahkan token yang memiliki tulisan Misi B, hui-lan pun menerima'nya sambil tersenyum.
"Terima kasih" ,,, kata hui-lan singkat, setelah itu huilan pun pergi meninggalkan tempat itu dan langsung menuju ke hutan salju merah, karna kebetulan semua peta misi'nya hampir ada di sana.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
***Tbc