
***
Setelah snow membuka kantung itu tiba2 3 buah kristal yang ada di dalam nya melesat keluar dan melayang ke arah bunga teratai kemudian melayang di atasnya 1 bunga teratai satu buah kristal.
Ilustrasi gambar👇👇
Kemudian di saat yang bersamaan ke 3 kristal itu bercahaya dan membuat permukaan air di sekitar sedikit berombak seperti terdorong oleh angin. Seketika ruangan itu di penuhi oleh energi mistik tapi yang snow rasakan dia seperti di tekan oleh sesuatu hal yang belum dia ketahui.
Snow kembali di kejutkan oleh lebam2 yang ada di tubuhnya tiba2 menghilang ter utama luka sayatan di telapak tangan nya yang begitu nyata itu menutup perlahan-lahan tapi menurut snow itu terbilang cepat.
"I...ini... sungguhan ??!" kata snow, dia sedikit tida percaya kemudian mengecek seluruh lebam di tubuhnya, dan dia benar2 sembuh total tida hanya itu snow juga merasa tubuhnya semakin ringan, merasa berendam di kolam itu tubuhnya jadi semakin membaik snow tida langsung naik untuk beberapa menit.
10 Menit kemudian snow pun mengakhiri acara berendamnya dan berniat untuk keluar dari air. dia pun menapak kan telapak tangan nya ke lantai lalu mengambil ancang2 untuk melompat dari kolam tapi tiba2,
Syiuuuttttt,,,,
Bugh,,,,
Tubuh snow terlempar ke depan dan menabrak dinding.
"Ouucchhh,,,, adududuh,,, sial apa yang terjadi" ,,, Snow mengeluh sambil mengusap-usap keningnya yang sudah memar akibat tercium dinding😅
"Huh,,, padahal aku hanya menggunakan sedikit tenaga, tapi kenapa harus terlempar sejauh ini" ,,, ocehan snow dan langsung merangkak kembali ke sisi kolam. kemudian dia menungging dan memasukan kepalanya ke dalam kolam. selang beberapa saat snow kembali duduk dan memarnya pun sudah hilang.
"Hufft,,, sungguh melelahkan, sekarang aku harus cari cara untuk keluar dari tempat ini, tapi sebelum itu aku harus memastikan sesuatu" ,,, setelah berkata demikian snow melangkah pergi kembali ke lantai bawah. Sebenarnya masih ada banyak lantai yang belum dia lihat tapi snow teringat bahwa dia harus menghadiri acara pemakaman kake dan neneknya, untuk masalah tempat ini snow akan kembali nanti saat dia punya waktu luang. Snow menuruni tangga dengan normal setelah sampai di bawah snow berdiri di tengah2 ruangan sambil memperhatikan 9 kotak kosong itu.
"Hmm,,, aku akan bertaruh",,, batin snow. Kemudian snow melemparkan kantung hitam nua kearah salah satu kotak itu, dan benar saja kantung itu langsung masuk dan melayang di dalamnya.
"Hmm,, sebenarnya aku tida ingin percaya dengan apa yang sedang terjadi, tapi aku tida bisa membohongi diri sendiri bahwa ini benar2 tempat dimensi.... Sebenarnya aku memiliki latar belakang seperti apa??",,, ucap snow kemudian dia mengikuti instingnya.
"Percaya tida percaya, tapi ini nyata" ,,, setelah berkata demikian dia langsung menutup matanya, dan saat dia kembali membuka matanya dia sudah berada di kamarnya sendiri.
Snow cukup terkejut melihat kondisi kamarnya yang sudah seperti kapal pecah tapi dia juga merasa senang karna dia memiliki sesuatu yang istimewa. Tanpa berfikir panjang lagi dia langsung mengumpulkan benda2 kesayangan dan benda2 yang slalu dia butuhkan, lalu menyimpan nya di ruang dimensi tida lupa hadiah dari nenenya juga liontin yin-yang nya di simpan di dimensinya.
Setelah itu snowpun langsung membersihkan diri dan barganti pakaian serba hitam untuk menghadiri acara pemakaman.
__ADS_1
Snow pun keluar dan meminta beberapa pelayan untuk untuk membuang barang2 yang sudah berserakan di lantai kamarnya. kemudian dia langsung pergi ke tempat pemakaman dengan mengendarai mobilnya sendiri.
Sepanjang perjalanan snow terus di sibukan dengan beberapa panggilan untuk menyusun rencana selanjutnya.
20 menit kemudian.
Snow pun sampai di tempat tujuan dan langsung mengikui acara pemakaman tanpa ada halangan.
2 jam berlalu...... pemakaman pun selesai dan hari sudah semakin larut, kemudian mereka pulang ke villa gu moran termasuk yu muyan dan lin che.
Setelah sampai di villa, semua benda2 yang hancur sudah di singkirkan dan di ganti dengan yang baru.
Ada beberapa keluarga besar gu di villa dan mungkin mereka akan menginap untuk beberapa hari ke depan.
Malam ini semua keluarga besar sedang berkumpul di ruang tamu kecuali Yu muyan dan snow mereka sedang jalan2 di taman yang ada di belakang villa.
Snow pun duduk di kursi panjang yang di ikuti oleh Muyan. kemudian snow menyenderkan punggung nya ke kursi dan mendongakan kepalanya ke langit untuk menerawang bintang2 yang bertaburan di sana. Tida bisa di pungkiri bahwa dia masih sedih atas kepergian 2 orang tua itu ta terasa air mata pun kembali membendung. Muyan menyadari kesedihan snow lalu dia menarik nya kedalam pelukan Muyan.
Tentu snow terkejut dan langsung protes.
"Hei..." ucapan snow terhenti karna Muyan memasukan 1 biji permen yupi ke dalam mulut snow.
"Emm",,, snow hanya berdehem. kemudian Muyan menyuapi sepotong coklat. "Manis?" ,,, tanya nya lagi.
"Emm iya" ,,, jawab snow singkat. lalu Muyan ingin menyuapi lagi gula2 tapi kali ini snow menghentikan nya.
"Hei... aku bukan anak kecil kenapa kamu terus memberiku manis2an?? ,,, protes snow, Untuk beberapa saat Muyan tida menjawab apapun tapi dia malah semakin meng'eratkan pelukan nya yang membuat snow semakin bingung dengan sikap Muyan, kemudian Muyan menarik nafas panjang lalu mulai bicara.
"Snow apa kamu tau manis itu seperti kebahagia'an, Setiap mahluk hidup pasti akan bertemu dengan manisnya kehidupan dan rasa manis itu sama seperti gula2 yang baru saja kamu makan, Setelah permen pertama habis, maka rasa manisnya tida akan terasa lagi dan hanya meninggalkan kenangan, tapi bukan berarti itu adalah rasa manis yang terakhir, masih ada rasa manis lain nya lagi. Sama seperti kehidupan tida akan selamanya manis, tapi bukan berarti tida ada rasa manis lagi" ,,, ucapan muyan yang Membuat snow semakin tenggelam di pelukan nya.
"Tapi kenapa harus kake dan nene, ini terlalu cepat" ,,, keluh snow dengan nada sedih nya.
"Itu hal biasa, Setiap ada kehidupan pasti ada kematian, setiap ada pertemuan pasti ada perpisahan, Waktu yang mempertemukan tapi waktu juga yang memisahkan, dan kejadian kemarin mungkin itu sudah waktunya untuk kalian berpisah jadi kamu harus kuat" ,,, kata Muyan.
"Hum!! ,,, kaka yu kamu sudah seperti orang tua" Snow sedikit meledek sambil melepaskan dirinya dari pelukan Muyan.
"Apa katamu seperti orang tua ??" ,,, kata Muyan dengan sedikit kesal.
__ADS_1
"Yupss,," jawab snow singkat.
"Apaaa kamu bilaanngg sekali lagi😡😡" tanya muyan dengan tangan yang sudah mulai mendekat ke daun telinga snow.
"Ttuuhh kan kamu benar2 seperti orang tua,,, padahal aku baru saja bilang 10 detik yang lalu tapi sudah lupa hum!!" ,,, kata snow sambil menyilangkan tangannya di atas perut dengan pandangan yang di lemparkan ke arah lain. Muyan sedikit geram mendengar ucapan snow, dan langsung memutarkan tubuh snow untuk menghadap nya kemudian dia mulai mencubit ke 2 pipi snow sambil mengoceh.
"Dengar ya aku tida tua, kata2 barusan itu adalah kejeniusan ku jadi jangan panggil aku tua oke!" ,,, gerutu muyan sambil menggoyang-goyang kan wajah snow. Snow tida terima di perlakukan seperti itu kemudian dia membalas nya dengan mengacak-acak rambut muyan.
"Huuuu,,, beraninya kamu mencubit wajah ku sakit tauuuu!!!" ,,, ocehan snow. merekapun saling menyerang untuk beberapa menit, tanpa mereka sadari sepasang kekasih sedang mentertawakan tingkah mereka ber2 dari balkon lantai atas. Beberapa menit kemudian merekapun berhenti saling menyerang Snow langsung menungkup ke2 pipinya yang sedikit terasa panas sedangkan muyan merapihkan rambutnya, kemudian dia menoleh pada snow dia langsung tertawa sambil mengeluarkan ponselnya yang sedang meng'aktifkan kamera depan.
"Bhahahaha,,,, lihat ke 2 pipi mu merah seperti kepiting rebus" ,,, ejek muyan lalu kembali tertawa.
Snow pun tida mau kalah dia pun mengambil ponselnya dan melakukan hal yang sama seperti muyan.
"Hehehe,,,, lihat rambutmu juga sudah seperti kapal pecah" ,,, Snow membalas ejekan muyan. dan akhirnya mereka tertawa bersama, snow merasa terhibur oleh kehadiran muyan.
Muyan menghentikan tawanya dia langsung memperhatikan snow yang masih tertawa.
"Snow mungkin kamu adalah rasa manis dari kehidupan ku, aku akan menunggumu sampai kamu tumbuh menjadi dewasa" ,,, kata2 muyan berhasil menghentikan tawa snow dan langsung menatap Muyan dengan kebingungan, Muyan tersenyum manis melihat exspresi snow seperti itu. lalu perlahan-lahan wajah muyan mendekat pada wajah snow
Snow merasa sidikit tida nyaman dengan apa yang di lakukan oleh muyan, Perlahan-lahan snow pun mulai mundur menjauhkan wajahnya, tapi aksinya tertahan oleh tangan kursi jadi snow pun menyondongkan tubuhnya ke belakang.
Muyan tida berhenti mendekat melihat snow yang ber'usaha menghindar
snow sudah tida bisa bergerak lagi wajah mereka semakin merapat.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.