
***
Ke'esokan malam'nya...
Di penjara bawah tanah yang ada di bagian barat dan tempat'nya masih berada di wilayah keraja'an lembah.
Terlihat seorang gadis bercadar hitam serta pakaian serba hitam list ungu, dengan rambut hitam plus panjang di ikat tinggi menggunakan gelang rambut berwarna emas kehitaman dan tali ungu sebagai hiasan tambahan.
Dan gadis bercadar ini tidak lain dia adalah huilan
Ilustrasi penampilan Xu huilan☝️☝️☝️
Huilan sedang berjalan santai di koridor yang menuju ke ruang penjara bawah tanah sambil memperhatikan lukisan 2 orang pria yang harus dia temukan, dan lukisan 2 orang pria itu mereka adalah teman yui dan ruge.
Setelah dia cukup ingat dengan wajah 2 orang teman yui, huilan pun kembali menggulung lukisan tersebut lalu menyimpan'nya.
Beberapa menit kemudian, huilan pun sampai di 1 ruangan yang sangat besar dan penjara bawah tanah kali ini bukan lagi sebuah goa.
Di ruangan yang besar ini terlihat sedikit gelap karna hanya di terangi oleh beberapa obor api saja, bau tidak enak serta udara yang lembab mulai mengganggu indra penciuman huilan, dan di ruangan besar ini terdapat beberapa ruang jeruji besi berbaris di kiri dan kanan.
Dan di setiap jeruji besi ada sekitar 7 dan 8 orang tawanan, mulai dari anak-anak, orang dewasa, dan orang tua. tidak laki-laki atau perempuan, semua'nya dalam keada'an tidak baik, pakaian kelabu yang mereka kenakan semua'nya sudah kumuh dan compang-camping.
Dan di sekujur tubuh masing-masing tawanan di penuhi oleh luka cambuk dan memar bekas pukulan benda tumpul, tidak anak kecil atau pun orang tua, semuanya mendapat siksa'an termasuk wanita hamil.
Huilan terus sambil menoleh ke kiri dan ke kanan mencoba mengamati para tawanan, sedangkan para tawanan sendiri mereka mulai merangkak menghampiri pintu jeruji besi dengan pandangan masing-masing terus memperhatikan huilan.
tak lama huilan menghentikan langkah'nya lalu menoleh ke arah kanan karna ada seorang wanita hamil meminta tolong dengan nada yang lemah.
"To-tolooonghh... t-toloonghh... a-aiirhh... aiiirrhh..." kata si wanita sambil mengulurkan tangan kanan'nya ke arah huilan.
Huilan pun bergegas menghampiri lalu menekuk 1 lutut'nya sampai menyentuh lantai sambil menyodorkan sebotol kendi air, dengan tangan yang gemetar si wanita hamil itu meraih botol minum dari huilan, kemudian segera meminum'nya dengan rakus seperti tidak mendapat minum selama 2 hari penuh.
Setelah dia menghabiskan air di dalam botol, wajah si wanita itu kembali segar dan menampilkan exspresi terkejut. walaupun di tubuh'nya masih ada banyak lebam dan bekas cambuk, tapi rasa sakit yang dia rasakan sudah tidak terasa lagi.
"Eh?!! air ini..."
"Ssssttt...
Huilan langsung meminta'nya untuk tidak banyak bertanya, si wanita hamil itupun langsung menurut kemudian dia mengucapkan terima kasih.
"Saya tidak tau siapa anda, tapi untuk yang barusan, saya sangat berterima kasih" ucap'nya
Huilan hanya menganggukan kepala'nya dengan pandangan terus memperhatikan perut si wanita, Si wanita langsung mengerti arti dari tatapan huilan. jadi dia pun ber'inisiatif untuk menjelaskan kisah'nya.
"Namaku Wanrong, ber'asal dari keraja'an mao-hong, aku punya suami bernama Mo-sheng, dia seorang pengrajin besi yang handal... 3 bulan yang lalu suamiku memberi tau ku kalau bengkel besi'nya di datangi oleh sekelompok orang misterius, lalu mereka mengajak suaimuku untuk bekerjasama memproduksi banyak senjata perang, tapi suamiku menolak perminta'an mereka karna saat itu suamiku sedang mendapat pesanan dari raja mao-hong, sekelompok orang misterius itu pun pergi tanpa mengatakan apa-apa...
Awal'nya kami fikir itu bukan masalah besar, tapi 1 bulan kemudian orang-orang misteri itu mendatangi langsung ke rumahku di saat saat suamiku sedang keluar dan tanpa memberi penjelasan apa-apa, mereka langsung membantai seluruh keluargaku kemudian menangkap ku dan menjadikan ku sebagai sandra agar suamiku mau bekerja untuk mereka... Dan pada saat aku di tangkap, waktu itu aku sedang mengandung 7 bulan lalu aku di kurung di tempat mengerikan ini sudah hampir 2 bulan... dan aku hawatir kalau sebentar lagi aku akan melahirkan..." wanrong menghentikan ucapan'nya lalu dia meraih ke 2 tangan huilan dan menggenggam'nya dengan erat kemudian kembali bicara.
"Nona muda bolehkah aku meminta tolong padamu? jika aku memang harus melahirkan di sini, aku ingin kau membawa anakku pergi... karna ini adalah anak pertama kami, jadi kami sangat ingin anak pertama kami ini tetap hidup!" kata wanrong dengan air mata yang mulai bercucuran.
Pastinya huilan tidak tega untuk menolak, tapi dia juga bingung harus bagaimana menolong'nya.
"Nyonya, aku sangat ingin sekali menolongmu, dan menolong semua orang yang ada di sini!" kata huilan sambil memutarkan pandangan'nya melihat para tawanan yang lain, dan mereka juga sedang memperhatikan huilan.
"Tapi masalah'nya di sini aku juga seorang tawanan, hanya saja salah satu pemimpin tempat ini, dia sedikit menyukaiku! karna itulah aku di beri sedikit kebebasan... jadi, aku tidak tau bagaimana cara untuk menolong kalian!" kata huilan dengan nada yang menyesal.
Wanrong langsung terlihat lesu, tapi tak lama 1 tawanan kake-kake yang ada di sebelah kiri, dia melontarkan pertanya'an.
__ADS_1
"Nona muda, jika ada cara untuk menolong kami, apa kau bersedia untuk menolong?" tanya si kake.
"Iya benar, apa kau bersedia?" sambung tawanan yang ada di sebelah'nya.
Huilan pun langsung menoleh sambil menjawab.
"Tentu, aku sangat bersedia! karna sebenarnya aku sengaja terus menyelinap untuk mencari tau seluk bekuk tempat ini, dan mencari cara bagaimana harus menghadapi mereka!" kata huilan.
"Selain itu, aku kesini juga sedang mencari ke 2 rekanku yang lain" sambung'nya.
"Begitu rupa'nya, kalau gitu kemarilah, aku ingin menunjukan sesuatu padamu!" pinta si kake.
Huilan pun melepaskan ke 2 tangan wanrong yang masih menggenggam tangan'nya, lalu dia bangkit menghampiri si kake yang sedang duduk menyandar ke jeruji besi dekat pintu.
Kemudian huilan pun berlutut di dekat si kake dengan ke 2 alis yang mengkerut karna melihat ke 2 kaki si kake di ikat oleh rantai, lalu tanpa membuang-buang waktu lagi si kake pun mengambil sesuatu dari balik lengan baju'nya kemudian memperlihatkan'nya pada huilan.
"Itu... ular hijau?!" kata huilan sambil memperhatikan ular hijau sebesar jari kelingking yang melingkarkan tubuh'nya di telapak tangan si kake, tapi ular itu tidak bergerak.
"Benar, nama'nya motao. dia adalah binatang roh ular hijau tingkat 5, walaupun aku tidak memiliki kontrak darah dengan'nya, tapi dia selalu menuruti semua kata-kata ku. Motao selalu berada di sampingku kemana pun aku pergi, dan dia itu sudah seperti mata ke 3 bagiku... dan saat aku di tangkap oleh orang-orang misterius, motao sangat berusaha keras untuk menyelamatkan ku. namun karna dia terlalu lemah jadi akhirnya dia terluka!" cerita si kake.
"Kenapa mereka menangkap mu ke ??" tanya huilan.
"Karna aku seorang alkemis, mereka menangkap ku untuk membuat banyak pil dengan kualitas yang tinggi... lalu di saat ada kesempatan, secara diam-diam aku membuat obat untuk menyembuhkan motao, dan 2 minggu yang lalu motao berhasil pulih sepenuh'nya. kemudian aku meminta'nya untuk mencari celah agar bisa melarikan diri, dan akhir'nya motao berhasil menemukan 1 jalan rahasia yang bisa membawa kita langsung keluar dari tempat terkutuk ini. namun sayang'nya sebelum motao memberi tau dimana letak jalan rahasia itu, dia sudah tidak sadarkan diri!" kata si kake dengan sedih.
"Apa yang terjadi pada motao?" tanya huilan.
"Dia terkena racun yang mematikan!" jawab si kake singkat.
"Hah?!" huilan langsung terkejut.
"Tapi bukankah ular hijau juga memiliki racun? kenapa dia bisa keracunan?" tanya huilan.
"Kabut beracun yang bisa melukai roh ya..." huilan mengulang ucapan si kake sambil membulatkan kepalan tangan'nya.
"Pantas saja orang-orang yang sudah berhasil melewati tembok besar itu tidak ada 1 pun yang kembali dalam keada'an hidup." kata huilan.
Para tawanan yang ada di sana ikut murung seperti huilan.
"Tapi nona muda, jika kau bisa mencarikan beberapa tanaman obat untuk menyembuhkan motao, mungkin kita bisa punya kesempatan untuk melarikan diri dari sini tanpa harus melewati hutan berkabut!" kata si kake.
Huilan dan para tawanan lain langsung tersenyum, karna mengetahui kalau mereka masih punya harapan untuk melarikan diri dengan selamat.
Kemudian huilan pun mengangkat telapak tangan kanan'nya, selang beberapa detik muncullah 1 botol porcelain kecil berwarna putih dari udara kosong dan melayang tepat di atas telapak tangan kanan'nya, lalu huilan pun membuka tutup botol tersebut dan memberikan'nya pada si kake sambil bicara.
"kake, berikan air ini pada motao!" pinta huilan.
Si keke pun menerima botol tersebut sambil bertanya.
"Ini apa?" tanya'nya yang langsung mengendus isi dari botol porcelain itu.
"Em... aku juga kurang tau pasti, yang jelas itu sejenis air suci yang bisa menyembuhkan berbagai macam luka, tapi bagi mahluk yang memiliki hubungan erat dengan ras iblis, itu akan ber'efek sebalik'nya" kata huilan.
Si kake langsung menampilkan exspresi terkejut di wajah'nya.
"Ini air yin?!" batin si kake.
Lalu tanpa banyak bertanya lagi si kake pun langsung meminumkan air tersebut ke motao, selang beberapa detik tubuh ular hijau itu memancarkan cahaya terang lalu perlahan ke 2 mata'nya terbuka dan langsung mengangkat kepela'nya lalu menoleh ke kiri dan ke kanan.
"Eh?! Master... aku sudah merasa lebih baik?!..." ucap motao yang masih sedikit bingung.
__ADS_1
Melihat motao siuman semua tawanan di sana langsung tersenyum senang.
"Syukurlah kau sudah sadar dan sembuh!" ucap si kake lalu dia menatap huilan dan berterima kasih.
"Dari dalam lubuk hatiku yang paling dalam, aku benar-benar sangat berterima kasih nona muda!" ucap'nya
Huilan hanya menganggukan kepala sambil tersenyum. sedangkan si kake, dia langsung bermonologi dalam hati.
"Motao terluka parah sampai roh'nya ikut terkikis dan mungkin dia sudah tidak punya harapan lagi untuk bisa sembuh seperti sedia kala... awal'nya aku ingin meminta tolong pada gadis ini untuk mencarikan tanaman obat yang bisa membuat motao mendapat sedikit kesadaran agar bisa memberi petunjuk dimana letak jalan rahasia itu, tapi tak di sangka gadis ini memiliki air yin yang sangat langka..." kata hati si kake.
"Tidak, ini tidak benar... air yin memang memiliki kemampuan untuk menyembukan roh yang terluka, tapi itu tidak secepat ini! paling cepat itu minimal 3 atau sampai 7 hari, itupun harus di rendam penuh sampai ke seluruh tubuh" kata hati si kake.
Lalu dia pun kembali melontarkan pertanya'an pada huilan.
"Nona muda, kalau boleh tau dari mana kau mendapatkan air suci ini?" tanya si kake.
Seketika huilan langsung menggaruk-garuk kepala'nya yang tidak gatal dan terlihat bingung harus menjawab apa.
"Emm... itu.. aku juga tidak terlalu mengerti, aku mendapatkan'nya secara tidak sengaja di suatu tempat!" kata huilan setengah berbohong.
Mendengar jawaban seperti itu si kake langsung mengkererutkan ke 2 alis'nya dan bermonologi dalam hati.
"Tidak sengaja? sejenis air yin ke atas itu bukan sesuatu yang bisa di dapatkan dengan tidak sengaja... bahkan di kalesial pun tidak mudah untuk menemukan'nya, apalagi di dunia bawah... Sebenarnya identitas apa yang di miliki oleg gadis ini?" batin si kake.
"Baiklah, aku tidak akan bertanya lagi!" ucap si kake. lalu dia menoleh pada motao dan bertanya.
"Motao, sebelum kau pingsan kau bilang kau telah menemukan jalan rahasia, apa kau masih mengingat di mana letak'nya?" tanya'nya.
Motao pun merespon cepat dan mulai memberi tau apa yang dia temukan.
"Benar master, saat master memintaku untuk menyelidiki tempat ini, secara tidak sengaja aku terjatuh ke dalam sumur yang sudah kering, kira-kira dalam'nya ada sekitar 10 meter. dan di dalam sumur itu aku menemukan 1 lubang yang hanya bisa di lewati oleh tubuh kecil ku, dan setelah aku cek ternyata lubang kecil itu terhubung dengan terowongan air bawah tanah, dan besar terowongan itu bisa di lewati oleh 2 orang secara bersama'an! awal'nya aku fikir itu lubang ular yang sudah di tinggalkan, tapi setelah di telusuri terowongan itu membawaku keluar dari lembah berkabut. dan aku ingat kalau lembah berkabut itu adalah lembah yang terahir yang aku lihat saat di bawa oleh orang-orang misterius itu!" kata motao.
"Lalu bagaimana kau bisa sampai keracunan?" tanya si kake.
"Aku mencoba turun ke lembah berkabut untuk mengecek dan tak pernah menyangka ternyata itu adalah kabut beracun, dan sayang'nya saat aku menyadari racun itu sudah meresap masuk ke tubuhku! beruntung aku belum masuk terlalu dalam, jadi aku masih punya tenaga untuk kembali!" kata motao.
Huilan yang sedari tadi mendengarkan, kini ikut bertanya.
"Motao, sekarang kita tidak punya banyak waktu untuk mengobrol lagi. jadi bisakah kau segera beritau kami dimana letak sumur kering yang kau maksud?" tanyanya.
Motao pun menoleh pada huilan dan menjawab tanpa ragu.
"Sumur kering itu tepat berada di belakang penjara ini, karna sumur'nya sudah tidak di pakai. jadi tempat itu sudah tertutup oleh rerungkunan tanaman liar!" jawab motao.
"Itu berita bagus, dan kebetulan malam ini adalah waktu yang tepat untuk pergi karna aku sudah melumpuhkan keamanan di sekitar sini!" kata huilan.
Mendengar ucapan huilan seperti itu semua tawanan yang ada di sana langsung merasa senang karna mereka tidak pernah menyangka kalau malam ini mereka mereka akan mendapat kesempatan untuk meninggalkan tempat mengerikan ini, tapi tak lama motao kembali bicara yang berhasil membuat semua orang yang ada di sana kembali merasa hawatir.
"Tunggu dulu! kita masih punya masalah!" ucap motao sang ular hijau.
"Masalah apa lagi??" tanya si kake dan huilan dengan serempak.
.
.
.
***Tbc
__ADS_1