
***
"Gadis LAN!! KAU..." kata yosiko dengan nada yang terkejut sambil membulatkan ke 2 bola mata'nya. dan pastinya bukan hanya yosiko saja yang terkejut, ratu emerlen juga tidak kalah terkejut'nya.
Huilan tidak mengucapkan sepatah kata pun, dia tetap bersikap dingin dan acuh walaupun wajah'nya sudah di ketahui.
Tak lama huilan merentangkan tangan kanan'nya ke samping, selang beberapa detik puluhan kristal ice berbentuk runcing sebesar belati bermunculan dan melayang di sekitar huilan.
Prok👏 prok 👏 prok 👏
"Wah wah waahh... tidak di sangka ternyata kau seorang kultivator istimewa rupanya! bagus sekali, jika aku menyerahkan mu pada ibu suri dia pasti akan sangat senang lalu akan memberiku kesempatan untuk mendapatkan tehnik pertahanan hidup! Hahaha..." kata yosiko yang di akhiri dengan tawa kegirangan.
Mendengar kata² yosiko, seketika huilan mengingat kata² huangxu tadi siang.
"... Tehnik pertahanan hudup?! apa mungkin tehnik yang dia maksud adalah tehnik memisahkan jantung dari tubuh'nya... em, jika itu benar... mungkinkah jantung si harimau tua itu berada di tangan ibu suri!!" fikir huilan. lalu dia melirik ke arah ratu emerlen, sang ratu terlihat seperti sedang mencemaskan sesuatu dan kecemasan'nya ini membuat huilan memiliki banyak tanda tanya, tapi huilan masih bisa menyembunyikan rasa penasaran'nya dan kembali fokus pada yosiko yang masih tertawa. tak lama huilan pun bersuara yang berhasil membuat yosiko menghentikan tawa'nya.
"Hooo... tapi sayang'nya kau tidak punya kesempatan lagi untuk bertemu dengan ibu suri! karna malam ini, aku datang sebagai dewa kematian mu!" kata huilan dengan nada yang santai. lalu dia mengibaskan tangan kanan'nya ke arah yosiko seperti sedang memberi arahan dan,
Woossshhh....
Syuttt... Syuuttt...
Syuttt... Syuuttt...
Puluhan kristal ice runcing yang melayang itu mulai melesat secara bersusulan membidik yosiko, tentu yosi tidak tinggal diam, dengan gerakan cepat dia memasang dinding penghalang untuk memblokir serangan dari huilan.
"Hm! jangan kira karna kau bisa menguasai salah satu elemen terkuat jadi aku tidak bisa mengalahkan mu! jangan lupa, tingkat kultivasi mu yang rendah itu berpengaruh besar pada pengendalian elemen mu! hahaha... jadi jangan harap kau bisa lolos dari tanganku!" kata yosiko. huilan pun membalas ucapan yosi dengan santai
"Hoho... nona yosi, kau terlalu percaya diri, karna seharus'nya itu adalah kata² ku! kau lah yang tidak akan bisa lolos dariku" Setelah berkata demikian, huilan langsung melesat maju bersama'an dengn puluhan kristal ice runcing.
Woosshh... Whukk! "Sreett! Aarrkkhh..."
Dinding penghalang yosi telah hancur seketika, setelah menerima 2X tebasan pedang huilan. padahal pedang yang huilan pakai adalah pedang biasa dan bukan senjata roh.
Setelah pertahanan yosi hancur, dia mendapat beberapa luka gores di bagian bahu dan paha'nya. darahpun mulai mengalir dari setiap luka goresan, rasa nyeri dan berdenyu-denyut mulai menggerogoti yosiko, namun serangan huilan tidak berhenti sampai di situ. setelah menghancurkan pertahanan yosiko, huilan kembali menyerang dengan pedang.
Wosshh... wosshh...
Whuukk!! Whuukk!!
Trang!! Trang!!
Syuuytt!! Syuutt!!!
Yosi masih mampu menangkis tebasan demi tebasan dari huilan menggunakan pedang roh milik'nya, suara pedang ber'adu dan suara pedang menebas udara kosong saling bersautan. walaupun kondisi yosi sudah mendapat beberapa luka, tapi dia masih mampu mengimbangi kecepatan huilan. karna walau bagaimana pun yosi sudah termasuk kultivator tingkat tinggi dan berada jauh di atas level kekuatan huilan, tapi meskipun begitu huilan juga mampu mengimbangi yosi berkat kekuatan ganda'nya, karna itulah huilan mampu bertarung dengan lawan yang kekuatan'nya 2 kali lipat lebih kuat dari level'nya yang terlihat.
Huilan terus bergerak menyerang , menangkis, menyerang lagi dan menangkis lagi. dan lama kelama'an yosi pun mulai merasa kesal karna sudah sejauh ini huilan masih mampu mengimbangi'nya dan membuat'nya mulai kelelahan, namun karna dia tidak mau sampai di kalahkan oleh huilan, dia pun mulai menyusun rencana untuk melakukan serangan ganda.
Tak lama yosi mulai menyalurkan energi penghancur ke pedang'nya, lalu dia semakin mempercepat gerakan'nya dan menyerang huilan secara brutal.
Woosshh... Woosshh...
Syubb!! Syuubb!!
Trang! Klang...
__ADS_1
Dug!
Woosshhn...
BUG!! "Uhuk.. Uhuk!"
Akhir'nya pedang huilan patah menjadi 2, setelah itu yosi menendang dada huilan. tapi beruntung huilan masih sempat menyilanykan ke 2 tangan di depan dada sehingga tendangan yosi tidak sampai membuat'nya terluka begitu parah, dan hanya membuat'nya terdorong jauh sampai punggung'nya kembali menabrak tiang lalu memuntahkan seteguk darah segar.
Dan belum sempat huilan menghembuskan nafas, yosiko sudah kembali menyerang'nya dengan melemparkan sebuah bola cahaya berwarna merah kehitaman, dan serangan tersebut berhasil mengenai tubuh huilan yang membuatnya mendapat luka serius.
Rasa sakit di sekujur tubuh mulai huilan rasakan, dan di saat masih dalam keada'an seperti itu yosi sudah kembali melesat ke arah'nya sambil menghunuskan pedang ke arah perut huilan, tapi sebelum ujung pedang sampai ke kulit, tangan kanan huilan sudah bergerak cepat menangkap pedang yosi dengan tangan telanjang. akibat'nya telapak tangan huilan pun tersayat karna pedang memiliki 2 sisi yang tajam.
Darah pun mulai bercucuran jatuh ke lantai, rasa perih dan ngilu kembali huilan rasakan. dia tidak bisa langsung menghancurkan pedang yosiko karna pedang yang yosi pakai itu bukan pedang biasa.
Melihat pedangnya berhasil di tahan, yosi pun segera meluncurkan serangan susulan. dengan meluncurkan tinju yang kepalan tangan'nya sudah di selimuti energi penghancur berwarna merah kehitaman ke arah dada huilan, tapi lagi-lagi huilan berhasil menahan dengan tangan yang satu'nya lagi.
Yosiko cukup terkejut karna huilan bisa menahan serangan ganda'nya dalam waktu yang bersama'an.
"Ini tidak mungkin! bagaimana dia bisa melakukan'nya? dia sudah terluka dan dengan tingkat kultivasi'nya yang hanya di level 9 alam bumi, seharus'nya dia tidak akan bisa menahan serangan ganda dariku!" batin yosiko sambil mencoba mendorong dengan kuat energi penghancur'nya.
Tapi tidak peduli seberapa kuat dia mencoba tetap tidak bisa memecahkan pertahanan huilan, tak lama dia pun menoleh ke arah ratu emerlen lalu berteriak.
"EMERLEN!!! Kenapa kau malah diam? cepat bantu akh!" bentak'nya.
Tapi Ratu Emerlan terlihat ragu yang berhasil membuat yosiko semakin bertambah kesal.
"Emerlen! Apa yang kau tunggu? CEPAT!!" lagi-lagi yosiko membentak.
Ratu emerlen pun menatap huilan untuk beberapa saat, lalu dia melangkah menghampiri mereka ber2 yang masih saling mengunci pergerakan.
Selang beberapa detik tiba-tiba munculah sulur-sulur tumbuhan dari lantai sekeliling ratu emerlen, kemudian sulur-sulur tersebut mulai merayap menuju ke arah huilan. namun saat sulur-sulur tersebut hampir mencapai huilan, ke 2 bola mata ratu emerlen tiba-tiba bergeser ke samping melihat yosiko dan
CLEBB!!
"Eeeekkkhhh...
Dak! Woosshhh...
"Aaaarrkkkhh...
BUG!! "Uhuk... Uhuk...
Hal yang tidak di sangka, sebilah pedang ice tiba-tiba muncul di belakang yosiko dan langsung melesat menusuk punggung sampai tembus ke dada kiri bagian depan.
Serangan mendadak itu berhasil memecahkan energi penghancur yang berwarna merah kehitaman milik yosiko dan menghilang, setelah itu huilan mengambil kesempatan menyerang yosi dengan meluncurkan pukulan kuat ke arah perut.
Alhasil, yosiko pun terlempar jauh ke belakang dan menabrak tiang yang lain lalu tersungkur ke lantai dan memuntahkan banyak darah, sedangkan pedang ice yany sempat menusuk'nya itu langsung melebur dan menghilang.
Yosiko pun mencoba bangkit sambil menekan dada kanan karna pernafasan'nya mulai terasa sesak, namun meskipun nafas'nya sudah tidak ber'aturan tapi pandangan'nya masih sempat menatap huilan dengan tatapan penuh kebencian.
Sedangkan huilan, dia berjalan santai menghampiri yosiko sambil membalut luka sayatan yang ada di telapak tangan kanan'nya menggunakan perban putih.
Dan posisi ratu emerlan, setelah yosi tertusuk oleh pedang ice, dia langsung melompat menjauh. setelah itu dia memperhatikan huilan yang kini sudah berdiri tepat di depan yosiko yang sedang mencoba untuk bangkit.
Tak lama huilan pun menekuk 1 lutut'nya sampai menyentuh lantai, setelah itu dia mencengkram rahang yosiko kemudian dia bertanya dengan nada yang mengejek.
__ADS_1
"Nona yosi, apa ada kata-kata tet'akhir yang ingin kau sampaikan?" tanya'nya.
"Cuih! jangan senang dulu, ini adalah permula'an! aku akan kembali bangkit dan membuat perhitungan padamu!" bentak yosiko.
Tapi huilan malah menyunggingkan sudut bibir'nya lalu bicara dengan nada yang santai.
"Benarkah?! kalau begitu terima kasih sudah memberitau ku!" kata huilan yang langsung menghempaskan wajah yosi ke samping, kemudian huilan pun bangkit berdiri lalu mundur beberapa langkah sambil tersenyum evil.
Setelah itu huilan mulai membuka segel formasi yang terlihat cukup rumit, selang beberapa detik tiba-tiba angin berhembus kencang bersama'an dengan muncul'nya sebuah pola array yang berbentuk rumit melingkar di bawah tubuh yos, dan dari setiap garis'nya memancarkan warna merah darah. setelah itu pola array tersebut jadi membesar, yosiko pun bertanya dengan nada yang panik.
"A-apa y-yang ka-kau la-lakukan?" tanya yosi, huilan pun tersenyum lalu menjawab sambil mengangkat ke 2 jari merapat di depan dada.
"Tentu saja untuk mencegah mu kembali bangkit, jadi aku harus menghancurkan inti jiwa mu..."
"Ti-Tidaak! Ti-Tidaaaa... jangaan! Aaarrkkhhh..." Yosiko berteriak kesakitan, lalu perlahan tubuh'nya melayang naik dengan kondisi tubuh di selimuti oleh cahaya merah darah. kemudian perlahan tubuh'nya melebur menjadi debu, tapi masih menyisakan sebutir biji berwarna hitam legam, namun selang beberapa detik.
BOOMM!
Biji tersebut ikut hancur menjadi debu dan menghilang tertiup angin, kemudian pola array berwarna merah darah itu pun menghilang bersama'an dengan angin yang ikut berhenti berhembus.
Setelah itu huilan langsung mundur beberapa langkah dengan exspresi yang kebingungan sambil memperhatikan ke 2 telapak tangan'nya.
"Eh?! lagi-lagi seperti ini... sebenar'nya ada apa dengan ku? barusan itu adalah tehnik yang belum pernah aku pelajari, tapi... kenapa aku bisa mengetahui'nya?" batin huilan.
Kemudian dia tersadar oleh suara ratu emerlen yang berbicara pada'nya.
"WoW! tadi itu adalah tehnik penghancur jiwa, dengan begitu dia tidak akan bisa di bangkitkan lagi!... Tak di sangka kau masih kejam seperti dulu!" kata ratu emerlen.
'Tapi sekarang aku merasa tenang!' batin ratu emerlen.
'Apa maksud'nya aku masih kejam seperti sulu?!" fikir huilan yang langsung menoleh pada ratu lalu melangkah menghampiri'nya sambil merentangkan tangan kanan ke samping.
Selang beberapa detik muncullah serpihan ice lalu memadat dan membentuk sebilah pedang ice, 5 langkah sebelum sampai ke tempat ratu berdiri, huilan pun berhenti dan menghunuskan pedang ice'nya ke arah ratu lalu bicara.
"Yang Mulia, aku masih tidak mengerti kenapa kau tidak menghalangi pedang ice ku saat akan menusuk yosiko, jelas-jelas kau menyadari serangan yang akan aku lakukan, tapi kau diam saja dan malah memperlambat serangan yang kau tujukan padaku! katakan, apa tujuan mu berbuat seperti itu!" tanya huilan tanpa melonggarkan kewaspada'an nya.
Ratu emerlen pun menjawab dengan santai.
"Alasan'nya cukup simpel, yosiko adalah batu penghalang bagiku! jadi anggap saja musuh dari musuh adalah teman!" kata ratu emerlen, tapi huilan menyangkal tanggapan ratu.
"Tapi sayang'nya aku tetap tidak bisa menganggap mu sebagai teman! karna walau bagaimana pun kau tetap wanita kesayangan raja bei zhie, jadi apa yang harus aku lakukan padamu agar kau tetap tutup mulut dengan apa yang sudah terjadi malam ini!" kata huilan yang terus menatap tajam dan masih menghunuskan pedang'nya.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Tbc***