
***
"T-tunggu ! sepertinya aku melewatkan sesuatu?!" fikir si pemuda pemberi misi sambil mengerjap-ngerjapkan ke 2 mata'nya.
1 detik..
2 detik...
3 detik....
"Hah APA?!... j-jangan bilang k-kamu sudah menyelesaikan misi'nya!" ,,, pekik si pemuda dengan nada yang terkejut.
"Aah.. Maaf mengecewakan mu, tapi aku benar2 sudah menyelesai kan misi nya" ,,, kata hui-lan sambil menyerahkan sebuah tanduk kristal srigala yang di bungkus kain putih polos.
Si pemuda pemberi misi itu pun menerima bungkusan putih hasil misi, kemudian dia membuka'nya. setelah melihat isi'nya dia langsung menggaruk-garuk kepala'nya yang tidak gatal.
"Huftt.. ini mengerikan dia benar2 telah menyelesaikan misi'nya hari ini juga, padahal kultivator yang sudah mencapai tingkat alam langit pun membutuhkan waktu 1 minggu untuk menyelesaikan misi ini, dan itu adalah yang paling tercepat. tapi gadis ini... aahh sudahlah lupakan sebaik'nya aku cepat2 menemui master!" ,,, gumam'nya.
"Baiklah tunggu sebentar!" ,,, kata si pemuda yang di tujukan pada huilan, kemudian dia pun masuk ke ruangan belakang.
Setelah sampai di belakang si pemuda itu langsung menyerahkan bungkusan kain putih pada seorang yang tadi sempat terbatuk-batuk, yang ternyata dia adalah pemilik tempat misi tersebut. kemudian dia membuka'nya, setelah melihat bungkusan kain putih itu dia kembali terkejut, karna ternyata tanduk kristal hijau itu di bagian dalam nya sudah terlihat gumpalan2 kristal berwarna ungu.
"I.. ini.. sulit di percaya" ,,, kata si pria pemilik tempat misi.
"Tuan.. a-apa ada yang salah?!" ,,, tanya si pemuda pemberi misi.
"Em... tanduk kristal hijau ini sebentar lagi akan berubah menjadi ungu, itu artinya tanduk srigala ini bukan dari srigala tingkat 4, tapi tanduk srigala ini sudah berada di tingkat 6. ck.. ck.. ck..! sulit untuk di percaya, Dabau berikan 180 koin emas pada gadis itu" ,,, kata si pemilik tempat misi.
seketika pemuda yang bernama dabau itu langsung tersadar dari keterkejutan'nya.
"Oh... i-iya baik tuan!" ,,, jawaban dabau singkat lalu dia bergegas pergi untuk memberi bayaran hasil misi.
Di luar huilan masih menunggu'nya dengan exspresi yang tenang, tapi hati'nya masih berdebat tentang si pria berambut putih. dia masih menghawatirkan kalau pria itu akan mengejar'nya, tak lama kemudian dia pun melihat si pemuda pemberi misi datang menghampiri'nya.
"Nona kecil, maaf sudah membuat anda menunggu.. ini bayaran hasil misi'nya 180 coin emas" ,,, kata dabau sambil menyerahkan sekantung uang.
Huilan menerima kantung tersebut dengan ke 2 alis yang mengkerut.
"Kaka, kenapa 180 coin emas?! aku ingat misi yang aku bawa adalah tanduk kristal hijau!" ,,, kata huilan keheranan.
"Master bilang tanduk krisatl yang kamu bawa adalah tanduk kristal tingkat 6, jadi harga nya lebih tinggi" ,,, kata dabau.
"Oh.. aku mengerti, kalau begitu terima kasih banyak!" ,,, huilan meng'akhiri perbincangan'nya.
Si pemuda pemberi misi itu hanya mengangguk, sedangkan huilan dia langsung pergi meninggalkan tempat itu. sebelum huilan meninggalkan kota, tidak lupa dia membeli beberapa makanan untuk di bawa pulang.
__ADS_1
Dia kembali ke desa menggunakan gerobak sapi yang sama dengan tadi pagi, awal'nya dia tidak mau naik, tapi ternyata si pak kusir sapi masih setia menunggu'nya di gerbang kota.
'-'
Di tengah perjalanan, huilan merebahkan tubuh'nya di atas tumpukan jerami dengan gaya'nya yang santai seperti di pantai, dengan pendangan lurus memandang langit sore. tak lama kemudian dia tersentak dan langsung bangkit duduk, karna dia melihat satu bayangan putih dari kejauhan sedang terbang menuju ke arah'nya.
"Gawat seperti nya apa yang aku hawatirkan benar2 akan terjadi" ,,, batin huilan.
Kemudian tanpa berfikir panjang lagi dia langsung berdiri lalu melompat turun dari gerobak sapi, si pak kusir yang terkejut itu langsung menghentikan langkah sapi'nya sambil menoleh pada huilan.
"Nona ada apa ? kenapa tiba2 turun?!" ,,, tanya si pak kusir.
Tapi huilan tidak menjawab pertanya'an dari pak kusir, pandangan nya terus menatap kejauhan dengan mata yang menyipit.
"Tsk.. sepertinya benar2 dia, aku ingat dia telah merebut tongkat ku, dan dengan bodoh'nya aku meninggalkan tongkat yang sama di tubuh srigala, tsk... sial kenapa aku begitu ceroboh!" ,,, gerutu'nya kemudian dia menoleh pada pak kusir lalu melemparkan 2 koin emas pada'nya,
Dengan sigap pak kusir menangkap koin tersebut.
"Tuan anda kembalilah terlebih dulu ke desa, aku masih ada urusan lain" ,,, kata huilan, dan tanpa menunggu jawaban dari pak kusir dia langsung melesat pergi masuk ke dalam hutan.
"Eehhh tapi nona...! " ,,, teriak si pak kusir tapi teriakan'nya di tidak di pedulikan oleh huilan, dia terus melesat sampai hilang dari pandangan, akhir'nya si pak kusir pun tidak mau ambil pusing. dia mengikuti apa yang di minta oleh huilan.
"-"
"Aneh apa yang sedang terjadi ! kenapa hakubi tidak menjawab panggilan dari ku?!" ,,, gerutu'nya.
"Haishh... sudahlah lebih baik aku terus bergerak menjauh" ,,,
Huilan pun kembali melompat ke dahan pohon yang ada di depan'nya, tapi saat dia baru saja mendarat di dahan tiba2 sebuah bola cahaya putih melesat ke arah'nya.
Woosshh....
BOOMM!!...
Huilan berhasil menghindar sedangkan pohon yang tadi jadi pijakan'nya kini sudah hancur terkena ledakan, di saat bersamaan huilan berhasil menghindar serangan bola cahaya kembali membidik'nya.
Siiuuhhh....
BOOMM!!..
Tapi huilan kembali bisa menghindari'nya, kemudian dia menggunakan ilmu peringan tubuh sehingga dia bisa melayang di udara. lalu dia pun medongak'kan wajah nya ke atas untuk melihat siapa yang menyerang'nya, tapi baru saja dia menoleh ke atas. serangan ke 3 sudah kembali membidik'nya. tapi kali ini dia akan mencoba menahan serangan tersebut.
Huilan langsung mengulurkan 1 tangan'nya ke atas lalu dia membuat array untuk melindungi'nya, dan hasil nya cukup mengejutkan karna dia berhasil menahan bola cahaya tersebut, bola cahaya itu melayang tertahan tepat di depan telapak huilan.
Sedangkan si penyerang dia langsung menyunggingkan sudut bibir'nya.
__ADS_1
"Menarik.. menarik sekali!! dia benar2 gadis yang menarik, padahal dia sedang menggunakan kekuatan roh'nya, tapi aku masih tidak bisa merasakan aura'nya sedikit pun.. kucing kecil kau sudah membuatku semakin tertarik pada'mu!" ,,, gumam seorang pemuda tampan berbut putih yang sedang berdiri di atas pedang terbang.
Kemudian pemuda berambut putih itu pun langsung terjun dari pedang'nya, dan kembali meluncurkan serangan pada huilan, setelah dia melemparkan serangan pemuda itu langsung menghilang di udara kosong, dia berteleportasi ke tempat lain dengan q kediapan mata.
Huilan yang masih fokus untuk menghancur kan bola cahaya yang masih melayang di depan telapak tangan'nya itu, kini dia membulatkan bola mata'nya karna dia melihat 1 bola cahaya lagi sedang mengarah ke arah'nya.
"Sial.. kenapa serangan ini tidak ada habis'nya"?! ,,, gerutu huilan.
Huilan merasa tidak yakin bisa menangkis serangan ke 4, tapi pergerakan huilan juga sudah terkunci. dia tidak bisa menghindari nya lagi, akhirnya huilan pun bertekad, dia mengerahkan seluruh kekuatan yang masih tersisa dan menutup mata rapat2, karna dia tidak yakin kalau array'nya bisa menahan serangan tersebut.
Bola cahaya yang mengarah pada huilan akhirnya bersatu dengan bola cahaya yang sedang huilan tahan, alhasil bola cahaya itu menjadi lebih besar dan membuat array yang huilan pasang retak dan pecah kemudian meledak.
Sssss....
Krakk...
BOOMM!!,,,
AAAhhhh...
Huilan langsung terdorong ke bawah oleh ledakan tersebut, tapi saat tubuh huilan hampir menyentuh tanah tiba2 seorang pemuda berambut putih muncul dari udara kosong dan langsung menangkap tubuh huilan lalu memeluk'nya begitu erat. akhir'nya pemuda berambut putih dan huilan jatuh ke tanah sampai terguling-guling beberapa putaran dan berakhir dengan posisi tubuh huilan berada di atas tubuh si pemuda.
Huilan masih dalam keada'an menutup mata.
"Huh! apa yang terjadi? rasanya ini tidak terlalu sakit" batin huilan.
Kemudian huilan pun membuka matanya perlahan, dan alangkah terkejut'nya karna hal pertama yang dia lihat adalah sepasang bola mata berwarna coklat ke emasan sedang menatap'nya, wajah huilan dan wajah si pemuda itu saling berhadapan dengan jarak yang lumayan cukup dekat, sampai2 mereka bisa merasakan hembusan nafas, mereka saling memandang untuk beberapa saat sampai pada akhir'nya huilan tersadar setelah mendengar suara pemuda yang ada dihadapan'nya.
"Hm,, seperti kali ini kamu yang berinisiatif... kucing kecil kita ketemu lagi!" ,,, kata si pemuda yang di akhiri dengan senyuman devil.
.
.
.
.
.
.
.
***Tbc
__ADS_1