
***
Huilan yang mengejar bayangan merah, sedangkan huilan sendiri di kejar oleh pasukan roh lebah.
'-'
Huilan terus mengejar bayangan merah yang lari masuk ke lorong goa batu, dimana lorong ini menjadi pintu keluar yang ada di balik air terjun.
Bayangan merah itu sampai terlebih dulu ke balik air terjun, lalu bayangan tersebut berlari menuruni jalan setapak yang menyatu dengan tebing bebatuan bercampur tanah.
Sedangkan huilan saat dia baru sampai di pintu goa, cepat2 huilan mengambil sapu tangan putih lalu merobek'nya menjadi 2. kemudian 2 robekan sapu tangan tersebut langsung di nodai oleh darah'nya.
Setelah itu setengah sapu tangan dia sembunyikan di bawah batu yang ada di dekat pintu goa, lalu dia berlari menuruni jalan setapak yang menyatu dengan tebing, setelah sampai di bawah huilan langsung menyebrangi sungai dan membuang setengah saputangan yang sudah di nodai darahnya ke sungai dan membiarkan arus sungai membawa setengah sapu tangan tersebut.
Sedangkan huilan dia langsung bergegas pergi mengikuti aura samar bayangan merah tadi, setelah posisi huilan cukup jauh dari air terjun, pasukan lebah itu sampai di pintu goa kemudian mereka langsung terbang mengikuti aliran sungai, dan ternyata rencana huilan untuk mengalihkan perhatian para lebah dengan sapu tangan itu 100% berhasil.
Di tempat huilan dia terus mengejar bayangan merah sampai ke wilayah danau air hitam yang letak'nya cukup jauh dari air terjun, tak lama bayangan merah itu menghentikan langkah'nya lalu berbalik badan ke arah huilan. sedangkan huilan dia ikut berhenti karna mahluk yang dia kejar sudah berhenti berlari, dan ternyata bayangan merah itu adalah se'ekor roh rubah api.
"Huh! dasar rubah licik beraninya kamu menjadikan ku kambing hitam!!" ,,, huilan meluapkan rasa kesal'nya sambil bertolak pinggang.
"Wahh.. tidak ku sangka ternyata kau cukup pintar bisa lepas dari kejaran lebah persik!" ,,, ejek si rubah api.
"Huh! kau memang menyebalkan!! sini kembalikan buah persik itu, aku yang lebih dulu mendapatkan'nya!" ,,, teriak huilan yang langsung menerjang maju.
"He'm! hanya seorang kultivator pemula, berani sekali kamu melawan ku!" ,,, ejek si rubah api yang langsung bergerak cepat untuk menhindari serangan dari huilan.
Kemudian dia memanjangkan ekor'nya lalu menangkap dan melilit tubuh huilan, setelah itu dia memutar-mutarkan tubuh huilan di udara seperti memutarkan baling2 helikopter.
" AAAA... Cukup hentikan!! Aaahh" ,,, teriak huilan.
Rubah merah itu pun menghentikan aksinya dan langsung menghentakan tubuh huilan ke atas tanah.
BUGG !!
"Eekkhhh...😣
"Uhuk.. uhuk..
Darah pun langsung melompat keluar dari mulut huilan, tentu huilan tidak langsung diam walaupun seluruh tubuh'nya terasa remuk. tapi huilan langsung menggenggam erat ekor rubah merah yang sedang melilit tubuh'nya, selang beberapa detik serpihan2 ice mulai menjalar membekukan ekor rubah merah.
Rubah merah langsung terkejut bukan main, cepat2 dia melemparkan tubuh huilan ke sembarang tempat. lalu dia mengembangkan semua ekor'nya sambil menyalurkan api ke semua ekor'nya sehingga serpihan ice yang sempat menjalar di ekor'nya kini telah mencair, dan ternyata dia roh rubah api ber'ekor 6.
Huilan yang masih melayang di udara karna di lempar, cepat2 dia membenarkan posisi'nya sehingga dia bisa mendarat di tanah dengan sempurna tanpa terjatuh.
"Tsk... ternyata spirit beast tingkat 9!" ,,, decak huilan yang langsung kembali menerjang maju walaupun di dadanya masih terasa sesak dan sakit, sambil berlari ke arah roh rubah api ber'ekor 6 huilan menyalurkan elemen ice ke ke2 telapak tangan'nya lalu di bentuk menjadi beberapa runcing ice, meskipun dia masih ragu apakah serangan'nya itu akan berhasil melukai roh rubah api atau tidak, tapi dia tidak punya pilihan lain karna saat ini huilan tidak bisa meminjam roh api biru ataupun dry ice, sebab hakubi dan long-xu sedang menutup diri dan huilan lupa untuk meminta izin agar bisa mengendalikan kekuatan spirit beast'nya.
Rubah merah melihat beberapa serpihan ice melesat ke arah'nya itu, dia langsung melapisi ke 6 ekor'nya dengan roh api merah menyala, lalu menepis setiap serpihan ice runcing yang huilan lemparkan. sedangkan huilan dia terus melompat kesana-kemari untuk menghindari serangan demi serangan dari ekor rubah yang di selimuti roh api merah.
Woshh... Woshh....
BBZzzzzzttttt...
Syutt... Syutt...
Untuk beberapa menit huilan masih mampu menghindari serangan balik dari rubah merah, hingga pada akhir'nya huilan kehilangan fokus karna dia merasakan ada kultivator tingkat tinggi sedang menuju ke arah'nya bertarung.
Melihat lawan'nya tidak fokus rubah merang langsung mengambil kesempatan untuk menyerang saat huilan tidak fokus.
Wosshh...
BUKK!!
Krak!!
__ADS_1
"Aaaahhhh...
Ekor rubah merah yang berkobar api merah itu langsung menghantam bagian perut huilan, beruntung huilan sudah siaga. dia memasang dinding kristal ice sehingga hantaman ekor rubah itu tidak membuat luka terlalu parah, tapi dia terlempar kuat sampai menabrak pohon.
Bruukk!!...
"Uhuk.. uhuk...
Huilan kembali tersungkur ke tanah lalu memuntahkan seteguk darah segar, belum sempat huilan bangkit roh rubah api itu sudah meluncurkan bola api merah ke arah huilan.
BZZZTTTT...
KRASSHH...
BOOMM!!.. BOOMM!!..
Sebelum bola api merah itu menabrak posisi huilan, tiba2 seorang gadis bercadar dan berpakaian serba putih itu langsung mendarat di depan huilan, lalu menebas bola api merah menjadi 2 menggunakan elemen angin yang di bentuk menjadi pisau angin.
Alhasil belahan bola api merah itu terlempar ke arah yang berbeda, yang satu menabrak batu dan yang satu'nya lagi menabrak pohon sampai hancur. tentu huilan dan rubah merah langsung terkejut bukan main, huilan terkejut karna untuk pertama kalinya dia di lindungi oleh orang yang tak di kenal selama dia tinggal di dunia baru'nya, sedangkan roh rubah merah terkejut karna kekuatan gadis bercadar itu hanya di puncak alam bumi tapi dia berhasil membelah bola api merah'nya.
Rubah merah itu tidak ingin berlarut terlalu lama dalam keterkejutan'nya, cepat2 dia kembali meluncurkan bola api merah tapi kali ini lebih dari 1.
Bbzzzztttt...
Bbzzzzztttt...
Bbzzzztttt...
Melihat bola api merah kembali membidik secara bertubi-tubi, gadis bercadar itu langsung menahan'nya dengan elemen angin.
Alhasil bola api merah itu terhenti tepat tidak jauh dari depan telapak tangan'nya, gadis bercadar itu menahan sekuat yang dia bisa. namun sayang keberuntungan sedang tidak berpihak pada'nya, karna bola api merah yang di luncurkan oleh rubah merah itu lebih dari 1. bola api ke 2 dan ke 3 itu menabrak bola api yang sedang dia tahan.
Alhasil ukuran bola api yang di tahan itu semakin membesar dan membuat gadis bercadar itu terdorong beberapa langkah ke belakang, melihat gadis bercadar terdesak tentu huilan tidak bisa tinggal diam, huilan pun berdiri lalu diam2 dia melemparkan beberapa jurum beracun ke arah rubah merah yang masih fokus mendorong bola api raksasa.
Tentu gadis bercadar itu cukup terkejut karna gadis bertopeng yang dia tolong ternyata menguasai elemen yang sama seperti diri'nya, tapi meskipun begitu dia tetap fokus untuk mendorong balik bola api raksasa itu.
Rubah merah mulai merasakan ada yang aneh dalam diri'nya, tapi dia tidak punya banyak waktu untuk memikirkan apa yang sedang terjadi pada diri'nya. karna bola api merah raksasa mulai terdorong balik ke arah rubah merah.
Huilan dan gadis bercadar perlahan-lahan mulai melangkah maju untuk mendorong bola api raksasa.
"Hiyaaaaaaa...
Teriak huilan dan gadis bercadar bersama'an, merasa diri'nya ter'ancam rubah merah itu langsung mengerahkan seluruk kekuatan'nya dan kembali mendorong sekuat tenaga. sehingga terjadilah aksi saling mendorong bola api raksasa.
"AAA... aku adalah spirit beast tingkat 9!! aku tidak percaya jika aku di kalahkan oleh 2 gadis lemah seperti kalian!!" ,,, teriak rubah merah yang langsung meluncurkan 1 bola api lagi dengan kekuatan penuh.
Tapi di saat yang bersama'an rubah merah itu langsung memuntahkan darah hitam, sedangkan huilan menyadari ada serangan susulan, cepat2 dia memasang dinding kristal ice untuk melindungi mereka ber2 dan tebakan huilan ternyata benar, setelah serangan susulan itu menyatu dengan bola api raksasa, huilan dan gadis bercadar sudah tidak mampu lagi menahan'nya alhasil bola api raksasa itu meledak.
BBBOOOMMM!!!
Suara ledakan yang besar dan menggelegar sampai beberapa KM, sedangkan rubah merah dan ke 2 gadis itu terlempar ke arah yang berlawanan.
Arrkkkkhhhh.....
Rubah merah terlempar kuat sampai menabrak beberapa pohon, dan setiap pohon yang tertabrak tubuh rubah itu langsung roboh. sedangkan si rubah sendiri ber'akhir menabrak sebongkah batu lalu tersungkur ke tanah setelah itu dia tak sadarkan diri.
Sedangkan huilan dan gadis bercadar, mereka terlempar ke tengah2 danau air hitam.
"Aaahhh..
Byuurrrr!!
Ke 2 gadis ini langsung jatuh ke danau dan tenggelam, si gadis bercadar tidak bisa berenang ke permuka'an jadi dia terus tenggelam semakin dalam, tapi beruntung huilan pandai berenang cepat2 dia berenang menyusul gadis bercadar lalu menarik'nya naik ke permuka'an.
__ADS_1
Blub... blub... blub...
Cepluk!!
Uhuk... uhuk...
Meraka berhasil mencapai permuka'an dan langsung menghirup udara dengan rakus, mereka sempat meminum air danau beberapa kali.
"Huf... huf... huf... hei apa kau baik2 saja?!" ,,, tanya huilan sambil mengatur nafas'nya.
"Hah.. hah... em... terima kasih, kalau kamu tidak menarik'ku mungkin aku sudah mati kehabisan udara... aku tidak bisa berenang!" ,,, kata si gadis bercadar sambil mengatur nafas'nya, sedangkan ke 2 tangan'nya berpegangan pada pundak huilan.
"Haha... tidak usah berterima kasih, kau juga telah menyelamatkan ku tadi!" ,,, kata huilan.
Gadis bercadar itu tersenyum di balik cadar'nya yang sudah basah kuyup namun dia masih tetap memakai'nya.
"Kalau gitu kita impas! o'ya nama ku fei-ling, siapa nama'mu? dan apa yang terjadi sampai2 kau mendapat masalah dengan rubah api?!" ,,, tanya si gadis bercadar, yang ternyata dia adalah fei-ling saudara kembar huilan, hanya saja mereka belum mengetahui identitas masing2.
"Owh.. salam kenal fei-ling, kau bisa memanggilku lan'er.. tentang masalah ku dengan rubah api itu ceritanya panjang! sekarang sebaik'nya kita keluar dulu dari danau ini!" ,,, kata huilan.
"Yah kau benar!" ,,, kata fei-ling singkat.
Kemudian mereka mencoba menggunakan kekuatan mereka untuk keluar dari danau, tapi entah apa yang terjadi mereka tidak bisa menggunakan kekuatan masing2.
"Aneh apa yang terjadi?! aku tidak bisa menyalurkan energi roh ku!" ,,, kata huilan.
"Kau benar, aku juga tidak bisa merasakan energi roh ku!" ,,, kata fei-ling sambil memperhatikan air danau.
Tak lama fei-ling membulatkan ke 2 bola mata'nya.
"Oh tidak!! kita berada di danau air hitam!!" ,,, teriak fei-ling yang terkejut.
"Aku ingat air danau hitam bisa mengunci kekuatan roh siapa saja yang meminum'nya, dan tadi saat aku tenggelam sempat meminum'nya beberapa kali" ,,, Sambung'nya dengan nada yang panik.
"Lan'er cepat! kita harus berenang ke tepi danau!" ,,, pinta fei-ling dengan tergesa-gesa.
"Em.. pegangan!!" ,,, kata huilan dengan nada sedikit tinggi dan langsung berenang, sedangkan fei-ling langsung berpegangan pada huilan.
Tapi baru beberapa meter huilan berenang, tiba2 air yang ada di sekitar mereka mulai berputar membentuk pusaran air, yang ber'awal kecil hingga ke pusaran air yang besar.
"Eh.. eh.. eeehh... apa yang terjadi!" ,,, teriak huilan sambil berusaha berenang melawan pusaran air.
"Aaa tidaakk! pusaran air'nya semakin besar!" ,,, teriak fei-ling.
"AAA...
Mereka ber 2 mulai berputar terbawa pusaran air sampai ke tengah2 pusaran, perlawanan mereka untuk melawan arus pusaran itu sia2, dan pada akhir'nya mereka ber2 tenggelam di tengah2 pusaran.
Setelah pusaran air menelan huilan dan fei-ling, perlahan pusaran air itu mulai memudar lalu menghilang begitupun dengan ke 2 gadis ikut menghilang entah kemana, dan air danau pun kembali tenang.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
***Tbc